Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Efektifitas Penggunaan Metode Wafa dalam Pembelajaran Al-Qur’an di RuTaba (Rumah Tahfidz Balita)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan metode wafa terhadap kemudahan anak dalam menghafal huruf hijaiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yakni data yang disajikan berupa non numerik yakni bkan berupa angka melainkan mendeskripsikan hasil dari pembelajaran. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi menggunakan sumber penelitian terdahulu yang relevan. Pembelajaran wafa di TK It Robbani meliputi perencanaan pembalajaran, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas dari penggunaan metode wafa yakni anak dapat menghafal huruf hijaiyah dengan cepat. Terbukti bahwa 80% yakni 10 dari 13 anak di TK RuTaba dapat menghafal hijaiyah dengan cepat. Dalam pelaksaan menghafal Quran RuTaba juga menerapkan metode Tabarroq sebagai metode hafalan surat. Salah satu kelebihan metode wafa ini dibandingkan metode lainnya yakni metode yang mudah dan menyenangkan sehingga tidak membuat anak cepat bosan. Selain itu efek lainnya yang didapat adalah dapat meningkatkan aspek kecerdasan anak yakni aspek kognitif, bahasa dan seni. Dari hasil penelitian tersebut ustadzah memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran wafa ini terkait perencanaan, Pelaksanan pembelajaran hingga evaluasi pembelajaran karna berhasilnya proses pembelajaran wafa adalah karena ustadzah berkompeten yang menguasai strategi pembalajaran dengan baik
Analisis Hambatan Penerapan Metode Pembiasaan dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini
Tujuan dari penelitian adalah guna untuk mengetahui dan memahami hambatan yang terjadi pada penerapan metode pembiasaan dalam membentuk karakter anak usia dini di PAUD Roudhotul Atfal Kabupaten Ciamis. Pendekatan kualitatif digunakan pada penelitian ini, bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hambatan penerapan metode pembiasaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini yaitu guru kelas A dan B. Karakter tidak serta merta langsung terbentuk, melainkan memerlukan proses dan waktu yang tidak sebentar. Salah satu usaha untuk membentuk karakter anak yaitu dengan penerapan metode pembiasaan di sekolah. Penerapan metode pembiasaan di sekolah tempat penelitian, mengalami hambatan yaitu hambatan pada tahap perencanaan penerapan metode pembiasaan dan pada pelaksanaan penerapan metode pembiasaan berlangsung. Hambatan pada tahap perencanaan penerapan metode pembiasaan yaitu keterbatasan guru dalam mengemas penerapan metode pembiasaan, hal demikian diakibatkan oleh masih terbatasnya kapasitas ilmu yang dimiliki guru, kurang sesuainya kualifikasi akademik guru, ditambah dengan sarana yang tersedia kurang lengkap. Hambatan pada pelaksanaan penerapan metode pembiasaan berlangsung yaitu kurangnya keselarasan pola asuh orang tua dan guru di sekolah serta kurang lengkapnya sarana dan prasarana
Aktivitas Pembelajaran di Sentra IMTAQ untuk Pengembangan Aspek Moral Anak Usia Dini
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek perkembangan nilai moral anak kelas B di TK Tunas Insan Kamil melalui aktivitas pembelajaran di sentra IMTAQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif , yang akan menggambarkan aktifitas pembelajaran di sentra IMTAQ untuk pengembangan aspek moral anak usia 5-6 tahun sebanyak 15 anak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan observasi wawancara, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data dilakukan dalam 3 tahapan yakni, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas – aktivitas yang dilakukan di sentra imtaq untuk mengembangkan aspek-aspek moral yaitu : 1) Mempercayai Adanya Tuhan Melalui Ciptaanya (melalui upaya mengamati fenomena alam seperti, hewan dan tumbuhan di sekitar sekolah), 2) menghargai (melalui upaya menjaga kebersihan dilingkungan sekitar), 3) Jujur (melalui upaya menjawab pertanyaan guru dengan jujur), 4) Sopan santun (melalui upaya berperilaku sopan santun terhadap orang tua, guru, maupun teman sebaya), 5) Praktik Ibadah sehari-hari (melalui upaya mengenal rukun Islam dan kalimat thoyyibah, membaca surat pendek dan doa sehari-hari, mengenal tata cara salat, membaca hadis-hadis, menyanyikan lagu-lagu Islami). rekomendasi penelitian ditujukan bagi bagi pihak yang berkaitan yaitu guru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di sentra Imtaq dan memberikan inspirasi dalam membantu anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak mulia.
Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Sejak Dini untuk Mewujudkan Generasi Islam Berkemajuan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak sejak dini serta kurangnya kesadaran orang tua berdampak pada perkembangan agama pada anak. Tujuan penelitian ini mengkaji bagaimana peran orang tua dalam mendidik anak sejak dini untuk mewujudkan generasi Islam berkemajuan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber kepustakaan baik buku ataupun artikel ilmiah yang relevan dengan penelitian ini. Peneliti menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang mana peneliti mengkaji dan menelaah secara mendalam isi informasi baik tertulis ataupun cetak. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa orang tua merupakan pendidikan pertama bagi seorang anak. Perkembangan agama seorang anak sangat bergantung pada peran orang tua dalam mendidik anaknya sejak dini. Baik dalam mendidik secara langsung ataupun memberikan lingkungan yang baik untuk anak nya. Maka dari itu orang tua perlu memiliki kesadaran serta memahami dan mempelajari terkait konsep dalam mendidik anak untuk mewujudkan generasi Islam berkemajuan. Penelitian ini dapat menjadi acuan dari berbagai lembaga pendidikan serta tenaga pendidikan tentang bagaimana penting nya peran orang tua dalam mendidik anak sejak dini untuk mewujudkan generasi Islam berkemajuan
Pengaruh Peran dan Pola Asuh Guru melalui Pembiasaan Guru terhadap Karakter Disiplin Anak di Taman Kanak-Kanak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran guru, pola asuh guru dan pembiasaan guru dengan disiplin anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Dengan teknik simple random sampling, sampel penelitian adalah sebanyak 95 orang di Kelompok B Taman Kanak-kanak Kecamatan Banjarmasin Selatan kota Banjarmasin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar angket (kuesioner). Data penelitian dianalisis menggunakan regresi linier dan analisis jalur. Hasil penelitian menemukan bahwa 1) terdapat pengaruh langsung antara peran guru dan disiplin anak, 2) terdapat pengaruh langsung antara pola asuh guru dan disiplin anak, 3) terdapat pengaruh langsung antara pembiasaan guru dan disiplin anak, 4) terdapat pengaruh langsung antara peran guru dan pembiasaan guru, 5) terdapat pengaruh langsung antara pola asuh guru dan pembiasaan guru, 6) terdapat pengaruh tak langsung antara peran guru dengan disiplin anak melalui pembiasaan guru, 7) terdapat pengaruh tak langsung antara pola asuh guru dengan disiplin anak melalui pembiasaan guru. Guru diharapkan dapat meningkatkan peran dan pola asuh yang lebih baik di sekolah serta pembiasaan yang lebih positif dalam mengajar dan mendidik anak sehingga dapat meningkatkan sikap disiplin anak di sekolah
Sosialisasi Kualitas Manajemen Lembaga PAUD dalam Upaya Pemantapan Target Kurikulum Merdeka
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan manajemen di kalangan pengelola PAUD guna mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Sosialisasi ini mencakup pengenalan konsep Kurikulum Merdeka, strategi manajemen yang efektif, serta teknik evaluasi dan pengawasan yang sistematis. Pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode PAR (Participatory Action Research), yang melibatkan partisipasi aktif dari komunitas atau kelompok sasaran dalam seluruh proses penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan hingga evaluasi. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, kegiatan ini berhasil memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada para guru dan pengelola PAUD, sehingga mereka lebih siap dalam melaksanakan dan mensukseskan Kurikulum Merdeka. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas manajemen dan kesiapan institusi dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah Surakarta. Selain itu, pelaksanaan program ini diharapkan juga dapat membangun jaringan kerjasama yang lebih solid antara guru, pengelola PAUD, dan masyarakat sekitar untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik
Meningkatkan Nilai Agama dan Moral melalui Pembiasaan Sholat Dhuha
Menigkatkan nilai agama dan moral sangat penting dilakukan sejak dini pada anak. Jika meningkatkan nilai agama dan moral sudah ditanamkan sejak dini pada anak, maka anak akan memiliki kemampuan dalam melakukan aktivitas dan kebiasaan yang mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan nilai agama dan moral melalui pembiasaan sholat dhuha berjamaah pada anak usia dini di TK Bungan Harapan Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mana dewan guru di TK Bunga Harapan sebagai informan. TK Bunga Harapan adalah populasi atau target yang menjadi focus penelitian ini. Para staff guru yang menjadi informan dalam penelitian ini. Pencarian data dan informasi menggunakan Teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan nilai agama dan moral melalui kegiatan sholat dhuha berjamaah di TK Bunga Harapan Semarang ini dapat membuat perubahan pada pembentukan perilaku anak meliputi : 1. Anak lebih bisa bersabar, 2. Anak menjadi lebih disiplin, 3. Anak dapat memiliki karakter spiritualitas
Implementasi dan Evaluasi Pengembangan Gim Edukatif Android untuk Anak Usia Dini dalam Meningkatkan Literasi Budaya
Sebagian besar permainan edukatif untuk anak usia dini cenderung fokus pada literasi dasar seperti membaca, menulis, ataupun berhitung. Permainan edukatif masih banyak belum menyentuh aspek literasi budaya yang sering kali diabaikan. Penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan ini dengan mengembangkan aplikasi untuk meningkatkan literasi budaya pada anak usia dini. Studi ini bermaksud guna melihat implementasi dan mengevaluasi pengembangan aplikasi gim edukatif berbasis Android, yaitu "GRADASI: Game Literasi Budaya Anak Usia Dini" dalam meningkatkan literasi budaya anak usia dini (AUD). Menggunakan model pengembangan ADDIE, aplikasi ini menyajikan kuis interaktif tentang budaya Indonesia, termasuk makanan, tarian, dan arsitektur tradisional. Uji coba yang melibatkan 32 responden memperlihatkan bahwasanya aplikasi ini memperoleh penilaian sangat baik pada berbagai aspek, seperti kelayakan isi, penyajian, bahasa, penggunaan, manfaat, visual dan audio, serta keterlaksanaan gim. Evaluasi menggunakan USE Questionnaire dan membuktikan validitas dan reliabilitas aplikasi ini dalam meningkatkan literasi budaya AUD. Selain itu, digunakan pula uji Wilcoxon yang memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pada literasi budaya AUD setelah menggunakan aplikasi ini. Penelitian ini menegaskan bahwasanya teknologi berbasis gim edukatif efektif dalam meningkatkan literasi budaya dan hasil belajar AUD
Implementasi Metode Bercerita Tentang Kisah Nabi Pada Anak Usia Dini
Penelitian bertujuan untuk mengamati implementasi metode bercerita pada anak tentang kisah nabi di PAUD KB Harapan Bunda. Salah satu metode yang diterapkan di Lembaga PAUD dan disenangi anak ialah metode bercerita tentang Kisah nabi, Metode bercerita kisah nabi sangat mudah diterapkan dan menyenangkan bagi anak, melalui kisah nabi banyak mengandung nilai-nilai dan nasihat yang dapat diterapkan dan diajarkan kepada anak. Adapun Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 12 anak kelas A. Teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, tanya jawab kepada guru kelas, dan dokumentasi. Analisis data sangat penting dalam penelitian. Peneliti melakukan teknik analisis data tipe Miles dan tipe Huberman. Analisis ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai prioritas penelitian yang disebutkan di atas. Temuan dalam penelitian ini bahwa metode bercerita tentang kisah Nabi dapat di implementasikan di Lembaga PAUD serta menstimulasi aspek perkembangan anak dengan variasi metode yang menarik dan menyenangkan. Metode bercerita merupakan metode yang mudah dilakukan dan menyenangkan jika divariasikan dengan cerita yang menarik, oleh karena itu peneliti mengambil tema melalui kisah nabi yang terdapat memiliki kandungan nasihat serta nilai-nilai positif yang menarik perhatian anak tentang pembelajaran
Efektivitas Penerapan Kurikulum Merdeka Bermain pada Taman Kanak-Kanak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan kurikulum merdeka di TK Al-Habib, Dusun Sukun, Kecamatan Perbaungan. Dengan melibatkan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi pokok masalah dalam implementasi kurikulum tersebut dan menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran anak-anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jenis pengambilan data yang dilakukan dengan cara observasi , wawancara guru dan 20 anak usia dini, dan dokumentasi serta merujuk studi kasus sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan lokal, namun terdapat beberapa kendala dalam penerapannya. Salah satunya adalah kurangnya pelatihan guru terkait implementasi kurikulum ini, yang dapat mempengaruhi pemahaman dan penerapan yang efektif. Data yang dikumpulkan melibatkan pengamatan langsung terhadap interaksi guru dan siswa, dan dokumentasi hasil pembelajaran Analisis data mengungkapkan bahwa sebagian besar anak-anak menunjukkan kemajuan dalam berbagai aspek perkembangan dalam memahami materi, meskipun beberapa kendala terdeteksi dalam pemahaman materi yang ada. TK ini dapat terus menjadi lembaga pendidikan yang berkontribusi positif pada perkembangan holistik anak-anak di masa depan