Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
Potensi Limbah Cangkang Kerang sebagai Kerajinan Sederhana Rumah Tangga di Desa Jampue Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang
The use of local materials in the creative industry is now leading to a global economic market. This also had an impact on the women in the Jampue Village PKK who used shell waste as a household-scale craft industry. This service activity aims to educate PKK women in Jampue Village to be more creative in utilizing shell waste as a mainstay product that can compete in the international market. The stages of implementation carried out are by means of socialization and workshops regarding the procedures for making and selecting shells that have the potential to be used as household scale crafts. The implementation of this mentoring program was able to increase the understanding of PKK women in Jampue Village regarding the potential of shell waste which can be used as crafts
Pembuatan Alat Pengupas Nanas Sistem Press
Proses pengupasan nanas secara tradisional yang masih menggunakan tenaga manusia, juga berkontribusi terhadap tingginya biaya produksi olahan nanas. Oleh karena itu dibutuhkan suatu teknologi untuk membantu masyarakat dalam proses pengupasan kulit nanas. Sehingga dalam tugas akhir ini dibuatlah alat pengupas kulit nanas dengan sistem press untuk memudahkan masyarakat dan petani nanas dalam mempercepat proses pengupasan. Penelitian dilakukan dengan studi literatur dan mencari referensi dari berbagai jurnal serta mengamati pengupas kulit buah nanas dengan sistem press manual. Kemudian dilakukanlah proses pembuatan bentuk dan komponen untuk alat pengupas tersebut. Dalam proses pembuatan alat pengupas kulit nanas sistem press dibutuhkan beberapa langkah pembuatan komponen melalui pengerjaan seperti pembuatan rangka atau dudukan, memasang pipa stainless, pemasangan tuas press, pembuatan mata pisau dan proses pengecatan. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan alat pengupas kulit nanas sistem press dapat bekerja dengan baik sesuai dengan yang diharapkan, untuk waktu yang diperlukan dalam mengupas satu buah nanas adalah 7-19 detik dan jika dihitung rata-rata yaitu 13,47 detik
PEMANFATAAN DATA SPASIAL DALAM IDENTIFIKASI LAHAN PERKEBUNAN KOPI DI KABUPATEN SAMBAS
Perkebunan kopi khususnya dengan jenis liberica memiliki potensi yang besar untuk menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Sambas. Kondisi tersebut dinyatakan dalam data statistik dari BPS Kabupaten Sambas yang menunjukkan bahwa luas perkebunan kopi cenderung meningkat tiap tahun, namun produksinya menurun. Hal tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan lahan dan proses pengolahan pasca produksi yang dirasa cukup menyulitkan bagi sebagian petani kopi. Area perkebunan kopi di Kabupaten Sambas yang belum terdata secara meluas juga menyebabkan kurangnya informasi spesifik mengenai sentra kopi beserta varietasya. Luas wilayah perkebunan secara spasial harus terdata untuk membantu pihak terkait dalam mengelola potensi perkebunan kopi yang ada di Kabupaten Sambas. Pemetaan informasi melalui kumpulan data spasial menjadi satu tren yang terus berkembang dan sangat banyak dimanfaatkan khususnya dalam pengelolaan data statistik. Berdasarkan hasil observasi dan pengumpulan data spasial meliputi titik koordinat dan lokasi, varietas serta keterangan tambahan lain terkait perkebunan kopi di Kabupaten Sambas diketahui bahwa terdapat tiga pola pengembangan perkebunan meliputi perkebunan lokal dengan area terbatas (Kecamatan Galing, Dusun Sekilah), perkebunan kopi swadaya sebagai sentra kopi (Kecamatan Teluk Keramat, Dusun Kaliampuk), dan kebun kopi tradisional yang kurang terawat (Kecamatan Sambas, Desa Dalam Kaum) yang dipetakan di tiga titik. Penitikan lokasi dengan Garmin dan Mobile GPS juga berhasil dilakukan dan digunakan untuk memberikan informasi kepada staeholder mengenai potensi pengembangan kopi khas Sambas dan menjadi data awal yang digunakan dalam visualisai baik melalui infografis maupun videografis
KREATIVITAS IBU- IBU DHARMA WANITA POLTESA UNTUK PADUPADAN FOTO, VIDEO, TULISAN PADA PEMBUATAN KONTEN DIGITAL MARKETING
Perbedaan latar belakang aktivitas yang beragam pada ibu-ibu dharma wanita Poltesa tidak membuat perpecahan dalam kelompok, namun lebih terasa kekeluargaan. Adanya kegiatan rutin bulanan yang membawa narasumber dan materi yang menarik sehingga dapat menambah pengetahuan. Banyaknya aktivitas yang menggunakan smartphone sudah bukan hal yang sering terjadi bagi siapapun begitu jug apara ibu – ibu Dharma Wanita Poltesa. Latar belakang aktivitas yang memilki daya kreativitas dan imajinasi yang berbeda dalam instansi, dalam pemasaran produk rumahan untuk kemudahan desain hanya menggunakan smarphone merupakan hal yang menajdi satu kesatuan. Pada salah satu materi yang disampaikan oleh narasumber tentang digital marketing dan pembuatan konten dengan menggunakan aplikasi canva merupakan sebuah pengetahuan yang baru. Sehingga aktivitas ibu-ibu Dharma Wanita dapat terbantu dengan cepat karena dapat dilakukan dalam genggaman dimana smartpohe yang selalu terhubung internet. Hasil desain kreatifitas ibu – ibu dapat dilihat dan dapat dibagikan juga secara online.
 
MENINGKATKAN KESADARAN WISATAWAN DALAM MENJAGA KELESTARIAN EKOSISITEM WISATA PANTAI BAHARI DI KECAMATAN JAWAI SELATAN
One of the tourist attractions that attracts the attention of domestic and foreign tourists is the marine beach in Kec. South Java. Looking at the history of this Marine Tourism Beach, it has been around for a long time, this beach is an empty beach and forest that is not managed or developed, since 2019 one of the residents of Jawai Laut Village has taken the initiative to invite local residents to explore this still beautiful beach and form an awareness group. Marine Tourism Beach tourism which has 52 members. The aim of this background is to increase tourist awareness in preserving the marine coastal tourism ecosystem in the Javai Laut village, Javai sub-district. The methods used in the activity include counseling and discussion. Based on outreach activities at the maritime coast of Jawai Laut Village, Kec. This outreach program conveys information regarding tourist awareness in preserving the marine coastal tourism ecosystem in Jawai Laut village, Jawai sub-district the tourists were very enthusiastic in taking part in the outreach that was carried out
PENGENALAN DAN PELATIHAN APLIKASI INTERNET OF THINGS (IOT) MENGGUNAKAN PERANGKAT MICROCONTROLER KIT ESP 32 BERBASIS WIFI DAN BLUETOOTH DI SMA NEGERI 1 SAMBAS
Teknologi saat ini telah berkembang dengan pesat dan terus mengalami perkembangan yang sangat cepat. Teknologi telah mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia, dari cara berkomunikasi, bekerja, hingga berbelanja dan bermain. Perkembangan teknologi di antaranya adalah pengggunaan perangkat-perangkat yang dapat terhubung dan saling berkomunikasi melalui internet dimana konsep ini lebih kita kenal dengan Internet of Things atau disingkat IOT. Saat ini banyak sekali penerapan IOT dalam kehidupan manusia di antaranya rumah pintar (smart home) dimana contohnya adalah sistem pencahayaan pintar: Lampu dapat dihubungkan ke jaringan Wi-Fi dan dikontrol melalui aplikasi pada smartphone. Dalam bidang industri, teknologi IoT dapat meningkatkan efisiensi produksi, memungkinkan pemantauan mesin secara real-time, dan membantu perusahaan mengurangi biaya pemeliharaan dan perawatan peralatan. Berdasarkan data BPS Kabupaten Sambas terdapat capaian kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 0,85 poin pada tahun 2022. Seluruh indikator yang mewakili dimensi IPM mengalami percepatan pertumbuhan, baik untuk Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) pada dimensi pengetahuan, Angka Harapan Hidup (AHH) pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, dan dimensi standar hidup layak dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama di bidang pendidikan perlu terus ditingkatkan yaitu salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikan, pengetahuan peserta didik, peminatan dan penerapan teknologi di bidang pendidikan. Siswa pada tingkatan SMA/SMK perlu di perkenalkan dengan perkembangan teknologi terkini. Salah satunya adalah teknologi IoT karena teknologi ini merupakan salah satu tren teknologi masa kini yang terus berkembang dan diadopsi oleh berbagai sektor industri. Dengan dikenalkannya teknologi IoT pada siswa SMA, mereka akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konsep dasar IoT, cara kerja, dan potensi penerapannya pada kehidupan sehari-hari. Teknologi IoT juga dapat digunakan dalam sektor transportasi, kesehatan, lingkungan, dan sektor publik lainnya. Oleh karena itu, dengan memperkenalkan teknologi IoT pada siswa SMA, kita dapat membuka wawasan mereka tentang teknologi masa kini dan memberikan peluang untuk mempelajari lebih lanjut tentang aplikasi IoT pada berbagai sektor industri. Hal ini dapat membantu siswa SMA untuk mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja masa depan yang terampil dan kompeten di bidang teknologi. Selain itu, teknologi IoT juga memiliki banyak manfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas manusia. Misalnya, dengan menggunakan sensor-sensor IoT pada rumah, pengguna dapat mengontrol dan memonitor berbagai perangkat rumah tangga secara otomatis dan jarak jauh. Hal ini dapat mengurangi konsumsi energi dan biaya tagihan listrik. Oleh karena itu, dengan memperkenalkan teknologi IoT pada siswa SMA, kita dapat membuka wawasan mereka tentang teknologi masa kini dan memberikan peluang untuk mempelajari lebih lanjut tentang aplikasi IoT pada berbagai sektor industri. Hal ini dapat membantu siswa SMA untuk mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja masa depan yang terampil dan kompeten di bidang teknologi.
Kata Kunci : SMAN 1 Sambas, IOT, Pelatihan dan pendampingan, Aplikasi
Pengaruh Penambahan Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Pada Pembuatan Sampo Ditinjau Dari Nilai Ph Dan Uji Tinggi Busa
ABSTRAK
Rumput laut jenis ini merupakan salah satu carragenophytes yaitu rumput laut penghasil karaginan. Hasil olahan dari rumput laut Eucheuma cottonii banyak digunakan sebagai pengemulsi, pembentuk gel, penstabil, dan pengental. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi rumput laut Eucheuma cottonii yang menghasilkan sampo yang baik ditinjau dari nilai pH dan tinggi busa sedangkan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini ialah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengolah rumput laut Eucheuma cottonii sehingga mampu mengembangkan IPTEK pengolahan rumput laut Eucheuma cottonii di Sulawesi Tengah. Adapun metode rancangan yang digunakan ialah metode analisis secara RAL (Rancangan Acak Lengkap) kombinasi, perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh konsentrasi rumput laut Eucheuma cottonidan santan kelapa. Konsentrasi rumput laut Eucheuma cottoniterdiri atas 7 tingkatan, masing-masing 1%, 1,5%, 2%, 2.5%, 3%, 3,5 %,dan 4%. Konsentrasi santan kelapa yang digunakan terdiri atas 4 taraf masing-masing 5%, 10%, 15% dan 20 %. Perlakuan diulangi 2 kali dan parameter yang diamati adalah pH dan uji tinggi busa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH sampo berbasis rumput laut Eucheuma cottonii pada setiap perlakuan menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata nilai pH setiap perlakuan, sementara untuk perlakuan tinggi busa perlakuan yang terbaik yaitu perlakuan A5 dengan rata-rata tinggi busa 13,25 cm dengan penurunan busa sekitar 84%. Untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas sampo berbasis rumput laut Eucheuma cottonii berdasarkan setiap perlakuan yang sesuai dengan standar yang diterapkan, maka konsentrasi yang baik ada pada perlakuan A5. Nilai pH dan tinggi busa atau buih pada penelitian ini secara umum memenuhi standar mutu sampo yang ditetapkan SNI.
Kata kunci: Rumput laut, Sampo, Nilai Ph Dan Uji Tinggi Busa
 
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH DARI KULIT UBI KAYU PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) BERKAT USAHA
The efforts to promote both business units and other groups in the Covid-19 pandemic are indispensable. It becomes a very important attention for all parties, such as government, private, and public people. These business units have a very strategic role to support the national economy. One of Women Farmers Group (WFG) located in Serindang Village, Tebas Sub-District, Sambas District is Women Farmers Group (WFG) Berkat Usaha. It was established in 2013. The activities in this WFG were processing Pineapple fruit to be Pineapple dodol and Pineapple syrup. However, since Covid-19 Pandemic, the raw material and supporting ingredients were hardly found. Thus, it caused WFG to stop the pineapple fruit and cassava crisp production. On the other hand, the cassava peel waste was just thrown away. This caused environmental damage. Through this Community Service, there have been done socialization, training/workshop, accompaniment and guidance, and evaluation and monitoring of diversification of cassava peel waste product, which was processed to be cassava peel sticks that therefore increased the value-added of cassava products. Moreover, it has done socialization about package design which has an important role in product marketing and business analysis to obtain a fair selling price. Training in cassava peel utilization has increased the skill of WFG members, the kinds of processed cassava products as well as the increasing selling volume and then the income of WFG members. Based on monitoring and evaluation of WFG, it showed that 100% of members have recognized how important the diversification of processed cassava products and packaging is in cassava peel stick product marketing.Usaha untuk membangkitkan unit usaha maupun kelompok usaha lainnya pada masa pandemi Covid-19 sangat diperlukan. Hal ini menjadi perhatian yang sangat penting bagi semua pihak, seperti pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum. Unit usaha ini memiliki peranan yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Salah satu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berada di Desa Serindang, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas adalah KWT Berkat Usaha. KWT ini berdiri pada tahun 2013. KWT Berkat Usaha ini melakukan kegiatan mengolah buah nanas menjadi dodol nanas dan sirup nanas. Namun, sejak adanya pandemik Covid-19, bahan baku dan bahan penunjang sulit diperoleh. Hal ini menyebabkan KWT ini menghentikan pengolahan buah nanas dan mengolah kerupuk ubi kayu/singkong. Namun, limbah dari kulit singkong dibuang begitu saja. Hal ini mengakibatkan munculnya pencemaran lingkungan. Melalui PKM ini, telah dilakukan mengenai sosialisasi, pelatihan/workshop, pendampingan dan pembinaan, serta evaluasi dan monitoring mengenai diversifikasi produk limbah kulit singkong, di mana kulit singkong ini diolah menjadi stik kulit singkong sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk singkong. Selain itu, juga dilakukan sosialisasi mengenai desain kemasan yang memiliki arti penting dalam pemasaran produk dan analisis usaha sehingga diperoleh harga jual yang layak. Adanya pelatihan pemanfaatan limbah kulit singkong ini, maka keterampilan dari anggota PKM ini bertambah, jenis produk olahan singkong juga bertambah dan diikuti dengan bertambahnya volume penjualan sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi anggota KWT ini. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi PKM yang sudah dilakukan, menunjukkan bahwa peserta PKM 100% sudah memahami pentingnya diversifikasi produk olahan singkong dan kemasan dalam pemasaran produk stik kulit singkong
KARAKTERISTIK MUTU DAN ANALISIS ORGANOLEPTIK PENYEDAP BUBUK ALAMI DAUN SENGKUBAK ( Pycnarrhena cauliflora Diels.)
Daun sengkubak (Pycnarrhena cauliflora Diels.) salah satu tumbuhan berasal dari Kalimantan Barat yang dapat digunakan sebagai pengganti MSG atau mecin. Pembuatan sengkubak bubuk sebagai bumbu masakan tidak dapat dibuat dari hanya satu jenis rempah-rempah karena akan sangat sulit mencapai flavor yang stabil. Pada penelitian ini bubuk daun sengkubak dan bubuk sari daun sengkubak di tambahkan garam dengan perbandingan 100%, 75% : 25%, 50% : 50% dan 25% : 75% (Bubuk daun sengkubak : garam) dan 100%, 75% : 25%, 50% : 50% dan 25% : 75% (Bubuk sari daun sengkubak : garam). Sehingga diperoleh 8 formulasi yang selanjutnya dilakukan pengamatan fisik dan pengamatan kimia (Kadar air, kadar abu dan kadar protein). Dari hasil uji yang diperoleh dengan penambahan garam pada pembuatan penyedap bubuk daun sengkubak terdapat perbedaan dari setiap formulasi. Berdasarkan syarat mutu SNI 01-4273-1996 tentang syarat mutu bumbu penyedap rasa, kadar air pada semua formulasi telah memenuhi kriteria mutu maksimal 4%. Kadar protein formulasi 100% mencapai 9,2919% dan 9,3303%, formulasi 75%:25% mendekati syarat mutu sebesar minimal 7% yaitu 6,5316% dan 6,4176% dan formulasi 50% sari daun sengkubak : 50% garam sebesar 6,1356%.
Kata Kunci: Daun Sengkubak, Penyedap Bubuk, Formulas
DESAIN ILLUSTRASI DIGITAL MOTIF KAIN TENUN LUNGGI KABUPATEN SAMBAS MENGGUNAKAN TEKNIK GAMBAR PIXEL ART
Kain Tenun Lunggi adalah kain tenun songket merupakan kain khas Sambas yang menjadi icon masyarakat Sambas. Kabupaten Sambas merupakan daerah berbusana melayu dengan kain tenun songket sebagai ciri khas kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat , pemerintahan dan kegiatan adat istiadat sehingga permintaan akan produk tenun lunggi sangat meningkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian Desa Semberang Kecamatan Sambas sebagai pusat tenun di Kabupaten Sambas, untuk teknik pengambilan data penulis melakukan observasi, studi literatur , dan wawancara. Hasil analisis kendala yang dihadapi oleh pengrajin adalah pembuatan motif bersifat konvensional menggambar pola dikertas menggunakan pensil , sehingga permintaan berkurang karena produk sulit dipreview dimana hasil produk belum terlihat, kemungkinan kesalahan pembuatan motif dan kombinasi pewarnaan bisa terjadi. Untuk mengatasi permasalahan penulis memberikan solusi membuat media desain grafis yang dikembangkan berupa desain motif illustrasi digital. Tujuan dari penelitian adalah pembuatan desain motif tenun lunggi Sambas menggunakan illustrasi digital dengan Teknik pixel art. Ciri khas gambar pixel art adalah gambar digital yang memiliki motif mozaik atau kotak-kotak pixel. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan memanfaatkan komputerisasi desain grafis pembuatan desain motif tenun songket Sambas menggunakan illustrasi digital dapat dilakukan , konsumen dapat melihat preview motif dan warna yang diterapkan pada struktur kain sebelum kain diproduksi sehingga mempermudah koreksian terkait dengan warna motif kurang besar ,garis kurang lengkung, warna tidak sesuai motif. Dengan desain melalui ilustrasi digital komputer kesalahan produksi bisa diatasi, menghemat waktu dan biaya serta sebagai media priview sebelum produk diproduksi.
Kata Kunci: Motif , Tenun Songket, Lunggi , Sambas, Illustrasi Digita