Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
    387 research outputs found

    ANALISA KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA TANAMAN PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PEDESAAN SWADAYA MITRA MANDIRI KUBURAYA

    Get PDF
    Tumbuhan pisang merupakan jenis tanaman yang dapat dibudidayakan baik di iklim tropis juga sub tropis. Kegiatan analisa usaha sangat penting dilakukan untuk mengetahui usaha tersebut dapat menguntungkan atau tidak sehingga dapat diketahui usaha budidaya pisang kepok layak atau tidak untuk dijadikan suatu usaha. Penelitian ini dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Tani Mitra Mandiri (P4S Mitra Mandiri), yang berlokasi di Jalan Trans Kalimantan Km 21, Kubu Raya P4S Mitra Mandiri merupakan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Mitra Mandiri yang bergerak dibidang pertanian.. Data-data yang terkait analisa kelayakan terdiri dari data investasi dan data variabel. Perhitungan  data investasi dilakukan dengan menghitung biaya penyusutan, penerimaan, keuntungan  dan menganalisis kelayakan usaha. Investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan usaha budidaya pisang kepok seluas 1 Ha yaitu sebesar Rp 4.030.000,00. Biaya variabel untuk tahun pertama. Penerimaan kotor dari usaha budidaya pisang kepok seluas 1 Ha dalam jangka waktu dua tahun yaitu sebesar Rp 108.000.000. Modal budidaya pisang kepok sebesar Rp 108.000.000 dapat memperoleh keuntungan Rp 79.055.000/Ha dalam jangka dua tahun. Total biaya sebanyak Rp 28.945.000 dan harga jual sebesar Rp 3.000, maka untuk mencapai titik impas jumlah pisang paling minimal yang terjual yaitu sebanyak 9.648 /Ha dalam jangka waktu dua tahu

    HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL PADA KILANG PENGOLAHAN UBUR-UBUR DI DESA TEMAJUK, KECAMATAN PALOH

    Get PDF
    Besarnya potensi ekspor ubur-ubur mendorong masyarakat untuk mendirikan pabrik pengolahan ubur-ubur. Saat ini tercatat terdapat 27 kilang pengolah ubur-ubur yang terdapat di desa Temajuk. Kilang pengolah ubur-ubur di Desa Temajuk biasanya berupa bangunan kayu di tepi pantai. Kilang tersebut biasanya mempekerjakan banyak pekerja, termasuk banyak perempuan dan terkadang anak-anak anggota keluarga nelayan.  Pengendalian sumber-sumber bahaya dapat dilakukan jika sumber bahaya telah ditemukan. Penelitian ini dilakukan beberapa tahap yaitu evaluasi penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3), proses pengolahan ubur-ubur mulai dari pengangkutan  sampai pada tahap pengepengan. identifikasi bahaya tiap tahapan terdiri dari bahaya fisik yang bersumber dari bak penampungan ubur-ubur yang terbuat dari kayu. Bagian kayu yang tidak rata dan paku menjadi salah satu penyebab luka pekerja kilang sehingga terjadi kecelakaan pada saat kerja. Bahaya dari bahan kimia bersumber dari tawas yang digunakan dalam jumlah banyak pada proses perendaman awal ubur-ubur. Dampak dari kontaminasi tawas dalam jumlah yang banyak mengakibatkan kulit pekerja kilang menjadi kemerah-merahan, gatal-gatal dan ruam kulit. Sedangkan identifikasi bahaya biologi pada proses pengolahan bersumber dari ubur-ubur itu sendiri. Hampir semua tahapan proses pengolahan ubur-ubur pekerja ada yang mengalami alergi berat dalam frekuensi yang tinggi terutama pekerja pada proses pengangkutan dari kapal ke tempat tempat penampungan ubur-ubur. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa di lapangan pengendalian potensi bahaya/risiko pada pengolahan ubur – ubur dapat dilakukan dengan cara, memberikan penjelasan mengenai dampak bahaya sengatan ubur-ubur, mewajibkan pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) pada saat bekerja, pemerikasaan kesehatan secara berkala untuk para pekerja dan penyediaan fasilitas obat-obatan untuk pekerja yang terdampak bahaya/risiko

    PENGOLAHAN CEMILAN DARI NANAS GUNA MENINGKATKAN NILAI TAMBAH PRODUK PADA UKM MAWAR MERAH

    Get PDF
    Membangkitkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 ini menjadi perhatian yang sangat penting bagi semua pihak, seperti pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum. UMKM ini memiliki peranan yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di Desa Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas adalah UKM Mawar Merah. UKM Mawar Merah ini berdiri pada tanggal 17 Nopember 2018. UKM Mawar Merah ini melakukan kegiatan mengolah buah nanas menjadi dodol nanas, di mana di Desa Sijang, banyak petani yang memproduksi buah nanas. PKM ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi mengenai diversifikasi produk olahan nanas, di mana buah nanas diolah menjadi cemilan nanas sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk nanas tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan/workshop mulai dari proses produksi hingga pengemasan produk, pendampingan dan pembinaan, serta evaluasi dan monitoring mengenai diversifikasi produk olahan nanas. Berdasarkan hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa anggota UKM Mawar Merah sudah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan manajemen usaha dalam mengolah buah nanas menjadi cemilan nanas. Pendampingan dan pembinaan dilakukan guna menjaga kualitas cemilan nanas ini agar tetap baik. Produk cemilan nanas ini sudah dipasarkan di daerah Galing dan dipromosikan kepada pembeli/pelanggan yanga ada di luar Kecamatan Galing. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi dari kegiatan PKM ini  menunjukkan bahwa, peserta PKM 100% sudah memahami akan pentingnya diversifikasi produk olahan nanas dalam meningkatkan nilai tambah produk olahan nanas sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi UKM Mawar Merah di masa adaptasi kebiasaan baru pada saat pandemi Covid-19

    Pelatihan Budidaya Cacing Sutera (Tubifex sp.) Ramah Lingkungan di Talang Rimbo Lama, Kabupaten Rejang Lebong

    Get PDF
    Silkworm culture media (Tubifex sp.) are very important because it can be affected on growth and nutrient content of silkworm, such as fruit and vegetable waste. The waste disposal of fruit and vegetable in Rejang Lebong Regency have not been used properly, therefore this counseling aims of management of the waste of fruit and vegetable as and environmentally friendly silkworm culture media in Talang Rimbo Lama, Rejang Lebong Regency. The approach used includes meeting with the partnership, counseling, demonstrating, and evaluating. The counseling was interactive and communicative, and participants showed that considerable interest on materials presented. This counseling can improve knowledges and skills about silkworm cultivation and the use of the waste of fruit and vegetable as a silkworm culture media

    Proses Pengolahan Terasi Udang Rebon Skala Rumah Tangga di Pesisir Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke

    Get PDF
    One of the catches of fishermen in the Marine Coastal of Lampu Satu is rebon shrimp, but the selling price is low and the durability is short so it quickly declines in quality (damaged). One effort to overcome this is by diversifying rebon shrimp products into shrimp paste so that the selling price goes up and the durability is long. The purpose of the study was to find out how the stages of the shrimp paste processing process. The research was carried out from November to December 2021 at the Marine Coastal of Lampu Satu, Merauke Regency. Research respondents are 1 group of household shrimp paste processors. The results showed that the shrimp paste processing process consisted of 10 stages of manufacture, namely sorting, washing, fermentation, drying stage 1, grinding stage 1, drying stage 2, grinding stage 2, printing, drying stage 3, and packaging. The processing of shrimp paste is still categorized as simple because everything uses a manual system of human power.Salah satu hasil tangkapan nelayan di wilayah Pesisir Pantai Lampu Satu adalah jenis udang rebon, namun harga jualnya rendah dan daya tahannya singkat sehingga cepat mengalami penurunan mutu (rusak). Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini yaitu dengan melakukan diversifikasi produk udang rebon menjadi terasi  udang sehingga harga jualnya naik dan daya tahannya lama. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana tahapan dari proses pengolahan terasi udang. Penelitian berlangsung selama bulan Nopember sampai Desember 2021 bertempat di Pesisir Pantai Lampu Satu, Kabupaten Merauke. Responden penelitian adalah 1 kelompok pengolah terasi udang skala rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan terasi udang terdiri dari 10 tahap pembuatan yaitu penyortiran, pencucian, fermentasi, penjemuran tahap 1, penggilingan tahap 1, penjemuran tahap 2, penggilingan tahap 2, pencetakan, penjemuran tahap 3 dan pengemasan. Pengolahan terasi udang masih dikategorikan sederhana karena semuanya menggunakan sistem manual tenaga manusia

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI PANTAI WENDU KABUPATEN MERAUKE

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Pantai Wendu Kampung Urum, Kabupaten Merauke. Peserta dalam kegiatan ini adalah masyarakat lokal yang meliputi; siswa siswi SMA Plus Urum, masyarakat Urum yang bermukim di pesisir pantai, pemuda/pemudi dari PMKRI Cabang Merauke dan mahasiswa jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakutas Pertanian Metode pelaksanaan kegiatan penelitian terdiri dari; tahap sosialisasi, tahap pelatihan pembibitan mangrove, tahap penanaman mangrove dan tahap monitoring. Tingkat keberhasilan dari kegiatan pembibitan mangrove yang dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2022 mencapai 96%. Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pelestarian hutan mangrove di pesisir Pantai Wendu melalui kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove diharapkan dapat  memberikan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove yang tepat sehingga dapat meningkatkan  keberhasilan dalam pelestarian ekosistem hutan mangrove

    Peningkatan Kondisi Fisik Melalui Pengenalan Sport Nutrition Kepada Atlet dan Pelatih Kabupaten Sumenep

    Get PDF
    One type of sport is performance sports. Achievement can be achieved by several factors. One of them is the nutritional factor. Nutrition is one of the vital and important components to improve the athlete's condition in order to achieve performance maximum and achievement. Nutrition for each sport varies depending on the type of energy used. In Sumenep Regency, athletes and coaches are still confused about sport nutrition and they also don't have experts in the field of sports. Especially in Sumenep regency has a lot of potential for athletes. The aim of this service is to introduce the importance of sport nutrition in improving the condition of athletes. The method used is the teaching method with power point. The result of this introduction is that athletes and coaches understand about nutrition to be able to increase performance levels so that they can achieve maximum performance

    Penyuluhan Konsumsi Ikan Pada Ibu Dan Anak Dalam Pencegahan Stunting di Desa Makrampai Kecamatan Tebas

    Get PDF
    Stunting is one of the conditions where children experience chronic nutritional problems. Counseling activities on the importance of fish consumption in mothers and children as an effort to prevent stunting were held on Tuesday, November 15, 2022 in Sutera Hamlet, RT 09 RW 04, Makrampai Village, Tebas District, Sambas Regency. The targets in counseling activities are mothers and children. Makrampai village is one of the villages that experiences quite high stunting. This counseling activity aims to increase knowledge and understanding of good nutrition, especially the importance of eating fish in mothers and children as an effort to prevent stunting. The counseling activities went well and smoothly. Participants consisting of mothers and children who participated in the counseling activity were very active and enthusiastic, Participants had an understanding of the importance of consuming fish to fulfill body nutrition and one of the efforts to prevent stunting

    UJI EFEKTIFITAS APLIKASI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSCULAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI GOGO (Oriza sativa)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi Mikoriza dan galur Padi Gogo yang efektif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Padi Gogo yang dilaksanakan di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar pada Januari sampai dengan April 2022. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor yang disusun dalam pola Rancangan Acak kelompok ( RAK ).  Faktor pertama adalah jenis Galur (G) yang terdiri atas lima taraf yaitu G1 (Galur E10 ), G2 (Galur E24 ), G3 (Galur E45), G4 (Galur E47) dan G5 (Galur Lokal).  Faktor kedua adalah dosis mikoriza ( M ) terdiri atas 3 taraf yaitu M0 ( tanpa mikoriza ), M1 ( mikoriza 5g/tanaman ), M2 (mikoriza 10g/tanaman).  Faktor pertama dan kedua menghasilkan 15 kombinasi perlakuan yang tersusun sebagai berikut : G1M0, G1M1, G1M2, G2M0, G2M1, G2M2, G3M0 G3M1, G3M2, G4M0, G4M1, G4M2, G5M0, G5M1, G5M2. Setiap kombinasi pelakuan terdiri atas 3 kelompok dan terdapat 45 unit percobaan, setiap perlakuan dalam setiap kelompok terdiri atas satu rumpun tanaman (unit pengamatan)..Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa Interksi antara mikoriza takaran 10g/tanaman dan galur E24 berpengaruh terhadap tumbuhan tanaman padi gogo

    PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA BERBASIS KEARIFAN LOKAL TENUN SONGKET KHAS SAMBAS DI DESA SUMBER HARAPAN

    No full text
    Saat ini, kewirausahaan desa yang menunjang perekonomian di desa memiliki perhatiankhusus terhadap kesejahteraan masyarakat. Daerah pedesaan membutuhkan pengelolaandalam membangun kewirausahaan untuk mengatasi tantangan. Oleh karena itu,kewirausahaan desa sangat penting dalam mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat,khususnya masyarakat di Desa Sumber Harapan. Desa Sumber Harapan merupakan desawisata budaya tenun songket di Kabupaten Sambas. Desa ini terkenal sebagai sentra kerajinankain tenun songket khas Sambas. Desa ini memproduksi kain tenun songket menjadi produk–produk turunannya seperti pakaian, peci, tas, syal, hiasan, dan lain sebagainya. Namun masihdiperlukan penguatan dalam kesiapan kualitas produksi dan pemasaran agar produkmempunyai kualitas eksport sehingga mampu go international. Proses bisnis usaha tenunsongket telah berlangsung baik secara individu, kelompok, maupun melalui wadah KoperasiRantai Mawar. Wirausahawan tenun songket bekerjasama dalam hal pengelolaan usaha.Analisis kendala dalam menjalankan usaha telah dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwakendala utama usaha yang paling tinggi adalah modal. Kendala berikutnya adalah penjualanyang menurun akibat dampak Covid-19. Selain itu, kondisi pemasaran, stabilitas harga,kerjasama mitra, keterampilan tenaga kerja, dan bahan baku juga menjadi aspek pentinguntuk diatasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan edukasi dan pengetahuan pengelolaanusaha serta pemberdayaan masyarakat desa berbasis kearifan lokal sehingga usaha dapatberkembang dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini dihasilkan peningkatan pemahamantentang pengelolaan aspek permodalan, penjualan, pemasaran, harga, kemitraan, keterampilantenaga kerja, bahan baku, peralatan, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Indikasi geografisdan motif tenun songket khas Sambas diharapkan dapat memiliki HKI untuk perlindungan,pengakuan, dan meningkatkan daya saing serta kualitas yang diunggulkan.Saat ini, kewirausahaan desa yang menunjang perekonomian di desa memiliki perhatiankhusus terhadap kesejahteraan masyarakat. Daerah pedesaan membutuhkan pengelolaandalam membangun kewirausahaan untuk mengatasi tantangan. Oleh karena itu,kewirausahaan desa sangat penting dalam mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat,khususnya masyarakat di Desa Sumber Harapan. Desa Sumber Harapan merupakan desawisata budaya tenun songket di Kabupaten Sambas. Desa ini terkenal sebagai sentra kerajinankain tenun songket khas Sambas. Desa ini memproduksi kain tenun songket menjadi produk–produk turunannya seperti pakaian, peci, tas, syal, hiasan, dan lain sebagainya. Namun masihdiperlukan penguatan dalam kesiapan kualitas produksi dan pemasaran agar produkmempunyai kualitas eksport sehingga mampu go international. Proses bisnis usaha tenunsongket telah berlangsung baik secara individu, kelompok, maupun melalui wadah KoperasiRantai Mawar. Wirausahawan tenun songket bekerjasama dalam hal pengelolaan usaha.Analisis kendala dalam menjalankan usaha telah dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwakendala utama usaha yang paling tinggi adalah modal. Kendala berikutnya adalah penjualanyang menurun akibat dampak Covid-19. Selain itu, kondisi pemasaran, stabilitas harga,kerjasama mitra, keterampilan tenaga kerja, dan bahan baku juga menjadi aspek pentinguntuk diatasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan edukasi dan pengetahuan pengelolaanusaha serta pemberdayaan masyarakat desa berbasis kearifan lokal sehingga usaha dapatberkembang dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini dihasilkan peningkatan pemahamantentang pengelolaan aspek permodalan, penjualan, pemasaran, harga, kemitraan, keterampilantenaga kerja, bahan baku, peralatan, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Indikasi geografisdan motif tenun songket khas Sambas diharapkan dapat memiliki HKI untuk perlindungan,pengakuan, dan meningkatkan daya saing serta kualitas yang diunggulkan

    362

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇