JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Not a member yet
    583 research outputs found

    Pengaruh Media Sosial Dan Anorexia Pada Wanita

    Get PDF
    Media sosial sering mengaburkan batas antara virtual dan kenyataan sehingga menciptakan ide-ide bahwa perempuan harus terlihat seperti gambar yang mereka tonton. Wanita terus-menerus diajari bahwa satu-satunya cara untuk sukses dalam hidup mereka adalah dengan terlihat seperti wanita yang mereka lihat di media sosial. Media sosial mungkin memiliki pengaruh kuat pada hubungan seseorang dengan makanan dan takut bertambahnya berat badan. Banyak orang di dunia media sosial memamerkan tubuh bugar mereka, pilihan makanan, dan  rezim olahraga.  Media  sosial mendorong individu untuk terciptanya gangguan makan demi mencapai 'citra tubuh yang sempurna'. Perkiraan saat ini menunjukkan bahwa hingga 1,6 juta wanita di Inggris antara usia 15 dan 30 menderita   anoreksia   nervosa.   Anak   perempuan   di bawah 15 tahun juga dapat terpengaruh dan tampaknya anoreksia nervosa menjadi masalah yang semakin meningkat pada remaja Beberapa wanita di atas 30 tahun. Anorexia Nervosa memiliki beberapa gejala primer seperti mempertahankan berat badan di atas berat badan minimal normal untuk usia dan tinggi badan, Ketakutan yang intens akan kenaikan berat badan atau menjadi gemuk. Meskipun sangat kurus terdapat penolakan bahwa mereka memilki berat badan renda

    Potensi Pare (Momordica charantia L) Sebagai Penurun Kadar Kolesterol Darah

    No full text
    Nowadays, daily food consumption is shifting towards food patterns that contain high cholesterol levels such as fast food, sea food, and others. Foods that contain saturated fatty acids play the most role in raising blood cholesterol levels. Excess cholesterol causes the deposition of cholesterol in the walls of blood vessels which causes narrowing and hardening of the arteries known as atherosclerosis which is the presence of plaque in blood vessels. The continued narrowing process causes the death of heart muscle tissue called myocardial infarction and if it expands it will cause heart failure. In men aged mid 40 years and over with high serum cholesterol levels (cholesterol> 240 mg / dL and LDL cholesterol> 160 mg / dL) the risk of coronary heart disease (CHD) will be greatly increased. In Indonesia, one of the cardiovascular diseases that continues to rank first is coronary heart disease. According to world statistics, there are 9.4 million deaths each year caused by cardiovascular disease and 45% of these deaths are caused by coronary heart disease. It is estimated that the number will increase to 23.3 million by 2030.. Efforts to prevent and treat cardiovascular disease can be done by consuming fruits such as Momordica charantia (bitter melon) antioxidant content contained in saponins, flavonoids, polyphenols, vitamins A, B, and C in bitter melon to prevent atherosclerosis by inhibiting LDL oxidation.Saat ini konsumsi bahan pangan sehari-hari yang bergeser ke arah pola makanan yang banyak mengandung kadar kolesterol yang tinggi seperti makanan cepat saji, sea food, dan lain-lain. Makanan yang mengandung asam lemak jenuh paling berperan dalam menaikkan kadar kolesterol darah. Kelebihan kolesterol menyebabkan pengendapan kolesterol pada dinding pembuluh darah yang menimbulkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang dikenal sebagai aterosklerosis yaitu adanya plak pada pembuluh darah. Proses penyempitan yang berlanjut menyebabkan matinya jaringan otot jantung yang disebut infark miokard dan apabila meluas akan menyebabkan gagal jantung. Pada laki-laki usia pertengahan 40 tahun ke atas dengan tingkat serum kolesterol yang tinggi (kolesterol > 240 mg/dL dan LDL kolesterol > 160 mg/dL) risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) akan sangat meningkat. Di Indonesia salah satu penyakit kardiovaskular yang terus menerus menempati urutan pertama adalah penyakit jantung koroner.  Menurut statistik dunia, ada 9,4 juta kematian setiap tahun yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler dan 45% kematian tersebut disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Diperkirakan angka tersebut akan meningkat hingga 23,3 juta pada tahun 2030. Upaya pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskular dapat dilakukan dengan konsumsi buahan seperi Momordica charantia (pare) Kandungan antioksidan yang terkandung dalam saponin, flavonoid, polifenol, vitamin A, B, dan C dalam pare mencegah aterosklerosis melalui penghambatan oksidasi LDL

    Pengaruh Aktivitas Fisik Sedang Terhadap Nilai Mean Arterial Pressure (Map) Pada Mahasiswa Obesitas Grade II

    Get PDF
    Obesity is a health problem that continues to increase every year and triggers double burden nutrition problems. The prevalence of obesity in Indonesia in 2013 reached 32.9% and 19.7% for women and men. Subjects with hypertension who have moderate-intensity physical activity show a significant decrease in blood pressure and Mean Arterial Pressure (MAP). This study aims to determine the effect of moderate-intensity physical activity on MAP in grade II obese college students.   This research is a paired comparative analytic study with a quasi-experimental design. The method used was pretest-posttest design without a control group. The statistical analysis used was paired t-test and independent t-test. This research was conducted in November 2019 by giving a 30 minutes brisk walking to the respondent's Respondents were grouped into a group of grade II obesity and normal BMI. The results showed the mean pre-test and post-test MAP in the obesity group were 101.3 and 102.3 mmHg and the mean pre-test and post-test MAP in the normal IMT group were 91.3 and 89.1 mmHg. Based on the results of statistical tests, doing once the moderate-intensity physical activity has no significant effect on changes of MAP in obese college students with a p-value of 0.557. cell damage and increasing insulin sensitivity and helping the action of liver regulating enzymes.Obesitas merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat setiap tahunnya dan memicu masalah nutrisi double burden. Prevalensi obesitas di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 32, 9 % dan 19, 7 % untuk perempuan dan laki-laki.  Subyek hipertensi yang melakukan aktivitas fisik intensitas sedang memiliki penurunan yang bermakna padatekanan darah dan Mean Arterial Pressure (MAP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara aktivitas fisik intensitas sedang terhadap nilai MAP pada mahasiswa obesitas grade II. Penelitian ini bersifat analitik komparatif berpasangan dengan pendekatan quasi ksperimental. Metode pengambilan data menggunakan pengukuran pretest–posttest design tanpa kelompok kontrol. Analisis statistik yang digunakan ialah paired t test dan independent t test. Penelitian dilakukan pada November 2019 dengan memberikan intervensi aktivitas fisik jalan cepat selama 30 menit sebanyak satu kali dengan total responden berjumlah 16 orang. Responden dikelompokkan menjadi kelompok obesitas grade II dan kelompok IMT normal. Hasil menunjukkan  rerata  MAP  pretest  dan  posttest  kelompok obesitas sebesar 101,3 dan 102, 3 mmHg dengan rerata MAP pretest dan posttest pembanding pada kelompok IMT normal sebesar 91,3 dan 89,1 mmHg. Berdasarkan hasil uji statistik, aktivitas fisik intensitas sedang memiliki pengaruh tidak bermakna terhadap perubahan nilai MAP pada pria obesitas setelah melakukan satu kali aktivitas fisik intensitas sedang dengan nilai p 0, 557

    Peran Jintan Hitam (Nigella sativa) Sebagai Pengobatan Diabetes Mellitus

    Get PDF
    Abstract Diabetes mellitus is a disease characterized by an increase in glucose in the bloodand occurs when the pancreas does not produce insulin or when the body cannot effectivelyuse insulin. The results of Indonesia Basic Health Research in 2018, showed the prevalence ofDM in Indonesia has increased. This is caused by unchanging risk factors such as sex, age, andgenetic factors, the second is risk factors that can be changed such as smoking habits,education level, physical activity, alcohol consumption, body mass index. Management of ituses the four pillars such as educational management, lifestyle modification, exercise and theuse of anti-diabetes drugs. However, herbal medicine is currently being developed to helpovercome this degenerative disease in order to reduce the prevalence with using black cumin. Black cumin is a plant that is high in fiber with a low glycemic index and contains highnutritional value. Black cumin can be processed into powder, extract or oil. Antidiabeticmechanisms of cumin seeds through the protective effect of beta cells on oxidative stress,induction of cell-â proliferation, reducing MDA levels in pancreatic tissue, decreasingplasma levels of the hormone leptin, increasing Glut-4 expression and decreasinggluconeogenesis in the liver.Abstrak. Diabetes Melitus adalah suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan glukosa dalam darah dan terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin. Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018, menunjukan prevalensi DM di Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh faktor risiko yang tidak dapat berubah misalnya jenis kelamin, umur, dan faktor genetik yang kedua adalah faktor risiko yang dapat diubah misalnya kebiasaan merokok tingkat pendidikan, pekerjaan, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, Indeks Masa Tubuh. Penatalaksanaan yang diterapkan saat ini dengan menggunakan empat pilar tatalaksana edukasi, modifikasi gaya hidup, olahraga dan penggunaan obat anti diabetes. Namun, saat ini sedang dikembangkan pengobatan herbal untuk membantu mengatasi penyakit degeneratif ini agar dapat menurunkan prevalensi yang terjadi dengan menggunakan jintan hitam atau Nigella Sativa. Jintan hitam adalah tumbuhan yang tinggi serat dengan indeks glikemik yang rendah dan mengandung nilai gizi yang tinggi diantaranya monosakarida, rhamnose, xilosa, arabinose, dan polisakarida non-pati. Jintan hitam dapat diolah menjadi serbuk, ekstrak atau minyak. Mekanisme antidiabetik biji jintan melalui efek protektif sel beta terhadap stres oksidatif, induksi proliferasi sel-â, menurunkan kadar MDA di jaringan pankreas, penurunan kadar plasma hormon leptin, meningkatkan ekspresi Glut-4 dan penurunan glukoneogenesis di hati. &nbsp

    Implementasi Kebijakan Diskresi Pada Pelayanan Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS)

    Get PDF
    Bureaucratic discretion in regional government as an effort to publish public service effectiveness in a state of urgency, which is a situation that emerges suddenly concerning the public interest that must be resolved quickly, where to resolve the issue, laws and regulations have not yet regulated it. Constraints In bureaucratic discretion in local government as one of the efforts in the effectiveness of public services is the insufficient cost due to excessive demand from the bureaucratic discretion program, policy participants who swell are not in accordance with the established plans, for example, participants who are not categorized as poor but ask to be classified as poor families and administrative services are not smooth because the bureaucratic discretion policy is more a spontaneous program from the local government. The ideal discretion model to overcome the problem of delegation of authority that occurs during diving This is to provide additional competency training in medical action to nurses with the aim that nurses are able to provide limited medical treatment services in accordance with the duties and authorities listed in the Nursing Act. In the development of public administration so many dynamics arise, starting from the role of separate public administration at all with the political world. The next understanding that then emerged was that administration was part of politics. The paradigm that arises is "when political ends administration begins". These understandings later led to many opinions both from scientists and practitioners to re-explore the essence of the science of public administration. Regional governments need to take legal action of discretion (freies ermessen) for those in remote or rural areas. The discretion is all activities that involve the process of policy making or decision making or action on its own initiative, not fixed on the provisions of the rules or laws with a variety of mature, contextual and accountable considerationsDiskresi birokrasi dalam pemerintahan daerah sebagai salah satu upaya efektivitas pelayanan publik diterbitkannya dalam keadaan mendesak yaitu suatu keadaan yang muncul secara tiba-tiba menyangkut kepentingan umum yang harus diselesaikan dengan cepat, dimana untuk menyelesaikan persoalan tersebut, peraturan perundang-undangan belum mengaturnya.Kendala-kendala di dalam diskresi birokrasi dalam pemerintahan daerah sebagai salah satu upaya efektivitas pelayanan publik adalah biaya yang tidak mencukupi akibat permintaan yang berlebihan dari program diskresi birokrasi, peserta kebijakan yang membengkak tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan misalnya peserta yang sebenarnya tidak dikategorikan miskin tetapi meminta diklasifikasikan sebagai keluarga miskin dan pelayanan administratif yang tidak lancar karena kebijakan diskresi birokrasi lebih merupakan program spontanitas dari pemerintah daerah.Model diskresi yang ideal untuk mengatasi masalah pelimpahan wewenang yang terjadi selama ini adalah memberikan pelatihan kompetensi tambahan tindakan medik kepada perawat dengan tujuan perawat mampu memberikan pelayanan tindakan medik terbatas sesuai dengan tugas dan wewenang yang tercantum dalam UU Keperawatan.Dalam perkembangan ilmu adminsitrasi publik begitu banyak dinamika yang timbul, mulai dari peran dari administrasi publik yang terpisah sama sekali dengan dunia politik. Pemahaman selanjutnya yang kemudian muncul bahwa adminsitrasi itu adalah bagian dari politik. Paradigma yang muncul adalah “when politic ends administration beginsâ€. Pemahaman-pemahaman inilah yang kemudian memunculkan banyak pendapat baik dari kalangan ilmuwan ataupun praktisi untuk menggali kembali esensi dari ilmu administrasi publik.Pemerintah Daerah perlu melakukan tindakan hukum diskresi (freies ermessen) untuk yang berada di daerah terpencil ataupun di pedesaan. Diskresi tersebut merupakan segala aktifitas yang melibatkan proses pembuat kebijakan maupun pengambilan kepututusan atau tindakan atas inisiatif sendiri, tidak terpaku pada ketentuan aturan atau undang-undang dengan berbagai pertimbangan yang matang, konstektual dan dapat dipertanggungjawabka

    Efektivitas Flip Chart Dan Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SD Negeri Katangka tentang Karies gigi

    Get PDF
    Dental caries is a pathological process in the form of a process  of damage  that is limited  to the hard tissue of the teeth that starts from the enamel  and continues to the dentine. Primary children are the group most vulnerable to dental caries. One way to change behavior is to intervene in the way of providing information to improve the knowledge of elementary school  students.  Giving  information  to students  will  be  more  effective  and  optimal  when  using media or tools. Flipcharts  and audiovisual  media. Purpose: the purpose of this study is to know the comparison  of the effectiveness  of flipcharts and audiovisual media to increase the knowledge of students in the field of dental caries. methods: this research method is a quasi experiment with a non-equivalent control group design with previous and subsequent testing. Conclusion: the results of this study indicate that the provision of information on dental  caries using flip chart media p = 0, .001 (p <0.005) and audiovisual media p = 0.004 (p <0.005). The results of the statistical test averaged the difference in the information  on dental caries using  the  flipchart   15.25  media  while  using  audiovisual media that was 17.75.Karies gigi  adalah suatu proses patologis berupa proses kerusakan yang terbatas pada jaringan keras gigi yang dimulai dari email terus ke dentin. Kelompok yang paling rentan terkena karies gigi adalah anak sekolah dasar. salah satu cara merubah perilaku yaitu dengan melakukan intervensi berupa pemberian informasi untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar. pemberian informasi pada siswa akan lebih efektif dan optimal bila menggunakan media atau alat bantu. media flip chart dan media audiovisual. Tujuan : tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan efektivitas flip chart dan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan siswa Sd Negeri katangka tentang karies gigi. Metode:  metode penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group design with pretest and post-test.  Hasil: hasil peneltian ini menunjukkan bahwa pemberian informasi tentang karies gigi menggunakan media  flip chart p= 0,.001 (p<0,005)  dan media audiovisual   p=0,004 (p<0,005). Hasil uji statistik rerata nilai selisih  pemberian informasi tentang karies gigi dengan menggunakan media flip chart 15,25 sedangkan menggunakan media audiovisual yaitu 17,75. &nbsp

    PELATIHAN MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA KELAS XI SMK BAZNAS SULSEL DALAM MELAKUKAN BANTUAN HIDUP DASAR

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of basic life support training on improving the skills of students of class XI Vocational High School Baznas Sulsel. This study uses a quantitative approach to the type of quasi-experimental research and research design pre and post test control group design. In this design the researcher intervened in two groups. The first group as the treatment group and the second group as the control group. The population in this study were all students of Vocational School Baznas Sulsel class XI, amounting to 42 people consisting of 21 intervention groups and 21 control groups. The test used by the Wilcoxon Test is to determine differences in skills before and after in the two groups. The results showed that there was an influence of basic life support training on the skills of Grade XI Students in the Vocational School of Baznas, South Sulawesi, with a value of α = 0.001 (<0.05). There is an effect of providing guidance on basic life assistance to the skills of Class XI Students in the Vocational School of Baznas South Sulawesi with a value of α = 0.008 (<0.05). There is a difference in skills between students who were given training and those who were not given basic life support for Class XI Students at the Vocational High School Baznas South Sulawesi with a value α = 0.015 (<0.05). The conclusion in this study is that there are differences in skills between students who are given training and those who are not given basic life support for Class XI Students at the Vocational High School Baznas South Sulawesi. It is expected that the manager of the Baznas Vocational High School in South Sulawesi needs to plan basic life support training, provide equipment / pantom pulmonary resuscitation, procedural basic video support and life support to improve the knowledge and skills of students and nurses in the Makassar city community need to conduct assistance training programs basic life for vocational high schoolPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar terhadap peningkatan keterampilan siswa kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan Baznas Sulsel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan desain penelitian pre and post test control group design. Pada desain ini peneliti  melakukan intervensi pada dua kelompok. Kelompok pertama sebagai kelompok perlakuan dan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Baznas Sulsel kelas XI yang berjumlah 42 orang yang terdiri dari 21 orang kelompok intervensi dan 21 kelompok kontrol. Uji yang digunakan Wilcoxon Test adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan sebelum dan sesudah pada kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar terhadap keterampilan Siswa Kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Baznas Sulawesi Selatan dengan nilai α=0,001 (<0,05). Ada pengaruh pemberian panduan tentang bantuan hidup dasar terhadap keterampilan Siswa Kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Baznas Sulawesi Selatan dengan nilai α= 0,008 (<0,05). Ada perbedaan keterampilan antara siswa yang diberikan pelatihan dan yang tidak diberikan bantuan hidup dasar Siswa Kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Baznas Sulawesi Selatan dengan nilai α=0,015 (<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan keterampilan antara siswa yang diberikan pelatihan dan yang tidak diberikan bantuan hidup dasar Siswa Kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Baznas Sulawesi Selatan. Diharapkan pihak pengelola Sekolah Menengah Kejuruan Baznas Sulawesi Selatan perlu melakukan perencanaan pelatihan bantuan hidup dasar secara ruti, menyediakan alat/pantom resusitasi jantung paru, panduan maupun video prosedural basic life support untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dan perawat komunitas kota Makassar perlu melakukan program pelatihan bantuan hidup dasar untuk sekolah menengah kejurua

    Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 3-6 Tahun

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the picture of the growth and development of children aged 3-6 years in Pertiwi Metro City PAUD. This research method is descriptive, with a sample of 120 people, from playgroups, TK A and TK B PAUD Pertiwi Metro City. The sampling technique used is randomization. Results showed that almost all children had good nutritional status, which was 95%, 96.66% of children had normal head circumference, almost all (96.23%) child development was appropriate, 98.73% of children had normal vision, 97, 5% of children have normal hearing power. Nearly all (94.17%) of children have normal emotional behavior problems, and 95.83% of children do not experience the possibility of impaired concentration and hyperactivity. Conclusions looking at the results of this study are suggested that educational institutions work together with puskesmas, to detect early deviations of child development in a continuous, continuous manner, and are expected to be a reference for other schools in the school health business program (UKS) because PAUD Pertiwi Metro City has become national level UKS champion.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pertumbuhan dan perkembangan anak usia 3-6 tahun di PAUD Pertiwi Kota Metro. Metode penelitian ini adalah deskriptif, dengan sampel sebanyak 120 orang, dari kelompok bermain, TK A dan TK B PAUD Pertiwi Kota Metro. Teknik sampling yang digunakan adalah randomisasi. Hasil penelitian menunjukkan hampir semua anak mempunyai status gizi baik, yaitu sebesar 95%, 96,66% anak memiliki lingkar kepala normal, hampir seluruhnya (96,23%) perkembangan anak adalah sesuai, 98,73% anak memiliki daya lihat normal, 97,5% anak memiliki daya dengar normal. Hampir seluruhnya (94, 17%) anak mempunyai masalah perilaku emosional normal, dan 95, 83% anak tidak mengalami kemungkinan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas. Kesimpulan melihat hasil penelitian ini disarankan agar institusi pendidikan bekerja sama dengan puskesmas, untuk melakukan deteksi dini penyimpangan perkembangan anak secara kontinyu, berkesinambungan, dan diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam program usaha kesehatan sekolah (UKS), karena PAUD Pertiwi Kota Metro sudah menjadi juara UKS tingkat nasional

    Potensi Antioksidan Buah Pare (Momordica Charanti L) Terhadap Dislipidemia

    No full text
    Dyslipidemia is a body’s lipid fraction abnormalities caused by the poor food intake or bad dietary habit o consuming high lipid and low fiber. Coronary Heart Disease (CHD) as the most ailment that kills people these last few years is mostly caused by dyslipidemia. Medicine intakes as the main treatment of dyslipidemia caused a lot of side effects. Bitter melon fruit (Momordica Charanti L) which contains so many high antioxidants can be the alternative option to minimize these side effects. Flavonoid, saponin, vitamin C, and vitamin D, the natural compound of antioxidants in bitter melon fruit (Momordica Charanti L) proved by most national and international articles, have the mechanism of affecting the lipid fraction. These antioxidants intensify the HDL (High-density lipoprotein) and reduce the LDL (Low-density lipoprotein), triglycerides, and total cholesterol level that normalize the body’s lipid fraction abnormalities.Dislipidemia merupakan kelainan fraksi lipid, yang terjadi akibat asupan makanan atau pola makan yang tidak baik, dengan mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak. Dislipidemia menyebabkan terjadinya penyakit yang merupakan penyakit penyebab utama kematiam di dunia yaitu penyakit jantung koroner (PJK). Menghindari efek negatif penggunakan obat-obatan untuk penyembuhan dIslipidemia, maka digunakan senyawa antioksidan yang terdapat pada buah pare (Momordica Charanti L), untuk mencari alternatif pengobatan dislipidemia dengan efek negatif minimal. Di dalam buah pare (Momordica Charanti L) mengandung senyawa flavonoid, saponin, vitamin C, vitamin B sebagai senyawa yang bersifat antioksidan alami, yang diduga melalui artikel-artikel baik nasional maupun intrnasional, mempunya efek untuk mempengaruhi fraksi lipid yang dislipidemia akibat diet atau pola makan yang salah, atau karna genetik. Fraksi lipid dipengaruhi oleh antioksidan buah pare (Momordica Charanti L) dengan meningkatkan kadar HDL (high-density lipoprotein), serta menurunkan kadar LDL (low-density lipoprotein), kadar trigliserida, dan kadar kolesterol total, sehingga kembali dalam keadaan stabil atau normal. Menggunakan metode studi literature dari berbagai jurnal nasional maupun intrenasional, untuk diringkas guna menambahkan wawasan tentang topik pembahasan pada tulisan ini

    Patient Empowerment Dan Self-Management Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2

    Get PDF
    Diabetes mellitus is a metabolic disease were hyperglycemia happens. This is caused by abnormality of insulin production or the distribution. Diabetes mellitus prevalention has increased till now all over the world including in Indonesia. Depends on Basic Health Research (RISKESDAS), prevalention of diabetes mellitus at 2018 increased 2,6% compared to 2013 and reach 14 millions of life. Diabetes mellitus is not only health problems, it also about behaviour and lifestyle. Diabetes mellitus could happens due to unhealthy behaviour and lifesytle. Therefore diabetes mellitus patient be required some approach were able to change patient behaviour and lifestyle. Patient empowerment and self-management is an approach that could change patient behaviour and lifestyle.Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme dimana terjadi hiperglikemia. Hal ini disebabkan oleh abnormalitas pada produksi insulin atau pada pendistribusiannya. Prevalensi diabetes melitus hingga saat ini terus meningkat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Menurut hasil Riset kesehatan Dasar (Riskesdas), diperoleh bahwa prevalensi diabetes melitus pada Riskesdas 2018 meningkat 2,6% dibandingkan tahun 2013 dan mencapai angka 14 juta jiwa. Diabetes melitus bukanlah hanya masalah kesehatan, namun juga masalah perilaku dan gaya hidup. Diabetes melitus dapat terjadi karena perilaku dan gaya hidup yang tidak sehat. Maka dari itu dibutuhkan pendekatan yang dapat mengubah perilaku dan gaya hidup pasien diabetes melitus. Patient empowerment dan self-management merupakan proses pendekatan yang dapat memperbaiki perilaku dan gaya hidup pasien

    435

    full texts

    583

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇