Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Kemampuan Kognitif melalui Alat Permainan Edukatif Kereta Api Pintar pada Anak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui pendekatan edukatif berupa mainan kereta api pintar. Adapun target atau sasaran yang didalami dalam riset ini mengacu pada anak yang berusia 5-6 tahun di TK Darul Qur’an. Pemanfaatan media berupa kereta api pintar dalam hal ini melibatkan kebutuhan dan pendekatan terkait metode pembelajaran yang baru dan menarik guna memaksimalkan kemampuan kognitif anak pada rentang usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang melibatkan 35 anak usia 5-6 tahun yang secara acak dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran melalui permainan edukatif, dan kelompok control yang menerima pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tahapan observasi berupa dokumentasi dan selama periode penelitian peneliti berkolaborasi dengan guru untuk membantu anak-anak agar dapat berinteraksi dengan elemen – elemen kereta api yang di sediakan sebagai media utama. Hasil dari penelitian yang dilakukan menggunakan metode PTK yang tediri dari beberapa tahapan siklus menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan tercapainya persentase minimum BSH (Berkembang Sesuai Harapan) lebih dari 75% dari jumlah total anak yang berusia 5-6 tahun. Permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak yang diamati melalui cara pemecahan masalah, pengenalan angka dan kemampuan berpikir logis yang dilakukan setiap anak
Peran Guru dalam Mengatasi Anak Temper Tantrum melalui Metode Time Out pada Aktivitas Pembelajaran
Penelitian ini berdasarkan permasalahan yang peneliti temukan di lapangan yang menunjukkan betapa pentingnya peran seorang guru dalam menyumbang pembentukkan karakter anak di sekolah , temper tantrum merupakan perilaku destruktif, dalam bentuk luapan yang dapat bersifat fisik seperti memukul, mendorong, mambanting suatu benda ataupun dalam bentuk verbal, seperti berteriak, menangis, menjerit maupun merengek. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi temper tantrum adalah metode time out. Metode time out didefinisikan sebagai penarikan peluang untuk mendapatkan penguatan positif atau hilangnya penguatan positif untuk waktu tertentu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mengatasi anak temper tantrum melalui metode time out . Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara guru disekolah. Data dianalis menggunakan reduksi data, menampilkan data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mengenai penerapan metode time out dalam mengatasi anak temper tantrum pada aktivitas pembelajaran di RA T.I Al- Musthafawiyah Medan sangat memberikan pengaruh baik (positive) untuk anak. penelitian ini menunjukan, proses penanganan pada anak yang mengalami tantrum menggunakan teknik peyisihan sesaat (Time Out) dapat membuat anak menjadi lebih tenang, emosi lebih bisa terkontrol dan mampu menerima stimulus penanganan yang di berikan orang lain pada anak
Pengembangan Maze Game “Ayo Temukan Jalannya” untuk Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Urgensi dari adanya IPTEK menuntut para guru agar dapat memanfaatkan teknologi, namun kenyataan di lapangan menunjukkan 90% penggunaan IT hanya sebagai sumber belajar satu arah seperti menampilkan video. Tampilan video tanpa interaksi kurang membangkitkan kemampuan berpikir kritis anak. Pada abad 21 ini kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu komponen dari 4C yang harus dimiliki setiap individu. Pengembangan maze game “Ayo Temukan Jalannya” ini dapat dijadikan sebagai alternatif solusi terkait hal tersebut. Tujuan penelitian pengembangan ini untuk menghasilkan aplikasi digital yang dapat menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun. Subjek penelitian ini berjumlah 40 anak dengan 2 validator ahli materi dan 2 validator ahli media. Metode yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil uji kelayakan secara keseluruhan dapat dikategorikan sangat layak dan dapat digunakan untuk anak usia 5-6 tahun
Pengaruh Permainan Kreatif Menggunakan Media Bahan Alam terhadap Kemampuan Self-control Anak Usia Dini
Kemampuan Self-control pada anak usia dini dinilai sebagai prediktor yang akurat dalam memprediksi kesiapan sekolah, pencapaian akademik dan kompetensi sosial pada jenjang studi selanjutnya. Sangat penting untuk mengembangkan self-control pada anak usia dini. Kemampuan self-control yang rendah pada anak usia dini berkorelasi dengan permasalahan yang terjadi pada anak ketika berada pada fase perkembangan selanjutnya, seperti rendahnya konsentrasi, pencapaian prestasi akademik yang rendah, rendahnya evaluasi subjektif pada dirinya, kesulitan mempertahankan perhatian ataupun memindahkan perhatian dari satu hal ke hal lainnya, dan permasalahan eksternal lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permainan kreatif dengan menggunakan media bahan alam terhadap kemampuan self-control anak usia 4-6 tahun di TK Nadira Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen. Desain nonequivalent control group merupakan desain yang digunakan pada penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, skala, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis melalui analisis statistik deskriptif dan analisis statistik non- parametrik dengan menggunakan Uji Wilcoxon Sing Rank. Hasil analisis data Asymp (2-tailed) = 0,012 < 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan permainan kreatif dengan media bahan alam terhadap kemampuan self-control pada anak usia 4-6 tahun di TK Nadira Kabupaten Takalar
Pengembangan Kompetensi Pragmatik pada Anak Usia Dini : Sebuah Studi Analisis Lintas Budaya
Penelitian ini mengkaji pengembangan kompetensi pragmatik pada anak usia dini melalui analisis lintas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi dan studi kasus komparatif lintas budaya, menggunakan teknik observasi untuk meneliti keterampilan pragmatik anak-anak berusia 3 hingga 6 tahun dari latar belakang budaya Jawa, Batak, dan Bali. Penelitian melibatkan partisipan dari tiga kelompok budaya yang berbeda, dengan tujuan mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam perkembangan pragmatik mereka. Temuan menunjukkan variasi signifikan dalam perolehan dan penggunaan keterampilan pragmatik di antara anak-anak, yang dipengaruhi oleh norma budaya, praktik sosial, dan lingkungan linguistik. Sebagai contoh, anak-anak dari budaya kolektivis menunjukkan penggunaan strategi kesopanan yang lebih awal dan lebih halus dibandingkan dengan anak-anak dari budaya individualis. Selain itu, peran input orang tua dan interaksi dengan teman sebaya muncul sebagai faktor penting dalam membentuk kompetensi pragmatik. Penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan konteks budaya dalam memahami perkembangan bahasa. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pendidik dan praktisi bahasa dalam mengembangkan pendekatan yang sensitif secara budaya untuk mendukung keterampilan pragmatik dalam pendidikan anak usia dini. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi pragmatik pada anak-anak membutuhkan strategi yang disesuaikan yang menghormati dan mengintegrasikan perbedaan budaya
Pola Asuh Orang Tua Pengganti dalam Perkembangan Kecerdasan Emosional Siswa
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pola asuh orang tua pengganti dalam perkembangkan kecerdasan emosional dan menjelaskan faktor yang dapat mempengaruhi pola asuh orang tua pengganti dalam perkembangkan kecerdasan emosional siswa kelas tinggi Sekolah Dasar di Gugus Wotawati Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi lapangan. Teknik pengumpulan data yang dinggunakan yaitu observasi ke rumah anak, wawancara kepada orang tua pengganti, serta dokumentasi. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas tinggi di gugus Wota Wati yang diasuh oleh orang tua pengganti. Dalam 1 gugus terdiri dari 5 sekolah dasar dan yang menjadi sampel yaitu 22 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis dari Milles dan Huberman yaitu teknik triangulasi data yang berupa triangulasi sumber. Hasil pada perkembangan kecerdasan emosional anak dalam penelitian ini dominan baik namun juga ada juga yang memiliki sedikit kesulitan dalam hal tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua pengganti memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan kecerdasan emosional anak asuh. Pola asuh yang dominan digunakan adalah demokratis, namun pola otoriter dan permisif juga ditemukan
Dampak Media Busy Board terhadap Perkembangan Motorik Halus Usia 2-3 Tahun
Perkembangan motorik halus menjadi faktor penting yang perlu dikembangkan dari anak usia dini sebab kemampuan motorik amat berperan demi membantu anak itu sendiri (self help skilss). Tujuan dari penelitian ini guna melihat seberapa dampak media busy board akan perkembangan anak usai 2-3 tahun baik sebelum dan sesudah diterapkan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis studi pre-eksperimen yang menerapkan desain one group pretest dan posttest dengan sampel sejumlah 8 anak. Pengujian statistik dengan uji Liliefors, uji Levene, dan Paired Sample T test. Berdasarkan analisis data penelitian, tingkat signifikansi ditemukan sebesar 0,000<0,05, dan nilai thitung = 27,290> ttabel = 2,160. Hasil ini mengindikasikan media busy board yang diberikan kepada anak usia 2-3 tahun di posyandu Maluhu, Tenggarong telah berhasil meningkatkan perkembangan motorik halus anak. Peningkatan skor rata-rata dari perhitungan rata-rata Posttest - rata-rata Pretest 21,33. Temuan ini menunjukkan efektivitas media dalam menjangkau misi pembelajaran yang telah ditetapkan, melalui kegiatan berulang-ulang anak mulai memahami konsep bermain memutar kunci, meremas kain, memasukkan stop kontak, memindahkan manik-manik, membuka sabuk tas, melipat kain, menggunting kertas tanpa pola, dan hal lain yang dapat membantu anak dalam dalam memecahkan masalah di setiap aktivitas sehari-hari anak
Peran Ayah Nelayan dalam Mengembangkan Perilaku Prososial Anak Usia 5 -6 Tahun
Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui bagaimana peran ayah, terutama yang bekerja sebagai nelayan dalam mengembangkan perilaku prososial anak usia 5 – 6 tahun di di Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Dengan penggunaan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan lima orang ayah nelayan yang mempunyai anak umurnya 5 – 6 tahun sebagai informan. Wawancara, observasi, serta dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model miles dan huberman, dengan tahap analisis data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya ayah berusaha memanfaatkan waktu bersama anak setelah kembali bekerja sebagai nelayan dan tetap berperan dalam mengembangkan perilaku prososial anak. Peran tersebut mencakup sebagai pendidik yang mengajarkan perilaku prososial, sebagai pemberi contoh dengan menunjukkan perilaku prososial dalam kehidupan sehari-hari, sebagai penasihat meliputi nasihat untuk berperilaku jujur, menolong orang lain, dan menghindari tindakan yang tidak baik, serta sebagai pelindung yang melindungi anak dari pengaruh buruk lingkungan
Implementasi Metode Bercerita Mengunakan Media Boneka Gender dalam Pengenalan Pendidikan Seks Anak Usia 5-6
Penelitian menunjukkan bahwa mendongeng menggunakan boneka gender dapat menjadi metode yang efektif untuk pendidikan anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi pemanfaatan pendekatan bercerita mengunakan boneka dalam pengenalan PSA (Pendidikan Seks Anak) pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tempat penelitian dilaksanakan di PAUD Sahabat Belulukan Colomadu. Sumber data diperoleh dari 1 guru kelas kelompok B. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Temuan ini menunjukkan bahwa mendongeng dengan boneka gender adalah alat yang serbaguna dan efektif untuk berbagai aspek pendidikan anak usia dini selain itu, sebagian besar anak dapat mengenali bahwa ada bagian tubuh yang bersifat pribadi (seperti alat kelamin), tetapi pemahaman mereka tentang batasan sosial terkait sentuhan dan ruang pribadi masih sangat terbatas. Banyak dari mereka belum dapat sepenuhnya membedakan antara situasi yang aman dan tidak aman dalam interaksi sosial, meskipun mereka menunjukkan kemampuan untuk menjawab dengan benar jika diajarkan secara langsung menggunakan boneka
Implementasi Trauma Healing melalui Media Boneka pada Anak-anak Korban Erupsi Gunung Semeru
Bencana erupsinya gunung Semeru menyisakan duka yang mendalam. Terdapat kerugian fisik berupa hilangnya nyawa, bangunan, dan sumber mata pencaharian seperti ladang dan sawah. Selain itu, ada kerugian yang jarang diperhatikan, yaitu non-fisik berupa trauma yang dialami oleh korban, khususnya anak-anak. Trauma ini tidak dapat kita biarkan begitu saja karena dapat menggangu aktivitas mereka sehari-hari. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kegiatan Trauma Healing melalui media boneka yang dikhususkan untuk anak-anak korban erupsi Semeru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, didekati secara kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara teknis analisis data menggunakan display data dan triangulasi data. Temuan penelitian ini di antaranya; bahwa dampak psikis yang dialami oleh anak-anak di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang cukup berat. Itu sebabnya perlu diadakan kegiatan Trauma Healing untuk membantu menghilangkan rasa takut dan cemas akibat bencana tersebut. Tahapan-tahapannya harus dilakukan secara sistematis dan variatif, agar Trauma Healing memberikan dampak efektif. Dalam kegiatan ini membutuhkan support dari pemerintah setempat, terlebih saat kejadian erupsi tempat/posko tidak kondusif