Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
    387 research outputs found

    PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN KELAPA MENJADI MINYAK GORENG DAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT LOKAL DI KAMPUNG BUTI, MERAUKE

    Get PDF
    Kampung Buti adalah salah satu Kampung yang di Distrik Merauke Kabupaten Merauke, yang tidak jauh dari wilayah perkotaan yang padat penduduk. Kampung Buti merupakan wilayah administrasi yang baru terbentuk sejak tahun 2015, dimana pada awalnya bergabung dengan Kelurahan Samkai. Dengan terpisahnya wilayah administrasi menjadi Kampung Buti, maka pemerintah daerah dapat terfokus dalam pengembangan  Sumber Daya Manusia dimana sebagian besar penduduknya adalah masyarakat lokal yang dikenal dengan Orang Asli Papua (OAP) dimana terdiri dari berbagai suku atau marga. Potensi wilayah yang berada di Kampung Buti cukup beragam karena berada pada wilayah pesisir pantai. Selain potensi dalam bidang perikanan, keunggulan dari wilayah ini adalah terdapat banyak pohon kelapa yang masih sangat minim untuk dimanfaatkan namun jika dikelola dengan baik berpotensi untuk dikembangkan dan dapat menjadi sumber pendapatan sampingan guna  menopang dalam pemenuhan kebutuhan keluarga, mengingat bahwa hasil tangkapan atau melaut masyarakat setempat bersifat musiman dan bergantung pada kondisi alam. Apabila sedang musim ombak atau air pasang warga tidak dapat melaut, sehingga pendapatan keluarga tidak menentu sehingga masyarakat perlu melakukan usaha sampingan sebagai alternatif dalam memperoleh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan, yakni (1) sosialiasi dan penyuluhan tentang kandungan gizi kelapa dan beberapa produk olahan yang dapat dibuat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat ; (2) memberikan buku petunjuk/modul pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan minyak goreng dan minyak kelapa murni/Virgin Coconut Oil (VCO);  (3)  melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan minyak goreng dan minyak kelapa murni/Virgin Coconut Oil (VCO). Tahapan kegiatan berjalan dengan lancar serta antusias masyarakat untuk mengikuti proses pelatihan dan mengembangkan produk agar dapat menambah pendapatan keluarga serta menjadikan produk kelapa menjadi produk unggulan yang dapat dikembangkan di Kampung Buti

    RANCANG BANGUN APLIKASI PENDATAAN DAN PENGELOLAAN KARYA ILMIAH BERBASIS WEB PADA POLITEKNIK NEGERI SAMBAS

    Get PDF
    Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 50 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Bahwa untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas publikasi karya ilmiah mahasiswa jenjang pendidikan program sarjana, program magister, dan program doktor pada skala nasional dan internasional sebagai upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan daya saing bangsa dalam pengelolaan dan penyelenggaraan perguruan tinggi. Pada peraturan tersebut perguruan tinggi perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas karya ilmiah, oleh karena itu diperlukan pendataan dan pengelolaan yang baik guna mempercepat akses dan memberikan kemudahan dalam pencarian referensi, sehingga peningkatan hasil penelitian dan penerapan hasil penelitian dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat menjadi lebih baik ke depannya. Mahasiswa pada jenjang pendidikan tinggi atau kuliah dalam menyelesaikan Pendidikannya wajib membuat suatu karya ilmiah baik itu berupa Skripsi pada jenjang Strata 1 atau sarjana terapan (D4) dan Tugas Akhir pada jenjang diploma III (D3). Berdasarkan hasil pengamatan dan observasi dilapangan, pendataan dan pengumpulan hasil karya ilmiah berupa skripsi, Tugas Akhir, buku dan monograf di politeknik negeri Sambas selama ini masih bersifat offline (manual). Sehingga akses informasi menjadi terbatas. Akses akan informasi ini menjadi sangat penting sebagai referensi bagi dosen dan mahasiswa lanjut dalam penulisan sebuah karya ilmiah maupun tugas perkuliahan dalam mendapatkan data yang akurat, dan untuk menghindari kesamaan maupun topik judul yang berulang-ulang. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan layanan akses informasi tersebut salah satunya dalam bentuk Aplikasi pendataan karya ilmiah yang terintegrasi pada database di Politeknik Negeri Sambas. Penelitian ini menghasilkan aplikasi pendataan karya ilmiah pada  Politeknik Negeri Sambas Berbasis Web. Sistem secara aktual dapat memenuhi syarat melalui pengujian dan demonstrasi dalam lingkungan operasional/aplikasi sebenarnya dan memenuhi TKT 8

    PEMBERDAYAAN PETANI KOPI DI DESA TANJUNG KERACUT

    Get PDF
    Kopi saat ini merupakan salah satu komidatas ekspor Indonesia. Menurut data BPS tahun 2018, besarnya angka ekspor dari Indonesia adalah sebesar 279,96 ribu ton dengan total nilai ekspor US$ 815,93 juta. Berdsarkan hal tersebut maka tidak heranlah dimana komoditas kopi juga banyak ditanam di wilayah Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Pada tahun 2018, luas lahan yang ditanam di wilayah Kecamatan Teluk Keramat adalah seluas 683 Ha dengan produktifitas sebesar 261 ton. Pada proses pengolahan kopi, sesaat setelah kopi dipanen maka kopi tersebut haruslah dilakukan proses pengupasan pada kulit luarnya. Proses pengupasan ini dimasyarakat masih banyak menggunakan cara-cara manual yaitu dengan menggunakan tangan. Cara ini dirasakan praktis dan murah, namun kapasitas dan efisiensi produksinya rendah. Demi meningkatkan produktifitas produksi tersebut, maka proses pengupasan kulit kopi sebaiknya dengan menggunakan mesin. Sasaran kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PKM) kali ini adalah warga Dusun Sembuak Segantong, Desa Tanjung Keracut, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini meliputi metode pelatihan dan pendampingan dalam mengoperasikan dan merawat mesin pengupas pinang yang akan diberikan. Diharapkan dengan dilakukannya pelatihan terhadap perwakilan mitra maka akan terjadi tranfers ilmu terhadap warga masyarakat lainnya, sehingga kapasitas dan efisiensi dalam proses pengupasan kopi yang ada di masyarakat dapat menjadi lebih baik

    Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal untuk Immune Booster Staff Kebun Raya Liwa Di Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    The Sars-Cov2 virus, also known as the Covid-19 pandemic, has led in a rise in the usage of immune-boosting supplement items. This situation resulted in higher prices and a scarcity of stock on the market. This program seeks to motivate and educate UPT Liwa Botanical Garden (KRL) employees about the necessity of utilizing herbs to boost body ’s immune system during the Covid-19 outbreak. The activity's target audience is workers, who interact often with tourists from various locations. Twenty persons participated, including KRL officials, Lumbok Seminung Kehati Park Managers, and KRL apprentice students. This activity takes the form of providing content, question and answer sessions, demonstrations on how to make herbal beverages, and training assessment using pre and post-test questionnaires. The results of the training implementation revealed an increase in participants' motivation and understanding of the importance of herbal functions and the skills of making herbal drinks, as evidenced by their enthusiasm in the discussion both before and after the demonstration of making herbal drinks

    PEMANFAATAN KRIM SANTAN SEBAGAI MINYAK ALTERNATIF GUNA MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA

    Get PDF
    Cream of coconut milk is a thicker viscous substance produced from coconut milk which can be utilized as oil from coconut cream. Processing of coconut cream into oil is a processed oil product that has a clear color and has a distinctive coconut odor and has a long shelf life. The purpose of this study was to determine the organoleptic test (taste, color, texture, and aroma) of coconut cream oil according to SNI. This study used an experimental design study method, which consisted of 3 treatments used, namely the addition of Fe tablets with a ratio of F1 (1 Fe capsule : 1 Vitamin A capsule), F2 (1 ½ Fe capsule : 1 ½ vitamin A), F3 (2 Fe capsule: 2 vitamin A), then the Fe content was analyzed. The data obtained using ANOVA (Analysis Of Variance) was then identified by organoleptic tests and the content of iron (Fe) was tabulated in tabular form. The results of the organoleptic test on coconut cream oil were more dominant in the F3 treatment (2 Fe capsules: 2 vitamin A), and less favored in the F1 treatment. The results of testing the content of iron (Fe) in treatment 1 was 0.0107 and in treatment 2 was 0.0543 while in treatment 3 it was 0.0133. The results of the data showed that there was an increase in iron (Fe) content in treatment 2 of 0.0543. The use of heat in the process of cooking food greatly affects the nutritional value of food. The frying process is food processing using high temperatures above 160⁰C which can reduce the fat content and destroy vitamins and minerals, one of which is iron

    BUDIDAYA HIDROPONIK PADA WARGA B BUDIDAYA HIDROPONIK PADA WARGA BINAAN RUMAH TAHANAN KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    Dewasa ini lahan pertanian sudah semakin sedikit, sehingga dalam melakukan prosesbudidaya dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah teknik budidaya sayuransecara hidroponik. Teknik pertanian ini banyak dilakukan di kota-kota besar karena tidakmemerlukan lahan yang luas. Urban farming ini bisa menjadi salah satu usaha yang cukupmenjanjikan jika ditekuni secara serius. Mitra kegiatan pengabdian adalah warga binaanRumah Tahanan Negara Sambas. Pasokan sayuran segar untuk Rumah Tahanan selama iniberasal dari luar kota Sambas. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan kegiatanpengabdian berupa pelatihan budidaya hidroponik agar Rumah Tahanan Negara memilikipasokan sayur. Selain itu, warga binaan yang ada di Rumah Tahanan Negara perlu dilatihuntuk meningkatkan keterampilan sebagai bekal setelah keluar. Pelatihan yang diberikanmulai dari pembibitan, instalasi modul hidroponik, perawatan hingga ke panen.Dewasa ini lahan pertanian sudah semakin sedikit, sehingga dalam melakukan prosesbudidaya dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah teknik budidaya sayuransecara hidroponik. Teknik pertanian ini banyak dilakukan di kota-kota besar karena tidakmemerlukan lahan yang luas. Urban farming ini bisa menjadi salah satu usaha yang cukupmenjanjikan jika ditekuni secara serius. Mitra kegiatan pengabdian adalah warga binaanRumah Tahanan Negara Sambas. Pasokan sayuran segar untuk Rumah Tahanan selama iniberasal dari luar kota Sambas. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan kegiatanpengabdian berupa pelatihan budidaya hidroponik agar Rumah Tahanan Negara memilikipasokan sayur. Selain itu, warga binaan yang ada di Rumah Tahanan Negara perlu dilatihuntuk meningkatkan keterampilan sebagai bekal setelah keluar. Pelatihan yang diberikanmulai dari pembibitan, instalasi modul hidroponik, perawatan hingga ke panen

    PENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI D PENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI DODOL MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PENGADUK DODOL DI DESA SEPADU KECAMATAN TELUK KERAMAT

    No full text
    Pengusaha dodol pepaya di Dusun Sepandan Desa Sepadu Kecamatan Teluk Keramat masihbelum menerapkan teknologi modern pada proses produksinya. Proses pengadukan dodolmasih dilakukan secara tradisional menggunakan tenaga manusia. Proses ini membutuhkanwaktu yang lama untuk dapat menghasilkan dodol dengan tingkat kematangan sesuai.Sejumlah tenaga kerja yang melakukan proses pengadukan tidak dapat melakukan aktifitaslain selama kurang lebih tiga jam. Pemasakan masih menggunakan kayu bakar yangmengakibatkan panas pemasakan kurang stabil sehingga sering timbul kerak pada wajan.Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi pada proses produksi dodol pepayamenggunakan mesin pengaduk dodol otomatis serta menggunakan gas sebagai bahan bakarpengganti kayu bakar. Mitra kegiatan adalah ibu-ibu pembuat dodol di Dusun Sepandan DesaSepadu Kecamatan Teluk Keramat. Tahap kegiatan pengabdian ini meliputi pelatihanpengenalan, penggunaan, dan perawatan mesin pengaduk dodol. Hasil kegiatan menunjukkanterdapat peningkatan efisiensi waktu pengadukan dodol. Semula diperlukan dua orang tenagakerja untuk mengaduk selama kurang lebih 3 jam tanpa aktifitas lain, namun kini digantidengan mesin pengaduk dodol otomatis tenaga motor listrik. Pekerja masih tetap dibutuhkansebanyak satu orang untuk melakukan pengawasan setiap 15 menit sekali, namun selamawaktu tidak melakukan pengawasan, pekerja dapat melakukan aktifitas lain. Pemasakansemula menggunakan kayu bakar diganti dengan kompor gas sehingga waktu pemasakansemula selama 3 jam menjadi 2,5 jam. Hal ini karena nyala api lebih stabil. Produk yangdihasilkan lebih berkualitas karena tingkat kematangan lebih merata dan kerak yangdihasilkan berkurang. Dampak kegiatan ini adalah terjadi peningkatan produksi dodol pepayayang meningkatkan kesejahteraan mitra, dan meningkatkan kesejahetraan petani pepaya.Pengusaha dodol pepaya di Dusun Sepandan Desa Sepadu Kecamatan Teluk Keramat masihbelum menerapkan teknologi modern pada proses produksinya. Proses pengadukan dodolmasih dilakukan secara tradisional menggunakan tenaga manusia. Proses ini membutuhkanwaktu yang lama untuk dapat menghasilkan dodol dengan tingkat kematangan sesuai.Sejumlah tenaga kerja yang melakukan proses pengadukan tidak dapat melakukan aktifitaslain selama kurang lebih tiga jam. Pemasakan masih menggunakan kayu bakar yangmengakibatkan panas pemasakan kurang stabil sehingga sering timbul kerak pada wajan.Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi pada proses produksi dodol pepayamenggunakan mesin pengaduk dodol otomatis serta menggunakan gas sebagai bahan bakarpengganti kayu bakar. Mitra kegiatan adalah ibu-ibu pembuat dodol di Dusun Sepandan DesaSepadu Kecamatan Teluk Keramat. Tahap kegiatan pengabdian ini meliputi pelatihanpengenalan, penggunaan, dan perawatan mesin pengaduk dodol. Hasil kegiatan menunjukkanterdapat peningkatan efisiensi waktu pengadukan dodol. Semula diperlukan dua orang tenagakerja untuk mengaduk selama kurang lebih 3 jam tanpa aktifitas lain, namun kini digantidengan mesin pengaduk dodol otomatis tenaga motor listrik. Pekerja masih tetap dibutuhkansebanyak satu orang untuk melakukan pengawasan setiap 15 menit sekali, namun selamawaktu tidak melakukan pengawasan, pekerja dapat melakukan aktifitas lain. Pemasakansemula menggunakan kayu bakar diganti dengan kompor gas sehingga waktu pemasakansemula selama 3 jam menjadi 2,5 jam. Hal ini karena nyala api lebih stabil. Produk yangdihasilkan lebih berkualitas karena tingkat kematangan lebih merata dan kerak yangdihasilkan berkurang. Dampak kegiatan ini adalah terjadi peningkatan produksi dodol pepayayang meningkatkan kesejahteraan mitra, dan meningkatkan kesejahetraan petani pepaya

    MARMALADE DAN CITRUS SOFT CANDY MARMALADE DAN CITRUS SOFT CANDY SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI BUAH JERUK KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    Kabupaten Sambas adalah salah satu daerah penghasil jeruk, terutama di Kecamatan Tebas.Selama ini belum ada pengolahan pascapanen jeruk siam di Kecamatan Tebas, baik buahdengan grade tinggi maupun jeruk tidak layak jual. Padahal potensi jeruk siam ini sangatbesar terutama jika diolah menjadi produk makanan untuk meningkatkan nilai jualnya. Olehkarena itu, perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada petani jeruk agar mampumengolah buah jeruk menjadi produk baru yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, serta dapatmengemas produk secara baik dan higienes. Mita dalam kegiatan ini adalah karang tarunaCahaya Abadi Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas. Produk yang dihasilkan pada kegiatanini adalah marmalade dan citrus soft candy yang diolah dari sari buah jeruk siam. Marmaladeyang diolah pada kegiatan ini memiliki tekstur yang halus tanpa penambahan flavedosehingga performa produk ini tidak berbeda dengan selai. Rasa pahit yang sangat dominandalam flavedo jeruk siam menjadi alasan penting sehingga tidak dicampurkan ke dalamadonan. Citrus soft candy yang dihasilkan pada kegiatan ini memiliki tekstur yang kenyal dantransparan berwarna oren muda.Kabupaten Sambas adalah salah satu daerah penghasil jeruk, terutama di Kecamatan Tebas.Selama ini belum ada pengolahan pascapanen jeruk siam di Kecamatan Tebas, baik buahdengan grade tinggi maupun jeruk tidak layak jual. Padahal potensi jeruk siam ini sangatbesar terutama jika diolah menjadi produk makanan untuk meningkatkan nilai jualnya. Olehkarena itu, perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada petani jeruk agar mampumengolah buah jeruk menjadi produk baru yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, serta dapatmengemas produk secara baik dan higienes. Mita dalam kegiatan ini adalah karang tarunaCahaya Abadi Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas. Produk yang dihasilkan pada kegiatanini adalah marmalade dan citrus soft candy yang diolah dari sari buah jeruk siam. Marmaladeyang diolah pada kegiatan ini memiliki tekstur yang halus tanpa penambahan flavedosehingga performa produk ini tidak berbeda dengan selai. Rasa pahit yang sangat dominandalam flavedo jeruk siam menjadi alasan penting sehingga tidak dicampurkan ke dalamadonan. Citrus soft candy yang dihasilkan pada kegiatan ini memiliki tekstur yang kenyal dantransparan berwarna oren muda

    Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Industri Perikanan di Indonesia

    Get PDF
    Indonesia, with one of the highest marine biodiversity in the world, has great fishery potential. This research is quantitative research that desires in knowing the factors that influence the growth of the fishing industry in Indonesia. Industrial growth is measured through the parameters of aquaculture and capture fisheries products. To find the causal factors, correlation tests were conducted on several variables representing internal factors (number of fleets and number of aquaculture households), environment (aquaculture area), economic indicators (consumer price index and inflation), government policies (human development index), population (population density), and law (risk of the population being exposed to criminal acts). The test was carried out using correlation analysis on 2014-2016 data in 34 provinces. The result is that internal and environmental factors have a significant positive effect on the fishing industry. On the other hand, economic factors have no significant effect. Meanwhile, partially HDI has a significant negative effect on capture fisheries products, while population density and the risk of the population being exposed to criminal acts have a significant negative effect on aquaculture results.Indonesia dengan marine biodiversity salah satu yang tertinggi di dunia, memiliki potensi perikanan yang besar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor   yang mempengaruhi pertumbuhan industri perikanan di Indonesia. Pertumbuhan industri diukur melalui parameter hasil perikanan budidaya dan hasil perikanan tangkap. Untuk menemukan faktor penyebabnya dilakukan uji korelasi terhadap beberapa variabel yang mewakili faktor internal (jumlah armada dan jumlah rumah tangga perikanan budidaya), lingkungan (luas area perikanan budidaya), indikator ekonomi (indeks harga konsumen dan inflasi), kebijakan pemerintah (indeks pembangunan manusia), kependudukan (kepadatan penduduk), serta hukum (resiko penduduk terkena tindak pidana). Pengujian dilakukan menggunakan analisis korelasi terhadap data tahun 2014-2016 pada 34 provinsi. Hasilnya faktor internal dan lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap industri perikanan. Sebaliknya, faktor ekonomi tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, secara parsial IPM berpengaruh negatif signifikan terhadap hasil perikanan tangkap sedangkan kepadatan penduduk dan resiko penduduk terkena tindak pidana berpengaruh negatif signifikan terhadap hasil perikanan budidaya

    Monitoring Biodiversitas Ikan sebagai Bioindikator Kesehatan Lingkungan di Sekitar Muara Sungai Bian, Kabupaten Merauke

    Get PDF
    The Bian River, the estuary, to the coast, have very high fishery potential. Residents around the river use the Bian River as a source of livelihood and also as a means of transportation that connects one area to another. The purpose of this study was to determine species diversity, the quality of environmental parameters so as to determine environmental health conditions around the Bian River based on the Seawater Quality Standard for marine biota in PP Decree No. 22 of 2021. The results showed that during 2 months of observation, 25 species were found from three stations. Observations, where the most caught species were Metapeneus monoceros and the least species found, were Paraplotosu salbilabris, Paraplagus iabilineata, Gerresoyena, Paraplagus iabilineata. Leviprora inops, Plesio batisdaviesi, Himantura uarnak. The results of water quality measurements of temperature, salinity, dissolved oxygen (DO), and pH still support the presence of marine biota and have not been polluted in a stable category.Sungai Bian, muara, hingga pesisir memiliki potensi perikanan yang sangat tinggi. Penduduk di sekitar sungai memanfaatkan Sungai Bian sebagai sumber mata pencaharian dan juga sebagai sarana transportasi yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman spesies, kualitas parameter lingkungan sehingga dapat mengetahui kondisi kesehatan lingkungan di sekitar Sungai Bian berdasarkan Baku Mutu Air Laut untuk biota laut dalam Keputusan PP  No 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukan selama 2 bulan pengamatan ditemukan 25 spesies dari tiga stasiun pengamatan dimana jenis yang paling banyak tertangkap adalah udang kelapa (Metapeneus monoceros) dan spesies yang paling sedikit di temukan adalah spesies, lele merauke (Paraplotosu salbilabris),  lidah totol putih (Paraplagus iabilineata), kipas-kipas (Gerres oyena), baji-baji (Leviprora inops), pari pasir (Plesio batisdaviesi), pari bunga (Himantura uarnak). Hasil pengukuran kualitas air suhu, salinitas, dissolved  oxygen (DO) dan pH masih mendukung keberadaan biota perairan laut dan belum mengalami pencemaran dengan kategori stabil

    362

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇