JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Not a member yet
    583 research outputs found

    Apoptosis sel hepatosis sebagai akibat dari metabolisme alkohol

    No full text
    Alcohol, or what is called ethanol, is a psychoactive substance that can cause dependence. The prevalence of disorders due to alcohol use is 0.8% and the prevalence of alcohol dependence is 0.7% in men and women. In Lampung province, the percentage of alcohol use is quite high at 3.6% in Tanggamus district and 2% in South Lampung district. Alcohol can damage organs through the process of metabolism. The liver is an organ that has a large impact on the effects of alcohol, because alcohol metabolism occurs in the liver. One of its effects on the liver is apoptosis of hepatocyte cells in which hepatocyte cells are a functional unit of the liver. The main pathway for alcohol metabolism involves alcohol dehydrogenase (ADH), an enzyme that catalyzes the change of alcohol into acetaldehyde which is a reactive and highly toxic product. The microsomal enzyme oxidizing (MEOS) pathway involves the cytochrome P450 enzyme which can cause activation of reactive oxygen species (ROS) so that it causes oxidative stress, and cytokine release, such as tumor necrosis factor (TNF-α), which plays a role in necrosis and inflammation of the liver. Apoptosis of hepatocyte cells occurs because of a complex process of ethanol metabolism. The occurrence of apoptosis of hepatocyte cells is to eliminate hepatocyte cells that have been damaged by excessive alcohol consumption into the body.Alkohol atau yang disebut dengan etanol, merupakan zat psikoaktif yang bisa menyebabkan ketergantungan. Prevalensi gangguan karena penggunaan alkohol adalah 0,8% dan prevalensi ketergantungan alkohol adalah 0,7% pada pria maupun wanita. Di provinsi Lampung, presentase penggunaan alkohol cukup tinggi yaitu 3,6% pada kabupaten Tanggamus dan 2% pada kabupaten Lampung Selatan. Alkohol dapat merusakan organ tubuh melalui proses metabolismenya. Hepar adalah organ yang memiliki dampak besar terhadap efek dari alkohol, karena metabolisme alkohol terjadi di hepar. Salah satu dampaknya terhadap organ hepar adalah terjadinya apoptosis sel hepatosit dimana sel hepatosit merupakan unit fungsional dari organ hepar. Jalur utama metabolisme alkohol melibatkan alkohol dehydrogenase (ADH), merupakan enzim yang mengatalis perubahan alkohol menjadi asetaldehid yang merupakan produk reaktif dan sangat beracun. Jalur microsomal enzyme oxidizing (MEOS) melibatkan enzim sitokrom P450 yang dapat menyebabkan terjadinya aktivasi dari reactive oxygen species (ROS) seingga menyebabkan terjadinya stress oksidatif, dan pelepasn cytokine seperti, tumor necrosis factor (TNF-α) yang berperan terhadap nekrosis dan inflamasi hati. Apoptosis sel hepatosit terjadi karena proses metabolism etanol yang kompleks. Terjadinya apoptosis sel hepatosit ini adalah untuk mengeliminasi sel-sel hepatosit yang telah rusak oleh karena konsumsi alkohol yang berlebihan masuk kedalam tubuh

    Rasio Neutrofil Limfosit Sebagai Prediktor Tingkat Keparahan Stroke Iskemik

    Get PDF
    Among the several types of strokes, ischemic stroke has the highest incidence of about 80% to 85% and is characterized by a disruption in blood flow in the brain. There are many inflammatory markers identified as possible predictors of prognosis in ischemic stroke. Compared to other inflammatory markers, leukocyte counts are the most widely used and simplest. Neutrophils and lymphocytes are the main components in leukocytes. The neutrophil lymphocyte ratio has been proposed as an easy parameter to assess a person's inflammatory status. The neutrophil lymphocyte ratio can reflect an imbalance between overactive inflammation and protective reagulation and has advantages over using neutrophils or lymphocytes alone. The neutrophil lymphocyte ratio is easy to obtain, noninvasive, and one of the inexpensive markers of inflammation, and can be used routinely to indicate the status of systematic inflammation in clinical work.Diantara beberapa jenis stroke, stroke iskemik memiliki angka kejadian tertinggi yakni kira-kira 80% sampai 85%dan ditandai dengan adanya gangguan pada aliran darah di otak. Terdapat banyak penanda inflamasi yang teridentifikasi sebagai prediktor prognosis yang mungkin pada penyakit stroke iskemik. Dibandingkan dengan penanda inflamasi lainnya, jumlah leukosit paling banyak digunakan dan sederhana. Neutrofil dan limfosit merupakan komponen utama pada leukosit. Rasio neutrofil limfosit telah diajukan sebagai parameter yang mudah untuk menilai status inflamasi seseorang. Rasio neutrofil limfosit dapat mencerminkan ketidakseimbangan antara peradangan yang terlalu aktif dan reagulasi perlindungan serta memiliki keunggulan dibandingkan menggunakan neutrofil atau limfosit saja. Rasio neutrofil limfosit mudah didapat, noninvasif, dan salah satu penanda inflamasi yang murah, serta bisa digunakan secara rutin untuk menunjukkan status inflamasi sistematis dalam pekerjaan klinis

    Efek Konsumsi Alkohol dan Merokok Pada Wanita Hamil

    Get PDF
    Active or passive use of alcohol and cigarettes can cause negative effects on the human body. Alcohol is one if a teratogenic substance than can cause an interference with pregnancy. Alcohol can criss the placenta barrier and it is know that alcohol metabolism in the fetus is twice slower than the mother. The use of cigarettes both active and passively in pregnant women can increase levels of carbon monoxide and nicotine in the blood of the mother and fetus. Increased levels of carbon monoxide will cause a decrease in oxygen levels delivered to the placenta, an increase in nicotine is know to cause distruption of brain growth that will produce cognitive, emotional, and behavioral problem in children. The effects of exposure to cigarettes anda alcohol are known to be one of the factors of spontaneous abortion, orofacial clefts, premature birth, anal atresia, low birth weight, growth retardation, placental abruption, stillbirth, and sudden infant death syndrome (SIDS).Penggunaan alkohol dan rokok secara aktif ataupun pasif dapat menyebabkan efek negatif pada tubuh manusia. Alkohol merupakan salah satu zat teratogen yang dapat  menyebabkan gangguan pada kehamilan. Alkohol dapat melintasi plasenta barrier/penghalang plasenta dan diketahui bahwa metabolisme alkohol pada janin dua kali lebih lambat dibanding pada ibu. Penggunaan rokok pada baik secara aktif maupun pasif pada wanita hamil dapat meningkatkan kadar karbon monoksida dan nikotin dalam darah ibu dan janin. Peningkatan kadar karbon monoksida akan menyebabkan penurunan dari kadar oksigen yang diantarkan ke plasenta, peningkatan nikotin diketahui dapat menybabkan gangguan pertumbuhan otak yang akan menghasilkan masalah kognitif, emosional dan perilaku pada anak. Efek paparan rokok dan alkohol diketahui merupakan salah satu faktor dari terjadinya aborsi spontan, celah orofasial, kelahiran premature, atresia anal, berat badan lahir rendah, hambatan pada pertumbuhan, abrupsio plasenta, stillbirth, dan sudden death infant syndrome (SDIS

    Potensi Cengkeh (Syzigium Aromaticum) sebagai Antibakteri Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA)

    Get PDF
    The threat of disease from bacterial strains that are pathogenic and resistant to antibiotics has increased in recent years. One of the bacteria that has experienced resistance is Staphyloccoccus aureus. Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is a strain of Staphylococcus aureus bacteria that resistants to the antibiotic methicillin. At present, vancomycin as the antibiotic of choice for the treatment of MRSA infections is reported to have decreased effectiveness. Many attempts have been made to develop alternative antibiotics. Clove (Syzygium aromaticum) is one of the native plants of Indonesia which has many benefits, including antibacterial. Eugenol, tannins, saponins, flavonoids, and alkaloids are the active components contained in cloves in inhibiting Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) in vitro.Ancaman penyakit dari strain bakteri yang patogen dan resisten terhadap antibiotik telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Salah satu bakteri yang telah mengalami resistensi diantaranya adalah Staphyloccoccus aureus Methicillin Resistant  Staphylococcus  aureus (MRSA) merupakan strain bakteri Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik methicillin. Saat ini, vankomisin yang merupakan antibiotik pilihan untuk pengobatan infeksi MRSA dilaporkan telah mengalami penurunan efektivitas. Telah banyak upaya dilakukan untuk mengembangkan alternatif antibiotik. Cengkeh Syzigium aromaticum merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai antibakteri. Senyawa eugenol, tanin, saponin, flavonoid, dan alkaloid pada cengkeh berperan aktif dalam menghambat bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) secara in vitr

    Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM Dengan Diare Pada Balita

    Get PDF
    The incidence of diarrhea is a health problem that is found in many parts of the world. The United Nations Children's Fund (UNICEF) states that one in ten children worldwide dies from diarrhea in 2015. Diarrhea in children under five is caused by two main factors namely behavioral factors such as non-exclusive breastfeeding and environmental factors such as poor sanitation and personal hygiene Community Based Total Sanitation (STBM) has five pillars, namely open defecation, washing hands with soap, managing drinking water, and household food, securing household waste, and securing household liquid waste. The implementation of the five pillars (STBM) will facilitate efforts to improve access to improved community sanitation so that in the long run it can reduce morbidity and mortality due to poor sanitationKejadian diare merupakan suatu permasalahan kesehatan yang banyak sekali ditemukan di dunia. United Nations Children’s Fund (UNICEF) menyatakan bahwa satu dari sepuluh anak di dunia meninggal akibat diare pada tahun 2015. Diare pada anak balita diakibatkan oleh dua faktor utama yaitu faktor perilaku seperti pemberian ASI tidak eksklusif dan faktor lingkungan seperti sanitasi dan personal hygiene yang tidak baik. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) memiliki lima pilar yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, dan pengamanan limbah cair rumah tangga. Pelaksanaan kelima pilar (STBM) akan mempermudah upaya meningkatkan akses sanitasi masyarakat yang lebih baik sehingga dalam jangka panjang  dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh sanitasi yang kurang bai

    Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting pada Anak

    Get PDF
    Low Birth Weigth (LBW) is defined as a birth weight of a newborn infant less than 2.500 grams. In addition of being one of the main cause of death on neonatal, infants with LBW are at risk of morbidity and mortality, chronic disease, and stunted growth and development. Based on epidemiological study, infants with LBW have a higher risk of stunting than newborn infants with normal weight. Stunting is a problem of malnutrition that become a concern in the world, especially in developing country like Indonesia. Stunting can cause decreased intelligence, stunted growth and development, decreased body endurance, and low productivity. The long term effects of stunting are decreased cognitive development, learning ability, and productivity. There are several factors besides LBW that can cause stunting, including parental education, low family income, number of family members, and parent’s profession.Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan berat badan bayi lahir yang kurang dari 2.500 gram. Selain menjadi salah satu penyebab utama kematian pada masa neonatal, bayi dengan BBLR memiliki risiko morbiditas dan mortalitas, penyakit kronis, dan tumbuh kembang yang terhambat. Berdasarkan studi epidemiologi, bayi dengan BBLR memiliki risiko terjadinya stunting daripada bayi yang lahir dengan berat badan normal. Stunting merupakan permasalah kekurangan gizi pada balita yang menjadi perhatian di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Dampak yang dapat timbul dari stunting yaitu kecerdasan berkurang, pertumbuhan lambat, perkembangan terhambat, daya tahan tubuh menurun dan produktivitas yang rendah. Efek jangka panjang terjadi pada perkembangan kognitif, kemampuan belajar dan produktivitas saat dewasa. Selain BBLR, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan stunting antara lain pendidikan orang tua yang kurang, pendapatan keluarga rendah, banyaknya anggota keluarga dan status pekerjaan orangtua

    Efek Antihiperglikemi Kacang Panjang (Vigna Unguiculata)

    Get PDF
    Diabetes is a chronic disease that occurs when the pancreas cannot produce enough insulin, or when the body cannot use insulin that is produced effectively. Diabetes cannot be cured but can be controlled by using drugs. Because the number of diabetics in Indonesia is quite high, alternative treatments are needed for diabetics. Long beans can be used as anti-hyperglycemia because they contain high fiber, flavonoids, saponins and flavonols. Where flavonoids are anti-oxidants that can reduce free radicals in pancreatic β cells by capturing free radicals that exist in cells. So long beans can be used as herbal ingredients that can reduce blood glucose levels in diabeticsDiabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup, atau ketika tubuh tidak bisa menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Diabetes tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontol dengan menggunakan obat-obatan. Karena angka penderita diabetes di Indonesia cukup tinggi, dibutuhkan pengobatan alternative bagi penderita diabetesKacang panjang dapat digunakan sebagai anti hiperglikemi karena mengandung serat yang tinggi, flavonoid, saponin dan flavonol. Dimana flavonoid merupakan anti oksidan yang dapat menurunkan radikal bebas dalam sel β pankreas dengan cara menangkap radikal bebas yang ada pada sel. Sehingga kacang panjang dapat digunakan sebagai bahan herbal yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabete

    PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI KEGEL EXERCISE DAN BRIDGING EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN FREKUENSI INKONTINENSIA URIN PADA LANJUT USIA DI YAYASAN BATARA HATI MULIA GOWA

    Get PDF
    Elderly is the stage of life process that characterized by decreasing in the body ability, so that there are many changes in anatomical and physiological, including changes in neurology, musculoskeletal, and bladder. It has an impact on weakness of pelvic muscles that cause urinary incontinence due to urethral sphincter muscle inadequate as an effort to prevent urine leakage. The treatment is performed by giving direct pelvic floor muscle support and the overall core muscle through exercises.The aim of this study is to determine the combination effect of kegel exercise and bridging excerise on changes in urinary incontinence in the elderly. This study is a pre-experimental design, with one group pretest-posttest design approach. The population is all the elderly at Batara Hati Mulia Foundation, Gowa and takes 13 people from purposive sampling technique.The Data was collected by taking primary data through interviews and based on ordinal scale frequency of urinary incontinence. This study was performed for 6 weeks by 18 exercise sessions. A paired T test is performed as statistical test and the results of pre-test and post-test analysis increased the frequency of urinary incontinence with value of p ;0,000. It shows that the combination of kegel exercise and bridging exercise has an effect on changes in frequency of urinary incontinence in the elderly.  Lansia merupakan suatu tahap lanjut dari proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan  kemampuan tubuh. Sehingga banyak terjadi perubahan pada anatomis dan fisologis tubuh lansia diantaranya perubahan neurologi, musculoskeletal dan kandung kemih. Hal ini berdampak pada kelemahan otot pelvic floor yang menyebabkan terjadinya inkontinensia urin karena tidak adekuatnya otot sfingter uretra dalam mencegah kebocoran urin. Penangan inkontinensia urin ini dilakukan dengan memberikan latihan melalui pendekatan penguatan otot pelvic floor secara langsung dan otot core secara keseluruhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi kegel  exercise dan bridging excerise terhadap perubahan inkontinensia urin pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design, dengan pendekatan penelitian one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Yayasan Batara Hati Mulia, Gowa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 13 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data primer melalui wawancara dan didasarkan pada skala ordinal frekuensi inkontinensia urin. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu dengan 18 kali pemberian latihan. Uji statistik yang digunakan adalah paired sample t test. Hasil analisis pre test dan post test memperlihatkan penurunan frekuensi inkontinensia urin dengan nilai p < 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa kombinasi kegel exercise dan bridging exercise berpengaruh terhadap perubahan frekuensi inkontinensia urin pada lansia.   &nbsp

    Nursing Home Care in Families with Problems Hypertension Health

    Get PDF
    Increasing awareness, willingness and ability to live a healthy life for everyone so that an optimal degree of public health can be achieved through the creation of the nation's people and the Indonesian state, the population lives in a healthy environment and behavior and has a fair and equitable quality of health. The purpose of the study was to obtain a real picture of the implementation of home care case studies in families with hypertension health problems. The research method that will be used is a case study using a systematic approach to family nursing to obtain complete data with the method; interview, observation. The results showed that in the preparation of a family nursing care plan, the writer gained real experience about applying care directly to the target family. Conclusions on family care should use a systematic approach to identifying health problems appropriately and increasing information provided by health workers to improve family and community understanding of an illness and health problems related to people's lives, through prevention, and health promotionTujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2020 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan  kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan prilaku yang sehat serta memiliki derajat kesehatan yang bermutu secara adil dan merata. Tujuan Penelitian memperoleh gambarannyata tentang pelaksanaan studi kasushome care pada keluarga dengan masalah kesehatan Hipertensi. Metode penelitian yang akan digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan keluarga yang sistematis Untuk memperoleh data yang lengkap dengan metode; wawancara, observasi. Hasiil penelitian menunjukan bahwa dalam penyusunan rencana asuhan keperawatan keluarga, penulis memperoleh pengalaman nyata tentang penerapan asuhan secara langsung pada keluarga binaan. Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, penulis menggunakan ilmu keperawatan masyarakat serta didukung oleh program masyarakat dari departemen kesehatan. Penulis membina kerjasama yang baik dalam melakukan intervensi yang telah ditetapkan selama tiga hari bersama dengan keluarga untuk memecahkan dan mengatasi masalah dengan membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan pemerataan dan mengatasi masalah dengan membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan, pemecahan masalah dan evaluasi. Kesimpulan pada perawatan keluarga hendaknya menggunakan pendekatan yang sistematis untuk mengindentifikasi masalah kesehatan secara tepat. Perlu adanya peningkatan informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan guna meningkatkan pemahaman keluarga dan masyarakat terhadap suatu penyakit yang dialami dan masalah kesehatan yang terkait dengan kehidupan orang banyak, melalui preventif, dan promosi kesehatan

    Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas Pada Balita

    No full text
    The purpose of this study was to determine factors related to the incidence of upper respiratory tract infections in infants. The research method, this research is a descriptive study using cross sectional study design. A cross sectional study is a study in which variables included in risk factors and variables included in effects are observed at the same time. The results of the study, there is a relationship between nutritional status, smoking habits, density of occupants, maternal education and immunization status on the incidence of upper respiratory tract infections in infants. Conclusion, the dissemination of information about upper respiratory infections so that the community always does not allow their children to be exposed to risk factors for upper respiratory infections, awareness of parents, especially those who like to smoke so as not to smoke in the home environment because it will affect the health of the respiratory tract, especially in infants so it must be done socialization of the dangers of smoking to the community by local health workers. Immunization is one of the factors affecting the incidence of upper respiratory tract infections in infants, so there is a need for counseling about the importance of immunization in infants by local health workers.Tujuan penelitian, mengetahui faktor yang berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas pada Balita. Metode penelitian, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan rancangan studi cross sectional. Penelitian cross sectional adalah suatu penelitian dimana variabel yang termasuk faktor resiko dan variabel yang termasuk efek diobservasi pada waktu yang sama. Hasil penelitian, ada hubungan antara status gizi, kebiasan merokok, kepadatan penghuni rumah, pendidikan ibu dan status imunisasi terhadap kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Atas pada balita. Kesimpulan, penyebarluasan informasi tentang ISPA agar masyarakat senantiasa tidak membiarkan anaknya terpapar dengan faktor risiko Infeksi Saluran Pernafasan Atas, kesadaran dari orang tua terutama yang suka merokok agar tidak merokok dalam  lingkungan rumah karena akan mempengaruhi kesehatan saluran pernapasan terutama pada balita sehingga harus dilakukan sosialisasi bahaya merokok pada masyarakat oleh petugas kesehatan setempat. Imunisasi merupakan salah faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita sehingga perlu adanya penyuluhan tentang pentingnya imunisasi pada balita oleh petugas kesehatan setempat

    435

    full texts

    583

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇