Bina Generasi - Jurnal Kesehatan
Not a member yet
    157 research outputs found

    STRATEGI PENCEGAHAN PRESSURE INJURIES (PI) BERDASARKAN EVIDENCE-BASED PRACTICE (EBP): A SYSTEMATIC REVIEW

    No full text
    ABSTRAK Masih tingginya prevalensi kejadian Pressure Injuries (PI) di rumah sakit mengakibatkan budaya keselamatan pasien dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan belum optimal. Telah banyak publikasi penelitian yang memberikan pilihan dalam menangani dan mencegah terjadi luka dekubitus. Namun hanya sebagian perawat saja yang menerapkan praktik berbasis bukti dalam layanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pencegahan PI berdasarkan Evidence-Based Practice (EBP). Jenis penelitian ini merupakan penelitian systematic review  dengan sumber pencarian literature dilakukan pada empat portal jurnal terindeks yaitu PubMed, Wiley, ProQuest, dan Google Schoolar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa artikel yang teridentifikasi sebanyak 3427 penelitian, kemudian dilakukan screening dengan mengekslusi artikel yang double publikasi dan bukan 10 tahun terakhir. Selanjutnya, mengeklusi artikel yang bukan jurnal penelitian, tidak free full text, dan tidak sesuai dengan variabel, sehingga menyisakan 11 artikel yang diinklusi. Dapat disimpulkan bahwa pencegahan PI dapat ditingkatkan dengan memaksimalkan asuhan keperawatan berdasarkan EBP. Hasil-hasil penelitian memberikan pilihan intervensi yang dapatkan diintegrasikan dalam pemberian pelayanan keperawatan untuk meningkatkan kualitas asuhan. Pencegahan PI tidak dapat dilakukan hanya dengan melaksanakan satu intervensi pencegahan saja. Memaksimalkan seluruh intervensi yang ada, dapat menurunkan kejadian PI. Diharapkan kepada perawat untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mencari dan menemukan hasil-hasil penelitian yang dapat digunakan dalam pencegahan PI. Intervensi berdasarkan EBP merupakan sebuah inovasi yang perlu ditingkatkan bagi semua perawat.  Kata Kunci : Perawat, Pressure Injuries, Evidence-Based Practice   ABSTRACT The high prevalence of the incidence of Pressure Injuries (PI) in hospitals has resulted in a culture of patient safety in improving the quality of nursing services. There have been many research publications that provide options for managing and preventing pressure sores. However, only some nurses apply evidence-based practice in health services in hospitals. The aims of this study was to determine PI prevention strategies based on Evidence-Based Practice (EBP). This type of research is systematic review research with literature search sources conducted on four indexed journal portals, namely PubMed, Wiley, ProQuest, and Google Scholar. The results of this study indicate that 3427 research articles were identified, then screened by the exclusion of articles that were double publications and not the last 10 years. Furthermore, excluding articles that are not research journals, is not free full text, and does not fit into the variable, leaving 11 articles included. It can be concluded that PI prevention can be improved by maximizing nursing care based on EBP. The results of the study provide intervention options that are integrated into the delivery of nursing services to improve the quality of care. PI prevention cannot be carried out by implementing only one preventive intervention. Maximizing all existing interventions can reduce the incidence of PI. It is expected that nurses will continue to improve their abilities and skills in searching and finding research results that can be used in PI prevention. Interventions based on EBP are an innovation that needs to be improved for all nurses. Keywords : Nurse, Pressure Injuries, Evidence-Based Practic

    MANFAAT DAN TOKSISITAS PINANG (Areca catechu) DALAM KESEHATAN MANUSIA

    No full text
    Areca nut or Areca catechu (AC) is a multifunctional plant and has long been cultivated by local communities in Indonesia. Various ethnic groups in Indonesia and the other countries have been used AC as a medicine, economic commodity and ritual material. The review of this article aims to reveal the relationship between AC utilization and its bioactivity. The writing of this article is based on the study of scientific literature published both online and offline using the keywords Areca catechu, areca nut, and AC bioactivity. The local communities in various parts of the world, including Indonesia, use AC seeds as the main ingredient or tabah for betel. The betel causes color changes in the oral cavity and teeth. Consumption of AC has a positive impact to overcome microbial growth, anti-shizophrenia, anti-inflammation and improve memory. The negative effects of AC consumption such as oral cancer, neonatal syndrome and hyperglycemia. Further studies are needed on the consumption of AC by local Indonesian communities so that their negative effects can be minimized.Pinang atau Areca catechu (AC) merupakan tanaman multifungsi dan telah lama dibudidayakan oleh masyarakat lokal di Indonesia. Berbagai etnis di Indonesia dan negara lain memanfaatkan AC sebagai obat, komoditas ekonomi dan ritual. Kajian artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan pemanfaatan AC dan bioaktivitasnya. Penulisan artikel ini didasarkan pada studi literature ilmiah yang terbit secara online maupun offline dengan menggunakan kata kunci Areca catechu, areca nut, dan bioactivity AC. Masyarakat lokal di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia memanfaatkan biji AC sebagai bahan utama atau tabahan untuk menyirih. Secara faktual terlihat bahwa menyirih mengakibatkan perubahan warna pada bagian rongga mulut dan gigi. Komsumsi AC memiliki dampak positif untuk mengatasi pertumbuhan mikroba, anti shizofrenia, anti inflamasi dan meningkatkan daya ingat. Berbagai laporan menunjukkan efek negatif dari komsumsi AC seperti kanker mulut, sindrom neonatal dan hiperglikemia. Perlu kajian lebih lanjut mengenai komsumsi AC oleh masyarakat lokal Indonesia sehingga efek negatifnya dapat diminimalisasi

    KARAKTERISTIK LANJUT USIA DENGAN HIPERTENSI DI DESA BANUA BARU

    No full text
    Lanjut Usia adalah seseorang yang berusia > 60 tahun, baik pria maupun wanita, yang masih aktif  beraktivitas dan bekerja ataupun mereka yang tidak berdaya untuk mencari nafkah sendiri sehingga bergantung kepada orang lain untuk menghidupi dirinya. Pada saat seseorang telah memasuki usia lanjut terjadinya penurunan daya tubuh hingga tingkat tertentu yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami masalah kesehatan. Salah satu penyakit yang sering menyerang para lanjut usia adalah Hipertensi. Hipertensi adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh peningkatan tekanan darah. Hipertensi bisa muncul tanpa gejala, sementara tekanan darah yang terjadi terus-menerus terjadi dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan komplikasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik hipertensi lanjut usia di Desa Banua Baru. Jenis penelitian yang digunakan merupakan metode survei dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan mulai bulan November 2019 hingga bulan Desember 2019. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner yang meliputi pertanyaan tentang usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan pada Lanjut Usia di Desa Banua Baru. Adapun populasi lanjut usia di Desa Banua Baru yaitu sebanyak 99 lansia dan sampel yang diambil sebanyak 24 orang lansia. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik  responden yaitu mayoritas lansia terbanyak yang hipertensi yaitu  dengan  umur  60-74  (70,8%), jenis kelamin perempuan (75%), pekerjaan IRT (75%). Adapun total lansia yang hipertensi di Desa Banua Baru yaitu sebanyak 24 orang

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSONAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 KOTAMOBAGU

    No full text
    Background: Adolescent girls are vulnerable to reproductive organ infections due to a lack of personal hygiene. Personal hygiene is an effort to maintain one's personal health with the purpose to prevent the occurrence of diseases and to improve health status. Problems that will arise due to lack of hygiene of the reproductive organs, namely some venereal diseases such as cervical cancer, vaginal discharge, genital skin irritation, allergies, and inflammation or urinary tract infections. Objective: The purpose of this study was to analyze factors related to personal hygiene. Method : This study applied observational analytic study with cross-sectional study approach and a sample of 100 female adolescents using a questionnaire. The sampling technique used simple random sampling and data analysis was done using the chi-square test. Result: The results of the analysis obtained knowledge (p-value = 0003) and socioeconomic status (p-value = 0,000). Conclusion: Therefore it can be inferred that knowledge and socioeconomic status were factors associated with personal hygiene in the female adolescents

    Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pernikahan Dini Di SMPN Anreapi Kec. Anreapi Kab. Polewali Mandar

    No full text
    Background: Early marriage is one of the issues that continue to be done to overcome it because early marriage produces many negative effects, not only for individuals who are engaged in early marriage, but also for the country because by early marriage, many children in Indonesia become severed school, as a result the unemployment rate in Indonesia is increasing and the quality of human resources is getting lower. The Office of Religious Affairs in Kec. Anreapi Kab. Polewali Mandar  said that there were 23 people who had early marriages in 2016 and had increased in 2017, reaching 37. Purpose: To find out the description of knowledgeTeen girls about marriage at SMPN Anreapi Kec. Anreapi Kab. Polewali Mandar. Method of research: The type of research used is a method of research and quantitative criteria that are carried out by means of aiming to make a description or a description of the existence of objects objectively in terms of data collection from data collection and performance of the results. The number of population in this study is 65 students from SMPN Anreapi. This research was conducted in August 2018 using accidental techniques. Accidental sampling is a momentary sampling. So that the samples obtained are those that are available or available at that time. Results: Overall a description of the knowledge of young women about Early Marriage, where the results of the study showed that from 65 respondents who obtained good criteria as many as 4 respondents or (6.2%), who obtained enough criteria as many as 46 respondents or (70.77%) and who received less criteria as many as 15 respondents or (23.1%). Conclusion: Based on the research, it was found that the level of knowledge of young women about early marriage at SMPN Anreapi Kec. Anreapi Kab. Polewali Mandar, 2018 was in the sufficient category. Suggestion: It is expected that adolescents can continue to increase their insight and knowledge regarding matters related to early marriage so that teenagers can increase their knowledge.Latar belakang : Pernikahan dini menjadi salah satu persoalan yang terus dilakukan upaya untuk mengatasinya karena pernikahan dini menghasilkan banyak dampak negatif, tidak hanya bagi individu yang melakukan pernikahan dini tersebut, melainkan juga bagi negara karena dengan menikah dini, banyak anak-anak di Indonesia menjadi putus sekolah, akibatnya angka pengangguran di Indonesia menjadi meningkat dan kualitas SDM semakin rendah. Kantor Urusan Agama Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar  mengatakan bahwa terdapat 23 orang yang melalukan pernikahan dini pada tahun 2016 dan mengalami peningkatan pada tahun 2017 yaitu mencapai  37. Tujuan :Untukmengetahui Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pernikahan Dini Di SMPN Anreapi Kec. Anreapi Kab. Polewali Mandar. Metode penelitian :Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriftif kuantitatifyaitu metode yang dilakukan dengan satu tujuan membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif dalam bentuk angka-angka mulai dari pengumpulan data serta penampilan dari hasilnya. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 65 orang siswi putri SMPN Anreapi.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus 2018 dengan menggunakan tehnik accidental. Accidental sampling adalah pengambilan sampel yang dilakukan sesaat. Sehingga sampel diperoleh adalah yang ada atau tersedia pada waktu itu. Hasil : Secara keseluruhan gambaran pengetahuan remaja putri tentang Pernikahan Dini, dimana hasil penelitian menunjukan bahwa dari 65 responden yang memperoleh kriteria baik sebanyak 4 responden atau (6,2%),  yang memperoleh kriteria cukup sebanyak 46 responden atau (70,77%) dan yang memperoleh kriteria kurang sebanyak  15 responden atau (23,1%). Kesimpulan : Berdasarkan penelitian diperoleh hasil tentang tingkat pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di SMPN Anreapi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2018 berada pada kategori cukup. Saran : Diharapkan remaja agar dapat terus meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai hal yang berhubungan dengan pernikahan dini sehingga para remaja dapat meningkatkan pengetahuan

    PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIALANAK USIA PRASEKOLAH (3- 6 TAHUN) DI TK PGRI KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN AJARAN 2017-2018

    No full text
    The technological development of gadgets today has resulted in excessive addiction to its users, both for adults and children, parents have full control to avoid children from excessive addiction to gadgets, but today young parents tend to give gadgets to their children as early as possible for reasons of practicality, where parents can more easily control and know what their child is doing. This study aims to determine the effect of gadgets on the psychosocial development of preschoolers (3-6 years) at the Kindergarten PGRI PolewaliMandar District Academic Year 2017-2018. Methods The type of research used is descriptive correlation, while the form of research used is cross sectional with a sample of 69 respondents. The results of the analysis using chi-square test, it is known that the value of p = 0,000 ? ? 0,05. This value states that there is an influence of gadget usage on psychosocial development of pre-school age children (3-6 years) 2017-2018 Academic Year. Conclusion There is an influence of gadget usage on psychosocial development of preschoolers (3-6 years) at the PolewaliMandar Regency PGRI KindergartenPerkembangan teknologi akan gadget saat ini telah mengakibatkan adiksi berlebihan bagi penggunanya, baik itu kepada orang dewasa maupun anak-anak, orang tua memegang kendali penuh untuk menghindarkan anak dari adiksi berlebihan pada gadget, namun para orang tua muda cenderung memberikan gadget kepada anak mereka sedini mungkin dengan alas an kepraktisan, dimana orang tua dapat lebih mudah mengontrol dan mengetahui apa yang dilakukan anak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gadget  terhadap perkembangan psikososial anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK PGRI Kabupaten Polewali Mandar Tahun Ajaran 2017-2018. Metode penelian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi, sedangkan bentuk penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan sampel sebanyak 69 responden. Hasil analisis menggunakan uji chi-square, diketahui nilai p=0,000 ? ? 0,05.Nilai ini menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan psikososial anak usia prasekolah (3-6 tahun) Tahun Ajaran 2017-2018. Kesimpulan  Ada pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan psikososial anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK PGRI Kabupaten Polewali Mandar

    PENANGGULANGAN STUNTING DAN PEMBERIAN ASUPAN NUTRISI DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 0-5 TAHUN

    Get PDF
    Stunting is a chronic malnutrition caused by a lack of nutrient intake (Carbohydrates, Proteins, vitamins, minerals, fats) in a long time, resulting in growth disorders in children of growth age ie the child's height becomes lower or shorter than the standard age. The right parenting can be pursued by giving full attention and affection to the child, giving him enough time to enjoy being with the whole family. This incident occurred in the District of Ciamis which we examined in the February - July period of 2019. This study aims to obtain Stunting Countermeasures and provide nutritional intake with the occurrence of nutritional status in children aged 0-5 years in the village of Baregbeg district of Ciamis in 2019. Methods used in this research is descriptive research method. The sample used was all mothers who have toddlers 0-5 years in Baregbeg Village, Baregbeg District, ciamis Regency as many as 74 people using simple random sampling techniques. The results of this study showed that among them the nutritional status of toddlers was the category of undernourished nutrition as many as 43 people (58.1% ), 58 people (91.9%) of adequate feeding habits category, 35 respondents (47.4%) parenting habits, 39 people (52.7%) category enough hygiene habits, health service habits in the enough category 38 people (51.3%). From the results of this study it can be concluded that the nutritional status figures in the village of Baregbeg, Baregbeg Subdistrict, Ciamis Regency in 2019 were in the poor category of 43 people (58.1%). Conclusion, From the knowledge of the results of this study, it is expected that an increase in the actual role and function of mothers in the pattern of caring for children under five so that the expected nutritional status increases to be better for the creation of a better generation for the advancement of the nation and state of Indonesia.Stunting  adalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi (Karbohidrat,Protein, vitamin, mineral, lemak) dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak dalam usia pertumbuhan yakni tinggi badan anak menjadi lebih rendah  atau pendek dari standar usianya. Pola asuh yang benar bisa ditempuh dengan memberikan perhatian yang penuh serta kasih sayang pada anak, memberinya waktu yang cukup untuk menikmati kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga. Kejadian ini terjadi di Kabupaten ciamis yang kami teliti pada bulan periode  Februari – Juli Tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Penanggulangan  Stunting dan pemberian asupan nutrisi dengan kejadian status gizi pada anak usia 0-5 tahun  di desa baregbeg kabupaten ciamis tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan  metode penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan adalah semua ibu yang memiliki balita 0-5 tahun di Desa Baregbeg  Kecamatan Baregbeg  Kabupaten ciamis sebanyak 74 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling.Hasil penelitian ini menunjukan diantaranya status gizi balita adalah kategori gizi kurang sebanyak 43 orang (58,1%), kebiasaan pemberian makan kategori cukup sebanyak 58 orang (91,9%), kebiasaan pengasuhan kategori kurang 35 responden (47,4%), kebiasaan kebersihan kategori cukup sebanyak 39 orang (52,7%), kebiasaan pelayanan kesehatan kategori cukup sebanyak 38 orang (51,3%).Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa angka status gizi di desa Baregbeg Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis tahun 2019 berada dalam  kategori kurang sebanyak 43 orang (58,1%). Keimpulan, Dari pengetahuan tentang hasil penelitian ini diharapkan terjadinya  Suatu peningkatan peran dan fungsi ibu  yang sebenarnya dalam pola pengasuhan balita agar angka status gizi yang diharapkan  meningkat menjadi lebih baik demi terciptanya generasi yang lebih baik untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia

    POTENSI PROFESIONAL KESEHATAN DALAM MENJALANKAN INTERPROFESSIONAL COLLABORATION PRACTICE DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN

    No full text
    Interprofessional collaboration practice is the interaction or relationship of two or more health professionals working interdependent to provide care for patients, work together to sharing information to make decisions together, and determine the optimal time to conduct cooperation in patient care. This study aims to determine the potential of health professionals in carrying running the practice interprofessional collaboration at Hasanuddin University Hospital. This study is a qualitative research design fenomonologi. Participants in the study of 7 (seven) participants obtained through the use of purposive sampling techniques. Data was analyzed by thematic analysis to determine the theme generated. The results showed that through thematic analysis produced 4 (four) themes include: basic competencies of collaboration, success criteria interprofessional collaboration practices, barriers to adoption of interprofessional collaboration practices, and expectations of health professionals to interprofessional collaboration practices.Interprofessional collaboration practice adalah interaksi atau hubungan dari dua atau lebih profesional kesehatan yang bekerja saling bergantung untuk memberikan perawatan untuk pasien, berbagi informasi untuk mengambil keputusan bersama, dan mengetahui waktu yang optimal untuk melakukan kerjasama dalam perawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi profesional kesehatan dalaam menjalan interprofessional collaboration practice di rumah sakit Universitas Hasanuddin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomonologi. Partisipan dalam penelitian sebanyak 7 (tujuh) partisipan yang diperoleh melalui penggunaan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara analisis tematik untuk mengetahui tema yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui analisis tematik dihasilkan 4 (empat) tema antara lain: dasar-dasar kompetensi kolaborasi, kriteria keberhasilan interprofessional collaboration practice, hambatan penerapan interprofessional collaboration practice, danharapan profesional kesehatanterhadap interprofessiona collaborationpractice

    HUBUNGAN PELATIHAN APN DENGAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN BIDAN DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN

    No full text
    Delivery complications for the mother and fetus. High maternal mortality is influenced by many factors, one of which is the ability of midwive’swork’s. This study aied to assess the effect of training on knowledge and skills APN midwives as well as differences in the level of knowledge and skills of midwives ho have been trained and ho have never APN trained. This research is an observational research that is by simply observing without treating the object of study. In this study wwas a cross sectional study in a way that is an approach to observation or data collection at once at a time (Time Point Approach) means each subject of study only observed once, and the measurement is made on the status of the character or variable subjects at the time of inspection. This does not mean that all research subjects were observed at the same time. Samples in this research is all from populations, 25 midwives in the delivery room in hospital SawerigadingPalopo. Data were analyzed using chi-square test. The result showed that APN training has a significant association with knowledge help labor (p=0,025). APN training has a significant connection with childbirth aid skills (p=0,000). The conclusion that the knowledge and skills of midwives who have been trained APN better than the midwives who are not trained APN.Komplikasi persalinan untuk ibu dan janin. Kematian ibu yang tinggi dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kemampuan kerja bidan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan bidan APN serta perbedaan tingkat pengetahuan dan keterampilan bidan yang telah dilatih dan belum pernah dilatih APN. Penelitian ini adalah penelitian observasional yang hanya mengamati tanpa memperlakukan objek penelitian. Dalam penelitian ini penelitian ini adalah studi potong lintang dengan cara yang merupakan pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu waktu (Time Point Approach) artinya setiap subjek penelitian hanya diamati satu kali, dan pengukuran dilakukan pada status karakter atau variabel subjek pada saat inspeksi. Ini tidak berarti bahwa semua subjek penelitian diamati pada saat yang sama. Sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi, 25 bidan di ruang bersalin di rumah sakit Sawerigading Palopo. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan APN memiliki hubungan yang signifikan dengan tenaga bantuan pengetahuan (p = 0,025). Pelatihan APN memiliki hubungan yang signifikan dengan keterampilan bantuan persalinan (p = 0,000). Kesimpulannya adalah bahwa pengetahuan dan keterampilan bidan yang telah dilatih oleh APN lebih baik daripada bidan yang tidak dilatih oleh APN

    FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA

    No full text
    One of health problem that often arises in the elderly population is a decline in cognitive function. This cognitive function is obtained through the interaction between the formal environment, namely education and non-formal environment that is obtained from everyday life. This cognitive function can affect a person's level of independence. Impaired cognitive functions often have an impact on social life, psychological and physical activity of the elderly. Objective To find out the factors associated with decreased cognitive function in the elderly at Puskesmas Kec. Panumbangan Regency. Ciamis Correlational research design with cross sectional research design. The population in this study amounted to 38 people, with a total sample of 38 people. Research results The results of data analysis with the chi-square. With a critical limit of 0.05 or can be compared by comparing the calculated chi-square value with the chi-square table. If the value of sig <0.05 then there is a significant relationship, and if the value of sig> 0.05 then there is a significant relationship. There is a relationship between the age factor with decreased cognitive function in the elderly, There is no relationship between the sex factor with the decline in cognitive function in the elderly, There is a relationship between disease history factors with decreased cognitive function in the elderly, There is a relationship between nutritional status factors and a decline in cognitive function in the elderly.Salah satu masalah kesehatan yang sering kali muncul pada penduduk lansia adalah penurunan fungsi kognitif. Fungsi kognitif ini didapatkan melalui interaksi antara lingkungan formal yaitu pendidikan serta lingkungan non formal yang didapatkan dari kehidupan sehari-hari. Fungsi kognitif ini dapat mempengaruhi tingkat kemandirian seseorang. Gangguan fungsi kognitif ini sering kali berdampak pada kehidupan sosial, psikis serta aktivitas fisik para lansia. Tujuan Untuk mengetahui Faktor - faktor yang berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia di PuskesmasKec. Panumbangan Kab. Ciamis Desain penelitian korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 38 orang, dengan jumlah sampel38 orang. Hasil penelitian Hasil analisis data denganchi-square.dengan batas kritis yakni 0,05 atau dapat dengan cara membandingkan antara nilai chi-square hitung dengan chi-square tabel. Jikanilai sig < 0,05 maka terdapat hubungan yang signifikan, dan jika nilai sig > 0,05 maka terdapat hubungan yang signifikan.Ada Hubungan antara factor Usia dengan penurunan fungsi kognitif lansia,Tidak Ada Hubungan antara factor Jenis Kelamin dengan penurunan fungsi kognitif lansia, Ada Hubungan antara factor Riwayat Penyakit dengan penurunan fungsi kognitif lansia, Ada Hubungan antara faktor Status gizi dengan penurunan fungsi kognitif lansia

    103

    full texts

    157

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bina Generasi - Jurnal Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇