Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI EXPLAINER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN (Studi Kasus: Madrasah Aliyah 2 Sambas )
Fokus penelitian pada mata pelajaran Geografi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sambas. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 24-25 Februari 2018 diketahui bahwa, kegiatan pembelajaran Geografi di MAN Sambas belum memanfaatkan media pembelajaran berbasis Multiedia. Terdapat empat orang guru yang mengajar mata pelajaran Geografi. Dua orang guru menggunakan media Power Point, dan media cetak dari surat kabar, sedangkan dua orang guru lainnya menggunakan metode konvensional berupa ceramah dan diskusi tanpa menggunakan media pembelajaran. Keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran Geografi sebatas mendengarkan, menyimak, mencatat, latihan soal,. Respon siswa dalam proses pembelajaran selama ini cenderung baik. Akan tetapi siswa lebih antusias ketika proses pembelajaran menggunakan bantuan media pembelajaran berbasis multimedia. Penelitian ini fokus pada pengembangan dan uji kelayakan produk untuk pengoptimalan penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dikembangkan berbasis komputer berupa video animasi explainer. Model penelitian yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan atau sering disebut sebagai Research and Development (R&D). Data hasil observasi dan wawancara pendahuluan termasuk dalam kategori data kualitatif data kuantitatif berasal dari kuesioner penelitian. Data dari kuesioner dianalisis dengan statistik deskriptif, selanjutnya dikonversi dalam data kualitatif skala Likert. Penilaian kelayakan produk dalam penelitian ini ditetapkan minimal C atau “Cukup”. Jika dari para ahli materi, para ahli media, para guru, dan para siswa memberikan nilai minimal tersebut, maka produk hasil pengembangan ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran.Hasil dari penelitiaan adalah berupa produk Video Animasi explainer merupakan salah satu media pembelajaran pendukung yang dibuat dalam bentuk soft copy. Materi dalam media pembelajaran yang dikembangkan disusun berpedoman pada Kurikulum 2013.
 
Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman dan Penanganan Pasca Panen Padi di Desa Tebas Sungai
ABSTRAK
Kabupaten Sambas merupakan salah satu sentra utama produksi padi di Kalimantan Barat. Kabupaten ini berada di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Desa Tebas Sungai merupakan satu diantara sentra padi yang pernah gagal panen diakibatkan serangan tikus pertanian pada bulan Juli 2016. Mitra kegiatan Penerapan Penerapan Teknologi Tepat Guna kepada Masyarakat ini adalah Kelompok Tani Candra Mekar dan Sari Melati Kencana yang berada di Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Kelompok ini relatif tertinggal dibanding kelompok tani lainnya di kecamatan disebabkan kurangnya bantuan di bidang pertanian. Persoalan yang dihadapi mitra secara umum adalah serangan hama tikus, serangan hama wereng coklat, penggerek batang, lembing batu, tungro, blas, dan hawar, kurang jumlah dan efektifnya penggunaan mesin perontok padi, ketersediaan pupuk subsidi yang sangat terbatas, dan irigasi belum bisa dilakukan dengan baik akibat terbatasnya pompa. Solusi yang disepakati dari permasalahan prioritas mitra adalah pengendalian tikus pertanian, pengendalian hama serangga menggunakan perangkap serangga (light trap), serta pembuatan dan pengelolaan mesin perontok padi untuk penanganan pasca panen.
Target luaran kegiatan ini antara lain: 1) Program pengendalian tikus pertanian menghasilkan luaran alat perangkap tikus pertanian berjumlah 10 set, terselesaikan 10 set; 2) Program pengendalian hama serangga menggunakan perangkap serangga menghasilkan luaran 10 set, sudah tercapai 10 set; dan 3) Program pembuatan dan pengelolaan mesin perontok padi menghasilkan luaran mesin perontok padi sebanyak 2 unit, terealisasi 2 unit; 4) Publikasi pada jurnal ber-ISSN DIPAMAS; dan 5) Publikasi kegiatan pada media massa (online 1 kali terealisasi 4 kali, CSMTV 1 kali sudah terealisasi dan telah diupload pula di youtube.com, dan surat kabar/media massa realisasi 2 kali versi cetak).
Kegiatan PPTTG ini melalui tahapan-tahapan: 1) Program pengendalian tikus pertanian; 2) Program pengendalian hama serangga; dan 3) Program pembuatan dan pengelolaan mesin perontok padi.
Secara ekonomi, adanya penerapan teknologi melalui PPTTG akan mencegah kerugian dalam usahatani padi (akibat serangan tikus sawah), mengefektifkan pencegahan serangan hama (melalui perangkap hama/light trap), dan mengefisienkan biaya pasca panen padi (dengan alat perontok padi). Secara keseluruhan dampak ekonominya dapat menyebabkan peningkatan pendapatan petani padi sawah sehingga diharapkan mampu mensejahterakan ekonomi masyarakat tani. Secara sosial, dampak yang didapat dari penerapan teknologi adalah adanya ketenteraman di masyarakat karena adanya alat yang mencegah terjadinya kerugian dalam pengusahaan budidaya tanaman padi, serangan hama maupun penyakit yang dibawa oleh hama, dan tidak lagi terjadi rebutan antrian terhadap mesin perontok padi karena telah ada alat yang diberikan kepada kelompok.
Kata kunci: hama, padi, perangkap serangga
 
Analisa Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. X
Untuk memberikan perlindungan tenaga kerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja, maka perusahaan haruslah terlebih dahulu memahami resiko dan potensi bahaya yang ada pada pekerjaan yang mereka jalankan. Potensi bahaya merupakan suatu potensi untuk terjadinya insiden yang berakibat kerugian sedangkan risiko adalah kombinasi dan konsekuensi suatu kejadian berbahaya dan peluang terjadinya kejadian tersebut (ILO). Menurut Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif dalam finance.detik.com "Sepanjang 2017, menurut statistik kami terjadi peningkatan kecelakaan kerja sekira 20 persen dibandingkan 2016 secara nasional". Total kecelakaan kerja pada 2017 sebanyak 123 ribu kasus dengan nilai klaim Rp 971 miliar lebih. Angka ini meningkat dari tahun 2016 dengan nilai klaim hanya Rp 792 miliar lebih. Sedangkan menurut Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak Ady Hendratta dalam Tribun Pontianak menerangkan “Angka kecelakaan kerja sepanjang Januari 2018 sebanyak 99 kasus di Kalimantan Barat. Ada 99 kasus kecelakaan kerja yang didominasi oleh perkebunan sawit. Persentasenya 40 persen". Dari data kecelakaan kerja tersebut, maka dapat dihitung bahwa 40% dari 99 kasus yang terjadi sebanyak 40 kasus kecelakaan kerja terjadi di perusahaan perkebunan sawit di Kalimantan Barat dalam tempo 1 bulan. Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk membahas tentang Analisa Resiko Keselamatan dan Kecelakaan Kerja di PT. X yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Perkebunan dan Pengolahan Sawit. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa resiko keselamatan dan kesehatan kerja yang paling dominan adalah pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia seperti pupuk, pestisida / herbisida, insektisida. Pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia, jika syarat alat pelindung diri dipenuhi dan ditaati kemungkinan untuk terjadi kecelakaan memang kecil, tetapi hal ini berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja, karena efek dari bahan kimia tersebut adalah efek jangka panjang
Analisa Penutupan Lahan ( Land Cover ) Kota Palembang Berbasis Sistem Informasi Geografis
This analysis aims to find out the amount of land cover change in Palembang City, where Palembang is one of the cities undergoing land change. The change in land cover is an event of shifting the type of land cover from one species to another followed by increasing and decreasing use over time or changing the function of a land at different times. In Palembang City there are several examples of changing land like paddy fields, and green open spaces. Paddy fields are agricultural farms that are physically flat surfaces, limited by bunds, and can be planted with rice, palawija or other cultivated crops. Most paddy fields are used for cultivation which are classified into 4 types namely technical irrigation, semi technical, simple and rain-fed. Meanwhile, green open spaces are elongated / lane and / or clustered areas, which prefer open, growing plants, either naturally grown and divided into 2 types: natural green open spaces and artificial green open spaces. In this analysis the data used are secondary data satellite map map of 2014 which resulted from Badan Pembangunan dan Pendapatan Daerah (BAPPEDA) Kota Palembang The method used in this analysis is the Natural Break (Jenks) method with emphasis on the color difference of each type of land cover
Antioksidan, asam lemak bebas, k Analisis Penambahan Kunyit (Curcuma longa L) Terhadap Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Goreng Kelapa
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu penambahan kunyit terhadap kadar asam lemak bebas minyak goreng kelapa. Minyak goreng adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang berfungsi sebagai media penghantar panas dalam pengolahan bahan pangan untuk memperbaiki warna, cita rasa dan tekstur dari makanan. Pembuatan minyak goreng kelapa menggunakan metode pemanasan. Namun, metode pemanasan dapat merusak antioksidan dalam minyak goreng kelapa. Akibat dari rusaknya antioksidan dapat meningkatkan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng kelapa. Sehingga ditambahkan kunyit dalam pembuatan minyak goreng kelapa untuk menggantikan senyawa antioksidan yang rusak. Penelitian ini mengunakan tiga perlakuan yaitu perlakuan pertama pembuatan minyak goreng kelapa tanpa penambahan kunyit, perlakuan kedua penambahan kunyit sebanyak ± 3 gram waktu titik akhir pemanasan dan perlakuan ketiga penambahan kunyit sebanyak ± 3 gram waktu minyak dalam suhu ruang. Minyak goreng kelapa yang dihasilkan diuji kadar asam lemak bebas dengan metode titrasi asam basa pada minyak baru dan minyak setelah disimpan selama 1 bulan. Hasil uji kadar asam lemak bebas menunjukkan kadar tertinggi pada perlakuan pertama ulangan 1 dan 2 sebesar 0,0833% dan 0,0878%. Setelah disimpan selama 1 bulan meningkat menjadi 0,1181% dan 0,1173%. Sedangkan perlakuan kedua ulangan 1 dan 2 sebesar 0,0665% dan 0,0661%. Setelah disimpan 1 bulan kadar asam lemak bebasnya tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 0,0656% dan 0,0652%. Pada perlakuan ketiga ulangan 1 dan 2 sebesar 0,0659% dan 0,0653%. Setelah disimpan selama 1 bulan meningkat menjadi 0,0859% dan 0,0858%. Hasil uji Ansira atau uji F menunjukkan setiap perlakuan percobaan waktu penambahan kunyit dalam pembuatan minyak goreng kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap kadar asam lemak bebas minyak goreng kelapa.
 
Aplikasi Kegiatan Ormawa Polsri Berbasis Android Hybrid Dengan Framework Ionic Pada Politeknik Negeri Sriwijaya
Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk membuat Aplikasi kegiatan Ormawa pada Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang dimana pihak dari Ormawa Polsri ingin menampilkan informasi kegiatan mereka baik yang proker dan non proker setiap tahunnya dan juga sosialisasi dari kegiatan tersebut. Pengembangan aplikasi android ini menggunakan framework Ionic.Proses yang digunakan untuk mendesain sistem ini adalah membuat rancangan dengan menggunakan Unifed Modelling Language (UML) dan menggunakan bahasa pemrograman Android serta databaseMySQL. Sistem ini selanjutnya akan diupload sehingga setiap anggota ormawa dapat mendownload serta menginstall aplikasi ini pada smartphone mereka. Dengan dibuatnya sistem ini diharapkan dapat mempermudah pihak ormawa untuk mensosialisasi setiap event yang akan mereka adakan dengan mengakses aplikasi ini
Strategi Pengembangan Ekonomi Desa Menuju Desa Mandiri
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi ekonomi yang dapat mendukung pengembangan ekonomi di desa Sekura, dan mengkaji faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya terhadap pengembangan potensi desa, serta mengkaji bagaimana langkah pemerintah desa dan masyarakat dapat menentukan strategi pengembangan ekonomi menuju desa mandiri, yaitu desa yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak tergantung dengan bantuan dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Melalui kegiatan FGD Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Dari identifikasi, terdapat faktor-faktor internal yang menyebabkan Desa Sekura dapat mendorong pengembangan potensi ekonomi desa antara lain: Pertama, adanya keinginan untuk berkembang dari masyarakat itu sendiri. Kedua, Masyarakat memiliki kapasitas atau kemampuan untuk berwirausaha. Ketiga, kepala desa yang mampu mengorganisir masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa potensi ekonomi di Desa Sekura meliputi: sektor perdagangan, kewirausahaan dan industri, sedangkan, faktor pendukung utama adalah keadaan sarana dan prasarana ekonomi masyarakat desa yang sudah memadai. Adapun strategi pengembangan berdasarkan SWOT adalah : a) Pendirian BUMDes dengan memanfaatkan SDM dan SDA yang dimiliki; b) Peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi yang dimiliki; c) meningkatkan kualitas masyarakat melalaui pelatihan tentang kewirausahaan; d) Peningkatan pemahaman masyarakat tentang potensi wirausaha. Tingkat kepentingan dari berbagai macam strategi yang didapatkan dari hasil SWOT, adalah sebagai berikut : 1)Pendirian BUMDes dengan memanfaatkan SDM dan SDA yang dimiliki; 2)Meningkatkan kualitas masyarakat melalaui pelatihan tentang kewirausahaan; 3)Peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi yang dimiliki; dan 4) Peningkatan pemahaman masyarakat tentang potensi wirausaha