Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Hubungan Konsep Diri dan Kematangan Emosi Anak Usia 5-6 Tahun Ditinjau dari Ibu Bekerja
Pengasuhan dan pendidikan yang tepat dalam keluarga, anak akan dapat mencapai kemandirian dengan bantuan orang tua, yang kemudian akan membantu anak untuk dapat menyesuaikan diri di lingkungan. Peran ibu sebagai ibu rumah tangga telah banyak berubah, yang awalnya adalah sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya kini berperan sebagai pencari nafkah tambahan bagi keluarganya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan konsep diri maupun kematangan emosi anak usia 5-6 tahun ditinjau dari ibu bekerja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi merupakan ibu dengan anak usia 5-6 tahun dengan metode sampling jenuh semua ibu dengan anak usia tersebut dijadikan sampel. Analisis data digunakan pengujian korelasi untuk mengetahui hubungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik konsep diri maupun kematangan emosi pada anak usia 5-6 tahun memiliki hubungan yang signifikan (p < 0,05) dengan pekerjaan ibu mereka masing-masing. Penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak dari ibu yang bekerja bisa memiliki konsep diri yang sama baiknya dengan anak-anak dari ibu yang tidak bekerja, asalkan kebutuhan emosional dan perkembangan mereka terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu, kunci utamanya terletak pada keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga, serta memastikan bahwa anak menerima perhatian, kasih sayang, dan dukungan yang mereka butuhkan dari seluruh anggota keluarga dan lingkungan sekitarnya
Survei Pendekatan Pembelajaran yang Digunakan di Lembaga PAUD Berbasis Keagamaan Anak Usia Dini
Pendekatan pembelajaran merupakan metode, strategi, dan cara yang dirancang secara khusus untuk mendukung perkembangan anak usia dini dengan menekankan proses belajar yang menyenangkan, aktif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan pembelajaran yang digunakan pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Radhatul Athfal di Provinsi Bangka Belitung. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Responden penelitian terdiri atas 17 lembaga Radhatul Athfal yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket menggunakan Google Form yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp, kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase untuk menggambarkan kecenderungan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Montessori paling banyak diterapkan, yakni sebesar 70%, diikuti oleh pendekatan kreatif sebesar 18% dan pendekatan Waldorf sebesar 13%. Montessori dipilih karena fleksibel dan sejalan dengan visi lembaga untuk membentuk anak yang mandiri dan terampil. Prinsip Montessori yang diterapkan meliputi keterlibatan orang tua sebagai mitra pendidikan, penerapan kelas multi-usia, peran guru sebagai fasilitator, penjadwalan pembelajaran yang teratur, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan kooperatif
Peran Komunikasi Efektif dalam Menstimulasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
Perkembangan bahasa anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi yang diterima anak dari lingkungan sekitarnya, baik di rumah maupun di Lembaga pendidikan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi efektif dalam menstrimulasi perkembangan bahasa anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah sebanyak 20 artikel ilmiah ditelusuri dari berbagai basis data terkemuka, dan setelah proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dipilih 10 artikel yang paling relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi efektif berperan penting sebagai fondasi dalam membangun keterampilan berbahasa anak. Bentuk dan strategi komunikasi yang tepat, seperti komunikasi responsif, empatik, dan interaktif terbukti mampu memperkaya kosa kata dan kelancaran berbicara anak. Selain itu, dukungan sosial, kolaborasi antara orang tua dan guru, serta pemanfaatan teknologi menjadi faktor pendukung penting. Di sisi lain, ditemukan pula berbagai tantangan dan hambatan, seperti keterbatasan waktu orang tua, lingkungan yang kurang stimulatif, serta keterbatasan kompetensi guru dalam berkomunikasi. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa komunikasi efektif merupakan instrumen utama dalam pengembangan bahasa anak usia dini dan perlu diintegrasikan secara konsisten dalam praktik pendidikan dan pengasuhan
Implementasi Media Book World dalam Meningkatkan Literasi Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media Book World dalam meningkatkan kemampuan literasi anak usia 5–6 tahun di TK Al-Khairat Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi diperoleh dari guru kelompok B, kepala sekolah, dan orang tua yang terlibat dalam proses pembelajaran menggunakan media Book World. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Book World yang terdiri atas buku cerita bergambar, kartu huruf, kartu kata, serta bahan alam seperti kerikil, daun, dan ranting, efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak, membaca, menulis, dan berkomunikasi anak. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi saat berinteraksi dengan media, dan guru dapat mengelola pembelajaran literasi secara lebih kreatif dan kontekstual. Kendala yang dihadapi antara lain adalah keterbatasan ketersediaan bahan dan waktu implementasi. Namun demikian, media Book World terbukti menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, dan mampu menumbuhkan minat literasi sejak usia dini
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Kolase
Rendahnya kemampuan motorik halus anak menjadi latar belakang penelitian ini. Hal tersebut disebabkan kurangnya stimulasi yang tepat dalam pembelajaran, sehingga anak kesulitan melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi otot kecil, seperti menulis dan mengancing baju. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kegiatan kolase dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di Kelompok B TK AS NUR. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing satu pertemuan, dengan subjek sebanyak 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, aktivitas guru masih tergolong cukup dan sebagian besar anak berada pada kategori “Cukup” hingga “Kurang”, dengan sedikit yang mencapai ketuntasan. Setelah perbaikan pada siklus II, seperti penggunaan media kolase lebih bervariasi dan keterlibatan aktif guru, terjadi peningkatan signifikan. Beberapa anak mencapai kategori “Sangat Baik” dan tidak ada lagi yang berada dalam kategori “Kurang”. Anak mulai mampu melakukan kolase dengan lebih percaya diri, tepat, dan terarah. Temuan ini membuktikan bahwa kegiatan kolase efektif menstimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini
Model Pendampingan Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Berbasis Moderasi Beragama melalui Participatory Action Research
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK) di Provinsi Lampung dalam memberikan pendampingan berbasis moderasi beragama. Penelitian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tiga tahapan utama, yaitu (1) persiapan berupa identifikasi masalah dan perumusan tujuan, (2) pelaksanaan melalui pelatihan, pendampingan langsung, dan small group discussion (SGD), serta (3) refleksi partisipatif untuk mengevaluasi hasil dan merumuskan strategi perbaikan. Subjek penelitian melibatkan 50 orang tua ABK dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Pesawaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman orang tua (40% menjadi 75%), akses informasi (20% menjadi 60%), jaringan dukungan (10% menjadi 55%), dan kepercayaan diri (25% menjadi 70%) dalam mendampingi ABK. Temuan ini menegaskan bahwa tahapan PAR mampu memperkuat motivasi, dukungan emosional, serta kapasitas orang tua dalam merawat anak. Implikasi penelitian menekankan perlunya intervensi holistik berbasis partisipasi aktif keluarga untuk memperkuat praktik pendampingan dan pendidikan moderasi beragama sejak usia dini
Optimalisasi Perkembangan Kognitif Anak Usia 5 - 6 Tahun melalui Penggunaan Video Animasi Si Kemal
Penurunan kognitif pada anak dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam belajar, berpikir logis, simbolik, serta memecahkan masalah. Oleh karena itu, pembelajaran melalui media digital bisa menjadi sebuah alternatif. Tujuan penelitian ini ialah menguraikan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun melalui penggunaan video animasi “Si Kemal” sebagai media pembelajaran dalam mengoptimalkan perkembangan kognitif anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek 8 anak usia 5-6 tahun kelompok B2 TK An-Nur di Kota Tangerang. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video animasi, seperti “Si Kemal”, efektif meningkatkan kemampuan kognitif anak. Anak-anak yang awalnya tidak memahami nilai nominal uang, setelah menonton video tersebut, dapat mengenali dan membedakan nilai uang dengan baik. Selain itu, mereka mampu memecahkan masalah sederhana terkait pembelian barang. Video animasi ini juga mendorong anak untuk berpikir logis dan memahami konsep simbolik dengan lebih mudah. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media video animasi sebagai alat bantu pembelajaran untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif anak. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk dapat mengeksplorasi lebih jauh penggunaan video animasi terhadap aspek lain, seperti perkembangan sosial dan emosional anak
Analisis Pengaruh Media Sosial terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini
Perkembangan teknologi dan media sosial memberikan dampak besar terhadap kehidupan anak-anak, khususnya dalam aspek sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh media sosial terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini, serta mengkaji peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam menghadapi tantangan tersebut. Melalui kajian pustaka, ditemukan bahwa media sosial memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi, media sosial dapat memperluas akses informasi dan meningkatkan keterampilan digital anak. Namun, penggunaan berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial langsung, memicu gangguan emosional, dan menyebabkan perubahan perilaku yang merugikan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif orang tua diperlukan untuk membimbing dan mengawasi penggunaan media sosial secara bijak. Di samping itu, lembaga pendidikan perlu menerapkan strategi pembelajaran yang mendukung perkembangan sosial emosional anak. Kesimpulannya, meskipun media sosial menawarkan manfaat, pengawasan yang tepat dan pendekatan pendidikan yang mendukung sangat penting agar anak-anak dapat tumbuh dengan sehat secara sosial dan emosional di era digital. Fokus kajian yang menitikberatkan pada dampak media sosial terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini, yang selama ini relatif kurang mendapatkan perhatian dalam literatur akademik. Sebagian besar studi terdahulu lebih banyak menyoroti dampak media sosial pada remaja dan dewasa muda, atau lebih terfokus pada aspek kognitif dan akademik
Ragam Bentuk Kenakalan Siswa Kelas Awal: Kajian Deskriptif
Tindakan edukatif merupakan tindakan seorang guru yang menjadi pendidik dan pengajar yang kemampuannya dapat memposisikan secara efektif dalam menjalankan hubungan interpersonal.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk kenalan siswa kelas awal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan cara reduksi, penyajian data hingga penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa bentuk kenakalan yang dilakukan anak usia 7 tahun di SD Negeri 7 Duruka Kabupaten Muna antara lain : kenakalan ringan yang terdiri 10 kenakalan yang salah satunya adalah menyontek jawaban teman dan datang terlambat ke sekolah. Kenakalan sedang yang terdiri dari 4 kenakalan yang salah satunya adalah menyimpan buku di sekolah. Kenakalan berupa penampilan yang terdiri dari 3 kenakalan yang salah satunya adalah memakai rok pendek dan tidak mengikat rambut ke sekolah
Pengaruh Project Based Learing Berbasis Loose Part “Fun Post” terhadap Kreativitas Anak Usia Dini
Tujuan artikel ini untuk mengetahui pengaruh penerapan project based learning berbasis media loose part “fun post” terhadap kreativitas anak usia dini. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif bentuk quasi eksperiment dengan jenis nonequavalen control design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 40 anak yaitu 20 anak dikelas B1 sebagai kelas kontrol, dan B2 berjumlah 20 anak kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk menilai kreativitas anak. Aspek yang dinilai yaitu fluency, flexibility, originality, elaboration. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa data pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan homogen. Secara keseluruhan terjadi peningkatan skor pada kedua kelas. Rata-rata skor hasil pretest dan posttest kelas eksperimen adalah 12,75 dan 26,55. Sementara rata-rata skor hasil pretest dan posttest kelas kontrol adalah 12,55 dan 21,60. Dengan selisih nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 13,8 dan kels kontrol adalah 9,05. Hasil hipotesis diketahui nilai sig.(2tailed) adalah 0,00 ‹ α (0.05) dapat disimpulkan bernilai signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh project based learning berbasis loose part “fun post” terhdapa kreativitas anak usia 5-6 tahun, hasil pengolaan data menggunakan bantuan dari SPSS 16 for windows