Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
Pembuatan Sabun Biji Alpukat Sebagai Solusi Ramah Lingkungan Dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Di Kalurahan Sumberwungu, Gunung Kidul, Yogyakarta
Avocado seeds, often regarded as waste, have significant potential as an alternative raw material for producing environmentally friendly products, such as natural soap. These seeds contain beneficial active compounds, including antioxidants, unsaturated fatty acids, and vitamin E, which contribute to skin health. This community service program aims to train the residents of Sumberwungu Village, Gunung Kidul, Yogyakarta, in making soap using avocado seeds as the primary ingredient through the cold process method. The program’s objectives are not only to reduce waste but also to enhance the community's skills in producing high-quality soap that can be marketed as a local product with economic value. It is hoped that through this training, participants will be able to utilize avocado seeds to create soap with skin benefits, opening new economic opportunities for small businesses. The results of the community service activities indicated that the participants welcomed the initiative enthusiastically and actively engaged in the training process. Evaluations revealed a significant improvement in participants’ pretest and posttest scores, demonstrating a better understanding of the soap-making process and its applications. Furthermore, participants were directly involved in soap production using an effective cold saponification technique. This avocado seed soap shows promising market potential. Overall, the program not only offers economic benefits but also raises public awareness of the importance of waste management and environmental sustainability.
Biji alpukat, yang sering dianggap limbah, memiliki potensi besar sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan produk ramah lingkungan, seperti sabun alami. Biji alpukat mengandung zat aktif yang bermanfaat, seperti antioksidan, asam lemak tak jenuh, dan vitamin E, yang dapat mendukung kesehatan kulit. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada masyarakat Kalurahan Sumberwungu, Gunung Kidul, Yogyakarta, dalam pembuatan sabun menggunakan biji alpukat sebagai bahan utama melalui metode dingin (cold process). Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi limbah, tetapi juga untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi sabun berkualitas tinggi yang dapat dipasarkan sebagai produk lokal bernilai ekonomis. Diharapkan, melalui pelatihan ini, masyarakat dapat memanfaatkan biji alpukat untuk membuat sabun yang memiliki manfaat untuk kulit dan membuka peluang ekonomi baru bagi usaha kecil. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peserta menyambut dengan antusias dan berkontribusi aktif dalam proses pelatihan. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai pretest dan posttest peserta, yang mencerminkan pemahaman yang lebih baik mengenai proses pembuatan sabun dan aplikasinya. Selain itu, peserta terlibat langsung dalam pembuatan sabun dengan teknik saponifikasi dingin yang efektif. Sabun berbahan biji alpukat ini memiliki potensi pasar yang menjanjikan. Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan keberlanjutan lingkungan.
 
Pengembangan Sentra Bibit Aren Sebagai Upaya Keberlanjutan Usahatani Aren di Desa Langke Gorontalo Utara
Sugar palm is a plant that is difficult to cultivate, so farmers generally only expect it to grow naturally. This has resulted in the population of sugar palm trees decreasing due to the lack of activities to expand the population of sugar palm plants. The purpose of this community service activity is to develop farmers' interest in cultivating sugar palm, then develop the location of the sugar palm nursery center in Langke Village. The methods used in this activity include observation activities, then socialization and training, then conducting field practice. The results of the activity, namely the creation of a sugar palm seedling development center carried out in Langke Village, are an important step in developing farmers' awareness of the existence of sugar palm trees. Furthermore, from this activity, the positive value obtained is that farmers' knowledge increases and becomes a pioneer for further development by farmers independently. The shortcomings faced in this activity are that the availability of materials such as polybags and manure still have to be taken from Gorontalo City, which is about 80 km from Langke Village. The next development is the practical activity of making planting holes and determining the location for planting sugar palm.Aren merupakan tanaman yang sulit untuk dilakukan proses pembibitan, sehingga petani umumnya hanya mengharapkan tumbuh secara alami. Hal ini mengakibatkan jumlah populasi pohon aren semakin menurun karena tidak adanya kegiatan perluasan populasi tanaman aren. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu menumbuhkembangkan minat petani untuk membibitkan aren, selanjutnya mengembangkan lokasi sentra pembibitan aren di Desa Langke. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi kegiatan observasi, kemudian sosialisasi dan pelatihan selanjutnya melakukan praktek lapangan. Hasil kegiatan yaitu pembuatan sentra pengembangan bibit aren yang dilakukan di Desa Langke menjadi langkah penting untuk menumbuhkembangkan kesadaran petani tentang keberadaan pohon aren. Selanjutnya dari kegiatan ini, nilai positif yang diperoleh yaitu petani meningkat pengetahuannya serta menjadi rintisan untuk pengembangan selanjutnya oleh petani secara mandiri. Kekurangan yang dihadapi dalam kegiatan ini yaitu ketersediaan bahan seperti polibag dan pupuk kandang masih harus diambil dari Kota Gorontalo yang jaraknya sekitar 80 km dari Desa Langke. Pengembangan selanjutnya yaitu kegiatan praktek pembuatan lubang tanam serta penentuan lokasi tanam aren
Pengembangan Produk UMKM Berdasarkan Preferensi Pasar Menggunakan Algoritma Apriori
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia. UMKM berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja, distribusi pendapatan, dan inovasi. Namun, UMKM sering kali menghadapi tantangan dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan preferensi pasar yang dinamis. Salah satu tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan dalam memahami dan merespon tren pasar. Hal ini sering kali mengakibatkan produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga berpotensi menurunkan daya saing UMKM. Menggunakan data mining dalam teknik menggali informasi berharga dari sejumlah besar data, data mining dapat membantu dalam memahami pola pembelian konsumen dan preferensi pasar. Adapun tujuan penelitian ini adalah menerapkan algoritma apriori dalam data mining untuk membantu UMKM dalam mengembangakan produk yang lebih sesuai dengan preferensi pasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi UMKM dalam strategi pengembangan produk serta memberikan manfaat bagi stakeholder terkait dalam mendukung pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan. Hasil penelitian menggunakan software weka untuk menemukan hasil analisis yang sudah ditentukan, jumlah data transaksi yang diolah adalah 1360 data dengan nilai support minimum 0.02 dan confidencenya adalah 0.4 yang menghasilkan 5 rules/aturan. 
PELATIHAN AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER MENGGUNAKAN PROGRAM ACURATE DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA SMK JURUSAN AKUNTANSI DI KOTA PONTIANAK DALAM MEMASUKI PASAR TENAGA KERJA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0.
The rapid development of science and technology is currently bringing big leaps in almost all aspects of life, which has resulted in many activities becoming digitally based. The industrial sector is the sector that is quickest to adopt this technological development, conventional industrial activities are developing towards industrial digitalization. Likewise, in bookkeeping and preparing financial reports, most industries have implemented technological advances in data processing, so that it is no longer done manually. Several software have been developed to support digitization in bookkeeping and preparation of company financial reports, including the Accurate accounting computer program. This development must be immediately responded to by educational institutions such as Vocational High Schools (SMK) which produce graduates in the field of accounting, to equip their students with practical mastery. computerized accounting. So that the graduates produced are competitive in the labor market and have high competence to be able to work together with technological developments that have been implemented in industry. However, not all educational institutions have computer laboratories that are equipped with accounting software, so students cannot carry out computerized accounting practices.
Keywords: Accounting Practices, Competence, Accurate Application.Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang demikian pesat saat ini membawa lompatan besar dalam hampir semua lini kehidupan, yang mengakibatkan banyak kegiatan berubah menjadi berbasis digital. Sektor industri menjadi sektor yang paling cepat mengadopsi perkembangan tehnologi ini, kegiatan industri yang konvensional berkembang ke arah digitalisasi industri. Demikian juga dalam pembukuan dan penyusunan laporan keuangannya, sebagian besar industri sudah menerapkan kemajuan tehnologi dalam pemrosesan datanya, sehingga tidak lagi dilakukan secara manual. Beberapa software telah dikembangkan untuk mendukung digitalisasi dalam pembukuan dan penyusunan laporan keuangan perusahaan, diantaranya, program komputer akuntansi Accurate.Perkembangan ini harus segera direspon oleh lembaga pendidikan seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menghasilkan lulusan di bidang akuntansi, untuk membekali siswanya dengan penguasaan praktek akuntansi yang terkomputerisasi. Sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki daya saing di pasar tenaga kerja dan memiliki kompetensi tinggi untuk dapat bekerja bersama dengan perkembangan tehnologi yang sudah diterapkan di industri. Namun tidak semua lembaga pendidikan memiliki laboratorium komputer yang sudah dilengkapi software akuntansi, sehingga siswa tidak dapat melaksanakan praktek akuntansi yang terkomputerisasi.
Kata Kunci : Praktik Akuntansi, Kompetensi, Aplikasi Accurate.
 
PENGARUH PENAMBAHAN SACCHAROMYCESS CEREVICEAE TERHADAP VARIASI NPK DIDALAM PENINGKATAN NILAI KADAR BIOETANOL NIRA NIPAH (NYPA FRUTICANS)
Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kadar bioethanol yang dihasilkan oleh nira nipah (Nypa fruticans) dari penambahan Saccharomycess Cereviceae dan penambahan NPK. Pembuatan bioetanol dari nira nipah dimulai dengan menambahkan Saccharomycess Cereviceae dengan variasi 1; 2,5; dan 5% (%v/v) kedalam 5 liter nira nipah. Penambahan NPK 0,2 (%w/v) dan urea 0,2% (%w/v). Proses fermentasi dilakukan selama lima hari. Analisis yang dilakukan berupa analisis kadar gula dan kadar bioethanol. Didapatkan hasil bahwa semakin lama waktu fermentasi akan semakin menurun nilai kadar gulanya, sedangkan semakin lama waktu fermentasi maka akan meningkatkan nilai produksi kadar bioetanolnya. Didapatkan nilai kadar bioethanol terbaik pada penambahan Saccharomycess Cereviceae 5% dan penambahan NPK 0,6%
STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN TEKNIK MODELING UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIER REMAJA
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan strategi layanan bimbingan dan konseling dengan teknik modeling guna meningkatkan kematangan karier remaja. Metode studi kepustakaan digunakan untuk mengevaluasi dan merangkum pengetahuan yang telah ada dalam literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik modeling dalam layanan bimbingan dan konseling memiliki dampak positif signifikan terhadap peningkatan kematangan karier remaja. Analisis literatur mengungkap bahwa siswa yang dapat mengamati dan meniru model-model yang sukses dalam karier mereka cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai pilihan karier yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Selain itu, mereka menjadi lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan mampu merencanakan karier dengan lebih efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktisi bimbingan dan konseling tentang manfaat strategi ini dalam membentuk masa depan karier remaja. Implikasi praktisnya adalah pentingnya memasukkan teknik modeling dalam layanan bimbingan untuk membantu remaja mengembangkan wawasan karier, meningkatkan kesiapan mereka, dan membuat keputusan karier yang lebih terinformasi
Urgensi Pendidikan Karakter Bagi Generasi Z Sebagai Solusi Tanggap Terhadap Tantangan Kompleks Era VUCA
Generation Z is a demographic that grew up and developed in the digital era. Generation Z, which has grown up in the digital era and is exposed to a variety of information, is faced with challenges such as job uncertainty, changing social values, and the complexity of global interactions or what is often called VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous). Rapid changes in technology, globalization, and social dynamics give rise to an urgent need to prepare this generation holistically. Character education emerges as a crucial approach in shaping Generation Z's moral and ethical foundation. Generation Z, as a group that is technologically active and exposed to rapid social changes, needs a strong foundation of character to face the challenges of an uncertain and unpredictable life. This research aims to explore and formulate relevant and effective character education strategies to equip Generation Z with adaptability, moral leadership, and psychological resilience in facing the challenges of the VUCA era. This type of research is library research. The result of this research is the internalization of religious values in millennial generation character education in facing the challenges of the VUCA era. Therefore, this research is important in helping to create an educational environment that supports positive character development and the readiness of the millennial generation to face the complexity of challenges in the VUCA era.Generasi Z merupakan demografis yang tumbuh dan berkembang dalam era digital. Generasi Z yang tumbuh dalam era digital dan terpapar oleh beragam informasi, dihadapkan pada tantangan seperti ketidakpastian pekerjaan, perubahan nilai-nilai sosial, dan kompleksitas interaksi global atau yang sering disebut VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous). Perubahan yang cepat dalam teknologi, globalisasi, dan dinamika sosial memunculkan kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan generasi ini secara holistik. Pendidikan karakter muncul sebagai pendekatan yang krusial dalam membentuk landasan moral dan etika generasi Z. Generasi Z, sebagai kelompok yang aktif secara teknologi dan terpapar oleh perubahan sosial yang cepat, membutuhkan fondasi karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan kehidupan yang tidak pasti dan penuh ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi terkait urgensi pendidikan karakter yang relevan dan efektif guna membekali Generasi Z dengan kemampuan adaptasi, kepemimpinan moral dan ketahanan psikologis dalam menghadapi tantangan era VUCA. Jenis penelitian ini adalah penelitan kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini adalah terdapat relevansi dan kontribusi dari pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi tantang era VUCA. Oleh karena itu penelitian ini menjadi penting dalam membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter positif dan kesiapan generasi Z menghadapi kompleksitas tantangan di era VUCA
PENGUATAN PENGETAHUAN TAHAPAN PRODUKSI FILM PENDEK PADA EKSTRAKURIKULER SINEMATOGRAFI SEKOLAH MENENGAH ATAS
The community service activities carried out depart from the importance of the existence of extracurriculars in high schools, where the activities carried out by these extracurriculars become a forum for developing the talents and interests of students who are members of an extracurricular. The problem that arises from the existence of a cinematography extracurricular at Titian Teras Jambi State High School is the lack of knowledge among its members regarding the stages of the short film production process. Departing from this problem, community service activities with partners who are members of the cinematography extracurricular at Titian Teras Jambi State High School are carried out using the following methods: (1) delivering material; (2) training in the use of short film production equipment; and (3) simulating the short film production process. The findings obtained from the implementation of this community service activity are: (1) extracurricular members are increasingly aware of the stages of the short film production process; (2) extracurricular members increasingly know how to operate short film production equipment; (3) extracurricular members are able to simulate the short film production process. The conclusion of the community service activities that have been carried out is that the members of the cinematography extracurricular program have become more aware of the stages of the short film production process, they are increasingly able to operate short film production equipment, and are able to simulate the short film production process.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini berangkat dari pentingnya keberadaan ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Atas, yang mana dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh ekstrakurikuler tersebut menjadi wadah pengembangan bakat dan minat dari para siswa yang tergabung di dalam sebuah ekstrakurikuler. Permasalahan yang kemudian hadir dari keberadaan ekstrakurikuler sinematografi di Sekolah Menengah Atas Negeri Titian Teras Jambi adalah masih minimnya pengetahuan dari para anggotanya mengenai tahapan-tahapan pada proses produksi film pendek. Berangkat dari permasalahan tersebut kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mitranya adalah anggota ekstrakurikuler sinematografi Sekolah Menengah Atas Negeri Titian Teras Jambi yang dilakukan dengan menggunakan metode: (1) penyampaian materi; (2) pelatihan penggunaan perangkat peralatan produksi film pendek; dan (3) mensimulasikan proses produksi film pendek. Hasil temuan yang didapatkan dari terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) para anggota ekstrakurikuler semakin mengetahui akan tahapan-tahapan proses produksi film pendek; (2) para anggota ekstrakurikuler semakin mengetahui cara mengoperasikan perangkat peralatan produksi film pendek; (3) para anggota ekstrakurikuler mampu untuk mensimulasikan proses produksi film pendek. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan adalah semakin pahamnya dari para anggota ekstrakurikuler sinematografi terhadap tahapan-tahapan proses produksi film pendek, kemudian semakin mampu mengoperasikan perangkat peralatan produksi film pendek, dan mampu untuk mensimulasikan proses produksi film pendek
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA MELALUI PENDAMPINGAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) KETUNJUNG DESA SUMBER HARAPAN
Pemanfaatan digital marketing pada era industri 4.0 dapat dijadikan alternatif strategi dalam pemasaran produk agar memudahkan pelaku usaha memantau dan menyediakan kebutuhan serta keinginan calon konsumen, Terutama pada situasi Covid-19 seperti saat ini, Sektor ekonomi mengalami banyak gejolak. Semenjak peraturan pemerintah menerapkan aturan pembatasan aktifitas social diluar rumah dan dilarang untuk berkegiatan yang melakukan atau mengundang kerumunan warga. Akibatnya roda perputaran perkeonomian pun menjadi kacau, dan tidak sedikit pula yang sangat susah untuk menyesuaikan termasuk pengrajin Tenun Songket di Pokdarwis Ketunjung Desa Sumber Harapan Kabupaten Sambas. Permasalahan di desa Sumber Harapan terkait wisata adalah belum adanya website wisata yang berkualitas, menarik, serta informatif, yang digunakan untuk mempromosikan potensi wisata desa tersebut. Pengembangan aspek unggulan desa membutuhkan sarana dan prasarana yang tepat guna sekaligus efektif untuk digunakan. Sebuah sarana teknologi seperti website desa wisata dapat membantu mengembangkan potensi pariwisata desa sekaligus dapat menjadi sarana promosi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan pengembangan dan penggunaan website desa wisata sebagai media pengenalan potensi wisata oleh Pokdarwis Ketujnjung desa Sumber Harapan. Target luaran yang diharapkan adalah berkembangnya website desa sebagai sarana promosi pariwisata serta peningkatan pengetahuan keahlian kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ketunjung dalam pengelolaan website desa wisata.Pemanfaatan digital marketing pada era industri 4.0 dapat dijadikan alternatif strategi dalam pemasaran produk agar memudahkan pelaku usaha memantau dan menyediakan kebutuhan serta keinginan calon konsumen, Terutama pada situasi Covid-19 seperti saat ini, Sektor ekonomi mengalami banyak gejolak. Semenjak peraturan pemerintah menerapkan aturan pembatasan aktifitas social diluar rumah dan dilarang untuk berkegiatan yang melakukan atau mengundang kerumunan warga. Akibatnya roda perputaran perkeonomian pun menjadi kacau, dan tidak sedikit pula yang sangat susah untuk menyesuaikan termasuk pengrajin Tenun Songket di Pokdarwis Ketunjung Desa Sumber Harapan Kabupaten Sambas. Permasalahan di desa Sumber Harapan terkait wisata adalah belum adanya website wisata yang berkualitas, menarik, serta informatif, yang digunakan untuk mempromosikan potensi wisata desa tersebut. Pengembangan aspek unggulan desa membutuhkan sarana dan prasarana yang tepat guna sekaligus efektif untuk digunakan. Sebuah sarana teknologi seperti website desa wisata dapat membantu mengembangkan potensi pariwisata desa sekaligus dapat menjadi sarana promosi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan pengembangan dan penggunaan website desa wisata sebagai media pengenalan potensi wisata oleh Pokdarwis Ketujnjung desa Sumber Harapan. Target luaran yang diharapkan adalah berkembangnya website desa sebagai sarana promosi pariwisata serta peningkatan pengetahuan keahlian kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ketunjung dalam pengelolaan website desa wisata
PERSEMAIAN BIBIT KELAPA SAWIT UNGGUL SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN UNIT USAHA DI KAMPUS POLTESA
Perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Sambas menjadi sektor usahatani yang mampu memberikan pendapatan yang lebih baik dibanding sektor lainnya. Industri perkebunan kelapa sawit memiliki industri hilir yang mampu menyerap produksi sawit rakyat. Jumlah pelaku usaha sektor perkebunan sawit di wilayah pedesaan terbilang tidak sedikit. Industri pengolahannya juga mampu menampung hasil panen dari perkebunan rakyat. Hilirisasi pada industri kelapa sawit dapat memberikan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi pada masyarakat. Poltesa merintis unit usaha pembibitan kelapa sawit unggul. Usaha pembibitan ini akan membantu pelaku usaha baik di kampus Poltesa dan di luar kampus khususnya dari kalangan pekebun dalam mempermudah mendapatkan bibit yang berkualitas. Unit usaha persemaian bibit kelapa sawit unggul tentunya akan memberikan dampak langsung maupun tidak langsung bagi pelaku usaha khususnya di dalam kampus. Tujuan dari pengabdian adalah agar basis ilmu pengetahuan khususnya bidang agribisnis kelapa sawit dapat dijadikan unit usaha kampus. Metode pelaksanaan dari kegiatan pengabdian menggunakan teknis langsung pembuatan persemaian. Mulai dari pengisian polybag, penanaman, perawatan sampai pemasaran. Hasil yang telah dilaksanakan yaitu pengisian polybag, penanaman benih dan perawatan. Sedangkan untuk pemasaran belum dilaksanakan karena bibit belum siap jual. Agar unit usaha berjalan baik dan berkelanjutan, maka perlu diupayakan aspek ekonomi, lingkungan dan sosial dapat berjalan bersamaan