Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Perkembangan Seni AUD: Aktivitas Menggambar Menggunakan Teknik Cetak Tinggi di Taman Kanak-kanak
Sejauh ini aktivitas menggambar menggunakan teknik cetak tinggi sudah memberikan pengaruh yang positif. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk menggambaran pelaksanaan aktivitas menggambar menggunakan teknik cetak tinggi dan dampaknya terhadap perkembangan seni anak usia dini. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi 1 orang guru kelas dan 12 orang siswa kelompok B berusia 5 – 6 tahun . Penelitian dilakukan di TK Permata Safira Kota Serang, Banten. Langkah-langkah aktivitas menggambar menggunakan teknik cetak tinggi terbagi menjadi tiga tahapan utama, yakni tahapan persiapan guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH), tahap pelaksanaan anak diarahkan untuk melakukan aktivitas menggambar menggunakan teknik cetak tinggi dengan menggunakan bentuk dan pola bebas sesuai keinginan masing-masing anak sampai dengan selesai. Pada tahap penutup guru akan mengulas kembali kegiatan yang telah dilakukan dengan melakukan tanya jawab atau pemberian reward. Alat dan bahan yang digunakan terbuat dari bahan yang aman bagi anak contohnya dengan menggunakan cetakan dari pelepah pisang dan potongan bawang sedangkan tintanya menggunakan pewarna makanan atau cat air yang aman bagi anak dan tidak beracun. Aktivitas menggambar menggunakan cetak tinggi menunjukkan dampak positif pada anak terutama pada kemampuan anak dalam mengombinasikan warna, serta menggambar berbagai variasi bentuk dengan berbagai variasi cetakan
Analisis Penggunaan Aplikasi Plickers dalam Penilaian Formatif untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa
Mengintegrasikan teknologi dengan pendidikan bukan hal baru lagi di abad 21 ini. Naik turunnya partisipasi siswa menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan yang perlu diatasi oleh guru. Penggunaan Aplikasi Plickers menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Peneliti dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan Aplikasi Plickers dalam penilaian formatif untuk meningkatkan partisipasi siswa, sehingga dapat diketahui tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan penggunaan Aplikasi Plickers untuk meningkatkan partisipasi siswa. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas IV A dan wali kelas IV A. pengumpulan data dalam pelaksanaan penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan Triangulasi. Teknik Triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Data dianalisis melalui teknik analisis data kualitatif, menurut Huberman dan Miles, 1994. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan Aplikasi Plickers berperan penting terkait keikutsertaan siswa selama pembelajaran. Banyak dari siswa yang merasa sangat suka dan merasa tertarik dengan penggunaan aplikasi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa hadirnya Aplikasi Plickers mempermudah guru mengumpulkan jawaban, mengontrol pilihan siswa dan membantu guru menciptakan suasana pembelajaran yang baru dan inovatif sehingga dapat meningkatkan partisipasi siswa
Implementasi Program Excellent Character dalam Upaya Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Isu degradasi moral seperti perkelahian, perundungan dan pelecehan seksual dalam dunia pendidikan masih menjadi masalah serius yang harus di prioritaskan. Program Excellent Character menjadi salah satu solusi penerapan pendidikan karakter di di TK Joy Kids National Plus. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sejauh mana implementasi program Execellent Character dalam menanamkan nilai dimensi profil pelajar Pancasila, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi yang dilakukan, serta mengetahui faktor yang mempengaruhi implementasi program. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Excellent Character telah mengintegrasikan muatan dimensi profil pelajar Pancasila. Dalam perencanaannya TK Joy Kids National Plus sudah menetapkan enam tema besar untuk mengimplementasikan program Excellent Character, kemudian di turunkan ke dalam kurikulum The Excellent Character, KOSP, RPP, dan juga weekly plan. Dalam pelaksanaanya, secara garis besar TK Joy Kids menggunakan metode pembiasaan yang dilakukan di dalam kelas setiap hari. Untuk mengetahui perkembangan karakter anak, evaluasi dilakukan setiap hari oleh guru dan melibatkan orang tua melalui angket yang di isi setiap satu bulan sekali. Faktor yang mempengaruhi implementasi program di antaranya guru, orang tua, dan teman sejawat peserta didik
Implementation of Differentiated Learning with Loose Part Media to Foster Critical Reasoning Skills and Literacy in 4-5 Year Old Children
The importance of the early childhood phase as a foundation for child development is the main basis for designing this learning approach. Children at an early age, who are full of curiosity and imagination, need a learning environment that stimulates their creativity and critical thinking. This study aims to determine the implementation of differentiated learning with loose parts media in 4-5-year-old children and its effects on their creativity, critical thinking skills, and early literacy. A qualitative approach with a case study research design was used in this study. Participants included 4-5-year-old children and their teachers. Data were collected through observations, interviews, and documentation. Data analysis involved collecting data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed an increase in children's active participation and creativity during learning using loose parts media. Differentiation effectively supported children's individual needs and ability levels. Children engaged in discussion and collaboration, creating ideal conditions for the development of their critical thinking skills. The use of loose parts media also proved effective in introducing early literacy concepts. This research contributes to the understanding of the importance of a loose parts-based approach in forming the basis for meaningful learning in early childhood
Penyelarasan Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Inklusi di Taman Kanak-Kanak Banjarmasin
Kebijakan Merdeka belajar menimbulkan problematika seiring belum siapnya Sumber Daya Pendidik mengenai kurikulum Merdeka, Sarana dan prasarana yang belum memadai dan tidak mendukung. Penyelenggara pendidikan inklusi sudah memiliki problematika tersendiri yang tidak semua lembaga sekolah mampu menyelenggarakannya. Perlunya strategi yang tepat untuk menyelaraskan kurikulum merdeka dalam pendidikan inklusi khususnya pendidikan anak usia dini menjadi dasar dari tujuan penelitian ini. TK Insan Mulia dan TK Bina Sejahtera Banjarmasin adalah dua Lembaga penyelenggara Pendidikan inklusi dan sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka dalam pembelajaran, yang terlaksana sesuai dengan kebutuhan belajar dan minat anak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yakni memperhatikan, menganalisis, dan menggambarkan lebih dalam apa yang terjadi dilapangan. Penilitian ini menggunakan jenis penelitian studi multi situs dan sumber data berasal dari pengurus yayasan, kepala sekolah, dan dewan guru. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: 1) melakukan peninjauan terhadap kurikulum terdahulu, merumuskan visi dan misi sekolah, menyusun KOSP dan Modul ajar, melakukan pemanfaatan teknologi dan sumber daya digital, melakukan pelatihan untuk tenaga pendidik guna menambah wawasan dan pengetahuan di bidang kurikulum merdeka; 2) pembelajaran yang berdiferensiasi; 3) dukungan kepemimpinan, adanya platform merdeka mengajar (PMM), pelatihan dan pengembangan kualitas bagi pendidik
Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter pada Anak Usia Dini
Pengasuhan dan pendidikan karakter yang diberikan orang tua dinilai belum begitu maksimal, hal ini dipengaruhi oleh kesibukan orang tua dalam bekerja dan dinamika kehidupan masyarakat di mana kondisi sosial dan ekonomi di desa sering kali memaksa orang tua untuk mengabaikan tanggung jawab utama sebagai orang tua dalam mendidik anak di rumah. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya kebersamaan, pengawasan dan kontrol orang tua terhadap anak yang berdampak pada pembentukan tingkah laku dan akhlak yang kurang baikTujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam membentuk karakter anak, mengetahui strategi yang dilakukan orang tua dalam membentuk karakter anak, mengetahui hambatan pada proses penelitian. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini wawancara, observasi dan dokumentasi merupakan metode yang digunakan dalam mengumpulkan data. Data dikumpulkan dengan mewawancarai orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan orang tua membuat anak menjadi lebih disiplin melalui berbagai macam pembinaan nilai karakter seperti tanggung jawab, konsisten, komitmen dan kepatuhan. Orang tua melaksanakan peranannya tersebut seperti menerapkan pendidikan religius, mengajarkan tentang kemandirian sejak dini. Strategi yang dilakukan yaitu keteladanan, pembiasaan, dan nasihat. Hambatan yang mempengaruhi proses penelitian adalah peneliti tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan observasi yang lebih mendalam, yang mungkin memberikan wawasan tambahan mengenai fenomena yang diteliti
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Sekolah Dasar
Penelitian ini di lakukan guna untuk mengetahui pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SDN 007 Teratak Air Hitam serta mengetahui minat membaca siswa. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif deskriptif . Pemilihan informan berdasarkan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah Sekolah dasar di SDN 007 Teratak Air Hitam menerapkan literasi membaca menjadi literasi yang wajib di lakukan di sekolah. Karena sekolah dasar merupakan tempat yang paling tepat untuk menanamkan literasi membaca kepada siswa. Minat membaca siswa di SDN 007 Masih terbilang sedang. Hal ini dikarenakan ada beberapa siswa yang mengalami peningkatan dalam kebiasaan membaca. namun di katakan belum maksimal juga karena belum semua siswa mengalami peningkatan membaca Siswa. Tujuan pelaksanaan GLS adalah membiasakan siswa agar gemar membaca dan melatih keterampilan siswa untuk memanfaatkan beragam bacaan
Dampak Media Audiovisual Interaktif terhadap Anak Speech Delay Usia 5-6 Tahun
Kemampuan berbicara verbal sangat penting diajarkan sejak dini untuk membantu anak mengekspresikan diri dan berkomunikasi. Saat anak tumbuh, mereka belajar menyampaikan kebutuhan, pemikiran, dan perasaan melalui kata-kata. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023, sekitar 5-8% anak prasekolah mengalami keterlambatan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh media audiovisual interaktif terhadap kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun dengan keterlambatan bicara, terutama yang memiliki faktor autisme dan gangguan bicara ekspresif. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan studi pre-eksperimen menerapkan desain one group pretest-posttest pada 5 anak yang didiagnosis speech delay oleh dokter. Media audiovisual interaktif memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dibandingkan flash card, karena menggunakan gambar bergerak, suara, dan animasi yang memudahkan pemahaman kosakata dan menarik perhatian anak. Indikator yang diukur meliputi kemampuan menjawab pertanyaan, mengenali bentuk geometri, rambu lalu lintas, serta bertanya dan berpendapat. Teknik Analisis data dilakukan dengan uji Liliefors, uji Levene, dan Paired Sample T-test. Hasil menunjukkan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 dan thitung = 23,519 > ttabel = 2,179. Temuan ini memberikan bukti anak yang sebelumnya kesusahan menyatakan pengalaman atau mengatakan beberapa suku kata kini mampu berkomunikasi secara lisan dengan bertambah baik sesudah memanfaatkan media audiovisual interaktif
Peran Teacher Belief terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keyakinan guru (teacher belief) dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini. Keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris pada tahap pra-sekolah memiliki keterkaitan erat dengan keyakinan guru terhadap proses pembelajaran itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, angket, dan analisis dokumen. Dengan mewawancarai guru bahasa Inggris terkait penelitian kemudian untuk memperkuat hasil riset, peneliti mengumpulkan data dari 30 responden guru PAUD sebagai informan pada penelitian ini di wilayah Surakarta. Analisis data dilakukan dengan fokus pada bagaimana keyakinan guru mempengaruhi metode pengajaran, interaksi dengan siswa, dan evaluasi hasil pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan guru memainkan peran penting dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif, memberikan dukungan emosional kepada siswa, dan membentuk lingkungan belajar yang positif. Teknik analisis data yang digunakan peneliti pada penelitian kali ini adalah dengan mengumpulkan data, data yang diperoleh melalui wawancara akan disimpan melalui alat perekam suara ataupun catatan tertulis. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan perlunya pengembangan program pelatihan guru yang memperkuat keyakinan mereka untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan memastikan keberhasilan pemerolehan bahasa Inggris sejak dini
Menyongsong Masa Depan: Survei Implementasi Pendidikan Inklusi Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini
Pelaksanaan pendidikan inklusi sudah ada dalam kebijakan pemerintah yaitu dalam UU No 70 Tahun 2009, tetapi apakah semua sekolah sudah memenuhi kriteria ataupun prinsip dalam melaksanakan pendidikan inklusif jenjang PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena yang terjadi dalam implementasi pendidikan inklusi pada jenjang pendidikan anak usia dini. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel kepala sekolah dan guru di Kota Tasikmalaya. teknik pengumpulan data melalui survey dengan penyebaran kuisioner serta penggunaan wawancara tidak tersruktur dan observasi yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterpenuhan pelaksanaan pendidikan inklusi pada jenjang pendidikan anak usia dini di Kota Tasikmalaya. Teknik analisis statistik deskriptif yang digunakan adalah penyajian data dalam bentuk tabel atau distribusi frekuensi, tendensi sentra (mean, median, modus), dan penghitungan ukuran penyebaran. Sehingga hasil dapat mendeskripsikan persepsi guru, keterpenuhan sekolah dan memaparkan fasilitas pendukung pelaksaanaan pendidikan inklusi . Berdasarkan hasil penelitian survei yang dilakukan di 5 sekolah dan 36 guru menunjukan bahwa 79% guru mempunyai persepsi yang setuju, 58% kategori cukup dalam ketepenuhan implementasi sekolah dan 60% dalam kategori cukup untuk fasilitas. Persepsi dari guru sudah menunjukan adanya semangat dan persepsi yang baik terhdap implementasi pendidikan inklusi hanya saja dalam ketepenuhan sekolah dan fasilitas masih menjadi tantangan dan hambatan dalam pengimplementasian pendidikan inklusi