JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Not a member yet
    583 research outputs found

    Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Hamil dalam Pemeriksaan Kesehatan

    Get PDF
    Kunjungan antenatal care sangat diperlukan untuk mendeteksi sedini mungkin adanya komplikasi pada kehamilan, kunjungan antenatal dilakukan sebanyak 4 kali selama kehamilan pemeriksaan kehamilan bertujuan untuk menurunkan Angka kematian Ibu dan Bayi. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Hamil dalam melakukan Pemeriksaan  Kesehatan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Lamurukung. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode Deskriptif  dengan pendekatan cross sectional artinya pengukuran variabel hanya dilakukan satu kali pada satu saat. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 20 ibu hamil, Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 1) Pengaruh tingkat pengetahuan terhadap perilaku ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan  kesehatan didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan terhadap perilaku ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kesehatan 2) Pengaruh dukungan suami  terhadap perilaku ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan  kesehatan didapatkan nilai p=0,008 (p<0,05)  yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara dukungan suami terhadap perilaku ibu hamil dalam melukan pemeriksaan kesehatan, kesimpulan terdapat pengaruh pengetahuan ibu dan dukungan suami terhadap pemeriksaan kesehatan.Antenatal care visit is very necessary to detect as early as possible complications in pregnancy, antenatal visit is carried out as much as 4 times during pregnancy pregnancy examination aims to reduce maternal and infant mortality rates. The purpose of this study was to determine the factors that influence the behavior of pregnant women in conducting health checks in the working area of the UPT Puskesmas Lamurukung. Method: This research is a quantitative study using descriptive method with cross sectional approach meaning that the measurement of variables is only done once at a time. The number of samples in this study were 20 pregnant women. The results showed that 1) The effect of the level of knowledge on the behavior of pregnant women in conducting health checks was p = 0.001 (p <0.05) which indicates that there was an influence of knowledge on the behavior of pregnant women in conducting health checks 2) The influence of husband support on the behavior of pregnant women in conducting health checks obtained p value = 0.008 (p <0.05) which indicates that there is an influence between husband's support for the behavior of pregnant women in carrying out health checks, the conclusion there is the influence of knowledge mother and husband support for health checks

    Hubungan Faktor Keturunan Dengan Kanker Payudara DI RSUD Abdoel Moeloek

    Get PDF
    Cancer is one of the uncontagious diseases that become a matter of public health, breast cancer can be sporadic, familial, and hereditary. Objectives: To find out if there is a history factor relationship of heredity with breast cancer in the Dr. Abdul Moeloek Hospital. Observational analytic research with cross-sectional approaches. The sample in this study is that all breast cancer patients recorded in 2019 medical records were taken in total sampling. Analysis of data using univariate analysis and bivariate analysis using Chi-Square. Results: Known frequency distributions of hereditary history in breast cancer patients most with a family history of breast cancer amounted to 61.0%. There is known a significant link between the hereditary history factor and breast cancer (p-value: 0.000; 0R: 10.9)Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, kanker payudara dapat bersifat sporadis, familial dan turun temurun. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan faktor riwayat hereditas dengan kanker payudara di RSUD Dr. Abdul Moeloek. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien kanker payudara yang tercatat pada rekam medik 2019 diambil secara total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivarait menggunakan Chi-Squar. Hasil: Frekuensi diketahui distribusi riwayat herediter pada pasien kanker payudara terbanyak dengan riwayat keluarga kanker payudara sebesar 61,0%. Diketahui ada hubungan yang signifikan antara faktor riwayat herediter dan kanker payudara (nilai p: 0,000; 0R: 10, 9)

    Karakteristik gejala klinis kehamilan dengan Coronavirus disease (COVID-19)

    Get PDF
    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is an acute respiratory infection that spreads rapidly in globally by a short time. COVID-19 is caused by a novel coronavirus known as Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). This virus is a single-chain RNA. Transmission of virus spreads very rapidly through human-to-human contact via respiratory droplets and saliva from people infected with COVID-19. The clinical symptoms of COVID-19 can be symptomatic and asymptomatic. The World Health Organization (WHO) divides the symptomatic clinical symptoms of COVID-19 into mild, moderate, severe, and critical conditions. This paper aims to determine the clinical picture of pregnant women with COVID-19 infection. This research method is to review articles published in the last 1 year with the keywords pregnancy, COVID-19, clinical symptoms, and coronavirus. Data shows that the majority of pregnant women with COVID-19 have mild clinical symptoms, where the main symptoms that appear are fever, cough, and dyspnea. Gestational age does not determine the severity of the clinical symptoms of pregnant women and on average pregnant women with COVID-19 have a short duration of hospitalizationCoronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi respiratorik akut yang menyebar dengan cepat secara global dalam waktu yang singkat. COVID-19 disebabkan oleh novel coronavirus yang diketahui sebagai Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Virus ini berupa RNA virus dengan rantai tunggal. Transmisi virus ini menyebar sangat cepat melalui kontak antara manusia-ke-manusia (human-to-human contact) via droplet respiratorik dan saliva dari orang yang terinfeksi COVID-19. Gejala klinis COVID-19 dapat berupa simptomatik dan asimptomatik. World Health Organization (WHO) membagi gejala klinis COVID-19 yang simptomatik menjadi gejala klinis ringan, sedang, berat, dan kondisi kritis. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis umum ibu hamil dengan infeksi COVID-19. Metode penelitian ini adalah dengan meninjau artikel review yang diterbitkan 1 tahun terakhir dengan kata kunci kehamilan, COVID-19, gejala klinis, dan coronavirus. Data menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil dengan COVID-19 memiliki gejala klinis yang ringan, dimana gejala utama yang muncul adalah demam, batuk, dan dispnea. Usia kehamilan tidak menentukan beratnya gejala klinis ibu hamil dan rata-rata ibu hamil dengan COVID-19 memiliki durasi rawat inap di rumah sakit yang singkat

    Aromaterapi Lavender sebagai Penurun Tingkat Kecemasan Persalinan

    Get PDF
    Background: Anxiety is mental condition filled with worry about what might happen. Anxiety will increase when the mother feels the pain of giving birth to her baby. Strategy to reduce anxiety level can use lavender aromatherapy by doing massage or inhalation. Purpose: To determine the benefits of lavender aromatherapy as a reduction in labor anxiety levels. Method: The method used by the author is literature study from various national and international journals. This method is used with the aim of presenting, increasing knowledge and understanding of the topics discussed by summarizing the material that has been published and providing factual information or new analysis from relevant literature reviews and then comparing the results in the article. Results: lavender containing camphor, terpinen-4-ol, linalool, linalyl acetate, beta-ocimene and 1, 8-cineole was proven effective as a Complementary and Alternative Medicine analgesic that can reduce the level of labor anxiety, either applied by inhalation or massage. Conclusion: Lavender aromatherapy can be used to reduce the level of anxiety of labor.Latar Belakang: Kecemasan adalah suatu kondisi kejiwaan yang penuh dengan kekhawatiran terhadap apa yang mungkin terjadi. Kecemasan akan meningkat pada saat ibu merasakan tanda-tanda kesakitan melahirkan bayinya. Upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan dapat menggunakan aromaterapi lavender, dengan melakukan pemijatan maupun inhalasi. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat aromaterapi lavender sebagai penurun tingkat kecemasan persalinan. Metode: Metode yang digunakan oleh penulis adalah studi literatur dari berbagai jurnal nasional maupun internasional. Metode ini digunakan dengan tujuan menyajikan, menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai topik yang dibahas dengan meringkas materi yang telah diterbitkan serta memberikan informasi fakta atau analisis baru dari tinjauan literatur yang relevan kemudian membandingkan hasil tersebut dalam artikel. Hasil: lavender yang mengandung camphor, terpinen-4-ol, linalool, linalyl acetate, beta-ocimene dan 1, 8-cineole terbukti efektif sebagai Complementary and Alternative Medicine analgesi yang dapat menurunkan tingkat kecemasan persalinan, baik diaplikasikan secara inhalasi maupun pemijatan. Kesimpulan: Aromaterapi lavender dapat digunakan sebagai penurun tingkat kecemasan persalinan

    Dampak Dehidrasi Saat Masa Kehamilan

    Get PDF
    Water is important for a person and has a function to maintain cell hemostasis. The composition of fluids in the body changes during pregnancy to support the growth and development of the fetus in the womb. Physiological conditions experienced by pregnant women can affect the balance of body fluids which will affect the hydration status of pregnant women. In Indonesia, it is found that 57.1% of pregnant women are dehydrated. Dehydration is a condition where the body loses more fluids than the fluids intake. This study used a literature study method with the keywords "pregnancy", "dehydration", "hydration stateâ€. The effects of dehydration during pregnancy include impaired fetal growth and development, decreased amniotic volume, urinary tract infections, and constipation. Prevention of lack of fluids must be done by consuming enough water, namely 3 L / day, which comes from drinks or foods with high humidity and meets the needs of nutritional intake.Air merupakan hal yang vital untuk seseorang dan berfungsi sebagai penjaga hemostasis sel. Komposisi cairan dalam tubuh berubah selama masa kehamilan demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Keadaan fisiologis yang dialami wanita hamil dapat mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh yang akan berefek pada status hidrasi wanita hamil. Di Indonesia ditemukan sebanyak 57.1% wanita hamil mengalami dehidrasi. Dehidrasi adalah keadaan terjadinya ketidakseimbangan cairan tubuh dimana tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pencarian kata kunci “kehamilanâ€, “dehidrasiâ€, “status hidrasiâ€. Dampak yang ditimbulkan dari dehidrasi selama masa kehamilan adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin, penurunan volume ketuban, infeksi saluran kemih, dan konstipasi. Pencegahan akan kekurangan cairan harus dilakukan dengan cara konsumsi air yang cukup yaitu 3 L/hari yang bersumber dari minuman atau makanan dengan kelembaban tinggi dan memenuhi kebutuhan asupan zat gizi

    Gangguan Penglihatan Akibat Kelainan Refraksi yang Tidak Dikoreksi

    No full text
    Background. Refractive error (RE) is an optical defect condition in which the image of the object being viewed does not match the retinal plane, causing blurred vision. Uncorrected refractive error (URE) is the leading cause of visual impairment (VI), also the second leading cause of blindness globally, but it is preventable. Thus, this literature review aims to identify the causes of URE, the health consequences associated with URE, and explore interventions for the prevention of visual impairment due to URE. Method. This research is a literature review study and the library sources used to involve 18 libraries from 1 national journal and 17 international journals. Result. Several studies have shown an increase in URE leads to disability that reduces individual productivity, economic income, and quality of life. The most basic obstacles to correcting URE are economic barriers, access to health care, and socio-cultural constraints. Conclusion. The refractive error reflects a mismatch between the axial length of the eye and its optical power, resulting in blurry images on the retina. Various barriers have been associated with the high prevalence of URE in low-income adults. The use of glasses and a refractive surgery program to correct refractive errors can reduce the URE number.Latar belakang. Kelainan refraksi (RE) merupakan kondisi cacat optik dimana gambar objek yang dilihat tidak sesuai dengan bidang retinal sehingga menyebabkan penglihatan kabur. Kelainan refraksi yang tidak dikoreksi (URE) adalah penyebab utama gangguan penglihatan (VI), juga penyebab kebutaan kedua secara global namun dapat dicegah. Sehingga literatur review ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab URE, konsekuensi kesehatan yang terkait dengan URE dan mengeksplorasi intervensi untuk pencegahan gangguan penglihatan akibat URE. Metode. Penelitian ini adalah studi literature review dan sumber pustaka yang digunakan melibatkan 18 pustaka yang berasal dari 1 jurnal nasional dan 17 jurnal internasional. Hasil. Beberapa studi menunjukkan peningkatan URE menyebabkan kecacatan yang mengurangi produktivitas, pendapatan ekonomi, dan kualitas hidup individu. Hambatan paling mendasar untuk mengoreksi URE yaitu hambatan ekonomi, akses perawatan kesehatan, dan kendala sosial budaya. Kesimpulan. Kelainan refraksi mencerminkan ketidaksesuaian antara panjang aksial mata dan kekuatan optiknya, sehingga gambar pada retina menjadi kabur. Berbagai hambatan telah dikaitkan dengan tingginya prevalensi URE pada orang dewasa berpenghasilan rendah. Penggunaan kacamata dan program operasi refraksi untuk memperbaiki kelainan refraksi dapat menurunkan angka URE

    Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Kontrasepsi Pil

    Get PDF
    Background; in choosing the type of contraception, one of which is the level of knowledge of the family planning acceptors candidate. Mother's high knowledge will influence the choice of contraception. The higher a person's level of knowledge, the more observant the person is in determining the contraceptive method. Method; Research design using quantitative descriptive with cross sectional approach. Respondents of the study were 86 women with a purposive sampling technique that had met the exclusion and inclusion criteria. The analysis was carried out using the percentage form based on the frequency of each category. Result; shows that knowledge of WUS about pill contraception is sufficient for 43 people (50%), knowledge of understanding is sufficient for 33 people (38.37%), less profit is 39 people (45.35%), less loss is 50 people (58.14%) 43 people (50%) started using enough and 35 people (40.69%) were drinking enough. Conclusion; sufficient knowledge about the meaning, when to start drinking and how to take contraceptive pills and insufficient knowledge about the advantages and disadvantages of contraceptive pillsFaktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan KB diantaranya pendidikan, pengetahuan, sikap, usia, pekerjaan, sosial budaya dan status ekonomi. Ada beberapa hal yang melatar belakangi dalam pemilihan jenis kontrasepsi, salah satunya adalah tingkat pengetahuan dari calon akseptor KB. Pengetahuan ibu yang tinggi akan memengaruhi dalam pemilihan alat kontrasepsi. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, semakin jeli orang tersebut dalam menentukan alat kontrasepsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang kontrasepsi Pil. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian sebanyak 86 WUS dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang telah memenuhi kriteria ekskulsi dan inklusi. Analisis dilakukan menggunakan bentuk presentase berdasarkan frekuensi dari setiap kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan WUS tentang kontrasepsi pil dalam kategori cukup. Masih banyaknya responden dengan pengetahuan cukup bisa menjadi penyebab rendahnya akseptor kontrasepsi pil. Peran tenaga kesehatan khususnya bidan sangat penting untuk memberikan edukasi kepada akseptor sehingga pengetahuan akseptor tentang kontrasepsi pil semakin meningkat, jumlah peserta baru dan peserta aktif kontrasepsi pil KB semakin meningka

    Penerapan Asuhan Keperawatan Demam Berdarah Dengue dalam Pemenuhan Kebutuhan Termoregulasi

    Get PDF
    Background: a disease caused by dengue virus with clinical manifestations of fever, headache, hemorrhagic joint pain. Dengue hemorrhagic fever sufferers usually experience an increase in body temperature that exceeds normal limits which usually causes seizures. Method: used in this research is descriptive, with a case study approach taken in the dahlia room of a private hospital in Makassar city in July 2019. Data was obtained from the patient's mother, nurse, health team, progress notes, and health records. Result: After nursing action, body temperature returned to normal. Conclusion: from the hyperthermia treatment carried out in children with dengue hemorrhagic fever, it was found that the patient's hyperthermia could be resolved. the effect of administering fluid management on decreasing thermoregulation was developedLatar Belakang: suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam sakit kepala, nyeri Sendi yang Hemoragik. Penderita demam berdarah dengue biasanya mengalami peningkatan suhu tubuh yang melebihi batas normal yang biasanya menyebabkan kejang. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan studi kasus yang diambil di ruangan dahlia rumah sakit Swasta di kota Makassar pada bulan juli 2019. Data diperoleh dari ibu pasien, perawat, tim kesehatan, catatan perkembangan, dan catatan kesehatan. Hasil: setelah dilakukan tindakan keperawatan suhu tubuh Kembali dalam batas normal. Kesimpulan: dari penanganan hipertermi yang dilakukan pada anak dengan demam berdarah dengue didapatkan hasil bahwa hipertermi pasien dapat teratasi. pengaruh pemberian manajemen cairan terhadap penurunan thermoregulasi di dikembangkan

    Uji Validitas Angket SLCQ-I pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Lampung

    Get PDF
    The learning process requires concentration in order to achieve the expected learning outcomes. Data from the measurement results of learning concentration will certainly be useful in evaluating learning. The availability of limited questionnaire makes research on the concentration of learning difficult to do on bachelor student. Therefore a valid questionnaire is needed to collect data. The aim of the study is to conduct a validity test of the learning concentration questionnaire on bachelor students. The method used invalidity test is observational analytic with a cross-sectional approach. The statistical test used is the Pearson Product Moment correlation and the reliability test with internal consistency. The results obtained for all items in the questionnaire validity test above 0.3 and the reliability test questionnaire value Cronbach alpha 0.924. The conclusion is SLCQ-I (Student Learning Concentration Questionnaire Indonesia Version) fulfills the validity and reliability requirements so it is declared valid and reliable.Proses belajar membutuhkan konsentrasi agar mencapai hasil belajar yang diharapkan. Data dari hasil pengukuran konsentrasi belajar bermanfaat dalam evaluasi pembelajaran. Namun angket pengukuran konsentrasi belajar sangat terbatas sehingga penelitian mengenai konsentrasi belajar pada mahasiswa sangat sulit. Oleh karena itu, diperlukan angket yang valid untuk mengumpulkan data konsentrasi belajar pada mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk melakukan uji validitas angket pada subyek mahasiswa. Metode yang digunakan pada uji validitas ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Pearson Product Moment dan uji reabilitas dengan internal consistency. Hasil didapatkan seluruh item pada uji validitas angket di atas 0,3 dan uji reabilitas angket nilai cronbach alpha 0,924. Kesimpulan angket SLCQ-I memenuhi syarat validitas dan reabilitas sehingga dinyatakan valid dan reliabel

    Gambaran Efektivitas Penerapan Program Rehabilitasi Stroke Berbasis Rumah di Kota Makassar

    Get PDF
    This study aims to see a picture of the effectiveness of implementing a home-based stroke rehabilitation program. This research is a preliminary study involving 10 research subjects divided into 2 groups. Group 1 was given a rehabilitation program in the form of a physiotherapist's visit to provide exercise once a week. Group 2 was given 3 visits a week. A home-based stroke rehabilitation program in both groups was carried out for 1 month. In both groups, measurements of muscle strength, risk of falling and independence were measured. Each of the three variables was measured using a dynamometer, timed-up and go test, and functional independence measure (FIM). The results showed that group 2 had better muscle strength, risk of falls, and independence than group 1. This showed that in implementing a home-based stroke rehabilitation program, visits were more routine, at least 3 times a week, more recommended than visits that were only 1 time a week.Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran efektivitas penerapan program rehabilitasi stroke berbasis rumah. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan dengan melibatkan 10 orang subjek penelitian yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberikan program rehabilitasi berupa kunjungan fisioterapis untuk memberikan latihan selama 1 kali seminggu. Kelompok 2 diberikan kunjungan 3 kali seminggu. Program rehabilitasi stroke berbasis rumah pada kedua kelompok dilakukan selama 1 bulan. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran kekuatan otot, risiko jatuh dan kemandirian. Ketiga variabel tersebut masing-masing diukur dengan menggunakan dynamometer, timed-up and go test, dan functional independence measure (FIM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok 2 memiliki kekuatan otot, risiko jatuh, dan kemandirian yang lebih baik dibanding kelompok 1. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penerapan program rehabilitasi stroke berbasis rumah, kunjungan yang lebih rutin, paling tidak 3 kali seminggu, lebih disarankan dibanding kunjungan yang hanya 1 kali seminggu

    435

    full texts

    583

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇