JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Not a member yet
583 research outputs found
Sort by
Asuhan Keperawatan Penerapan Luka Lembab Pada Pasien Diabetes Mellitus
Ulkus diabetikum adalah salah satu komplikasi diabetes yang sering dijumpai.Teknik perawatan luka lembab dan tertutup adalah metode untuk mempertahankan kelembaban luka dengan menggunakan bahan balutan penahan kelembaban sehingga menyembuhkan luka, pertumbuhan jaringan dapat terjadi secara alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang keefektifan penerapan perawatan luka lembab untuk mengatasi gangguan integritas jaringan di ruang Al-Kautsar Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang dewasa dengan Ulkus grade 0-2. Perlakuan dilakukan secara langsung dengan pengkajian awal pada pasien ulkus diabetikum dan selanjutnya intervensi penerapan perawatan luka lembab pada luka ulkus untuk memperbaiki jaringan pada luka ulkus. Hasil penelitian diketahui bahwa setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 hari secara berturut-turut terjadi pertumbuhan jaringan yang lebih cepat dari waktu penyembuhan dengan menggunakan obat lain maupun tehnik lain. Kepada institusi pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkat kualitas asuhan keperawatan yang berfokus pada pasien dengan terus mengoptimalkan SOP dalam setiap melakukan tindakan keperawatan
Potensi Aktivitas Anti-Tuberkulosis Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica L. Urban) dalam Menghambat Pertumbuhan Mycobacterium Tuberculosa
Tuberculosis (TB) still remains a disease that causes health issues in society. TB is a direct infectious lung disease caused by the TB germ (Mycobacterium tuberculosis) which is also known as acid-fast bacteria (AFB). A survey conducted by the World Health Organization (WHO) around the world states that up to there are 9,000,000 incidents of cases and 1.5 million people died from TB, therefor TB is ranked as the 10th highest cause of death in the world. Indonesia itself ranks two of the most TB cases in the world. This paper aims to determine the potential and effectiveness of Gotu kola leaf extract as an anti-tuberculosis in inhibiting the growth of Mycobacterium. This research method is to review the articles with the keywords tuberculosis, Gotu kola leaves, Mycobacterium tuberculosis, and anti-tuberculosis. The data show that giving Gotu kola leaf extract can significantly reduce the growth of Mycobacterium tuberculosis because Gotu kola leaves contain bioactive compounds that have anti-mycobacterial activity. The consumption of Gotu kola leaves together with TB medication is not dangerous and does not cause side effects, actually, Gotu kola leaves provide a hepatoprotective effect against the hepatotoxic effects caused by medication of TB. Gotu kola leaves also have the ability to increase the body's immune response because it is rich in antioxidants and can prevent lung tissue damage due to TB infection.Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan masalah kesehatan di masyarakat Indonesia. TB adalah penyakit menular langsung paru yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis) yang juga dikenal sebagai bakteri tahan asam (BTA). Survei yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hingga kini di seluruh dunia terhitung 9.000.000 insiden kasus dan 1,5 juta orang meninggal karena TB, sehingga TB mendapat peringkat 10 penyebab tertinggi kematian di dunia. Indonesia sendiri menduduki peringkat dua kasus TB terbanyak di dunia. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan efektivitas ekstrak daun pegagan sebagai anti-tuberkulosis dalam menghambat pertumbuhan Mycobacterium. Metode penelitian ini adalah dengan meninjau artikel review dengan kata kunci tuberkulosis, daun pegagan, Mycobacterium tuberculosa, dan anti-tuberkulosis. Data menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun pegagan dapat menurunkan pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis secara signifikan, karena daun pegagan memiliki kandungan senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas anti-mikobakterial. Konsumsi daun pegagan bersamaan dengan obat anti tuberkulosis (OAT) tidak berbahaya dan tidak menimbulkan efek samping, justru daun pegagan memberikan efek hepatoprotektif terhadap dampak hepatotoksik yang ditimbulkan oleh OAT. Daun pegagan juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan respon imunitas tubuh karena kaya akan kandungan antioksidan dan dapat mencegah kerusakan jaringan paru akibat infeksi TB
Pengaruh Madu Terhadap Hepar Mencit yang Terpapar Asap
Madu merupakan salah satu bahan makanan manusia yang dihasilkan oleh lebah. Madu merupakan bahan makanan yang istimewa dan memiliki nilai gizi yang tinggi, madu telah terbukti dapat digunakan sebagai obat luka bakar dan sebagai antioksidan. Secara lebih speifik dan madu dapat digunakan untuk mencegah kerusakan hepar akibat obstruksi duktus biliaris komunis maupun akibat kista sistiserkus dalam hati. Madu diketahui memiliki kandungan asam organik, mineral, vitamin, serta kaya akan zat-zat aktif yang berperan sebagai antioksidan yang dapat melindungi hepar dari kerusakan. penelitian juga menegaskan bahwa antioksidasiphenolic yang ada dalam madu sangat efektif sehingga menambah ketahanan tubuh untuk melawan stres oksidatif Asap rokok mengandung 4000 jenis zat organik dan asap rokok dapat menjadi radikal bebas yang bisa menimbulkan stress oksidatif dan merusak jaringan normal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan post test only controlled group design menggunakan 30 ekor mencit jantan, hasil yang didapatkan pemberian madu berpengaruh terhadap gambaran mikroskopis hepar mencit jantan yang diberi paparan asap rokok namun hasil uji statistik tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variasi dosis berbeda.Honey is a human food ingredient produced by bees. Honey is a special food ingredient and has high nutritional value, honey has been proven to be used as a burn medicine and as an antioxidant. More specifically and honey can be used to prevent liver damage due to obstruction of the common bile duct and due to cysticercus cysts in the liver. Honey is known to contain organic acids, minerals, vitamins, and is rich in active substances that act as antioxidants that can protect the liver from damage. Research also confirms that the phenolic antioxidants present in honey are very effective, thus increasing the body's resistance to fighting oxidative stress. Cigarette smoke contains 4000 types of organic substances and cigarette smoke can become free radicals that can cause oxidative stress and damage normal tissue. The method used in this study was true experimental with a post-test only controlled group design. Using 30 male mice, the results obtained were that the provision of honey had an effect on the microscopic image of the liver of male mice exposed to cigarette smoke, but the statistical test results did not show any significant differences between the control group and the treatment group. Further research is needed with different dose variations
Manfaat Edukasi terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pasien Obesitas Rumah Sakit Mardi Waluyo
Obesity is a disease caused by an imbalance between incoming and outgoing energy so that in the body there is an accumulation of fat tissue. One effort to reduce blood cholesterol can be done through consultation or counseling. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between the benefits of education with changes in lifestyle behavior to reduce cholesterol levels in obese patients at Mardi Waluyo Hospital in 2019. Method This study uses an observational analytic approach with a cross-sectional design. The sampling technique in this study used a purposive sampling method and obtained a total sample of 30 people. Data analysis using the T-Test Dependent test. The results are known to Obesity Patients aged 20-29 years as many as 3 people (10%), aged 30-39 years as many as 5 people (17%), aged 40-49 years as many as 9 people (30%), aged 50-59 as many as 8 people (26%) and aged 60-69 years as many as 5 people (17%) and most of the female sex as many as 22 people (73%). By conducting education on obese patients before and after it is very influential in reducing cholesterol levelsObesitas adalah suatu penyakit akibat ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar sehingga didalam tubuh terjadi penimbunan pada jaringan lemak. Salah satu upaya untuk menurunkan kolesterol darah dapat dilakukan melalui konsultasi atau konseling. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan manfaat edukasi dengan perubahan perilaku gaya hidup terhadap penurunan kadar kolesterol pada pasien obesitas di Rumah Sakit Mardi Waluyo tahun 2019. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan analatik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan uji T-Test Dependent. Hasilnya diketahui Pasien Obesitas yang berusia 20-29 tahun sebanyak 3 orang (10%), usia 30-39 tahun sebanyak 5 orang (17%), berusia 40-49 tahun sebanyak 9 orang (30%), berusia 50-59 sebanyak 8 orang (26%) dan berusia 60-69 tahun sebanyak 5 orang (17%) dan sebagian besar jenis kelamin perempuan sebanyak 22 orang (73%). Dengan melakukan Edukasi pada pasien obesitas sebelum dan setelah maka sangat berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol
Intensitas Bermain Game Online dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Background: The development of internet technology, including in Indonesia, is very rapid. One of the fastest-growing internet technologies is online gaming. Basically, students playing online games are only limited to entertainment for relieving tired after daily learning activities. Playing online games with high intensity can cause addiction or dependency continuously which will later influence the level of student concentration of learning. Purposes Knowing the relationship between the intensity of playing online games and learning motivation with learning achievement in the Students of the Faculty of General Medicine, University of Malahayati Force 2018. Methodology: The design of this study used an observational analytic approach with a cross-sectional design. The sampling technique in this study used a purposive sampling method and obtained a total sample of 118 people. Data analysis uses Spearman's correlation test. Result Spearman correlation bivariate statistical test results obtained each value of p-value = 0,000 in the intensity of playing online games and p-value = 0,000 in learning motivation. Conclusion: There is a significant relationship between the intensity of playing online games and learning motivation with learning achievement in the Students of the Faculty of General Medicine, University of Malahayati Force 2018Latar Belakang: Perkembangan teknologi internet termasuk di Indonesia sangat pesat. Salah satu dari teknologi internet yang berkembang sangat pesat adalah game online. Pada dasarnya, mahasiswa bermain game online hanya sebatas hiburan untuk penghilang penat setelah aktivitas belajar sehari-hari.Bermain game online dengan intensitas yang tinggi dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan secara terus menerus yang nantinya akan mempengaruhi tingkat konsentrasi belajar mahasiswa tersebut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara intensitas bermain game online dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati Angakatan 2018. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analatik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 118 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s. Hasil: Hasil uji statistik bivariat korelasi Spearman’s didapatkan masing-masing nilai p- value = 0,000 dengan nilai korelasi data yaitu -0,353 pada intensitas bermain game online dan p-value = 0,000 dengan nilai korelasi data yaitu 0,515 pada motivasi belajar. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas bermain game online dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati Angakatan 201
Tes Toleransi Glukosa Oral Pada Ibu Hamil Trimester II Dan III diPuskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung
This study aims to determine the description of an oral glucose tolerance test (TTGO) in second and third trimester pregnant women in Puskesmas Inpatient Kemiling Bandar Lampung in 2019-2020. This type of research is descriptive qualitative. The sample in this study used a total sampling technique and obtained a total sample of 30 respondents. TTGO results are known for all pregnant women trimester II and trimester III with the results of the highest glucose levels in the second trimester is 101-110 mg/dl 7 respondents (46.7%), in the third trimester that is 70-90 mg/dl 5 respondents (33, 3%), having age <35 years as many as 12 respondents (80%) and 12 respondents (80%). BMI normal trimester II 7 respondents (46.7%), whereas in the third trimester were overweight 9 respondents (60%). The most parity history of pregnant women was primipara in the second trimester 6 respondents (40.0%) and third trimester 7 respondents (46.7%), did not have a history of abortion trimester II 12 respondents (80%) and 13 respondents (86.7%) trimester III. There is no history of second-trimester macrosomia infants 15 respondents (100%) and third trimester 14 respondents (93.3%). No family history of diabetes was found, a history of gestational diabetes and blood pressure <140/90 in the second and third trimester pregnant women were 15 respondents (100%). TTGO can conclude data about a person's risk of having diabetes or already having diabetes mellitusPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tes toleransi glukosa oral (TTGO) pada ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung Tahun 2019-2020. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Sample pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dan didapatkan jumlah sample sebanyak 30 responden. Diketahui hasil TTGO seluruh ibu hamil trimester II dan trimester III dengan hasil kadar glukosa pada trimester II terbanyak yaitu 101-110 mg/dl 7 responden (46,7%), pada trimester III yaitu 70-90 mg/dl 5 responden (33,3%), memiliki usia <35 tahun sebanyak 12 responden (80%) dan 12 responden (80%). IMT normal trimester II 7 responden (46.7%), sedangkan pada trimester III adalah overwight 9 responden (60%). Riwayat paritas ibu hamil terbanyak adalah primipara pada trimester II 6 responden (40,0%) dan trimester III 7 responden (46,7%), tidak memiliki riwayat abortus trimester II 12 responden (80%) dan 13 responden (86,7%) trimester III. Tidak ada riwayat bayi makrosomia trimester II 15 responden (100%) dan trimester III 14 responden (93.3%). Tidak ditemukan riwayat diabetes keluarga, riwayat diabetes gestasional dan tekadan darah <140/90 pada ibu hamil trimester II dan III sebanyak 15 responden (100%). TTGO dapat menyimpulkan suatu data mengenai resiko seseorang memiliki diabetes atau sudah memiliki diabetes mellitu
Sindrom Premenstruasi terhadap Kinerja Perawat Intensive Care Unit di Rumah Sakit Kota Makassar
Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sindrom premenstruasi terhadap kinerja perawat icu (intensive care unit) di rumah sakit makassar. Metode: merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Sampel sebanyak 36 orang sebagai responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan melalui dua tahap, yakni sampel rumah sakit dengan purposive sampling. Sampel dihitung berdasarkan rumus perhitungan besar sampel. Pengambilan data dilakukan dengan observasional, dokumentasi dengan diary menstruasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner SPAF (The short Premenstrual Assesment Form) Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa sindrom premenstruasi berhubungan dengan kinerja perawat p=0,001 (r=0,631) Kesimpulan: studi menunjukkan ada hubungan antara sindrom premenstruasi dengan kinerja pada perawat icu (intensive care unit) di rumah sakit makassarAim: This study aims to determine the relationship of the premenstrual syndrome to the performance ICU (intensive care unit) nurses in Makassar hospitals. Methods: This is quantitative research with the observational method using a cross-sectional study, samples were taken as many as 36 people as respondents conducted by using proportionate random sampling. Data collected through observation, interview and documentation by using questionnaire SPAF questionnaire (The short Premenstrual Assessment Form) and menstrual diary Result: Female result in the intensive care unit who premenstrual syndrome have less performance the correlation value of 0,522, significant with p-value 0,001 Conclusion: This study showed that there is a relationship between premenstrual syndrome to the performance ICU (intensive care unit) nurses in Makassar city hospita
Nilai Indeks Shine dan LAL antara Anemia Defisiensi Besi dengan Thalassemia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek
Background: Iron deficiency anemia and β minor thalassemia have the same morphological picture of hypochromic blood, therefore it needs to be distinguished from an examination. The diagnosis of β-thalassemia minor and iron deficiency anemia can be made by conducting a series of screening laboratory tests, ranging from the routine hematological examination, peripheral blood smear preparations, staining of peripheral blood smear preparations with supravital staining for reticulocyte counts and detection of HbH inclusion objects in erythrocytes, reserve status iron blood with a groove examination in stages until a sophisticated examination that is Hb electrophoresis and DNA examination. Objective: To find out the comparison of the shine & lal index between iron deficiency anemia patients and thalassemia patients in Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province. Method: This type of research is a comparative test. With the number of samples using a ratio of 1: 1 so that 45 people with iron deficiency anemia and 45 people with thalassemia found in Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province. Results: The Mann-Whitney test results showed a sig value of 0.029. Then H1 is accepted because of the value of sig <0.05. Conclusion: There is a significant difference in the value of the shine & lal index between iron deficiency anemia patients and thalassemia patients in Dr. H. Abdul Moeloek Lampung ProvinceLatar Belakang: Anemia defisiensi besi dan thalassemia β minor memiliki gambaran morfologi darah hipokrom yang sama, oleh karena itu perlu dibedakan dengan dilakukannya sebuah pemeriksaan. Diagnosis β-thalassemia minor dan anemia defisiensi besi dapat ditegakkan dengan melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium skrining, mulai dari pemeriksaan hematologi rutin, sediaan apus darah tepi, pewarnaan sediaan apus darah tepi dengan pewarnaan supravital untuk hitung retikulosit dan deteksi benda inklusi HbH dalam eritrosit, status cadangan besi darah dengan alur pemeriksaan secara bertahap hingga pemeriksaan yang canggih yaitu elektroforesis Hb dan pemeriksaan DNA. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan indeks shine & lal antara pasien anemia defisiensi besi dengan pasien thalassemia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Jenis penelitian ini adalah uji komparatif. Dengan jumlah sampel menggunakan perbandingan 1:1 sehingga didapatkan 45 orang penderita anemia defisiensi besi dan 45 orang penderita thalassemia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil: Hasil uji Mann- Whitney menunjukkan nilai sig sebesar 0,029. Maka H1 diterima, karena nilai sig <0,05. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna nilai indeks shine & lal antara pasien anemia defisiensi besi dengan pasien thalassemia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampun
Faktor Yang Mempengaruhi Kedisiplinan Perawat
Discipline is a matter that becomes a benchmark to find out whether the role of a manager or leader as a whole can be implemented properly or not. A discipline is also a form of nurses 'self-control and regular implementation in demonstrating the level of sincerity of nurses' work in a Health center, where nurses who do not comply with the regulations set by the Health center will get sanctions. Therefore this disciplinary action cannot be applied carelessly, so it requires wise consideration. This study aims to determine the discipline of nurses in Maros Barui Health center. This research is quantitative research. The sample in this study amounted to 50 respondents. Samples were taken with a cross-sectional design, using a non-rundem sampling method with criteria determined by researchers. The results of the chi-square test for personality and environmental factors obtained a p-value of 0.827 that Ha was rejected and H0 was accepted. The application of the results of this study can be used as reference material for learning about nurse discipline. his duty.Kedisiplinan merupakan suatu hal yang menjadi tolak ukur untuk mengetahui apakah peran seorang manajer atau pimpinan secara keseluruhan dapat dilaksanakan dengan baik atau tidak. Disiplin juga merupakan bentuk dari pengendalian diri perawat dan pelaksanaan yang teratur dalam menunjukkan tingkat kesungguhan kerja perawat pada suatu Puskesmas , dimana para Perawat yang tidak mematuhi peraturan yang telah di tetapkan Puskesmas akan mendapatkan sanksi. Oleh karena itu tindakan disiplin ini tidak bisa diterapkan secara sembarangan, sehingga memerlukan pertimbangan yang bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedisiplinan perawat di PKM Maros Baru Kab.Maros. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. dengan desain penelitian potong lintang atau cros sectional, dengan menggunakan metode non rundem sampling dengan kriteria yang ditetapkan peneliti. Hasil chi-squer test faktor kepribadian dan lingkungan didapatkan nilai p value sebesar 0,827 bahwa Ha di tolak dan H0 di terima.Diharapkan Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan untuk belajar tentang kedisiplinan perawat dan Diharapkan bagi petugas kesehatan agar penelitian ini dijadikan bahan masukan untuk menjalankan tugasnya
Konsumsi Cokelat Hitam Untuk Mencegah Preeklampsia
Background :Preeclampsia is a complication of pregnancy that has a high mortality and morbidity rate. Preeclampsia is characterized by new onset gestational hypertension and proteinuria. One theory regarding the mechanism of preeclampsia is endothelial dysfunction. Endothelial dysfunction causes decreased levels of nitric oxide. Objective :To find out more about consumption of dark chocolate to prevent preeclampsia Methods :Using literature studies from both national and international journals by summarizing the topic of discussion and comparing the results presented in the article. Results :Dark chocolate has high levels of flavonoids. Flavonoids in dark chocolate can help to increase levels of nitric oxide thus preventing endothelial dysfunction. Conclusion :Consumption of dark chocolate can prevent preeclampsia.Latar Belakang : Preeklampsia adalah penyulit kehamilan yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Preeklampsia ditandai dengan adanya hipertensi gestasional onset baru dan proteinuria. Salah satu teori mengenai mekanisme terjadinya preeklampsia adalah adanya disfungsi endotel. Disfungsi endotel menyebabkan menurunnya kadar nitrit oksida. Tujuan : mengetahui lebih lanjut tentang konsumsi cokelat hitam untuk mencegah preeklampsia Metode : Menggunakan studi literatur dari jurnal baik nasional maupun internasional dengan cara meringkas topik pembahasan dan membandingkan hasil yang disajikan dalam artikel. Hasil : Cokelat hitam memiliki kadar flavonoid yang tinggi. Flavonoid dalam cokelat hitam dapat membantu untuk meningkatkan kadar nitrit oksida sehingga mencegah terjadinya disfungsi endotel. Kesimpulan : Konsumsicokelat hitam dapat mencegah terjadinya preeklampsia