Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Peran Guru dalam Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Pembelajaran IPAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) di SD Negeri 21 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik analisis tematik yang meliputi pengkodean data, pengelompokan tema, dan interpretasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui berbagai strategi seperti menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memandu pemahaman konteks materi, melatih identifikasi masalah, mendorong pertanyaan dan diskusi, membimbing penarikan kesimpulan, menggunakan metode pembelajaran yang mendorong berpikir kritis, dan memberikan umpan balik yang membangun. Meskipun terdapat tantangan, guru terus berinovasi dengan memanfaatkan faktor pendukung seperti kurikulum yang relevan, budaya sekolah yang mendukung pembelajaran aktif dan inovatif, serta penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Temuan penelitian ini memberikan masukan bagi guru dan pemangku kepentingan pendidikan dalam merancang pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar
Internalisasi Nilai-Nilai Kesejahteraan Profesional pada Guru Anak Usia Dini
Kesejahteraan guru seringkali dikaitkan dengan gaji tetapi kenyataan pada guru-guru TK Aisyiyah di Kartasura menunjukkan bawah gaji ternyata bukan ukuran utama kesejahteraan bagi mereka. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Aisyiyah Kartasura membangun cara pandang kesejahteraan terhadap guru-guru mereka dan apakah cara pandang tersebut sesuai degan nilai keyakinan guru terhadap kesejahteraan. Penelitian ini merupakan studi multi-kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam terhadap kepala sekolah dan guru, observasi langsung dan analisis dokumen. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi metode dan pengamatan berulang. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman. Penelitian ini menunjukkan bahwa Aisyiyah membangun konsep kesejahteraan guru berdasar cara pandang agama terhadap profesi guru sebagai profesi mulia yang balasannya lebih dari sekadar gaji tapi rezeki dalam artian luas. Mayoritas guru Aisyiyah telah menghayati konsep kesejateraan yang sama sehingga mereka mampu bertahan pada profesi mereka dalam jangka waktu yang lama. Guru-guru merasa sejahtera dibuktikan dengan masa kerja yang lama meskipun gajinya di bawah standar minimum secara kualitatif menunjukkan keberhasilan internalisasi kesejahteraan guru Aisyiyah sesuai dengan teori Person-Organization Fit
Peningkatan Penggunaan Alat Pembelajaran Flashcard dalam Pengembangan Keterampilan Berbicara pada Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan penggunaan media flashcard terhadap kemampuan berbicara anak usia dini. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif analisis dengan pendekatan kualitatif, sehingga dapat mengevaluasi efektivitas media tersebut terhadap anak-anak kelompok B. Hasil penelitian diperoleh di PAUD Salima Batang bahwa terdapat anak usia 5-6 tahun mengalami peningkatan perkembangan bahasanya melalui penggunaan media flashcard. Dengan flashcard, dapat menggunakan gambar untuk mengembangkan keterampilan berbicara anak, merangsang minat anak dengan mudah dan mengingat kosakata baru, menyebutkan bentuk dan suara huruf, serta meningkatkan pemahaman mendengarkan. Kesimpulannya, penggunaan flashcard memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak. Dengan pendekatan yang menarik dan interaktif, diharapkan media ini dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam memperkaya pengalaman literasi anak-anak di daerah Kabupaten Batang. Evaluasi berkala untuk menilai efektivitas penggunaan media flashcard serta mengidentifikasi area belajar yang memerlukan perbaikan atau penyesuaian. Melibatkan orang tua dalam kegiatan seringnya berinteraksi dengan orang rumah, kegiatan membaca buku, dan sering ajak untuk berdiskusi dan tanya jawab
Cerita “Pinokio Si Boneka Kayu” untuk Menguatkan Karakter yang Suka Berbohong pada Anak Usia Dini
Anak usia dini yakni masa kritis yang ditandai dengan perkembangan kognitif yang luar biasa. Pendidikan karakter anak usia dini bisa dimasukkan ke dalam aktivitas keseharian yang menitikberatkan pada individualitas anak, kemandirian, pengendalian diri, dan akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter pada anak melalui metode bercerita. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan langsung dilapangan , metode pengumpulan data digunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi tentang pelaksanaan pembelajaran di sekolah TK PGRI Tegalsari, Weru, Sukoharjo dan di rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita di sekolah dan di rumah mampu memberikan wawasan kepada anak terhadap latar belakang cerita Pinokio Si Boneka Kayu, dimana pengamatan berdasarkan pengendalian diri yaitu kemauan untuk mendengarkan, menyimak, dan ketertarikan terhadap suatu cerita, yang bertujuan untuk membentuk karakter kejujuran berdasarkan sifat Pinokio. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil diskusi dengan guru dan orang tua anak dirumah yang menyatakan bahwa anak mau untuk mendengarkan dan menyimak cerita Pinokio Si Boneka Kayu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemauan anak untuk mau mendengarkan dan menyimak cerita tersebut, anak diharapkan mampu membentuk karakter jujur, dan bertanggung jawab terutama pada diri sendiri terhadap setiap perilakunya
Hubungan Kemampuan Guru dalam Pengelolaan Kelas dan Pembelajaran Diferensiasi terhadap Pekembangan Kognitif Anak pada Taman Kanak-Kanak
Pengelolaan kelas yang baik menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan mendorong perkembangan kognitif anak. Namun, di lapangan masih ditemukan berbagai tantangan dalam penerapan pembelajaran diferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kemampuan guru dalam pengelolaan kelas dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap perkembangan kognitif anak di TK Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional digunakan, melibatkan 35 responden guru dari 9 TK melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan dua teknik utama untuk mengumpulkan data, yaitu: Angket (Kuesioner) dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas (X2) memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap perkembangan kognitif anak, diikuti oleh kemampuan guru (X1) dan pembelajaran berdiferensiasi (X3). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas pengelolaan kelas dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi memiliki dampak besar terhadap perkembangan kognitif anak, dan oleh karena itu, penting bagi guru untuk terus meningkatkan kemampuan pengelolaan kelas dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak
Penggunaan Komik “Gen Alpha Jago Bisnis” Sebagai Alternatif Pengenalan Nilai-Nilai Kewirausahaan Bagi Anak Usia 5-6 Tahun
Pengetahuan tentang kewirausahaan anak usia dini masih menjadi tantangan dalam sistem pendidikan Indoensia, mengingat belum adanya pembelajaran mengenai konsep tersebut dalam kurikulum PAUD. Penelitian ini bertujuan mengkaii penggunaan komik “Gen Alpha Jago Bisnis” sebagai media pembelajaran dalam menumbuhkan nilai-nilai kewirausahaan pada anak usia 5-6 tahun di Taman Bacaan Manca Ceria. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari enam anak usia 5-6 tahun yang mengikuti empat kegiatan pembelajaran seperti sesi bercerita, simulasi jual beli, pengenalan menabung, dan kunjungan bioskop mini. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan fokus pada lima nilai kewirausahaan: rasa ingin tahu, kreativitas, komunikasi, kejujuran, dan kemandirian. Hasil menunjukkan empat dari enam anak mengalami peningkatan signifikan dalam nilai-nilai kewirausahaan terutama rasa ingin tahu, komunikasi, dan kemandirian. Media komik terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep keuangan dasar melalui pendekatan kontekstual dan partisipatif. Hambatan utama meliputi keterbatasan konsentrasi dan variasi karakter individual. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model pembelajaran berbasis media visual yang inovatif untuk pendidikan kewirausahaan dan literasi keuangan anak usia dini
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi di PAUD Inklusi
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang mengakomodasi perbedaan individu dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Anak-anak berkebutuhan khusus di PAUD Inklusi diharapkan dapat terlayani dengan baik melalui pendekatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di lembaga PAUD inklusi, meliputi 1) langkah-langkah pembelajaran berdiferensiasi, 2) strategi pembelajaran berdiferensiasi , 3) peran guru dalam pembelajaran, dan 4) peluang dan tantangan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Penelitian dilakukan pada 4 orang guru di dua PAUD inklusi di Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara , dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu untuk memfasiltasi anak-anak berkebutuhan khusus melalui diferensiasi dalam konten, proses, lingkungan belajar, dan produk (hasil akhir pekerjaan anak). Fasilitasi yang diberikan disesuaikan dengan profil perkembangan masing-masing anak. Strategi pembelajaran yang diterapkan antara lain penggunaan media yang variatif, pengelompokan anak secara fleksibel, dan penyesuaian tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan anak. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan sarana prasarana sekolah, dan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi yang memfasilitasi semua anak termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, pelatihan berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar pembelajaran berdiferensiasi di PAUD inklusi dapat terlaksana dengan lebih baik
Pola Pendampingan Orang Tua terhadap Anak dengan ADHD dan Speech Delay
Pentingnya pola pendampingan orang tua terhadap anak dengan ADHD dan speech delay dalam konteks pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi yang digunakan oleh orang tua dalam mendampingi anak dengan kebutuhan khusus. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan informan DS sebagai ibu kandung dari anak laki-laki berinisial AF yang mengalami ADHD dan speech delay. Peneliti juga melakukan observasi secara langsung dengan AF, dan kemudian mengumpulkan dokumentasi medis sebagai data pendukung hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menerapkan pendampingan berupa rutinitas harian yang terstruktur, pendekatan komunikasi yang penuh empati, serta dukungan terhadap terapi profesional. Penelitian ini berkontribusi untuk memperkaya pemahaman tentang pentingnya peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak dengan ADHD dan speech delay. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pendampingan yang tepat dapat membantu anak beradaptasi dengan lebih baik di kehidupan sehari-hari
Implementation of the TEACCH Method in Improving Toilet Training Skills in Children with Autism
Penelitian ini mengeksplorasi implementasi metode TEACCH (Treatment and Education of Autistic and related Communication-handicapped Children) untuk meningkatkan keterampilan toilet training pada anak dengan Gangguan Spektrum Autisme ( GSA) di TKLB River Kids. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian melibatkan tiga guru dan satu terapis melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi melalui triangulasi. Hasil menunjukkan metode TEACCH efektif membantu anak autis mengembangkan keterampilan toilet training melalui pendekatan visual terstruktur. Komponen kunci keberhasilan meliputi jadwal visual, penandaan area toilet, visualisasi langkah, lingkungan konsisten, penguatan positif, dan latihan rutin. Tantangan utama mencakup kesulitan memahami isyarat tubuh, respon lambat terhadap stimuli visual, sensitivitas sensorik, dan menjaga konsistensi sekolah-rumah. Faktor penentu keberhasilan adalah konsistensi rutinitas, alat bantu visual efektif, lingkungan nyaman, dan kolaborasi guru-orang tua. Penelitian memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model intervensi berbasis bukti untuk toilet training anak autis sesuai konteks pendidikan khusus Indonesia
Kemampuan berpikir kritis Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Berbasis Sentra
Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan anak-anak abad 21 mendatang. Keterampilan ini dapat dilatih dengan memberikan stimulasi yang tepat berupa model pendekatan pembelajaran yang dapat memantik kemampuan berpikir kritis anak, salah satunya dengan pendekatan sentra. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan pembelajaran berbasis sentra dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini berdasarkan hasil-hasil riset terdahulu melalui kajian dan analisa temuan dari studi empiris terbaru dalam bentuk artikel penelitian. Kajian ini menggunakan metode Systematic literature review dari 20 artikel yang diambil dari berbagai sumber utama data ilmiah seperti Google Scholar, Taylor & Francis, and Springer. Literatur terpilih dikurasi berdasarkan inklusi berikut: (1) diterbitkan dalam rentang waktu 8 tahun terakhir, (2) memiliki keterkaitan dengan topik berpikir kritis, anak usia dini dan pembelajaran berbasis sentra, (3) menggunakan metode penelitian yang jelas dan terstruktur serta (4) ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hasil tinjauan menunjukan pembelajaran berbasis sentra dapat memantik kemampuan berpikir kritis anak yang ditunjukan dalam bentuk bertanya, bereksplorasi, bekerjasama, memecahkan masalah dan mengambil Keputusan. Sikap anak juga terlihat lebih mandiri dan bertanggung jawab. Tinjauan kajian juga menunjukan adanya kendala yang ditemui di lapangan saat pelaksanaan pembelajaran berbasis sentra, antara lain kesiapan dan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan ini