Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Peran Guru dalam Meningkatkan Karakter Kedisiplinan pada Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan karakter kedisiplinan anak usia dini di KB Mambaul’ulum, Desa Luwang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas tiga informan utama, yaitu kepala sekolah dan dua guru kelas, serta 16 anak didik sebagai peserta observasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai teladan, pembimbing, fasilitator, demonstrator, dan evaluator dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan anak, seperti datang tepat waktu, berpakaian rapi, berdoa sebelum belajar, mencuci tangan, dan membereskan mainan setelah bermain. Konsistensi dan keteladanan guru berpengaruh nyata terhadap perubahan perilaku anak menuju kebiasaan disiplin. Kontribusi utama penelitian ini menegaskan bahwa peran aktif guru melalui pembiasaan positif dan kerja sama dengan orang tua berkontribusi konkret dalam membentuk perilaku disiplin yang berkelanjutan pada anak usia dini
Trust Beyond Confident: Bagaimana Pola Asuh Authoritative Mempengaruhi Kepercayaan Diri Anak Usia Dini
Keluarga terutama orang tua memiliki peran penting dalam membentuk rasa percaya diri anak sejak umur dini. Pola asuh orang tua turut menentukan bagaimana anak memandang diri sendiri, menghargai diri sendiri dan mempercayai kemampuannya sendiri. Tujuan dari studi ini ialah menganalisis pola asuh authoritative pada rasa percaya diri ana berumur 5–6 tahun di TK YWKA Kota Serang. Pendekatan yang digunakan ialah kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian ini subjeknya yakni 56 anak berumur 5-6 tahun beserta orangtua mereka yang dipilih menggunakan teknik sensus data penelitian dikumpulkan melalui pengadministrasian kuesioner untuk orang tua dan observasi terhadap anak. Teknik analis data dengan uji regresi linier sederhana dan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian mengindikasikan adanya pengaruh positif serta signidikan dari pola asuh authoritative pada kepercayaan diri anak dengan nilai korelasi 0,686. Sehingga hipotesis studi ini menyatakan “Terdapat pengaruh positif signifikan pola asuh authoritative terhadap kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun di TK YWKA Kota Serang” dinyatakan diterima. Penghitungan koefisien determinasi menunjukkan kontribusi sebesar 41,9% dari pola asuh authoritative pada rasa percaya diri anak. Temuan ini menguatkan sejumlah hasil penelitian terdahulu terkait penerapan orang tua melalui pola asuh authoritative sebagai hal yang ideal dan direkomendasikan untuk memfasilitasi anak dalam membentuk kepercayaan dirinya sejak dini
Upaya Guru dalam Mengembangkan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun melalui Pembiasaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengambangkan kemandirian pada anak usia dini melalui strategi pembiasaan di lingkungan sekolah. Teori perkembangan psikososial Erik Erikson menjadi dasar teoritik penelitian ini, khususnya pada tahap inisiatif versus rasa bersalah yang relevan dengan perkembangan anak usia 5-6 tahun. Berdasarkan pengamatan awal di TK Al Ikhlas Japos 09, tingkat kemandirian anak tampak beragam, dari yang sudah cukup mandiri hingga yang masih bergantung pada bantuan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek seorang guru kelas B. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru sebagai informan utama, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru melakukan berbagai upaya strategis untuk menumbuhkan kemandirian anak,antara lain dengan memberikan pilihan aktivitas, membimbing rutinitas harian secara bertahap, serta memberikan dukungan emosional dan afirmasi positif saat anak mencoba melakukan sesuatu secara mandiri. Upaya-upaya tersebut berdampak pada peningkatan kemampuan anak dalam mengambil inisiatif,membangun kepercayaan diri, dan membuat keputusan secara mandiri. Temuan ini mengimplikasikan bahwa keterlibatan aktif guru melalui strategu pembiasaan yang konsisten dan kontekstual dapat menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan kemandirian pada anak usia dini
Animasi “Nussa”: Nilai Pendidikan Karakter Tanggung Jawab pada Tokoh Pemeran Utama
Karakter bertanggung jawab merupakan sikap dasar utama yang harus ada pada anak usia dini. Bertanggung jawab meliputi membuat keputusan dan siap mempertanggung jawabkan akibat dari keputusan yang dibuatnya. Anak tahu mana batas-batasnya, apa yang menjadi tanggung jawabnya, dan apa yang bukan merupakan tanggung jawabnya. Salah satu medianya untuk memperkenalkan karakter bertanggung jawab yaitu video animasi “Nussa”. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengkaji nilai pendidikan karakter tanggung jawab yang terdapat pada tokoh Nussa yang terdapat dalam video animasi “Nussa”. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika yang digunakan Charles Sanders Pierce. Hasil penelitiannya adalah dari 13 indikator tanggung jawab, hanya 6 indikator yang muncul dalam 10 video animasi “Nussa” yaitu bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan diri sendiri, mulai menunjukkan sikap berbagi, membantu, bekerja sama, tahu akan haknya, mulai memahami hak orang lain, mulai menunjukkan ekspresi menyesal ketika melakukan kesalahan, dan menghargai keunggulan orang lain
Pendidikan Seks Perspektif Islam sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di PAUD
Salah satu ancaman terbesar bagi negara adalah pelecehan seksual terhadap anak. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami seks anak dan mengajarkan mereka tentang seks pada usia dini. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah perilaku kekerasan atau perlakuan menyimpang, baik dari anak sendiri maupun orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan seks pada anak usia dini dalam perspektif islam. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif., dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru di TK Saymara Kartasura sebanyak 6 guru. Validasi data menggunakan triangulasi data dan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa di TK Saymara telah mengimplementasikan pendidikan seks perspektif Islam untuk anak didik . Materi-materi yang diberikan sesuai dengan Indikator pendidikan seks untuk anak usia dini. Selain itu metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran juga sesuai dengan metode untuk anak usai dini
Intervensi Terapi Musik pada Anak Usia Dini dengan Gangguan Hiperaktif
Musik telah banyak dipelajari mampu dalam mempengaruhi kondisi psikologis seseorang malalui penciptaan sebuah suasana tertentu. Siswa hiperaktif berpotensi mengalami gangguan belajar mengingat perhatiannya yang mudah berubah. Pemberian stimulasi diperlukan sejak dini untuk mengoptimalkan perkembangan dan pertumbuhan anak. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dan kondisi anak sebelum dan sesudah diberikan terapi musik pada anak hiperaktif usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest, dengan subjek sejumlah 10 siswa, berusia 4-6 tahun. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan angket perkembangan anak usia dini (4-6 tahun). Uji keabsahan data melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Selanjutnya dilakukan pula uji normalitas, uji paired sample T test, dan kategorisasi skala. Analisis data menggunakan Teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data menggunakan paired sample t test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perubahan perilaku hiperaktif, sebeum dan sesudah dilakukan terapi musik. Dengan kata lain, melalui nilai t = 4.438 dan signifikansi sebesar p = 0.02<0.05, dapat disimpulkan bahwa terapi musik memberikan pengaruh dalam perubahan perilaku anak hiperaktif
Nilai Prososial dan Kemandirian Anak Usia Dini dalam Tembang Dolanan Ki Nartosabdo
Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan pentingnya nilai prososial dan kemandirian dalam pendidikan anak usia dini serta bagaimana nilai-nilai ini dapat diajarkan dan ditanamkan kepada anak-anak..Tembang dolanan karya Ki Nartosabdo dapat menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai prososial dan kepercayaan diri pada anak karena dapat menarik perhatian dan membuat mereka lebih mudah untuk memahami pesan yang disampaikan. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik kajian pustaka dilakukan dengan mengkaji dokumen yang berkaitan dengan tembang dolanan Jawa karya ki Nartosabdo yang sesuai untuk anak usia dini. Wawancara dengan budayawan (dosen karawitan dan pakar filosofi Jawa), ahli bahasa, pakar pendidikan, psikolog anak, dan guru-guru PAUD. Observasi dilakukan dengan pengamatan aktivitas proses pembelajaran di beberapa PAUD di Surakarta. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pesan-pesan moral dan prososial dalam karya Ki Nartosabdo tidak hanya menyentuh ranah spiritual dan religius, tetapi juga berakar pada nilai-nilai budaya dan etika Jawa yang kaya antara lain: Kesetiaan, Kesederhanaan, Ketulusan, Keadilan, Kebajikan dan Kesadaran Lingkungan. Berikut adalah beberapa nilai kemandirian tercermin dalam karya Ki Nartosabdo antara lain: Menggali Potensi Diri, Kerja Keras dan Ketekunan, Kemandirian Ekonomi, Keberanian Menghadapi Tantangan, Menjaga Diri dari Ketergantungan yang Merugikan
Pemanfaatan Kain Perca dalam Kegiatan Menganyam untuk Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini mengkaji tentang penggunaan kain perca dalam kegiatan menganyam untuk mengembangkan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan koordinasi mata dan tangan serta memperkuat kemampuan motorik halus melalui proses menganyam. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian melibatkan 10 anak usia 5-6 tahun yang diamati. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara, dengan analisis data yang dirancang oleh Miles dan Huberman, mencakup koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan menganyam menggunakan kain perca sangat berpengaruh dalam mengembangkan motorik halus anak-anak, terutama dalam kemampuan mereka untuk mengkoordinasikann mata dan gerakan tangan sesuai dengan instruksi yang diberikan. Kegiatan ini meningkatkan antusiasme anak dalam menyelesaikan tugas sehari-hari. Observasi menunjukkan bahwa anak-anak menjadi lebih terampil dalam megatur gerakan jari dan tangan, serta lebih fokus saat melakukan kegiatan menganyam. Perkembangan yang signifikan ini tidak hanya terlihat dalam kegiatan meganyam, tetapi juga berdampak positif pada kemampuan anak-anak dalam memerlukan kegiatan lain yang memerlukan keterampilan motorik halus, seperti menulis dan menggunting. Kegiatan menganyam dengan kain perca terbukti menjadi metode yang efektif untuk mengembangkan motorik halus serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak usia 5-6 tahun
Pemanfaatan Media Loose Part dalam Pembelajaran Literasi dan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Anak usia dini merupakan masa golden age, yaitu masa perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan yang perlu dikembangkan pada masa ini adalah kognitif, psikomotorik, dan perilaku sosial. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pemanfaatan media loose part dalam pembelajaran anak usia dini yang bertujuan untuk mengembangkan perkembangan literasi dan sosial emosional anak. Pembelajaran yang dikembangkan pengembangan literasi (pengenalan huruf, angka dan kata) dengan menggunakan media yang ada disekitarnya tanpa memberikan kesan belajar dan calistung pada anak usia dini. Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, subjek penelitian di semua rombel dengan 3-4 anak disetiap rombel dari usia 4-6 Tahun. Sumber data yang peneliti kumpulkan guru dan wali murid. Data yang dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan triangulasi data sesuai Model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menyimpulkan pengembangan literasi sendiri dapat dilihat pada kemampuan anak meniru menyebutkan dan menulis huruf pada media loosepart yang disediakan oleh guru dan kemampuan menyebutkan benda yang baru. Pengembangan sosial emosional anak juga muncul dalam pemanfaatan media tersebut, seperti kegiatan bermain bersama, mampu bekerja sama dengan baik, mau berbagi, sabar menunggu giliran, mendemonstrasikan kegiatan yang dilakukan didepan kelas
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Make a Match terhadap Perilaku Sosial Anak Usia 5-6 Tahun
Anak Usia Dini disebut sebagai usia emas (golden age), karena anak akan mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam proses tahapan perkembangannya. Sehingga diperlukan metode pembelajaran yang tepat dalam meningkatkan perilaku sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada pengaruh model pembelajaran berbasis make a match terhadap perilaku sosial anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Bontobulaeng No. 21 Kepulauan Selayar. Desain penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 7 orang kelompok kontrol dan 7 orang kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada pre dan post test kelas intervensi yaitu nilai p 0.017, sedangkan pada pre dan post test kelas kontrol tidak terdapat perbedaan signifikan dengan nilai p 0.180. Kesimpulannya ada pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran make a match terhadap perilaku sosial anak. Pada tes akhir yang diberikan untuk mengetahui perilaku sosial anak terdapat 4 anak pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dengan persentase 57%