Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
    641 research outputs found

    Pengaruh Permainan Ular Tangga Berbasis Budaya Kaltim terhadap Kemampuan Matematika Awal Anak Usia Prasekolah

    Full text link
    Kemampuan matematika awal merupakan dasar bagi anak untuk mengenal kemampuan matematika yang lebih kompleks di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan melihat kemampuan matematika awal anak usia prasekolah melalui permainan ular tangga. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan jenis Pre-experimen dengan menerapkan one grup desain  Pre-test dan Post-test. Sampel yang digunakan sebanyak 14 anak pada kelas B1 di TK IT Insan Cita Madani. Uji analisis statistik menggunakan Uji wilcoxon dan Uji N-gain. Berdasarkan hasil analisis data nilai rata-rata Pre-test  sebesar 21,57, yang meningkat menjadi 31,57 pada saat Post-test. Selisih nilai ini menunjukkan bahwa anak mampu memahami konsep yang diberikan setelah diberikannya perlakuan. Selain itu, perhitungan nilai N-Gain menunjukkan mean sebesar 0,9690 atau 96,90% dibulatkan menjadi 99% yang termasuk kategori Tinggi menurut interprestasi Hake, dimana N-gain >0,7. Ini membuktikan bahwa media ular tangga mampu meningkatkan kemampuan matematika awal anak usia prasekolah. Media ular tangga ini dimodifikasi pada papan tersebut dengan menambahkan ciri khas yang ada di daerah kalimatan timur. Implementasi penelitian ini menunjukan bahwa permainan ular tangga berbabsis budaya kaltim dapat dijadikan best practice di dalam pembelajaran. Guru mampu menerapkan permainan sebagai pembelajaran untuk anak didalam mengenal lambang bilangan, berhitung sederhana,mengurutkan bilangan dengan kegiatan bermain yang menyenangkan dan kontekstual

    Pengaruh Penggunaan Media Video Tutorial Berbasis Bahan Alam untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia Dini

    Full text link
    Anak yang belum berkembang perkembangan motorik halusnya, diantarnya mengalami masalah seperti anak menggenggam pensil terlalu kuat, menggunakan seluruh tangan (bukan jari-jari), kekuatan otot jari yang lemah seperti, melipat kertas, menempel potongan kertas pada gambar dan memotong kertas menggunakan gunting, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video tutorial berbasis bahan alam untuk meningkatkan motorik halus anak di PAUD Sayang Ibu Kota Padang Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang berbentuk eksperimen factorial 2x2 dengan populasi berjumlah 30 orang anak dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah anak di PAUD Sayang Ibu Kota Padang dengan kelompok eksperimen yang berjumlah 10 orang anak. Teknik pengumpulan data berupa lembar observasi dan lembar pernyataan. Kemudian data diolah dengan uji perbedaan (t-test) dengan bantuan software SPSS versi 27.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh penggunaan media video tutorial untuk meningkatkan   motorik halus anak, dapat dilihat melalui uji-t dengan hasil 0,001 < 0,05. (2) Terdapat pengaruh penggunaan bahan alam untuk meningkatkan motorik halus anak, dapat dilihat dari uji-t dengan hasil 0,000 < 0,05. (3) Terdapat penggunaan media video tutorial berbasis bahan alam untuk meningkatkan motorik halus anak, dapat dilhat melalui uji-t dengan hasil 0,000 < 0,05

    Peran Orang Tua yang Bekerja dalam Membentuk Perkembangan Sosial Anak Usia Dini

    Full text link
    Perkembangan sosial merupakan aspek penting dalam masa depan anak, karena menentukan bagaimana anak dapat berinteraksi dengan lingkungan. Kehadiran orang tua sangat dibutuhkan dalam mendukung proses perkembangan tersebut, termasuk orang tua yang bekerja. Penelitian ini mengkaji peran orang tua yang bekerja dan bentuk keterlibatan mereka dalam membentuk perkembangan sosial anak, serta strategi yang dapat dilakukan agar perkembangan anak tetap optimal meskipun banyak kendala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah orang tua/wali murid dari TK Tugu 01 Jumantono. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kualitatif. Peran orang tua yang bekerja tetap memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan social anak usia dini. Kualitas interaksi dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak lebih menentukan perkembangan sosial anak dibandingkan dengan banyaknya waktu yang dihabiskan bersama. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih, terbuka, dan komunikatif akan memiliki kemampuan sosial yang lebih baik, percaya diri, dan mudah beradaptasi di lingkungan sosialnya

    Pengaruh Kegiatan Outdoor Learning terhadap Kemampuan Bahasa dan Regulasi Emosi Anak Kelompok B

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kegiatan outdoor learning terhadap perkembangan anak usia kelompok B1 di TK Negeri Banjar Tegal Singaraja. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Non-probalility sampling. Desain penelitian ini menggunakan Pretest-Posttest Non-Control Group Design. Data dianalisis menggunakan uji Manova. Hasil pengujian hipotesis adalah sebagai berikut: (1) Kegiatan outdoor learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan bahasa anak. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F = 25,492 dan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). (2) Kegiatan outdoor learning juga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan regulasi emosi anak. Nilai F = 8,831 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) (3) Kegiatan outdoor learning berpengaruh secara simultan terhadap kemampuan bahasa dan regulasi emosi anak. Hal ini dibuktikan dengan hasil, F hitung = 13,977, dan signifikansi = 0,000. Hasil ini mengindikasikan bahwa outdoor learning tidak hanya efektif untuk masing-masing aspek perkembangan anak, tetapi juga memperkuat perkembangan kedua aspek tersebut secara terpadu. Kegiatan outdoor learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan kemampuan bahasa dan regulasi emosi anak usia dini

    Pengembangan Bahan Ajar Bermuatan Satua Bali Bertema Binatang untuk Menstimulasi Minat Belajar dan Keterampilan Berbicara Anak

    Full text link
    Rendahnya minat belajar dan keterampilan berbicara anak usia dini di sejumlah lembaga PAUD, termasuk di Gianyar, menjadi permasalahan yang memerlukan solusi inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar bermuatan Satua Bali bertema binatang guna menstimulasi minat belajar dan keterampilan berbicara anak usia dini. Metode penelitian ini yaitu R&D dengan model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, serta evaluasi. Subjek penelitian mencakup ahli materi, media, dan bahasa untuk uji validitas, lima guru PAUD untuk uji kepraktisan, serta 40 anak TK usia 4–5 tahun untuk uji efektivitas, yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Uji efektivitas menggunakan desain eksperimental semu (Quasi Experimental Research) dengan postest only design with nonequivalent group design. Instrumen yang digunakan terdiri atas lembar validasi, angket kepraktisan, dan lembar observasi minat belajar serta keterampilan berbicara. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan uji MANOVA (Multivariate Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar bermuatan Satua Bali yang dikembangkan memiliki validitas sangat tinggi (rata-rata 4,69), kepraktisan yang tinggi (kategori praktis), dan efektif dalam meningkatkan minat belajar dan keterampilan berbicara anak secara signifikan (sig. 0,001). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis Satua Bali layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran di PAUD

    Kolaborasi Orang Tua dan Guru dalam Pengembangan Karakter Disiplin Anak Usia Dini

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kolaborasi antara orang tua dan guru dalam pengembangan karakter disiplin anak usia dini di taman kanak-kanak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Experiential Learning Theory (ELT) dengan metode mix method. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan orang tua dari tiga taman kanak-kanak di Kabupaten Lombok Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan penyebaran angket. Analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi orang tua dan guru terwujud dalam bentuk komunikasi rutin melalui WhatsApp, partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah, dan keterlibatan dalam mendampingi anak di rumah. Melalui tahapan pembelajaran berbasis pengalaman (Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, dan Active Experimentation), anak menunjukkan peningkatan perilaku disiplin, seperti kepatuhan terhadap aturan, kemampuan mengendalikan diri, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas-tugas sederhana. Hambatan yang ditemukan meliputi kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya karakter disiplin dan perbedaan latar belakang pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan berbasis pengalaman (ELT) untuk guru dan orang tua sebagai upaya meningkatkan efektivitas kolaborasi

    Pembelajaran Berbasis Komputer pada Anak Usia Dini: Menjembatani Tuntutan Institusi dan Motif Belajar Anak

    Full text link
    Penelitian ini berangkat dari perhatian terhadap bagaimana praktik pembelajaran berbasis komputer di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak sekadar mencerminkan tuntutan institusional, tetapi juga membuka ruang bagi terbentuknya motif belajar anak yang muncul secara afektif dan kontekstual. Dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif, studi ini mengeksplorasi peran guru dalam menjembatani kebijakan institusi dengan dinamika belajar anak melalui integrasi teknologi. Observasi kelas, wawancara guru, dan dokumentasi aktivitas digital dianalisis secara mendalam untuk memetakan hubungan antara kebijakan, praktik pedagogis, dan keterlibatan anak dalam ruang digital. Temuan menunjukkan bahwa pengalaman anak dalam pembelajaran komputer tidak dapat dilepaskan dari bagaimana guru merancang situasi belajar yang memungkinkan terjadinya interaksi sosial yang bermakna. Anak-anak merespons secara aktif terhadap media digital yang ditampilkan secara multimodal dan interaktif, yang pada gilirannya membentuk pola keterlibatan dan motif belajar yang terhubung secara sosial dan kultural. Dengan demikian, pembelajaran berbasis komputer dalam konteks PAUD dapat dipahami sebagai ruang kolektif yang dimediasi oleh relasi afektif, imajinasi, dan agensi anak

    Pengaruh Metode Shared Book Reading terhadap Emergen Literasi Anak Usia 5-6 Tahun

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi dengan masalah rendahnya literasi di Indonesia. Kurang efektifnya pengajaran dan kurangnya antusias anak untuk belajar literasi menunjukkan masalah dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode shared book reading terhadap emergen literasi anak. Pendekatan kuantitatif berdasarkan desain kuasi-eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian yaitu seluruh anak TK Negeri Pembina Padang Pariaman. Sampel penelitian sebanyak 32 anak dari kelas B1 dan B4. Observasi, tes perbuatan, dan dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Normalitas, homogenitas, dan pengujian hipotesis adalah beberapa uji statistik yang digunakan dalam analisis data. Temuan analisis data dikumpulkan sebelum uji-t dilakukan. Dari hasil temuan uji-t tingkat signifikansi (2-tailed) adalah 0,008 < 0,05. Temuan penelitian Ha diterima sementara H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode shared book reading lebih berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan emergen literasi anak yang sedang berkembang. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kemampuan emergen literasi anak

    Implementasi Buku Panduan Pembelajaran Tari Pendidikan Berbasis Bermain untuk Anak Usia 4-6 Tahun

    Full text link
    Penelitian ini berawal dari beberapa masalah yang telah diteliti  yaitu berupa masih rendahnya kemampuan pendidik PAUD dalam kompetensi mengajarkan konten seni, khususnya seni tari. Selain itu masih rendahnya kemampuan lembaga untuk merekrut pendidik khusus yang menguasai konten seni. Serta sudah mulai munculnya kesadaran bahwa stimulasi seni bagi anak usia dini adalah sebuah kewajiban jika dilihat dari standar PAUD yang sudah memasukan seni sebagai aspek perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model pembelajaran tari untuk anak usia dini yang berupa buku panduan pembelajaran seni tari berbasis bermain untuk dapat diimplementasi oleh guru PAUD baik proses pembelajaranya maupun hasilnya yang berupa tarian yang berbasis bermain dengan pendekatan tari pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode model Borg & Gall berupa Research and Development. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data melalui observasi dengan menggunakan teknik dokumentasi berupa foto dan video.  Analisis Uji coba diperoleh dari instrumen implementasi yang diisi oleh guru  tentang kendala dari penerapan tari pendidikan

    Pengembangan Media Loose Part untuk Mengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media loose parts sebagai sarana meningkatkan keterampilan motorik halus pada anak usia dini. Loose parts merupakan benda-benda lepas yang dapat digunakan dalam berbagai aktivitas kreatif, termasuk merajut. Fokus utama penelitian ini adalah menilai efektivitas penggunaan loose parts dalam merangsang kreativitas, meningkatkan keterampilan motorik halus, serta memperkuat interaksi sosial anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi hasil karya anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan loose parts dalam aktivitas merajut memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan anak usia dini. Anak-anak menjadi lebih kreatif melalui eksplorasi berbagai bahan dan pengembangan desain yang unik. Selain itu, keterampilan motorik halus mereka meningkat, terlihat dari kemampuan koordinasi tangan-mata dalam penggunaan alat merajut. Interaksi sosial juga mengalami perkembangan melalui kerja sama dan berbagi bahan dengan teman sebaya. Selain aspek tersebut, penelitian ini menemukan bahwa kegiatan merajut dengan loose parts membantu anak dalam mengelola emosi, menghadapi tantangan, serta melatih ketekunan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada bidang pendidikan anak usia dini dengan menghadirkan metode pembelajaran berbasis loose parts yang tidak hanya berfokus pada aspek motorik dan kreativitas, tetapi juga mendukung perkembangan sosial dan emosional anak secara lebih menyeluruh

    633

    full texts

    641

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇