Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
Klorofil-a dan kaitannya terhadap Produktifitas Primer Perairan Laut Banda pada Fenomena La Nina
The Banda Sea waters are open waters that have very complex dynamics and water characteristics. Those waters have a diverse underwater topography and are surrounded by many islands, both large and small. In addition, these waters are also strongly influenced by the ENSO phenomenon. The purpose of this study was to analyze the distribution pattern of chlorophyll A in marine waters during the La Nina period and the level of primary productivity. This study uses monthly chlorophyll-a data in 2010, from the MODIS AQUA satellite which is then processed using Surfer-12 software. The results showed that there was a pattern of variation in the distribution of chlorophyll-a in the Banda Sea during the El Nino and La Nina phenomena.Perairan Laut Banda merupakan perairan terbuka yang memiliki dinamika dan karakteristik perairan yang sangat kompleks. Perairan tersebut memiliki topografi bawah laut yang beragam dan dikelilingi oleh banyak pulau baik pulau besar maupun kecil. Selain itu perairan ini juga sangat dipengaruhi oleh fenomena ENSO. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola sebaran Klorofil A di Perairan Laut selama periode La Nina dan Tingkat Produktivitas Primer. Penelitian ini menggunakan data bulanan klorofil a tahun 2010, dari satelit MODIS AQUA yang kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Surfer-12. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola variasi sebaran klorofil a di Perairan Laut banda selama fenomena El nino dan La Nina
PENINGKATAN EKONOMI KERAKYATAN MELALUI DUKUNGAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN BUBUK LADA DI DESA SEBAYAN
Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah petani lada di Dusun Senyawan Desa SebayanKecamatan Sambas Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Permasalahan yangdihadapi mitra yaitu lada dijual kepada distributor dengan harga yang telah ditetapkandikarenakan petani tidak memiliki pilihan lain. Tim pelaksana pengabdian beserta mitramencoba mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Berdasarkan hasildiskusi, upaya yang dilakukan adalah membuat produk lada yang dapat memberikan nilai jualyang lebih tinggi. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan melakukan diversifikasi produk ladamenjadi lada bubuk. Agar produk bubuk lada yang dihasilkan berkualitas dan dapat diterimapasar maka diperlukan penerapan teknologi berupa mesin penggiling dalam prosespenggilingan lada. Penggilingan lada menggunakan mesin dapat menghasilkan kapasitasbesar sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan bubuk lada dalam jumlah banyak. Hasildari kegiatan pengabdian ini yaitu mitra mendapatkan bantuan mesin penggiling lada dan darihasil penggunaan mesin ini terjadi peningkatan penghasilan mitra sebesar 50%.Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah petani lada di Dusun Senyawan Desa SebayanKecamatan Sambas Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Permasalahan yangdihadapi mitra yaitu lada dijual kepada distributor dengan harga yang telah ditetapkandikarenakan petani tidak memiliki pilihan lain. Tim pelaksana pengabdian beserta mitramencoba mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Berdasarkan hasildiskusi, upaya yang dilakukan adalah membuat produk lada yang dapat memberikan nilai jualyang lebih tinggi. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan melakukan diversifikasi produk ladamenjadi lada bubuk. Agar produk bubuk lada yang dihasilkan berkualitas dan dapat diterimapasar maka diperlukan penerapan teknologi berupa mesin penggiling dalam prosespenggilingan lada. Penggilingan lada menggunakan mesin dapat menghasilkan kapasitasbesar sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan bubuk lada dalam jumlah banyak. Hasildari kegiatan pengabdian ini yaitu mitra mendapatkan bantuan mesin penggiling lada dan darihasil penggunaan mesin ini terjadi peningkatan penghasilan mitra sebesar 50%
Pelatihan Pengolahan Tulang Ikan Nila menjadi Abon di Desa Sebangun Kecamatan Sebawi
The utilization of fish waste needs to be widely applied to the community, especially at the household scale. One of them is by carrying out community service activities, the purpose of this activity is to socialize as well as provide training on processing tilapia bones into shreds to housewives in Sebangun village. The method of service activities starts from planning, observation or initial visits, preparation, and implementation of activities. The training steps begin with the delivery of theory then demonstration or training as well as direct assistance to participants. The results of the activity achieved were that the participants had known the process of making shredded tilapia bones and the standard process of product packaging. In addition, it is hoped that the results of this activity can be disseminated, fulfill children's nutrition, and can improve the community's economy
Penyuluhan Tentang Pentingnya Memilih Jajanan Sehat Terhadap Pengetahuan Anak di Sekolah Dasar Negeri 04 Tengguli
Snacks are foods that can be consumed instantly and are liked by adults and children alike. Most children really like snacks because they like snacks with various shapes, striking colors and good taste. Therefore, the purpose of this counseling was to provide an understanding of how to choose healthy snacks at the 04 Tengguli Elementary School in Tengguli, Sajad District, Sambas Regency, West Kalimantan. The approach used in this activity includes a model of material exposure, educational games, and evaluation. The counseling activities carried out went smoothly, it could be seen that the elementary school students were enthusiastic in participating in the activities from beginning to end. This counseling is expected to provide education to students, especially students of SDN 04 Tengguli so that they can distinguish between healthy snacks and unhealthy snacks, besides that students are also expected to understand the impact of consuming unhealthy snacks
ANALISIS KEBUTUHAN BAHASA INGGRIS PADA DOSEN POLITEKNIK NEGERI SAMBAS
Politeknik Negeri Sambas adalah sebuah perguruan tinggi yang sedang berkembang yang terletak di Kabupaten Sambas, perbatasan antara Malaysia dan Indonesia. Politeknik Negeri Sambas memiliki jumlah dosen sebanyak 86 orang dan kebanyakan di antara mereka masih memiliki kekurangan dalam kemampuan berbahasa Inggris. Oleh karena itu diperlukan sebuah usaha untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris. Salah satu cara untuk meningkatkan hal tersebut adalah dengan menggunakan Need Analisis untuk mengetahui bagaimana mereka sekarang (Present Target Needs) dan apa yang ingin mereka inginkan dan kekurangan mereka dalam belajar bahasa Inggris (Target Needs). Metode dari penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan 26 responden yang diwakili oleh tiga Jurusan yaitu Manajemen Informatika, Teknik Mesin dan Agribisnis. Dari data yang telah ditemukan maka disimpulkan bahwa dosen Politeknik Negeri Sambas menyadari akan pentingnya bahasa Inggris untuk digunakan sebagai syarat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Dosen Politeknik Negeri Sambas ingin belajar bahasa Inggris karena ingin menggunakannya pada dunia pendidikan Mereka ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan bisa bersosialisasi secara global. Mereka menyadari bahwa jika mereka tidak menguasai skill berbahasa Inggris maka mereka akan menghadapi kesulitan dalam karirnya dan mereka mempercayai itu akan memberi pengaruh buruk dalam dunia pendidikan sedangkan kemampuan yang ingin mereka fokuskan dalam belajar bahasa Inggris adalah speaking dengan cara belajar di dalam ruangan lebih dengan cara berpasangan atau grup dengan fasilitator dengan gaya guru mengajar sebagai fasilitator bukan sebagai guru tradisional yang memberikan kuliah saja
PENATAAN DAN PENGELOLAAN LANSKAP PEKARANGAN HOMESTAY UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS TAMU DI DESA TEMAJUK
Salah satu faktor yang menjadi alasan rendahnya tingkat hunian homestay di Desa Temajuk adalah pengelolaan homestay yang belum dilakukan secara profesional. Aspek fasilitas homestay yang belum diperhatikan secara serius oleh pengelola salah satunya adalah halaman sekitar homestay atau bisa juga disebut sebagai pekarangan. Mitra belum menyadari pentingnya lingkungan sekitar homestay yang bersih, rapi dan indah bagi kelangsungan usaha homestay. Mitra juga belum mengetahui bagaimana metode untuk membuat lanskap pekarangan homestay menjadi lebih cantik dan indah. Telah dilaksanakan kegiatan pegabdian kepada masyarakat diikuti oleh 9 orang pemilik homestay di Desa Temajuk. Pengabdian dilaksanakan dengan menyampaikan materi dan praktik tentang bagaimana menata dan mengelola lanskap pekarangan agar tamu pengguna homestay semakin meningkat jumlahnya dan memberikan kesan baik. Materi yang disampaikan terdiri dari hal tentang arti penting lanskap pekarangan, penataan lanskap dan pengelolaan lanskap pekarangan. Kegiatan praktik dilaksanakan dalam bentuk menggambar sket penataan lanskap pekarangan salah satu peserta kegiatan
PENGARUH PEMBERIAN BAHAN ORGANIK TERHADAP HASIL PADA BEBERAPA VARIETAS UBI JALAR PADA TANAH ALLUVIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan organik terhadap hasil beberapa varietas lokal ubi jalar dan interaksi keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2014 sampai dengan 2 Mei 2014 di lahan percobaan yang terletak di Desa Parit Lintang, Kecamatan Salatiga, Sambas. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan petak terpisah yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah varietas ubi jalar lokal yang terdiri dari ubi jalar jingga (v1), ubi jalar kuning (v2), ubi jalar putih (v3), ubi jalar ungu (v4). Faktor kedua adalah jenis bahan organik, terdiri dari kotoran ayam (b1), kotoran sapi (b2), dan kotoran kambing (b3). Dosis bahan organik yang digunakan adalah 30,30 kg/petak kotoran ayam, 15,31 kg/petak kotoran sapi, 14 kg/petak kotoran kambing. Setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah umbi tanaman, jumlah umbi per petak, berat umbi pertanaman (g), berat umbi perpetak(g), diameter umbi tanaman (cm). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi bahan organik dan penggunaan varietas ubi jalar dapat meningkatkan hasil panen ubi jalar pada tanah aluvial. Aplikasi bahan organik dengan dosis 30,30 kg/petak kotoran ayam merupakan perlakuan terbaik yang memberikan pengaruh nyata terhadap bobot umbi per petak, diameter umbi tanaman, sedangkan penggunaan varietas ubi jalar ungu dan ubi jalar putih adalah yang paling disukai. varietas terbaik yang memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah umbi tanaman
Analisis Finansial Usaha Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) pada Tambak Intensif di PT. Mitra Raya Cemerlang, Kabupaten Probolinggo
This pacific whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) enlargement business has the name PT. Mitra Raya Cemerlang was established in 2017 in Koloran Hamlet, Klaseman Village, Gending District, Probolinggo Regency, East Java. This study aims to describe the marketing mix and analyze the business’s financial feasibility. Types of quantitative and qualitative research used a purposive sampling technique. The data analysis method used is marketing mix analysis and business feasibility by calculating short-term and long-term investment criteria. The results of the study indicate that in terms of the marketing mix, it is relatively simple to carry out directly at the place of business. Then in terms of business feasibility, in the short term, it is profitably seen from the R/C Ratio value of 3,785, BEP unit 31,533 kg, and BEP sales Rp. 2,459,591,932.98, and RTC 62.44% while in the long term it is feasible to see from the NPV value of Rp. 36,230,109,107, Net B/C Ratio 4.02, IRR 109%, and PP 1 where the sensitivity level is said to be not too sensitive
Identifikasi Molekuler Udang Penaeid dengan Pendekatan DNA Barcoding
Penaeid Shrimp (Crustacea: Decapoda) is an important fishery commodity in human life both in terms of economy, ecology, and nutrition. Penaeid shrimp are widely distributed and abundant on the coast of Merauke and become one of the leading commodities in the fisheries sector. The identification problem in the Penaeid shrimp group is a problem that still often occurs today. Identification problems are often not carried out because they are considered unimportant even though they can be important information for conservation and sustainable management. This study was conducted to identify the Penaeid Shrimp from Payum Beach, Merauke Regency, Papua by using a DNA barcoding approach with the Cytochrome Oxidase I Gene. The results of the analysis showed that the species of specimens was Mierspenaeopsis sculptilis (Heller, 1862) with a similarity level of 97.38%. Genetic distance and level of DNA similarity are very influential in phylogenetic reconstruction. Identification with DNA barcoding has succeeded in identifying species quickly and accurately and can be used to confirm previously identified species based on morphological characters.Udang Penaeid (Crustacea: Decapoda) merupakan komoditas perikanan penting dalam kehidupan manusia baik dalam sisi ekonomi maupun dalam pemenuhan gizi manusia. Udang Penaeid tersebar dan melimpah di pesisir Merauke dan menjadi salah satu komoditas unggulan disektor perikanan. permasalahan identifikasi pada kelompok udang Penaeid ini merupakan masalah yang masih sering terjadi sampai saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi spesies udang Penaeid dari Pantai Payum Kabupaten Merauke Papua, dengan pendekatan DNA barcoding, menggunakan Gen Sitokrom Oksidase I. Hasil analisis menunjukan bahwa spesies yang dikoleksi adalah Mierspenaeopsis sculptilis (Heller, 1862) dengan tingkat kemiripan 97.38 %. Jarak genetik dan tingkat similaritas DNA sangat berpengaruh dalam rekonstruksi filogenetik. Identifikasi dengan DNA barcoding telah berhasil mengidentifikasi spesies secara cepat dan akurat serta dapat digunakan untuk mengkonfirmasi spesies yang telah diidentifikasi sebelumnya berdasarkan karakter morfologi
Rekonstruksi Tsunami Mentawai dengan Menggunakan COMCOT v1.7
Many studies on the Mentawai tsunami have been carried out. Still, not many have reviewed the validation of run-up height compared to the results of field studies in the same year as the Mentawai tsunami on October 25, 2010. The survey of the Mentawai tsunami reconstruction using COMCOT v1.7 aims to validate The tsunami run-up height of the model output was compared with the results of the field study by the GITST Team in 2010. Validation of the model was carried out using the Aida parameter, by calculating the ratio of the comparison between the model output and the field study results. The study location of the model is divided into 3 layers, namely layer01 covering Sipora Island, North Pagai Island, and South Pagai Island, layer02 covering North Pagai Island and South Pagai Island, and layer03 with the focus of observation on Sibigau Island, with bathymetric resolution used for each layer. 464 m, 232 m, and 77 m so that the propagation at the observation site can be seen clearly. The height of the modeled tsunami ranged from 2.5 – 11.2 meters, with a maximum run-up height observed on Sibigau Island of 11.2 meters, and the time range for the tsunami arriving on land was 5 – 15 minutes. The comparison ratio between the model results and the field study is K = 0.9 and k (standard deviation) = 0.16. Based on the comparison ratio, the model output is close to the actual result.Penelitian tentang tsunami Mentawai sudah banyak dilakukan namun belum banyak yang mengulas tentang validasi tinggi run-up dibandingkan dengan hasil studi lapang di tahun yang sama dengan tahun terjadinya tsunami Mentawai 25 Oktober 2010. Studi tentang rekonstruksi tsunami Mentawai dengan menggunakan COMCOT v1.7 bertujuan untuk memvalidasi tinggi run-up tsunami keluaran model dibandingkan dengan hasil studi lapangan oleh Tim GITST tahun 2010. Validasi model dilakukan dengan menggunakan parameter Aida, dengan menghitung rasio perbandingan antara hasil keluaran model dengan hasil,studi lapangan. Lokasi kajian model dibagi menjadi 3 layer, yaitu layer01 mencakup Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan, layer 02 mencakup Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan, dan layer 03 dengan fokus pengamatan di Pulau Sibigau, dengan resolusi batimetri yang digunakan masing-masing layer 464 m, 232 m, dan 77 m agar penjalaran di lokasi pengamatan dapat terlihat dengan jelas. Tinggi tsunami hasil model berkisar antara 2,5 – 11,2 meter, dengan tinggi maksimum run-up teramati di Pulau Sibigau 11,2 meter, serta kisaran waktu tiba tsunami di darat adalah 5 – 15 menit. Rasio perbandingan antara hasil model dan studi lapangan adalah K = 0,9 dan k (standar deviasi) = 0,16. Berdasarkan rasio perbandingan, hasil keluaran model mendekati hasil sebenarnya