Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Labirin Bebulonga dalam Peningkatan Aspek Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat penggunaan alat permainan labirin beb (berbasis budaya lokal ngada) dalam meningkatkan aspek fisik motorik halus pada anak usia 5-6 tahun di Kober Peupado Malanuza. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Obyek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun berjumlah 15 anak. 15 Anak ini juga termasuk informan penelitian yang merupakan anak dari kelompok B Kober Peupado Malanuza. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan secara interaktif, yang terdiri dari empat tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan jika selama pembelajaran dengan menggunakan labirin bebulonga dilihat dari indikator perkembangan terdapat satu indikator yang berkembang kurang maksimal yaitu indikator meniru bentuk gambar pakain adat Ngada . Akan tetapi terdapat tiga indikator yang tetap berkembang secara baik yaitu menggunting gambar, menempel gambar, dan mengekspresikan diri melalui gerakan
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Penelitian ini di lakukan guna untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka belajar pada matapelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara, Observasi, dan Dokumentasi yaitu dengan Kepala Sekolah, Guru Kelas, dan Siswa kelas I. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas 1 di SDN 182 Pekanbaru dilaksanakan untuk memperbaiki kualitas belajar dan mengejar ketertinggalan belajar anak sesuai dengan perkembangan zaman. Perencenaan pembelajaran, dimulai dari melakukan observasi terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan siswa dan dapat menentukan metode belajar yang tepat, setelah itu menyusun capain pembelajaran, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, assesmen pembelajaran dan modul ajar. Pelaksanaan pembelajaran berfokus pada 4 aspek yaitu yaitu membaca, menyimak, berbicara, dan menulis melalui latihan merangkaikan dan menulis bunyi huruf-huruf vocal, peserta didik membaca suku kata dengan baik, membuat biodata diri dan mempresentasikan biodata diri di depan kelas. Kemudian assesmen atau penilaian, dibagi menjadi 3 jenis penilaian yaitu: pertama, assesmen diagnostic, assesmen fornatif dan asessmen sumatif
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun
Masalah dalam perkembangan sosial emosional yang sering dihadapi anak adalah rendahnya keterampilan sosial, yang merupakan dasar untuk hidup berinteraksi dengan orang lain, bekerja sama, mengontrol diri, sikap mau berbagi, menolong, mandiri, dan disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap sosial dan emosional perkembangan anak usia 4-5 tahun di TK Al-Hidayah V. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis ex post facto. Jumlah sampel yang digunakan adalah 14 anak yaitu usia 4-5 tahun dan 14 orang tua. Teknik pengambilan data menggunakan angket dan observasi. Analisis menggunakan regresi linier sederhana dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 4-5 tahun di TK Al-Hidayah V, dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,000 dan uji t yang menunjukkan t hitung lebih besar dari t tabel (2,446 > 2,179) yang berarti Ho adalah ditolak dan Ha diterima. Oleh sebab itu, pola asuh orang tua mempunyai pengaruh perkembangan sosial emosional anak usia 4-5 tahun di TK Al-Hidayah V
Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bagi Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Kokurikuler
Penelitian ini bertujuan menggambarkan Pelaksanaan P5 bagi Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Kokurikuler di TK Aminah Hamdi Kota Medan. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan triangulasi terhadap kepala sekolah, dua guru, dan lima peserta didik, sementara teknik analisis data menggunakan interactive model. Hasil penelitian menyatakan bahwa TK Aminah Hamdi Kota Medan mengerucutkan Tema Aku Sayang Bumi menjadi Topik Ayo Berkreasi dengan Tanaman Singkong. Pelaksanaan P5 terdiri dari 6 tahapan, mulai dari memahami P5 sampai dengan evaluasi dan tindak lanjut P5. Komponen pelaksanaan P5 termuat dalam Modul Projek yang terdiri atas: Tema dan topik; Fase; Durasi kegiatan; Deskripsi singkat; Pemetaan dimensi, elemen, sub elemen PPP; Tujuan; Alur aktivitas secara umum; Tahapan kegiatan dan asesmen; serta Instrumen pengolahan hasil asesmen. Daya dukung pelaksanaan P5 di TK Aminah Hamdi Kota Medan, yaitu: Ketersediaan sumber daya sekolah; Memiliki dan memahami regulasi-regulasi terkait Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai pedoman. Sementara faktor penghambat meliputi: Kurang optimal dalam perencanaan; Kemampuan beradaptasi peserta didik berbeda-beda; serta Belum tumbuhnya budaya antre pada peserta didik
Pembelajaran Immersive Virtual Reality Sebagai Stimulasi Pengenalan Rumah Ibadah Agama Islam bagi Anak Usia Dini
Media pembelajaran merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari pendidik ke peserta didik saat proses belajar mengajar terjadi baik didalam maupun diluar kelas. Penggunaan media saat proses belajar menagajar penting untuk diterapkan guna meningkatkan motivasi dan minat anak dalam mempelajari sesuatu. Dengan adanya kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan, Immersive Learning membuat proses belajar mengajar terlihat lebih menarik, salah satu pemanfaatan teknologi yang dapat digunakan untuk proses belajar mengajar pada anak usia dini ialah Virtual Reality yang mana dengan hal ini dapat meningkatkan semangat anak dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk membantu anak usia dini di Kota Pontianak dalam mengenal Rumah ibadah Agama Islam ,mengenalkan bagian bagian dari rumah ibadah agama islam, dan mengenalkan atribut ibadah yang digunakan saat pelaksanaan ibadah serta bentuk peribadatan umat muslim. Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan atau biasa lebih dikenal dengan Research and Develpment (R&D), dengan menggunakan Model ADDIE. Hasil Penelitian ini diperoleh dengan melakukan tindakan kelas pada pada anak usia dini dengan rentang usia 5-6 tahun di TK yang ada di Kota Pontianak dengan harapan dapat mengenalkan Rumah ibadah Agama Islam pada anak usia dini, mengenalkan bagian bagian dari rumah ibadah agama islam, atribut peribadatan yang digunakan dalam proses ibadah agama islam, dan bagaimana bentuk peribadatan umat muslim dengan baik
Implementasi Program Practical Life untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 3-4 Tahun
Penting sekali untuk membina kemandirian anak sejak usia dini sehingga menjadikan individu yang mandiri,percaya diri, dan cerdas di masa dewasa sehingga siap menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Kemandirian merupakan salah satu keterampilan dan menjadi kebutuhan terpenting sejak usia dini. Semakin dini usia anak untuk berlatih mandiri dalam melakukan tugas-tugas perkembangannya, diharapkan nilai-nilai serta keterampilan mandiri akan lebih mudah dikuasi dan dapat tertanam kuat dalam diri anak. PAUD Rumah Bermain Alit salah satu Daycare yang memberikan pendidikan anak usia dini di area kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program practical Life yang dilakukan di PAUD Rumah Bermain Alit sebagai peningkatan kemandirian anak usia 3-4 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dari Miles dan Huberman yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data verifikasi.Hasil menunjukkan implementasi program practical life terdiri dari 3 tahap diantaranya perencanaan, pelaksanaan practical life dilakukan selama anak-anak berada di sekolah dari datang sampai pupang dengan pembiasaan-pembiasaan setiap harinya serta evaluasi
Practical Life: Upaya Guru dalam Menstimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini
Pentingnya stimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini sering kali belum dipahami sepenuhnya oleh banyak orang, terutama upaya yang benar untuk menstimulasi perkembangan tersebut Tujuan penelitian ini untuk mengkaji cara guru melakukan upaya dalam merangsang perkembangan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan practical life. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitataif. Lokasi penelitian berada di Kindergarten EvFiA LAND School Kota Serang. Subjek penelitian terdiri dari 2 guru kelas dan 20 anak di kelompok Tulip. Data penelitian dikumpulkan melalui berbagai teknik seperti, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kegiatan practical life untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak telah berhasil dilakukan oleh guru telaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari perkembangan anak pada aspek motorik halus yang telah di amati. Melalui kegiatan seperti menuang air, menyendok, meronce, dan kegiatan menipulatif dapat meningkatkan keterampilahn motorik halus anak. Keberhasilan kegiatan practical life dalam menstimulasi motorik halus anak tidak terlepas dari peran guru yang telah merancang kegiatan, penggunaan metode, serta media yang di gunakan. Penataan ruang, perencanaan pembelajaran, penggunaan metode, dan apparatus yang digunakan juga dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran dalam kegiatan practical life
Pembelajaran Keterampilan Berbicara dengan Media Flashcard pada Pendidikan Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran keterampilan berbicara dengan media flashcard pada Kelompok Bermain Kalila Kids School (KKS) Kebakkramat. Penelitian ini menerapkan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus terpancang. Data penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi penerapan pembelajaran keterampilan berbicara dengan media flashcard pada anak KB KKS. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data di penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, pengumpulan data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa tahapan pembelajaran yang telah dilakukan guru meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Aktivitas dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi empat tahap kegiatan, yaitu kegiatan persiapan, pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Guru menilai sikap, ucapan, dan perilaku siswa melalui percakapan dan pengamatan. Hasil penilaian guru dituangkan dalam catatan harian dan penilaian harian untuk mengetahui tingkat efektivitas pembelajaran keterampilan berbicara dengan media flashcard dan sebagai data laporan perkembangan anak. Terbukti bahwa media flashcard mempengaruhi keterampilan menyimak dan berbicara anak. Pembelajaran dengan media ini perlu diterapkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak
Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-6 Tahun Peserta Ekstrakurikuler Taekwondo: Sebuah Penelitian Concurrent Mixed Method
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan motorik kasar pada anak usia 4-6 tahun yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Taekwondo di TKIT Bina Bangsa Islamic School kota Serang serta mengetahui bentuk stimulasi dalam ekstrakurikuler Taekwondo yang berdampak terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 4-6 tahun yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Taekwondo di TKIT Bina Bangsa Islamic School kota Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah concurrent mixed methods, dengan desain paralel konvergen design. Data yang dianalisis secara kuantitatif diperoleh dari tes tindakan gerakan Taekwondo dan lembar penilaian kemampuan motorik kasar anak usia dini sementara teknik analisis data kualitatif dilakukan menggunakan tiga tahap model interaktif yakni reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan motorik kasar anak usia 4-6 tahun yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo adalah 18,14 dan termasuk pada kategori Berkembang sangat baik (BSB), selain itu setiap gerakan dalam Taekwondo menjadi bentuk stimulasi yang positif terhadap kemampuan motorik kasar anak usia dini
Persepsi Pedagogi Kreatif Guru: Studi Naratif Praktik Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Prasekolah
Pembelajaran kreatif tidak dapat diterapkan pada Lembaga Pendidikan anak prasekolah di Indonesia hanya dengan menerbitkan dokumen kebijakan yang termuat di dalam kurikulum merdeka saja. Upaya dalam mendukung keterlaksanaan pembelajaran yang kreatif diperlukan peran penting guru dalam menafsirkan dan melaksanakan praktik baik kebijakan yang telah dibuat oleh Pemerintah. Keyakinan guru dalam melaksanakan praktik baik ini merupakan faktor penting keterlaksanaan kebijakan yang ada. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat persepsi pedagogi kreatif guru dalam melaksanakan kebijakan kurikulum merdeka dalam konteks pendidikan anak prasekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategy approach naratif. Tematik analisis digunakan dalam analisis data penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa guru memiliki keyakinan bahwa pedagogi kreatif ini diperlukan dalam implementasi kebijakan kurikulum merdeka. Upaya guru dalam meningkatkan keyakinan kreatif ini dilakukan dengan mengikuti berbagai seminar ataupun pendidikan dan latihan yang disediakan oleh pemerintah melalui laman Platform Merdeka Mengajar atau PMM ataupun lembaga non-profit. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keyakinan positif guru terkait pedagogi kreatif memiliki dampak terhadap kualitas pembelajaran khususnya stimulasi kreativitas yang diimplementasikan oleh guru dalam kebijakan kurikulum merdeka. Guru pada anak prasekolah yang memiliki pedagogi kreatif tinggi akan memberikan pembelajaran yang kreatif sehingga dapat mestimulasi kreativitas anak secara optimal