Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Peran Kepala Sekolah Sebagai Leader dalam Pendidikan
Mengetahui pada dasarnya peran kepala sekolah sebagai leader serta upaya kepala sekolah dalam mengatasi tantangan yang dihadapi di SD Negeri 112 Pekanbaru dan bagaimana mereka mengatasinya adalah tujuan utama dari penelitian ini. Studi kasus digunakan dalam penelitian kualitatif ini berupa observasi dan wawancara yang dilakukan dengan kepala sekolah beserta staf guru SD Negeri 112 Pekanbaru, serta catatan semuanya digunakan dalam proses pengumpulan data. Dalam penelitian ini digunakan triangulasi sebagai ukuran validitas data. Metode analisis data termasuk memadatkan dan menyajikan informasi dan menarik kesimpulan darinya. Hasil penelitian menemukan bahwa peran kepala sekolah sudah memberikan beberapa peranan yang mendukung terbentuknya menggerakkan warga sekolah, membimbing warga sekolah, memberikan dorongan kepada warga sekolah, membina warga sekolah dan melindungi warga sekolah. Temuan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengetasan kendala peran kepala sekolah di sekolah dasar. Pengembangan kepemimpinan memerlukan pembentukan orang dan organisasi sehingga mereka dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, kepemimpinan semacam ini memotivasi pengikut untuk mengambil tindakan.
Efektivitas JASPER Intervention untuk Meningkatkan Kemampuan Joint Attention Anak dengan Autisme Berat
Anak dengan gangguan spektrum autisme memiliki permasalahan pada keterampilan komunikasi sosial termasuk kemampuan joint attention, seperti menunjukkan mainan kepada orang lain, menunjuk untuk berbagi, dan tatapan mata yang terkoordinasi antara objek dan orang dan kemampuan untuk bersama-sama terlibat interaksi sosial dengan orang lain. Kemampuan joint-attention merupakan kemampuan yang penting bagi anak untuk mempelajari hal-hal baru. Anak dengan gangguan autisme yang memiliki kontak mata yang baik dan memiliki rentang atensi yang panjang diharapkan dapat lebih mudah dalam menerima pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan asesmen untuk menegakkan diagnosa gangguan klinis serta meningkatkan kemampuan joint attention dengan menerapkan JASPER intervention pada subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode single case study dengan rancangan penelitian A – B – A (Baseline – intervensi – follow up). Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak laki-laki bernama JA, didiagnosa memiliki gangguan autisme kategori berat dengan kemampuan joint-attention yang rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan Tes BINET, CARS, dan DDST. JASPER intervention dilakukan sebanyak 5 sesi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan joint-attention JA mengalami peningkatan. Dapat disimpulkan JASPER intervention efektif dalam meningkatkan kemampuan joint-attention pada anak dengan gangguan autis berat
Brain Gym Therapy Upaya Menstimulasi Kemampuan Mengingat pada Siswa
Sanggar Bimbingan Sungai Buloh merupakan pendidikan non-formal dibawah naungan sekolah indonesia kuala lumpur, Malaysia. Sanggar Bimbingan atau biasa masyarakat sebut dengan SB ini memiliki siswa yang terbatas dalam membaca dan mengenal huruf dengan jumlah 20 siswa yang tidak bisa membaca dan 10 yang bisa membaca namun harus mengeja dan lama untuk menyatukan huruf. Senam otak menjadi Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SB Sungai Buloh, Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk merangsang kemampuan ingatan jangka pendek dari siswa SB Sungai Buloh melalui terapi senam otak yang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian Quasi-Ekperimental atau eksperimen quasi, dengan One Group Pretest-Post test layout by design, Pada 20 Siswa Sanggar Bimbingan Sungai Buloh Malaysia. Penelitian ini menggunakan metode belajar audio visual, dan lembar evaluasi dari penelitian weshcler. Hasil penelitian ini ditemukan juga adaptasi pada siawa SB Sungai Buloh yang seharusnya membutuhkan waktu yang lebih lama sebab 4 minggu kurang rasanya. Penelitian menemukan model terapi senam otak yang cukup sesuai untuk siswa SB Sungai Buloh, Malaysia. Ada 12 gerakan senam otak yang di pelajari oleh siswa SB Sungai Buloh dan siswa sangat interaktif dalam menyambut keseruan senam otak tersebut
Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan salah satu bagian dari kurikulum merdeka. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilakukan melalui pendekatan Projek Based Learning yang memerlukan waktu kurang lebih 1 minggu. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memiliki alur perencanaan yaitu 1) menentukan tim fasilitator, 2) mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan, 3) merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu, 4) menyusun modul projek, dan 5) merancang strategi pelaporan hasil projek. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di lembaga PAUD. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendeskripsikan bagaimana projek penguatan profil pelajar Pancasila diimplementasikan sebagai kurikulum merdeka di lembaga PAUD. Penelitian ini memanfaatkan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian in yaitu satuan pendidikan telah menjalankan alur perencanaan yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan dengan memilih salah satu tema dari P5. Kesimpulannya adalah lembaga PAUD di Kota Serang telah melaksanakan P5 dengan memrancang terlebih dahulu tema dan topiknya sampai pembuatan modul projek dan melaksanakan P5 tersebut di lembaga
Pengaruh Storytelling terhadap Karakter Sopan Santun Anak Usia 5-6 Tahun
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh storytelling terhadap karakter sopan santun anak usia 5-6 tahun. Artikel ini menggunakan metode kuantitaif dalam bentuk Quasy Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di Taman Kanak-Kanak Kemala Bhayangkari 03 Alai Kota Padang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang anak yaitu 10 orang anak di kelas B4 sebagai kelas eksperimen dan 10 orang anak di kelas B5 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk menilai karakter sopan santun anak. Aspek yang dinilai yaitu menghormati, menghargai, dan berakhlak mulia menggunakan tes dengan enam butir pernyataan. Berdasarkan hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa data pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan homogen. Secara keseluruhan terjadi peningkatan skor pada kedua kelas. Rata-rata skor hasil pre-test dan post-test kelas eksperimen adalah 12,6 dan 18,7. Sementara rata-rata skor hasil pre-test dan post-test kelas kontrol adalah 12,4 dan 16,4. Dengan selisih nilai rata-rata kelas eksperimen adalag 6,1 dan kelas kontrol adalah 4,0. Hasil uji hipotesisi diketahui nilai Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,027 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan storytelling berpengaruh terhadap karakter sopan santun anak di Taman Kanak-Kanak Kemala Bhayangkari 03 Alai Kota Padang
Pengaruh Kegiatan Menghias Kelas terhadap Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 4-6 Tahun
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kegiatan menghias kelas terhadap kecerdasan kinestetik anak usia 4-6 tahun Kelompok B di Kelompok B TK Negeri Pembina Makassar dan Seberapa besar pengaruh kegiatan menghias kelas terhadap kecerdasan kinestetik anak usia 4-6 tahun Kelompok B di Kelompok B TK Negeri Pembina Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini anak di 45 anak TK Negeri Pembina Makassar Kelompok B1 dan Kelompok B2. Teknik analisis yang digunakan Independent Samples T Test. Hasil penelitiannya adalah 1) Ada pengaruh kegiatan menghias kelas terhadap kecerdasan kinestetik anak usia 4-6 tahun Kelompok B di Kelompok B TK Negeri Pembina Makassar perolehan thitung -2.393> ttabel 2.101, sementara itu diperoleh hasil Sig. (2-sided) adalah 0,030. Karena nilai Sig. 0,030< taraf nyata (a= 0,05) maka Ho ditolak, dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh kegiatan menghias kelas terhadap kecerdasan kinestetik anak usia 4-6 TAHUN Kelompok B di Kelompok B TK Negeri Pembina Makassar. 2) Besarnya pengaruh kegiatan menghias kelas terhadap kecerdasan kinestetik anak usia 4-6 TAHUN Kelompok B di Kelompok B TK Negeri Pembina Makassar yaitu penggunaan media lukis mempengaruhi ketrampilan motorik halus anak sebesar 0.220235 atau 22.1%, sedangkan sisanya sebesar 77.9% dipengaruhi oleh metode yang digunakan guru. Hal ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan guru sangat lebih efektif karena kegiatan menghias kelas yang digunakan guru dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik anak Usia 4-anak memiliki beberapa kelebihan diantaranya memiliki koordinasi gerakan yang sangat baik, sehingga anak bisa sangat berprestasi dalam bidang yang mengharuskan banyak gerakan fisik
Analisis CIPP: Perlibatan Keluarga dan Guru pada PAUD Taman Kanak-Kanak
Penyelenggara pendidikan membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak diantaranya yaitu keluarga, lingkungan, dan satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses Penerapan Permendikbud No 30 Tahun 2017 yang berkaitan dengan perlibatan keluarga dengan metode analisis CIPP yang dimana context yang didapatkan respon dan keterlibatan orang tua pada perlindungan keluarga input yang dapat dilihat banyak dorongan dan masukan dari orang tua dalam peroses kegiatan yang dilakukan, proses ini dilihat dari bagaimana proses terlaksananya kegiatan-kegiatan perlindungan anak dan produk yang didapatkan merupakan perubahan dari sikap kemandirian yang ada pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan teknik analisis wawacara yang dimana yang menjadi narasumber kepala sekolah, guru kelas B, Ibu PKK dan 2 orang tua wali murid, observasi dan dokumentasi yang dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai bulan maret 2023 di Taman Kanak-kanak Negeri Pertiwi yang berasa pada Desa Muara Jaya. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari perkembangan anak yang memiliki kesiapan lebih baik dalam memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi yang dimana hal ini terlihat bahwa anak memiliki kemandirian, mudah bersosialisasi dan anak lebih disiplin saat proses pembelajaran dan orang tua terlihat bahwa lebih peduli dengan anaknya
Implementasi Metode Reward dan Punishment dalam Memperkuat Kematangan Emosional Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode reward dan punishment dalam memperkuat kematangan emosional anak usia dini. Penelitian bertempat di Bustanul Athfal Aisyiyah Tanjungsari, Banyudono Boyolali dengan melibatkan 15 anak pada kelompok B dan 2 wali kelas. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti mengobservasi aktivitas dan perilaku anak dalam mengolah emosionalnya terhadap guru dan teman sebayanya, wawancara terkait dengan mendapatkan data menggunakan beberapa pertanyaan kepada guru wali kelas mengenai kematangan emosional anak di kelompok B dan penerapan reward punishment, sedangkan dokumentasi terkait dengan catatan kejadian yang terjadi dengan menggunakan hasil karya anak, poto, rekaman, dan video saat pembelajaran. Metode analisis data yang digunakan adalah triangulasi teknik, dengan menggabungkan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode reward dan punishment dapat memperkuat kematangan emosional anak di kelompok B dengan peneliti memberikan sebuah reward berupa pujian, isyarat gerak tubuh, sentuhan dan barang ketika anak melakukan suatu perbuatan baik atau hasil yang bagus dan memberikan punishment seperti teguran, peringatan, melalukan kegiatan (hukuman ringan) ketika anak melakukan suatu tindakan kurang baik yang melanggar peraturan di kelas agar anak dapat belajar bertanggung jawab atas perbuatannya dan tidak mengulangi kesalahannya lagi
Evaluasi Program Planing PLP II (Pengenalan Lapangan Persekolahan) : Menggunakan Model CSE-UCLA di PAUD
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesesuaian komponen program planing meliputi: kemampuan dosen pembimbing dalam membimbing mahasiswa PLP II, kemampuan guru pamong dalam membimbing mahasiswa PLP II. Dalam studi evaluasi ini, penulis menggunakan model evaluasi yang dikembangkan oleh Alkin, yaitu model CSE-UCLA. Model CSE-UCLA terdiri atas 5 tahap evaluasi: 1) system assessment, 2) program planing, 3) program implementation, 4) program improvement, dan 5) program certification. Namun dalam artikel ini penulis hanya melihat satu komponen evaluasi yaitu: program planing. Penelitian evaluasi ini dilaksanakan di IAIN Kendari, dan tempat pelaksanaan PLP II mahasiswa Program Studi PIAUD FTIK IAIN Kendari di TK Sultan Qaimuddin Kendari pada tahun 2022. Informan penelitian terdiri dari dosen pembimbing, guru pamong dan mahasiswa PLP II. Hasil penelitian pada komponen evaluasi program planning, aspek yang dievaluasi meliputi aspek kemampuan dosen pembimbing dan kemampuan guru pamong PLP II. Temuan pertama pada kemampuan dosen pembimbing data yang diperoleh baik melalui wawancara, data angket menunjukan tingkat kemampuan dosen pembimbing dalam membimbing mahasiswa berada pada kategori tinggi. Kedua, pada aspek kemampuan guru pamong dalam membimbing mahasiswa PLP II menunjukan kategori tinggi
Pengaruh Bermain Puzzle terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun
Saat ini keterlambatan perkembangan motorik halus banyak terjadi pada anak usia dini karena kurangnya kesempatan anak untuk mempelajari keterampilan motorik, perlindungan orangtua yang berlebihan, dan kurannya stimulasi pada anak. Anak yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus hanya mampu melaksanakan tahap perkembangan motorik halus di bawah usia perkembangnnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan pre-experimental designs dengan desain one-grup pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun atau kelas B disalah satu Taman Kanak Kanak Kabupaten Bandung Barat berjumlah 46 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, sebanyak 20 anak yang diberikan perlakuan permainan puzzle.. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak dapat dilihat dari nilai pretest-posttest yaitu terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata pretest dan posttest serta terjadi perubahan peningkatan perkembangan motorik halus anak setelah diberikan intervensi permainan edukatif puzzle, sehingga dapat dinyatakan bahwa puzzle berpengaruh terhadap peningkatan motorik halus anak usia 5-6 tahun