Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
Analisis Permintaan Ikan (Studi Kasus: Desa Semparuk Kecamatan Semparuk)
The purpose of this research is to analyze the factors affecting the demand for fish in the Semparuk Sub-district. The samples in this study were the fish traders who settled and traveled in Semparuk village which amounted to 15 merchants, and the community as a consumer of fish as many as 60 respondents. Data analysis used statistical calculations with data processing techniques using software SPSS 25. The results showed that fish demand in Semparuk village was simultaneously influenced by price, income, and taste. The results of the data analysis in multiple linear regression resulted in an Adjusted R Square value of 0.824 meaning that variable prices (X1), consumer tastes (X2), and consumer income (X3) affected fish demand (Y) in Semparuk Village by 82.4 %. The remaining 17.6 % was influenced by other factors not included in the study.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan ikan di Desa Semparuk Kecamatan Semparuk. Sampel dalam penelitian ini yaitu pedagang ikan yang menetap dan berkeliling di Desa Semparuk yang berjumlah 15 pedagang, dan masyarakat sebagai konsumen ikan sebanyak 60 responden. Analisis data menggunakan perhitungan statistik dengan teknik pengolahan data menggunakan sofware SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan ikan di Desa Semparuk secara serempak dipengaruhi oleh harga ikan, pendapatan masyarakat dan selera konsumen. Hasil analisis data secara regresi linier berganda menghasilkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,824 artinya bahwa variabel harga (X1), selera konsumen (X2) dan pendapatan konsumen (X3) mempengaruhi permintaan ikan (Y) di Desa Semparuk sebesar 82,4%. Sisanya sebesar 17,6% dipengaruhi faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini
Produktivitas Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Tambak Intensif di PT. Hasil Nusantara Mandiri Kelurahan Sungai Bulan Kecamatan Singkawang Utara
Shrimp that has the potential to be cultivated in ponds are giant tiger prawn (Penaeus monodon) and vaname shrimp (Litopenaeus vannamei). The advantages of this vaname shrimp are disease resistance, fast growth with a relatively short maintenance period of 100-110 days, high survival during maintenance, and low feed conversion value (FCR) (1:1,3). The objectives of the study were to evaluate the performance of vaname shrimp culture, identify problems and formulate intervention proposals in white vaname shrimp culture, and analyze income related to aquaculture productivity to determine the level of profit. The research was carried out in March-May 2021 at PT. Hasil Nusantara Mandiri, Sungai Bulan Village, North Singkawang District. This study uses a descriptive approach by observing productivity indicators, SR, FCR, and water quality as supporting data. Problem identification uses Root Cause Analysis and Fishbone Analysis. The results show that the productivity obtained is 24.233,48 kg, which is the company's target for 4 ponds, namely 48.000 kg. The income or profit is Rp. 106.199.842.Udang yang potensial untuk dibudidayakan dalam tambak adalah Udang Windu (Penaeus monodon) dan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Adapun keunggulan dari udang vaname ini yaitu tahan dari penyakit, pertumbuhannya yang cepat dengan masa pemeliharaannya relatif singkat kisaran 100-110 hari, sintasan selama pemeliharaan tinggi dan nilai konversi pakan (FCR) rendah (1:1,3). Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi kinerja budidaya udang vaname, mengidentifikasi masalah dan rekomendasi usulan intervensi pada budidaya udang vaname, menganalisis pendapatan berkaitan dengan produktivitas budidaya untuk menegtahui tingkat keuntungan. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – Mei 2021 di PT. Hasil Nusantara Mandiri Kelurahan Sungai Bulan Kecamatan Singkawang Utara. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan deskriptif dengan mengamati indikator produktivitas, SR, FCR, dan kualitas air sebagai data pendukung, identifikasi masalah digunakan Root Cause Analysis dan Fishbone Analysis. Hasil menunjukan produktivitas yang di peroleh 24.233,48 kg yang mana terget perusahaan untuk 4 kolam yaitu 48.000 kg. Pendapatan atau keuntungan yaitu sebesar Rp. 106.199.842
Usaha Peningkatan USAHA PENINGKATAN PENJUALAN PUPUK ORGANIK DI DESA SUNGAI SERABEK KECAMATAN TELUK KERAMAT
Desa Sungai Serabek memiliki potensi sumberdaya untuk mendukung sektor pertanian. Salah satunya adalah limbah dari kotoran ternak sapi. Kotoran ternak sapi tersebut dimanfaatkan oleh Gapoktan Bernas menjadi pupuk organik. Permintaan pupuk organik di wilayah Desa Sungai Serabek selalu datang dari petani hortikultura. Melihat peluang ini, Gapoktan Bernas berusaha mengumpulkan bahan baku, memproduksi dan memasarkan pupuk organik di wilayah Desa Sungai Serabek. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah Gapoktan Bernas beserta anggotanya. Diharapkan melalui kegiatan yang diselenggarakan mampu menjadi usaha pemecahan masalah yaitu peningkatan penjualan pupuk organik
BUDIDAYA IKAN NILA DENGAN SISTEM PROBIOTIK DI DESA SIMPANG EMPAT KECAMATAN TANGARAN
Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatanserta produksi perikanan khususnya komoditas ikan Nila. Metode pelaksanaan meliputikegiatan alih teknologi, pelatihan percontohan serta aplikasi dan pendampingan teknologiproduksi budidaya ikan nila dengan sistem probiotik. Pelaksanaan kegiatan menggunakan 1buah kolam percontohan budidaya ikan nila dengan sistem probiotik. Kolam diisi ikan niladengan kepadatan 500 ekor/m3. Pengusul bersama-sama ke mitra membuat kolam budidayadengan bentuk kolam bundar dengan bahan : rangka besi, terpal dan pralon. Jumlah kolamyang dibuat sebanyak 2 unit. Satu unit untuk kolam budidaya dan satu kolam untukpenampungan pengelolaan kualitas air. Penerapan budidaya dilakukan dengan caramenumbuhkan bakteri pengurai limbah budidaya ikan pada kolam terpal berbentuk bundardengan diameter 200 cm tinggi 100 cm. Media air pemeliharaan sebesar 2 m3 dan kepadatanikan sebanyak 500 ekor/m3. Jumlah tebar dalam satu kolam sebanyak 1000 ekor perkolam.Pelatihan yang diberikanan kepada mitra yaitu cara budidaya ikan nila dengan sistemprobiotik. Pelatihan pertama pembuatan kolam ikan, kemudian dilanjutkan denganpengelolaan kualitas air dengan sistem probiotik. Setelah kualitas air siap dilakukanpenebaran penih ikan nila sebanyak 1000 ekor. Penebaran benih ikan nila dilakukan padasore hari. Setelah dilakukan penebaran benih dilakukan pelatihan pemeliharaan dan carapemberian pakan ikan. Kegiatan berikutnya adalah pendampingan mitra selama kegiatansampai panen. Pendampingan dilakukan untuk menjaga pengelolaan kualitas air dan pakanselama kegiatan budidaya
Analisis Produksi Ikan Tahun 2015 – 2018 (Studi Kasus: Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat)
The fish production on 2015 – 2018 at Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat made a donation to national production. Fish production at Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat certainly has dynamics of the fish every year, the causes need to be known. The purpose of this study is to know the conditions of caught fish production at Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat in 2015 – 2018. The method used in this study is a descriptive method with the kind of research that quantitative and the sample used as data for fish production on 2015 – 2018. The highest catch of fish is in 2018 at 11.041.325 kg and the lowest production of fish occurred in 2015 at 8.574.379 kg. Regression analysis of free variable influence (catch tool, gross tone, trip) on bonded variables (fish production) obtained variable influences are trip and gross tone.Produksi ikan tahun 2015 – 2018 di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat memberikan sumbangan terhadap produksi nasional. Produksi ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat tentunya memiliki dinamika ikan dalam setiap tahunnya, sehingga perlu diketahui penyebabnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi produksi ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat tahun 2015 – 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian kuantitatif dan sampel yang digunakan berupa data produksi ikan tahun 2015 – 2018. Produksi hasil tangkapan ikan tertinggi terjadi pada tahun 2018 yaitu sebesar 11.041.325 kg dan hasil produksi ikan terendah terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 8.574.379 kg. Hasil analisis regresi pengaruh variabel bebas (alat tangkap, gross tone, trip) terhadap variabel terikat (produksi ikan) diperoleh variabel yang berpengaruh adalah trip dan gross tone.
 
SOLUSI PEMENUHAN PANGAN BERBASIS KELUARGA DIMASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER (BUDIKDAMBER) BAGI MASYARAKAT KAMPUNG LOKAL DI KELURAHAN KELAPA LIMA
Mayoritas masyarakat kampung lokal di Kelurahan Kelama Lima memiliki potensi untuk diberdayakan dari segi pemenuhan pangan keluarga, rata-rata masyarakat memiliki lahan di sekitar rumah namun tidak dimanfaatkan dengan maksimal dan terbengkalai begitu saja. Lahan pekarangan yang dimiliki seharusnya dapat dimanfaatkan dengan produktif dan bernilai ekonomi. Salah satu cara memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga yaitu tekni Budikdamber. Budikdamber ini merupakan solusi yang tepat untuk dapat diaplikasikan kepada mitra karena budikdamber mudah diaplikasikan langsung dan biaya oprasionalnya yang sangat terjangkau, tidak membutuhkan banyak alat, namun mendapatkan hasil berupa ikan dan sayuran dalam satu kali aplikasi. Sehingga sangat efektif untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi, pangan serta ekonomi keluarga masyarakat kampung lokal. Kegiatan Pengabdian Desa Mitra dengan judul solusi pemenuhan pangan berbasis keluarga di masa pandemi covid-19 melalui pelatihan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) bagi masyarakat kampung lokal di laksanakan di Kelurahan Kelapa Lima dengan 6 tahap kegiatan yaitu (1) Penyuluhan edukasi gizi keluarga, (2) Penyuluhan pemanfaatan pekarangan rumah dengan budidaya ikan dalam ember, (3) Pelatihan Budikdamber hari pertama (perkenalan dan perakitan alat budikdamber), (4) Pelatihan Budikdamber hari kedua (Penanaman Bibit sayuran dan Pembenihan Ikan), dan (5) Pelatihan Budikdamber hari ketiga (Cara Perawatan dan pemeliharaan budikdamber). Semua tahapan kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta. Peserta yang dilibatkan dalam semua tahapan kegiatan adalah kaum perempuan yang merupakan warga kampung lokal atau dikenal dengan istilah OAP (Orang Asli Papua) berjumlah 10 peserta dengan usia yang beragam.
 
MODIFIKASI SISTEM PENGGERAK MESIN PENGGILING KOPI UNTUK KELOMPOK PONDOK KOPI DI DESA SULUNG
Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah kelompok Pondok Kopi yang beralamat di Dusun Sebataan Desa Sulung Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Fokus kelompok Pondok Kopi adalah memproduksi bubuk kopi khususnya kopi lokal. Tahun 2019, kelompok Pondok Kopi mendapat bantuan mesin penggiling kopi, namun mesin penggiling kopi tersebut mengalami kendala saat proses penggilingan. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melakukan modifikasi sistem penggerak agar mesin penggiling biji kopi dapat termanfaatkan. Tahapan kegiatan pengabdian adalah melakukan penggantian motor penggerak, membuat dudukan motor penggerak, memasang motor penggerak dan komponen lainnya, melakukan pengujian hasil modifikasi mesin penggiling biji kopi, dan melakukan pelatihan pengoperasian serta perawatan mesin. Kegiatan yang dilaksanakan pada pengabdian ini meliputi bantuan modifikasi mesin penggiling kopi guna mendukung proses produksi kopi di Desa Sulung. Transfer ipteks pada modifikasi mesin penggiling kopi meliputi kegiatan pelatihan pengoperasian dan perawatan pada mesin terhadap mitra. Dampak yang diperoleh mitra adalah peningkatan pengetahuan tentang proses penggilingan kopi, pengoperasian mesin penggiling kopi dan peningkatan kuantitas serta kualitas produk biji kopi milik mitra
BANANA STICK BOLU DAN ES KRIM BERBAHAN BAKU PISANG-PISANG SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DESA SEMPADIAN
Pisang-pisang merupakan salah satu jenis pisang yang banyak ditanam di Desa Sempadian namun harga jualnya relatif rendah. Pisang-pisang belum diolah menjadi produk pangan unggulan di Sempadian bahkan di kabupaten Sambas, padahal aroma pisang ini sangat harum dengan tekstur halus dan lembut sehingga berpotensi diolah menjadi produk unggulan desa. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu PKK Desa Sempadian Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Berdasarkan diskusi bersama mitra, permasalahan utama adalah buah pisang-pisang yang melimpah dan terbengkalai bahkan dibuang begitu saja tanpa diolah sehingga tidak ada nilai jualnya. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah melakukan pendampingan berupa pelatihan pengolahan pisang-pisang menjadi banana stik bolu dan es krim melalui kegiatan pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya keterampilan proses pengolahan banana stik bolu dan es krim menggunakan bahan baku pisang-pisang serta menambah nilai jual pisang-pisang sebagaiproduk unggulan desa.Pisang-pisang merupakan salah satu jenis pisang yang banyak ditanam di Desa Sempadian namun harga jualnya relatif rendah. Pisang-pisang belum diolah menjadi produk pangan unggulan di Sempadian bahkan di kabupaten Sambas, padahal aroma pisang ini sangat harum dengan tekstur halus dan lembut sehingga berpotensi diolah menjadi produk unggulan desa. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu PKK Desa Sempadian Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Berdasarkan diskusi bersama mitra, permasalahan utama adalah buah pisang-pisang yang melimpah dan terbengkalai bahkan dibuang begitu saja tanpa diolah sehingga tidak ada nilai jualnya. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah melakukan pendampingan berupa pelatihan pengolahan pisang-pisang menjadi banana stik bolu dan es krim melalui kegiatan pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya keterampilan proses pengolahan banana stik bolu dan es krim menggunakan bahan baku pisang-pisang serta menambah nilai jual pisang-pisang sebagaiproduk unggulan desa
Optimalisasi Kegiatan Pembenihan Secara Alami Melalui Pengamatan Fekunditas, Fertilization Rate, Hatching Rate dan Survival Rate Ikan Karper (Cyprinus carpio)
Carper fish (Cyprinus carpio) is a freshwater fishery commodity that is currently experiencing rapid development from time to time. The increasingly rapid development and quality cannot be separated from the role of hatchery activities. Therefore, an appropriate program is needed in an effort to improve the quality of carp fish seeds. This study was conducted to evaluate the optimization of the carper fish (Cyprinus carpio) breeding process in order to produce more optimal seeds by studying the natural breeding method. The working method in this study uses a descriptive method with primary and secondary data collection techniques. Parameters observed were fecundity, Fertilization Rate, Hatching Rate, and Survival Rate. The results of the study showed a fecundity value of 240.000 eggs with an FR value of 80%, HR value of 95%, and SR value of 36%.Ikan karper (Cyprinus carpio) merupakan komoditas perikanan air tawar yang saat ini mengalami perkembangan pesat dari waktu ke waktu. Perkembangan yang semakin pesat dan berkualitas tidak lepas dari peranan kegiatan pembenihan. Oleh sebab itu, diperlukan program yang tepat dalam usaha perbaikan kualitas benih ikan karper. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi proses pembenihan ikan karper (Cyprinus carpio) agar menghasilkan benih yang lebih optimal dengan mengkaji metode pembenihan secara alami. Metode kerja pada studi ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data primer dan sekunder. Parameter yang diamati antara lain fekunditas, Fertilization Rate, Hatching Rate dan Survival Rate. Hasil studi menunjukkan nilai fekunditas sebanyak 240.000 butir dengan nilai FR sebesar 80%, nilai HR sebesar 95% dan nilai SR sebesar 36%
Kelimpahan dan Keanekaragaman Jenis Ikan di Perairan Ndalir Kabupaten Merauke, Papua
This study aims to analyze the diversity of fish species caught on the Ndalir Coast of Merauke Regency. This research was conducted in Juli-August of 2020. The determination of the sampling points at the research location used the purposive random sampling method with two observation stations. Analysis of the research data using relative abundance (Kr), Shannon-Wienner index (H'), uniformity index (E), and dominance index (C), The number of fish catches during the study time was 431 which were divided into 12 species of fish. Station two has a greater number of catches than station one. The highest relative abundance was tongue fish (Cynoglossus abbreviation) (Station I) and mullet (Mugil cephalus) (Station II). The diversity index value at the two observation stations is in the medium category. The uniformity and dominance index values show that the species at the two research stations are evenly distributed with no dominating species