Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Manajemen Layanan Khusus untuk Mencegah Stunting di Taman Kanak-Kanak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Manajemen Layanan Khusus Untuk Mencegah Stunting di TK Dharma Wanita yang terletak di Desa Balung Lor Kecamatan Balung Kabupaten Jember. Berdasarkan hasil observasi di TK Dharma Wanita yang terletak di Desa Balung terdapat permasalahan berkaitan dengan asupan gizi anak belum terpenuhi karena salah satunya tidak mendapatkan cukup protein dari sumber makanan yang disebabkan oleh kebiasaan anak mengkonsumsi makanan instan seperti mie instan sebagai sarapan atau bekal sekolah. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, anak berisiko mengalami kurang gizi yang dapat menyebabkan stunting. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif studi kasus dengan metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dijalankan melalui model interaktif Miles dan Huberman yaitu dimulai dari tahap pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Guna memastikan bahwasanya data yang didapat sudah bisa dikatakan akurat atau sebaliknya, maka peneliti memeriksa validitas data dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan layanan khusus yang dapat mencegah stunting yaitu pemberian vitamin, pengukuran berat dan tinggi badan, serta pemberian makanan tambahan dengan bekerja sama dengan stakeholder terkait. Implikasi praktis dari penelitian ini diharapkan bisa membantu menurunkan angka stunting melalui manajemen layanan khusus
Pengembangan Media Pembelajaran Tebak Gambar untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini
Penelitian ini adalah penelitian R&D yang bertujuan (1) untuk mengetahui Gambaran kebutuhan pengembangan media pembelajaran tebak gambar untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini. (2) untuk mengetahui kepraktisan pengembangan media pembelajaran tebak gambar untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini. (3) untuk mengetahui keefektifan pengembangan media pembelajaran tebak gambar Desain penelitian ini menggunakan 4-D. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara,observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan (1) Gambaran kebutuhan pengembangan media pembelajaran tebak gambar untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini sangat dibutuhkan oleh guru hasil instrumen gambaran kebutuhan media terdapat 83,33 Responden 1 sedangkan responden 2 sebesar 91,66 dalam kategori valid . (2) Pengembangan media pembelajaran tebak gambar didesain untuk media tebak gambar dan buku panduan. Hasil instrumen buku panduan pada responden 1 terdapat 98,33 dan responden 2 sebesar 96,66 dalam kategori valid (3) keefektifan media pembelajaran tebak gambar diperoleh sangat efektif. Hasil keefektifan media tebak gambar terdapat 86,66 sedangkan responden 2 sebesar 96,66 kategori valid. Hasil instrumen observasi kegiatan anak pada responden 1 terdapat 95,00 dan responden 2 terdapat 93,33 kategori valid. Hasil instrumen angket respon guru pada responden 1 terdapat 93,33 sedangkan responden 2 sebesar 95,00
Analisis Kesulitan Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran Digital
Media pembelajaran digital merupakan sarana pembelajran yang memanfaatkan teknologi modern untuk menyampaikan materi pembelajaran secara interaktif dan memotivasi peserta didik sesuai dengan tuntutan era digital. Selain sebagai alat bantu, media pembelajaran digital dapat menciptakan suasana belajar yang menarik, interaktif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Namun, penerapannya dapat menimbukan tantangan, khususnya bagi guru yang berperan sebagai fasilitator pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi oleh guru SDN 170 Pekanbaru dalam penggunaan media pembelajaran digital serta upaya untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang yang terdiri dari 1 orang kepala sekolah dan 6 orang guru kelas rendah. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan guru berasal dari keterbatasan fasilitas, faktor usia, kurangnya kemampuan guru dalam teknologi, serta infrastruktur yang belum memadai. Upaya yang dilakukan meliputi pengadaan pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengelolaan sarana dan prasarana, serta dukungan dari pemerintah
Penggunaan Media Game Interaktif Berbasis Digital Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun
Media pembelajaranmerupakan salah satu cara untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan efektif. Seiring berkembangnya zaman, teknologi digital memberikan dampak yang signifikan pada bidang pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan media game interaktif digital guna memfasilitasi perkembangan bahasa pada anak usia dini. Fokus perkembangan bahasa yang diamati pada penelitian ini yaitu pada penggabungan kata untuk membentuk sebuah kalimat sederhana. Penelitian ini dilakukan di RA Al-Munawwarah Pamekasan. Pendekatan yang dipergunakan pada penelitian ini mempergunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti ialah penelitian lapangan (Field Research). Teknis analisis data yang dipergunakan yakni model Miles, Huberman, dan Saldana. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi, sedangkan sumber data diperoleh dari sebagian siswa dan guru pengajar kelompok B1. Temuan penelitian yang diperoleh mengindikasikan penggunaan media game interaktif berbasis digital terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun memberikan dampak positif bagi siswa dan pendidik khususnya kelompok B1. Dalam aspek semangat belajar, konsentrasi, motivasi, dan perkembangan bahasa keaksaraan siswa semakin meningkat. Implikasi dari penelitian ini yaitu memberikan wawasan keilmuan yang baru berupa literasi digital dalam mengajarkan penyusunan kata berbasis game
Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru PAUD
Manajemen strategi kepala sekolah yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru PAUD, termasuk dalam penyediaan fasilitas bermain dan alat bantu mengajar. Berdasarkan pengamatan awal, ditemukan kesenjangan fasilitas antara TK Negeri Pembina Kecamatan Jekan Raya dan TK Kristen Rajawali Sakti-3, yang diduga turut memengaruhi kinerja guru. Keterbatasan sarana prasarana dikhawatirkan menurunkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam penyampaian materi yang menarik, variatif, dan sesuai tahap perkembangan anak usia dini, sehingga berdampak pada pengalaman belajar serta perkembangan kognitif dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis strategi manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru PAUD di dua TK tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dianalisis menggunakan model Miles & Huberman melalui analisis data satu situs dan lintas situs. Hasilnya, di TK Negeri Pembina, strategi dilakukan secara sistematis, dengan dukungan dana BOP PAUD, supervisi terjadwal, dan pengembangan guru melalui pelatihan daring, luring, dan komunitas belajar. Sementara di TK Kristen Rajawali Sakti-3, strategi bersifat informal, fasilitas bergantung yayasan, evaluasi insidental, dan pengembangan diri belum terstruktur. Temuan menekankan pentingnya kepemimpinan transformasional dan situasional dalam mendukung peningkatan kinerja guru PAUD
Pemanfaatan Aplikasi D_Active Arcade untuk Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia Dini
Motorik kasar memiliki kontribusi besar dalam mendukung proses perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak usia dini. Namun, penggunaan teknologi yang lebih menekankan aspek kognitif menyebabkan aktivitas fisik anak sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas aplikasi D_Active Arcade dalam mengembangkan keterampilan motorik kasar anak usia dini melalui kegiatan berbasis teknologi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain post-test only control group. Sampel terdiri dari 13 anak TK Widya Bhakti, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=7) dan kontrol (n=6). Instrumen yang digunakan adalah Test of Gross Motor Development-Second Edition (TGMD-2), dan data dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, serta uji Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p = 0,002 (p < 0,05), di mana kelompok eksperimen memperoleh mean rank sebesar 10,00 dibandingkan 3,50 pada kelompok kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi media digital berbasis gerak efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak usia dini
Implementasi Position Point Field dalam Meningkatkan Marching Skills pada anak usia 5-6 tahun
Penelitian studi kasus ini mengangkat keunikan penggunaan Position Point Field dalam kegiatan marching anak usia dini di TKK Santa Clara Surabaya. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode Position Point Field dalam meningkatkan keterampilan marching pada anak. Usia 5-6 tahun. Lokasi penelitian dilaksanakan bertempat di TKK Santa Clara Surabaya, Jl Ngagel Madya no. 1. Position Point Field adalah lapangan yang dimodifikasi dengan titik-titik posisi untuk membantu anak memahami posisi berdiri dan menjaga kerapihan barisan. Metode ini menjadi ciri khas sekolah dan belum umum digunakan di tempat lain. Oleh sebab itu peneliti melakukan penelitan dengan 6 indikator sebagai indikator pengumpulan data yang berupa kekompakan, keseragaman, kerapihan, ketepatan, semangat dalam berbaris dan kecepatan berbaris. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data Cresswell. Penelitian kualitatif ini melibatkan 22 anak sebagai subjek dalam kurun waktu selama 21 hari, wawancara dengan 1 guru selaku informan dan dokumentasi berupa gambar yang diambil selama 21 hari penelitian. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan terhadap indikator kecepatan serta efisiensi waktu dari 6 menit menjadi sekitar 2 menit dalam kurun waktu 21 hari
Peran Guru terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Outdoor
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru terhadap perkembangan motoric anak usia dini dalam pembelajaran di outdoor. Metode penelitian ini adalah menggunakan kualitatif deskriptif. Adapun informan penelitian adalah guru TK Khalifah Kecil yang berjumlah lima orang meliputi guru TK kelas A (anak usia 4-5 tahun) berjumlah 3 orang dan guru TK kelas B (anak usia 5-6 tahun) berjumlah 2 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menguasai peran guru terhadap perkembangan motoric kasar anak usia dini dalam pembelajaran di outdoor. peran guru sangat penting dalam memaksimalkan perkembangan motorik kasar anak usia dini melalui pembelajaran outdoor di TK Khalifah Kecil Sunter Jakarta Utara. Guru berperan sebagai fasilitator yang menyiapkan alat dan bahan untuk kegiatan, pembimbing yang mengarahkan anak dalam setiap aktivitas, komunikator yang membangun hubungan baik dengan anak, motivator yang memberikan semangat dan apresiasi kepada anak, serta evaluator yang mengamati dan mengevaluasi perkembangan motorik kasar anak. Kegiatan outdoor.akan tetapi, proses ini tidak terlepas dari tantangan, seperti keterbatasan biaya, sarana prasarana yang kurang memadai, dan kondisi lingkungan yang kurang ideal
Analisis Kemampuan Bahasa pada Anak Tuna Rungu dengan Alat Bantu Dengar
Anak tuna rungu sering mengalami kesulitan dalam penguasaan bahasa, yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi mereka. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan bahasa pada anak tuna rungu yang menggunakan alat bantu dengar. Fokus utama dari penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana stimulasi dapat mempengaruhi kemampuan bahasa pada anak tuna rungu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada sekolah SLB Negeri Samarinda dan SLB Untung Tuah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan cara memilih anak anak tunarungu yang terdapat pada dua sekolah SLB tersebut, mengindetifikasi guru dari anak – anak tersebut untuk bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa anak-anak tunarungu yang menggunakan alat bantu dengar menunjukkan perkembangan bahasa dan keterampilan berbicara yang sangat baik dibandingkan dengan anak yang tidak menggunakan alat bantu dengar dan dengan alat bantu dengar dapat membantu perkembangan sosial serta metode pembelajaran yang tepat dapat mempengaruhi perkembangan bahasa mereka
Meningkatkan Kinerja Lembaga Pendidikan Islam Raudhatul Athfal Surabaya dengan Penerapan Metode 5M
Pendidikan adalah kebutuhan yang sangat penting bagi manusia, yang terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan pasar kerja. Konsep 5M (Man, Material, Method, Machine, Measurement) yang selama ini diterapkan di dunia industri manufaktur yang penerapannya untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas proses produksi dapat diadaptasi secara fungsional dalam lingkungan pendidikan guna memastikan seluruh komponen pembelajaran berjalan secara optimal untuk menarik pasar (wali murid). Dari tahun 2019-2024 siswa yang masuk pada Lembaga Pendidikan Islam Raudhatul Athfal mengalami peningkatan yang signifikan. Mulai tahun ajaran 2019/2020 didapatkan sebanyak 40 siswa dan pada tahun ajaran 2024/2025 didapatkan sebanyak 177 siswa. Yang menjadi unggulan lembaga ini adanya target capaian tahfidz yang ditentukan. Adanya lulusan tahfidz juz 30 yang menjadi daya tarik para wali murid. Dari tahun ajaran 2020/2021 lulusan tahfidz juz 30 sebanyak 3 siswa dan pada tahun ajara 2024/2025 lulusan tahfidz juz 30 sebanyak 8 siswa. Secara keseluruhan aspek penggunaan 5M (Man, Material, Method, Machine, Measurement) memberikan gambaran bahwa penerapan ini berjalan dengan maksimal