Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Pengaruh Terapi Bermain Puzzel untuk Penurunan Kecemasan Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah
Hospitalisasi adalah suatu keadaan kritis pada anak, sat sakit dan dirawat di Rumah Sakit. Kondisi cemas pada anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi merupakan masalah yang serius dan harus mendapat perhatian khusus. Untuk mengatasi kecemasan pada anak Prasekolah tersebut, bermain terapi puzzel dapat digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain puzzel terhadap tingkat kecemasan anak Prasekolah yang menjalani hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen dengan rancangan one group-pre test and post test design. Dan populasi penelitian ini adalah 28 orang, dengan cara sampel diberikan kuesioner (Pengukuran) sebelum dan setelah diberikan treatment (Perlakukan). Metode analisis menggunakan Uji Mann WhitneyHasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh terapi bermain puzzel untuk penurunan kecemasn hospitalisasi pada anak usia praskolah Karena nilai p-value = 0,000 α < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.Diharapkan sebagai bahan masukan khususnya untuk Prodi S1 Keperawatan dalam menambah ilmu menganai pengaruh terapi bermin puzzel untuk penurunan kecemasan hospitalisasi pada anak usia prasekolah
Dampak Ketidaksesuaian Alat Permainan Edukatif terhadap Perkembangan Literasi Anak Usia 4-5 Tahun
Kemampuan literasi menjadi aspek krusial bagi anak untuk dipelajari sejak usia dini. Untuk menstimulasi kemampuan litarasi anak, membutuhkan sebuah media seperti alat permainan edukatif. Ketidaksesuaian alat permainana edukatif akan menimbulkan masalah baru bagi anak. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan permasalahan ketidaksesuaian alat permainan edukatif terhadap perkembangan literasi pada anak di kelompok A yaitu kelompok usia 4-5 tahun. Sehingga, tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dampak yang ditimbulkan dari ketidaksesuaian alat permainan edukatif tersebut terhadap perkembangan literasi anak dengan harapan guru lebih memperhatikan dalam upaya pemilihan alat permainan edukatif yang digunakan untuk proses pembelajaran. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian kelompok A dengan rentang anak usia 4-5 tahun sebanyak 14 anak. Data dalam penelitian diperoleh melalui observasi, survey, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi anak kelompok A dengan rentang usia 4-5 tahun belum berkembang pada indikator mengenal lambang bilangan, mengenal lambang huruf dan meniru (menuliskan dan mengucapkan) huruf A-Z. Salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian atau ketidaktepatan pemilihan dan penggunaan alat permainan edukatif dalam proses pembelajaran dan juga guru tidak melakukan pendampingan saat anak bermain alat permainan tersebut sehingga perkembangan anak tidak berkembang secara maksimal
Implementasi Pembelajaran Projek dalam Program Profil Pelajar Pancasila Anak Usai Dini
Dalam upaya mempersiapkan kemjauan era Globalisasi pada abad 21 pemerintah lewat kementrian Pendidikan dan kebudayaan riset mengeluarkan keputusan tentang pelaksanaan program profil pelajar Pancasila dimana progam ini merupakan ciri khas dari Kurikulum Merdeka. Dalam pelaksanaan program Profil Pelajar Pancasila dilakukan dengan pembelajaran projek. Tujuan penelitian ini untuk melihat pelaksanaan pengimplementasian pembelajaran projek dalam program Profil Pelajar Pancasila di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Grati. Pelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara terjadap pendidik dan kepala sekolah dan dokumentasi. Triangulasi digunakan untuk kepercayaan data dan analisis data mengacu pada Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan pengimplementasian pembelajaran proyek dalam program Profil Pelajar Pancasila di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Grati yang sudah cukup baik hal ini dibuktikan dengan kesesuaian langkah langkah pelaksanaan pembelajaran berbaris projek dengan buku panduan Kemendikbud, dimana terdapat 3 fase yakni fase pengenalan, pengembangan dan penyipulan. Dan para pendidik cukup baik dalam pelaksanaan pengimplementasian pembelajaran tersebut. Saran kepada pendidik untuk menerapkan pembelajaran projek secara menyeluruh karna dengan pembelajaran projek ini anak anak memiliki pemahaman mendalam terhadap suatu kegiatan yang diberikan pada pendidik
Implementasi Pendidikan Karakter melalui Program Tahfidz pada Anak Usia Dini
Banyaknya tindak kejahatan di sekolah yang berkaitan dengan karakter seperti bullying, perkelahian, hingga hal kecil seperti menganggap sepele aturan sekolah seperti tidak membuang sampah pada tempatnya dan sebagainya menjadi masalah yang harus diatasi sedini mungkin. Banjarmasin sendiri merupakan kota dengan mayoritas beragama Islam, dimana al-Qur’an dan Hadits adalah panduan untuk menjalani hidup termasuk didalamnya berperilaku baik. Anak usia dini di usia keemasannya mempunyai tingkat intelegensi yang paling baik untuk menghapal, sehingga tujuan penelitian ini mengenai pendidikan karakter melalui program tahfidz pada anak usia dini. Metode penelitian mengenai impelementasi pendidikan karakter melalui program tahfidz pada anak usia dini di TK Tahfidz Amin Khothab dan TK Islam Tahfidzul Qur’an Imam Syafi’i ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu mengamati, menganalisa dan menggambarkan secara mendalam apa yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: 1) perencanaan terjadwal sesuai kebijakan sekolah, menyiapkan alat pendukung dan buku kontrol. 2) pelaksanaan terintegrasi dengan program sekolah, melibatkan seuruh warga sekolah melalui pembiasaan dan keteladanan sesuai adab al-Qur’an dan Sunnah. 3) evaluasi dilakukan dengan 2 cara yaitu tes dan observasi atau pengamatan langsung
Penggunaan Media Wayang Huruf pada Aktivitas Membaca Permulaan bagi Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca awal pada anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media pembelajaran wayang huruf di TK Almanar. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, menghasilkan data deskriptif yang menggambarkan pengaruh penggunaan media wayang huruf terhadap kemampuan membaca awal pada anak usia 5-6 tahun. Subjek penelitian melibatkan anak-anak di TK B (usia 5-6 tahun) sentra imtaq, total berjumlah 14 anak dan satu orang guru. Meskipun TK Almanar telah menerapkan berbagai strategi untuk memperkuat kemampuan membaca awal, namun pengenalan huruf dan keterampilan membaca awal masih belum mencapai tingkat perkembangan yang ideal. Inisiatif guru di TK Almanar untuk memanfaatkan media wayang huruf terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca awal anak kelompok B. Penelitian ini menyarankan agar guru memasukkan media wayang huruf dalam kegiatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan untuk memaksimalkan potensi peningkatan kemampuan membaca awal pada anak
Upaya Peningkatan Kepercayaan Diri Anak Usia 5-6 Tahun melalui Metode Bermain Peran
Anak usia 5-6 tahun di TKIT Bina Bangsa Islamic School Kota Serang terlihat sudah memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dimana salah satunya tercermin dalam sikap percaya akan potensi yang dimilikinya sehingga berani menentukan keputusan. Hal inilah yang mendasari fokus penelitian ini yang hendak mengamati kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk diketahuinya strategi, proses, dan hasil penerapan metode bermain peran dalam upaya peningkatan kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun. Deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode penelitian yang melibatkan 13 anak usia 5-6 tahun pada kelompok B di sekolah tersebut sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan Teknik analisis data yakni mereduksi data, menampilkan data, dan mearik kesimpulan. Hasil yang diperoleh memperlihatkan anak usia 5-6 tahun pada kelas B sudah memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat baik berdasarkan hasil penerapan metode bermain peran yang memberikan kebebasan anak untuk berimajinasi dan berekspresi menggunakan potensi yang dimiliki sehingga anak merasa lebih percaya diri. Begitu pula kegiatan bermain peran dapat membantu peningkatan aspek lain dari perkembangan anak. dengan demikian, diharapkan hasil penelitian ini menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya mengenai konteks kepercayaan diri anak dan bagi sekolah untuk menerapkan metode bermain peran di sekolah
Kegiatan Play Outdor untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak Taman Kanak-Kanak Usia 5-6 Tahun
Kegiatan paly outdoor dapat memberikan dampak positif bagi perkembangn gerak anak, aktivitas dialam terbuka akan memberikan stimulasi pada gerak lokomotorik, non lokomotorik dan manipulatif. Dengan kegiatan berjalan cepat, berlari, membungkuk, menekuk, menggiring bola, kemampuan dan melempar akan menjadi stimulus dalam perkembangan gerak anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efektivitas permainan play outdoor terhadap perkembangan gerak anak di Kelompok B TK Pelangi Bulukumba. Dengan Sampel penelitian sebanyak 20 orang. Penelitian ini menggumakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen one group test pretest dan postest. Untuk melihat kemampuan motorik anak dilakukan dengan unjuk kerja, kemudian data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji statisitik parametrik paired sampel t test dan N Gain skor. Dari hasil analisis data simpulkan bahwa kegiatan play outdoor memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik gerak lomotorik, non lokomotorik dan manipulatif. Dan hasil uji N Gain berada dalam kategori tinggi hal mengindikasikan bahwa kegiatan play outdoor efektivit efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik anak didik kelompok B di TK Pelangi Bulukumba
Evaluasi Program Pendidikan dan Pelatihan Berjenjang Moda Luring Tersistem bagi Guru PAUD
Penelitian ini merupakan upaya evaluatif terhadap program pendidikan dan pelatihan guru pendamping muda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui moda Luring Tersistem yang diselenggarakan oleh LPD SPNF SKB Kabupaten Biak Numfor. Dengan menggunakan metode penelitian evaluasi dan pendekatan deskripsi kualitatif, penelitian ini melibatkan berbagai tahap, mulai dari pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumentasi, hingga observasi terhadap kepala Satuan/LPD, instruktur diklat, panitia penyelenggara, dan peserta diklat. Hasil evaluasi menyoroti keberhasilan program dalam menyiapkan guru pendamping muda PAUD. Hasil penelitian ini adalah dapat mengungkapkan bahwa evaluasi program pendidikan dan pelatihan berjenjang moda luring tersistem ini tidak hanya berhasil melaksanakan pembelajaran yang efektif tetapi juga mencapai hasil positif dalam peningkatan kompetensi dan motivasi peserta. Dinamika pembelajaran, partisipasi aktif peserta, dan implementasi metode pembelajaran luring menjadi sorotan positif. Dalam konteks pengembangan pendidikan anak usia dini, program ini bukan hanya menciptakan guru yang terampil secara teknis, tetapi juga membentuk individu yang berkomitmen tinggi terhadap pendidikan anak. Potensi besar program ini untuk memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut menjadi aspek penting dalam hasil evaluasi ini
Partisipasi Orang Tua dalam Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Pendidikan anak bukan hanya menjadi tugas guru disekolah akan tetapi peran aktif orang tua menjadi hal yang sangat penting dan utama, baik dari segi proses belajar maupun prestasi akademik, sikap, dan keterampilan, demi untuk menghasilkan anak didik yang cerdas dan berdasarkan nilai-nilai pancasila. Penelitian ini untuk mengetahui peran aktif orang tua terhadap proyek penguatan profil pelajar Pancasila anak usia dini. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan 5 orang tua siswa TK Bina Anaprasa sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data menggunakan obervasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman yaitu reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Temuan peneliti menunjukkan bahwa adanya peran aktif atau partisipasi orang tua terhadap program penguatan profil pelajar Pancasila. Partisipasi orang tua terhadap program yang dijalankan berupa waktu, tenaga, hingga biaya. Terbukti dengan berjalannya kegiatan ekstrakurikuler, kokurikuler, dan intrakurikuler membuahkan hasil yang positif. Dengan adanya partisipasi orang tua terhadap program profil pelajar Pancasila tercipta pelajar Pancasila sepanjang hayat yang berkarakter, kompeten, dan berperilaku sesuai nilai Pancasila
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Berbasis Alam terhadap Creative Thinking Anak Usia Dini
Tantangan di abad ke 21 anak dituntut untuk menguasai 4C, terutama creative thinking. Riset ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Project Based Learning berbasis alam terhadap Creative Thinking anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model Pre-Experimental design One-Group Pretest- Posttest Design. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan observasi. Subjek penelitian terdiri dari 15 siswa kelompok A TK Al-Ghufron Sumberejo. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan paired sampel t-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode Project Based Learning berbasis Alam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berfikir kreatif anak usia dini usia 4-5 tahun di kelompok A TK Al- Ghufron Sumberejo. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi (Sig.) yang lebih kecil dari tingkat signifikansi yang telah ditentukan yakni (0,000 < 0,05). Hasil dari penelitian model pembelajaran project based learning berbasis alam berpengaruh pada kreativitas anak usia dini di kelompok A TK Al-Ghufron sumberejo, dan diharapkan model pembelajaran PjBL ini bisa lebih banyak di pakai dan dikembangkan