JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Not a member yet
    583 research outputs found

    Pemeriksaan Kadar Bakteriologis Pada Susu Merk X Penyebab Foodborne Disease Sebelum dan Sesudah Kedaluwarsa

    Get PDF
    Background: Milk as a food source for calves and humans contains very high nutrients but was easily contaminated by microorganisms. And if it consumed, bacteria-contaminated milk can cause foodborne disease. Purpose: This study was conducted to determine bacteriological levels in UHT milk brand X causing foodborne disease before and after expiration. Research Method: The research method used in this study is an experimental or experimental research. The data obtained were stated in a descriptive qualitative manner. The result: Bacteriological levels of UHT milk brand X a month before and after expiration had the closest estimated value <3 APM / ml. Conclusion: From the research that has been done, it is obtained that the X brand UHT milk a month before and after the expiration date has the closest estimated value <3 APM / ml based on SNI 2897: 2008 which explains that the two X brand UHT milk is not contaminated by coliform bacteria.Latar Belakang: Susu  sebagai  sumber  makanan untuk anak sapi maupun manusia mengandung zat gizi yang sangat tinggi namun mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme. Dan apabila   dikonsumsi,   maka susu   yang  tercemar   bakteri   dapat menyebabkan foodborne disease. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar bakteriologis pada susu UHT merk X penyebab foodborne disease sebelum dan sesudah kedaluwarsa. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen atau percobaan (experimental research). Data yang diperoleh dinyatakan secara deskriptif kualitatif. Hasil: Kadar bakteriologis susu UHT merk X sebulan sebelum dan sesudah kedaluwarsa memiliki nilai duga terdekat < 3 APM/ml. Kesimpulan:  Dari penelitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil bahwa susu UHT merk X sebulan sebelum dan sesudah kedaluwarsa memiliki nilai duga terdekat < 3 APM/ml berdasarkan SNI 2897:2008 yang menjelaskan bahwa kedua susu UHT merk X tersebut tidak tercemar oleh bakteri coliform

    Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit TB Paru Di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar

    No full text
    Background: Pulmonary TB is a simple disease that is easy to treat and its main management is to treat the symptoms only. Limited knowledge about pulmonary TB makes this disease often not handled properly. Method: This type of descriptive analytic research, where the method used in data collection by distributing questionnaires to respondents. The population in this study were all patients who came for treatment. Research data processing is carried out through the following stages: selection, editing, coding, tabulation. Analysis of the data used in this research is descriptive analysis. Results: showed good knowledge about the way of transmission, regularity of taking medication and complications of pulmonary TB as many as 10 people (33%) and those who lack knowledge about the mode of transmission, regularity of taking drugs and complications of pulmonary TB as many as 20 people (67%). Most of them have less knowledge about the mode of transmission, regular medication and complications of pulmonary TB disease. This shows that the knowledge possessed by patients with pulmonary TB is not so broad about the complications of pulmonary TB disease. Providing constructive motivation and encouragement to pulmonary TB patients and providing effective health education to pulmonary TB patients when seeking treatmentLatar belakang: TB paru merupakan penyakit yang sederhana serta mudah diobati dan pengelolaan utamanya adalah mengobati gejalanya saja. Pengetahuan yang terbatas tentang TB paru ini membuat penyakit ini sering kali tidak tertangani dengan baik. Metode: Jenis penelitian analitik deskriptif, dimana metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan penyebaran kuisioner kepada responden. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang datang berobat. Pengolahan data penelitian dilakukan dengan melalui tahap-tahap sebagai berikut: seleksi, editing, koding, tabulasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil: menunjukan berpengetahuan baik tentang cara penularan, keteraturan minum obat dan komplikasi penyakit TB Paru sebanyak 10 orang (33%) dan yang berpengetahuan kurang tentang cara penularan, keteraturan minum obat dan komplikasi penyakit TB Paru sebanyak 20 orang (67%).Kesimpulan: Sebagian besar memiliki berpengetahuan kurang tentang cara penularan, keteraturan minum obat dan komplikasi penyakit TB Paru. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh pasien TB Paru belum begitu luas tentang komplikas penyakit TB Paru. Memberikan motivasi dan dorongan yang membangun pada pasien TB Paru serta memberikan penyuluhan kesehatan secara efektif pada pasien TB Paru saat beroba

    Artikel Penelitian Perbandingan Air Perasan Daucus Carota L. Dengan Povidone Iodine Topikal Dalam Penyembuhan Luka Insisi Mencit

    No full text
    Background: Injury is damage or loss of body tissue that occurs due to a factor that interferes with the body's protection system. These factors such as trauma, changes in temperature, chemicals, explosions, electric shock, or animal bites. Wound treatment as the first treatment to prevent infection, among others, using antiseptics such as povidone iodine. one of the agents that can heal wounds and is easily sought after by the public because of its availability such as carrot bulbs. Carrot bulbs (Daucus carota L.) are effective as an antiseptic, strengthen liver function, urinate, get rid of useless substances through the kidneys, laxatives, and protect the body from toxic chemicals. Research Objective: To compare the effects of carrot tuber juice with 10% povidone iodine topically in wound healing so that it can be used as an alternative medicine to accelerate wound healing. Research Methods: The type of research to be conducted in this study is an experimental laboratory with a post test only group design method. Sampling was calculated using the Federer formula. Analysis of bivariate data with Shapiro-Wilk. Research Results: From a total of 24 mice research samples. Statistical analysis using the Shapiro-Wilk test showed p = 0.001. Conclusion: There was a significant difference (p <0.05) between each treatment group.  Latar Belakang: Luka adalah rusak atau hilangnya jaringan tubuh yang terjadi karena adanya suatu faktor yang mengganggu sistem perlindungan tubuh. Faktor tersebut seperti trauma, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, atau gigitan hewan. Pengobatan luka sebagai penanganan pertama agar tidak terjadi infeksi antara lain menggunakan antiseptik seperti povidone iodine. salah satu agen yang dapat menyembuhkan luka dan mudah dicari oleh masyarakat karena ketersediannya yang demikian banyak seperti umbi wortel. Umbi wortel (Daucus carota L.) berkhasiat sebagai antiseptik, memperkuat fungsi hati, melancarkan kencing, membuang zat tak berguna melalui ginjal, laksatif, dan melindungi tubuh dari bahan kimia beracun. Tujuan Penelitian: Untuk membandingkan efek air perasan umbi wortel dengan povidone iodine 10% secara topikal dalam penyembuhan luka sehingga dapat digunakan sebagai salah satu obat alternatif untuk mempercepat penyembuhan luka. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan metode post test only group design. Pengambilan sampel dihitung menggunakan rumus Federer. Analisis data bivariat dengan Shapiro-Wilk. Hasil Penelitian: Dari total sampel penelitian berjumlah 24 mencit. Analisis statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk menunjukkan p=0,001. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara masing-masing kelompok perlakuan

    Efek Kurkumin Pada Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Pengobatan Kanker Lambung

    Get PDF
    Background :Cancer or malignancy is a group of diseases characterized by uncontrolled growth and spread of normal cells. One of the cancers that is still a problem in the world is gastric cancer. Gastric cancer is one of the main contributors to high mortality in the world, especially among men in old age. There are several treatment methods that are commonly used, such as surgery, radiation and chemotherapy. The choice of the method depends on the type and stage of tumor development. Chemotherapy is one of the treatment methods of choice, but the success rate of this treatment is limited due to chemoresistence. Herbal plants are one of the active compounds that are believed to be an alternative as anticancer because they have minimal side effects. One of the plants that can be used is turmeric (Curcuma longaI). Purpose: find out more about the benefits of turmeric as a stomach cancer treatment. Method: The method used by the author is literature study from various national and international journals. This method is used with the aim of increasing knowledge and understanding of the topics discussed by presenting published material by summarizing the material that has been published and providing factual information or new analysis from relevant literature reviews and then comparing the results in the article. Results: Curcumin compounds from the Curcuma longa plant can play a role in inhibiting cancer cell proliferation, anti-inflammatory, carcinogenic inhibition, immunomodulatory, antiestrogem and antiangiogenesis. Its role in tumorigenesis is also mediated through expression of genes that suppress apoptosis, mediate proliferation, invasion and angiogenesis. Conclusion: The curcumin content in turmeric can act as an anticancer, such as stomach cancer.Latar Belakang :. Kanker atau keganasan merupakan sekelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan yang tidak terkendali dan penyebaran sel-sel abnormal. Salah satu kanker yang masih menjadi masalah di dunia adalah kanker lambung. Kanker lambung merupakan salah satu penyumbang utama kematian yang tinggi di dunia, terutama pada kalangan pria di usia tua. Terdapat beberapa metode pengobatan yang biasa dilakukan, seperti pembedahan, radiasi dan kemoterapi. Pemilihan metode tersebut tergantung pada jenis dan stadium perkembangan tumor. Kemoterapi merupakan salah metode pengobatan pilihan, namun tingkat keberhasilan pengobatan ini terbatas karena adanya kemoresistensi. Tanaman herbal merupakan salah satu senyawa aktif yang dipercaya menjadi salah satu alternatif sebagai antikanker karena memiliki efek samping minimal. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah kunyit (Curcuma longaI). Tujuan : mengetahui lebih lanjut tentang manfaat kunyit sebagai pengobatan kanker lambung. Metode : Metode yang digunakan oleh penulis adalah studi literatur dari berbagai jurnal nasional maupun internasional. Metode ini digunakan dengan tujuan menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai topik yang dibahas dengan menyajikan materi yang telah diterbitkan dengan meringkas materi yang telah diterbitkan serta memberikan informasi fakta atau analisis baru dari tinjauan literatur yang relevan kemudian membandingkan hasil tersebut dalam artikel. Hasil : Senyawa kurkumin dari tanaman Curcuma longa dapat berperan dalam menghambat proliferasi sel kanker, antiinflamasi, penghambatan karsiogenik, immunomodulatory, antiestrogem dan antiangiogenesis. Perannya dalam tumorigenesis juga dimediasi melalui ekspresi gen yang menekan apoptosis, memediasi proliferasi, invasi dan angiogenesis. Kesimpulan : Kandungan kurkumin dalam kunyit dapat berperan sebagai antikanker seperti pada kanke r lambung &nbsp

    Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

    Get PDF
    Mothers have an important role in the growth and development of babies and toddlers, especially mother's knowledge has an influence on the mindset and level of care to provide proper food intake for their children. Infants and toddlers are included in the nutrition-prone group in the community where the highest prevalence of malnutrition is in infants and toddlers. The prevalence rate in the West Java region for malnutrition is still above 14% and the stunting rate is still above the national rate, namely 31%. This research is descriptive-analytic with a cross-sectional design. Data collection was carried out using a questionnaire. The number of population and sample is 35 respondents. The conclusion of this research is that the parity variable is the most dominant variable or has a big influence on the knowledge of mothers about complementary foods so that mothers have been given the right information since pregnancy-related to exclusive breastfeeding and provision of complementary foods and can seek information using technology or device to be able to access information on the right complementary foods.Ibu mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembanan Bayi dan Balita, khususnya pengetahuan ibu memiliki pengaruh kepada pola pikir dan tingkat kepedulian untuk memberikan asupan makan yang tepat untuk anaknya. Bayi dan balita masuk dalam kelompok rawan gizi di masyarakat dimana prevalensi gizi kurang tertinggi  pada bayi dan balita. Dalam laporan RISKESDAS 2018 balita gizi kurang di Indonesia tercatat sebesar 17.7%  masih dibawah taret RJPMN yaitu 17%. Sedangkan permasalahan gagal tumbuh yang ditandai dengan dengan tubuh pendek atau stunting sebesar 30,8%. Besaran prevalensi di Jawa Barat untuk gizi kurang di wilayah Jawa Barat masih di atas 14% dan angka stunting masih diatas angka nasional yaitu 31%. Profil Dinas kesehatan Kota Depok tahun 2017 menyampaikan Jumlah balita gizi lebih 5,57%, balita kurus 2,99% dan balita sangat kurus/gizi buruk sebanyak 0,06%. Masalah tersebut muncul bukan hanya karena kekurangan pangan namun bisa dari faktor lain seperti pemberian MP-ASI yang tidak adekuat tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang ada diusianya dan penyapihan dini. Memburuknya keadaan gizi bayi juga terjadi akibat ketidaktahuan ibu mengenai metode MP-ASI yang tepat sehingga praktik pemberian makanan pada bayi dapat mengakibatkan masalah gizi kurang, stunting serta gizi lebih atau obesitas. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah populasi dan sampel sebanyak 35 responden. Dari hasil analisis univariat didapatkan ibu yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 26 orang (74.3%), ibu yang berusia < 20 dan > 35 tahun sebanyak 24 (68.6%), jumlah ibu yang berpendidikan tinggi (SMA-Perguruan Tinggi) sebanyak 20 (57.1%), sebagian ibu baru memiliki anak pertama sebanyak 19 (54.3%), sebagian besar ibu tidak bekerja atau ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 26 (74.3%), hampir seluruh reponden memiliki buku KIA sebanyak 34 (97.1%) dan riwayat pemerian ASI Eksklusif sebanyak 23 (65.7%). Hasil dari analisis bivariat didapatkan variabel yang berhubungan adalah variabel umur (nilai p=0,015), pendidikan (nilai p=0,019), paritas (nilai p=0,004), dan riwayat pemberian ASI Eksklusif (0,003). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Variabel paritas adalah variabel yang paling dominan atau besar pengaruhnya terhadap pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI (MPA-ASI) sehingga para ibu sudah diberikan informasi yang tepat sejak kehamilan terkait ASI Eksklusif dan Pemberian MPASI dan bisa mencari informasi menggunakan teknologi atau gawai untuk bisa mengakses informasi pemberian MP-ASI yang tepat

    Penerapan Aspek Spiritualitas dengan Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pada Pasien

    Get PDF
    Background; nurses believe that humans are bio-psycho-socio-cultural and spiritual beings who are intact and respond to changes that occur, among others, due to health problems and irregularities in fulfilling needs. Aim; know the relationship between the application of spiritual aspects of nurses with the fulfillment of spiritual needs in inpatients at Barombong Health Center. Method; Descriptive analytic research design using the Cross-sectional design method to take measurements or observations at the same time with purposive sampling technique sampling. Data obtained through a questionnaire that was processed using the SPSS computer program. Univariate and bivariate data analysis and description. Result; The statistical test obtained the value of Ï = 0.034 <α = 0.05, there is a relationship between the application of the spirituality aspects of nurses and the fulfillment of the spiritual needs of patients. Conclusion; There is a relationship between the application of the spirituality aspects of nurses with the fulfillment of spiritual needs for inpatients. There needs to be a strategy in improving health services, especially in applying the spiritual needs of the patient.Latar belakang; perawat meyakini manusia sebagai makhluk bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual yang utuh berespons terhadap suatu perubahan yang terjadi antara lain karena gangguan kesehatan dan penyimpangan pemenuhan kebutuhan. Tujuan; mengetahui hubungan penerapan aspek spiritualitas perawat dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pada pasien rawat inap di Puskemas Barombong. Metode; Desain penelitian analitik deskriptif dengan menggunakan metode desain Cross Sectional melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang diolah dengan menggunakan program komputer SPSS. Analisis data univariate dan bivariat dan deskripsi. Hasil; uji statistik diperoleh nilai Ï = 0.034 < α = 0.05, terdapat hubungan penerapan aspek spiritualitas perawat dengan pemenuhan kebutuhan spiritualitas pasien. Kesimpulan; terdapat hubungan penerapan aspek spiritualitas perawat dengan pemenuhan kebutuhan spititualitas terhadap pasien yang dirawat inap. Perlu ada strategi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam penerapan aspeks kebutuhan spiritual pasie

    Aspirin Dosis Rendah untuk Mencegah Preeklamsia pada Kehamilan

    Get PDF
    Background. To date, an effective screening algorithm for the identification of women at risk of developing preeclampsia does not yet exist, so prevention of preeclampsia is an important component of prenatal care. Meanwhile, giving low-dose aspirin to pregnant women is thought to prevent preeclampsia in pregnancy. So the aim of this literature review is to determine the effect of aspirin therapy to prevent preeclampsia in pregnancy. Method. This study is a literature review, with the literature used involving as many as 21 of the results literature. Several studies have shown that the effect of low-dose aspirin therapy can significantly reduce the development of preeclampsia, reduce the incidence of preterm birth and small for gestational age significantly. Conclusion. Treatment with low-dose aspirin in women at high risk for preeclampsia resulted in a lower incidence compared with placebo.Latar belakang. Hingga saat ini, algoritma skrining yang efektif untuk identifikasi wanita yang berisiko mengalami preeklamsia masih belum ada, sehingga pencegahan preeklamsia merupakan komponen penting dari perawatan prenatal. Sementara itu, pemberian aspirin dosis rendah pada ibu hamil diduga dapat mencegah preeklamsia pada kehamilan Sehingga tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui efek terapi aspirin untuk mencegah preeklamsia pada kehamilan. Metode. Studi ini merupakan literature review, dengan sumber pustaka yang digunakan melibatkan sebanyak 21 pustaka Hasil. Beberapa penelitian menunjukkan  efek terapi aspirin dosis rendah dapat menurunkan perkembangan preeklamsia, mengurangi kejadian kelahiran prematur dan kelahiran bayi kecil untuk usia kehamilan (small for gestational age) secara signifikan.  Kesimpulan. Pengobatan dengan aspirin dosis rendah pada wanita dengan risiko tinggi untuk preeklamsia menghasilkan insiden yang lebih rendah dibandingkan dengan plasebo

    Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Gangguan Sistem Pencernaan “Gastritisâ€

    No full text
    The purpose of applying nursing care by using a nursing process approach with priority problems meeting the basic needs of pain. The research method used with the case study approach is designed descriptively, which in this case study will explain the cases experienced by patients with gastritis. The results of research from the results of case studies that people with gastritis will be worse if he experiences stress. In addition to stress, the entry of air through the mouth when consuming food can also cause an increasingly bloated stomach and increased belching frequency. Conclusions obtained from the main complaints of patients say uluhati like pricked and felt at mealtime or late eating with the nature of complaints disappearing arise. The objective data is that the general condition of the patient is weak, the patient seems to wince The main nursing diagnoses are pain related to gastric mucosal irritation, nutritional changes less than the body's needs related to inadequate intake and the risk of lack of fluid volume associated with nausea and vomiting. In planning the writer involves the family in determining the priority of the problem of choosing the right action in the nursing process of gastritis. Interventions carried out adjusted to interventions contained in the theory. The implementation phase is based on a plan that has been prepared by the author together with the client and family. In evaluating the nursing process in clients with gastritis always refers to the purpose of meeting the needs of the client. The results of the evaluation conducted for three days showed that all problems could be overcome.Tujuan menerapkan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dengan prioritas masalah pemenuhan kebutuhan dasar nyeri. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan studi kasus didesain secara deskriptif, dimana dalam studi kasus ini akan menjelaskan tentang kasus yang dialami oleh pasien dengan Gastritis. Hasil penelitian dari hasil studi kasus bahwa penderita gastritis akan menjadi lebih buruk jika dirinya mengalami stres. Selain stress, masuknya udara lewat mulut ketika mengkonsumsi makanan juga bisa menyebabkan perut semakin kembung dan frekuensi sendawa meningkat. Kesimpulan didapatkan keluhan utama pasien mengatakan uluhati seperti ditusuk-tusuk dan dirasakan pada waktu makan atau terlambat makan dengan sifat keluhan hilang timbul. Data obyektifnya berupa keadaan umum pasien lemah, pasien nampak meringis. Diagnosa keperawatan yang utama ditegakkan adalah nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa lambung, Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake tidak adekuat dan resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual muntah. Dalam perencanaan penulis melibatkan keluarga dalam menentukan prioritas masalah memilih tindakan yang tepat dalam proses keperawatan gastritis. Intervensi yang dilaksanakan disesuaikan dengan intervensi yang terdapat dalam teori. Tahap pelaksanaan didasarkan pada perencanaan yang telah disusun penulis bersama klien dan keluarga. Dalam mengevaluasi proses keperawatan pada klien dengan gastritis selalu mengacu pada tujuan pemenuhan kebutuhan klien. Hasil evaluasi yang dilakukan  selama tiga hari menunjukkan semua masalah dapat teratas

    Kualitas Tidur dan Kestabilan Emosi dengan Hasil Prestasi Belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran

    Get PDF
    Learning Achievement can be influenced by external and internal factors. The phenomenon of sleep deprivation and emotional stability fluctuations in medical students at Malahayati University has an impact on the quality of student lectures, so the Grade Point Average values cannot reach optimal values. So this is the concern of researchers to find out whether the relationship between these two factors affects the value of the student Grade. The research aims to determine the relationship between sleep quality and emotional stability with student achievement in the faculty of medicine Malahayati University Generation of 2018. The Respondents This research were students of the medical faculty of Malahayati University Generation 2018, a total of 168 students. The Sample is 118 students that use a purposive sampling technique. The questionnaire was used as a sleep quality questionnaire, emotional stability, and a second-semester transcript. Correlation test shows the relationship between sleep quality and learning achievement with P-Value 0,013 (<0,05) and emotional stability and learning achievement are 0,017 which means there is the relationship between sleep quality and emotional stability with achievement study.Prestasi Belajar dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal.Fenomena kuarang tidur dan fluktuatif kestabilan emosi pada mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati memberikan dampak pada kualitas perkuliahan mahasiswa, sehingga nilai indeks prestasi kumulatif tidak bisa mencapai nilai optimal. Sehingga hal ini menjadi perhatian peneliti untuk mengetahui apakah hubungan kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa. Mengetahui hubungan kualitas tidur dan kestabilan emosi dengan prestasi belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2018. Hipotesis pada penelitian ini terdapat hubungan antara kualitas tidur dan kestabilan emosi dengan prestasi belajar mahasiswa fakultas kedokteran universitas malahayati angkatan 2018. Responden penelitian mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2018 berjumlah 168 mahasiswa. Sampel Berjumlah 118 mahasiswa menggunakan teknik purposive sampling. alat yang digunakan kuisioner kualitas tidur , kestabilan emosi dan transkrip nilai semester dua, menggunakan uji korelasi spearman. Uji korelasi menunjukan adanya hubungan kualitas tidur dan prestasi belajar dengan P-Value  (<0,05) dan nilai P-Value kestabilan emosi dan prestasi belajar 0,017 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara kualitas tidur dan kestabilan emosi dengan prestasi belaja

    Gaya Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati

    Get PDF
    Latar Belakang: Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar adalah gaya belajar. Gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seseorang dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berfikir dan memecahkan soal. Prestasi belajar adalah cerminan hasil nilai yang dicapai dari pembelajaran pada akhir program studi. gaya belajar memberi pengaruh positif terhadap prestasi belajar atau nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan antara gaya belajar visual, auditory, read/write, dan kinesthetic dengan hasil prestasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati angkatan 2018.Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 118 orang . Analisis data menggunakan uji one way ANOVA. Hasil: Nilai rata-rata IPK dari 118 responden mahasiswa angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati yaitu 2,90 dengan standar deviasi 0,39. Sebagian besar gaya belajar responden adalah gaya belajar kinesthetic sebanyak 68 orang (57,6%). Ada perbedaan yang bermakna secara statistik antara gaya belajar visual, auditory, read/write, dan kinesthetic terhadap hasil prestasi belajar mahasiswa dengan diperoleh nilai p-value=0,000. Kesimpulan: Ada perbedaan yang bermakna secara statistik antara gaya belajar visual, auditory, read/write, dan kinesthetic dengan hasil prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati Angkatan 2018Background: One factor that can influence learning outcomes is the learning style. Learning style is a consistent way carried out by someone in overcoming stimuli or information, ways of thinking, thinking and solving problems. Learning achievement is a reflection of the score result achieved from learning at the end of the study program. Learning styles have a positive impact on student achievement or the student's cumulative achievement index score. Objectives: To know the differences in learning style among visual, auditory, read/write, and kinesthetic with learning achievement results in the Medical Faculty University of Malahayati class of 2018. Methods: The design of this study used an observational analytic approach with a cross-sectional design. The sampling technique in this study used a simple random sampling method and obtained a total sample of 118 people.  Data analysis using a one-way ANOVA test. Results: The average score of the 118 student’s GPA at the Medical Faculty University of Malahayati Class of 2018 is about 2,90 with a standard deviation value of 0,39. Most of the respondents’ learning style is kinesthetic learning styles as many as 68 people (57,6%). There is a statistically significant difference between the learning styles of visual, auditory, read/write, and kinesthetic toward student achievement results with the p-value= 0,000. Conclusion: There is a statistically significant difference between the learning styles of visual, auditory, read/write, and kinesthetic with the results of student achievement at the Medical Faculty University of Malahayati Class of 2018

    435

    full texts

    583

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JIKSH: Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇