Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
387 research outputs found
Sort by
Uji Eksperimen Posisi Peletakan Light trap Tenaga Surya
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menjelaskan posisi terbaik untuk meletakkan light trap tenaga surya. (2) Menjelaskan rata-rata jumlah hama yang tertangkap pada setiap titik (pingir jalan, tengah sawah, dan tepi hutan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan, pembuatan dan uji kinerja. Hasil penelitian ini adalah (1) possi terbaik untuk meletakkan light trap tenaga surya adalah di tepi hutan. (2) rerata jumlah hama yang tertangkap berdasarkan lokasi peletakan light trap adalah: tepi jalan (14,2), tengah sawah (19,1), dan tepi hutan (25,8). Berdasarkan cuaca rerata jumlah hama yang tertangkap pada saat malam yang cerah adalah 27,07 ekor, dan rerata jumlah hama yang tertangkap pada hari hujan adalah 12,33 ekor
Penerapan Atraktor Cumi kepada Kelompok Nelayan Upaya Peningkatan Produktivitas Perairan Pemangkat Kabupaten Sambas
Cumi merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang bernilai ekonomis tinggi. Penangkapan yang dilakukan oleh nelayan di perairan Pemangkat tanpa mempertimbangkan keberlajutan sumberdaya cumi. Sehingga berdampak kepada hasil tangkapan nelayan. Ketersediaan (supply) telur cumi di perairan sangat berhubungan dengan produktivitas perairan. Telur cumi-cumi dapat dikumpulkan dari alam dengan bantuan atraktor Cumi. Keunggulan dari atraktor cumi-cumi yaitu mampu menampung telur cumi-cumi dan sebagai habitat buatan bagi ikan-ikan kecil sehingga siklus hidup cumi-cumi maupun ikan dapat terjamin. Untuk itu dalam tulisan ini akan disosialisasikan kepada kelompok nelayan lewat program pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan pengabdian ini juga akan diperkenalkan metode konstruksi dan penerapan atraktor ini di dalam perairan, diikuti dengan pengamatan penempelan telur cumi pada atraktor tersebut. Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya pemberdayaan nelayan untuk mengenal teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas perairan wilayah pesisir yang merupakan fishing ground
Pemanfaatan Platform Digital Berbasis Mobile Video Editing Bagi SDM Pariwisata di Desa Wisata Temajuk
Sambas Regency has a lot of quite exotic tourism potential, starting from natural and cultural tourist attractions, this is due to the natural geographical conditions of Sambas Regency which support it and local cultural wisdom which is still maintained. Mountains, beaches, lakes and cultural attractions are the main attraction for tourists. One of the exotic tourism potentials that should be developed as a tourism business in Sambas Regency is Temajuk Village in Paloh District. Temajuk Village is a village that has a lot of tourism potential, especially natural tourism. In order to increase tourism potential in Temajuk Tourism Village, it is necessary to increase the capacity of Tourism Human Resources, especially in the use of digital platforms inpromoting and providing information related to tourist attractions in Temajuk Village. Promotion of a tourist attraction cannot be separated from digital promotion through several social media. Photography and videography are fields that need to be mastered in the digital era to create a creative, innovative and productive generation in accordance with the needs of industry in modern times like today. The aim of implementing the 2024 Iinternational Collaborative Community Services (ICCS) includes providing assistance to Tourism Human Resources in Temajuk Village in utilizing digital platforms that can be used to digitize Tourism Villages and promote tourism in Temajuk Village more efficiently by utilizing mobile video editing based on Capcut Mobile. This activity was attended by Temajuk Village Tourism Human Resources and had an impact on increasing digital tourism promotion capabilities using mobile based media as well as increasing the role of institutions in international collaboration to develop the country. Kabupaten Sambas memiliki banyak potensi wisata yang cukup eksotis mulai dari obyek wisata alam maupun budayanya, hal ini disebabkan oleh kondisi geografis alam Kabupaten Sambasyang mendukung serta kearifan budaya lokal yang masih terjaga. Gunung, pantai, danau hinggaatraksi budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Salah satu potensi wisata yangeksotis patut untuk dikembangkan sebagai usaha pariwisata di Kabupaten Sambas adalah DesaTemajuk yang terdapat di Kecamatan Paloh. Desa Temajuk merupakan salah satu desa yangbanyak memiliki potensi wisata, khususnya wisata alam. Guna meningkatkan potensi wisata diDesa Wisata Temajuk, maka diperlukan peningkatan kapasitas SDM Pariwisata khususnyadalam pemanfaatan Platform digital dalam mempromosikan dan memberikan informasi terkaittempat wisata yang ada di Desa Temajuk. Promosi suatu tempat wisata tidak lepas dari promosidigital melalui beberapa media sosial.
Fotografi dan videografi merupakan suatu bidang yangperlu dikuasai di era digital untuk menciptakan generasi yang kreatif, inovatif dan produktifsesuai dengan kebutuhan industri pada zaman modern seperti saat ini.Tujuan dari pelaksanaanPKM Kolaborasi ICCS 2024 ini diantaranya memberikan pendampingan kepada SDMPariwisata di Desa Temajuk dalam memanfaatkan platform digital yang dapat digunakan dalamdigitalisasi Desa Wisata maupun mempromosikan pariwisata di Desa Temajuk secara lebihefisien dengan memanfaatkan mobile video editing berbasis Capcut Mobile. Kegiatan ini telahdiikuti oleh SDM Pariwisata Desa Temajuk dan memberikan dampak terhadap peningkatankemampuan promosi wisata secara digital dengan menggunakan media berbasis mobile sertameningkatkan peran institusi dalam kolaborasi internasional untuk membangun negeri
Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas Tahun 2016
Pemerintah Indonesia berupaya mewujudkan tata kelola yang baik (good governace) dengan melakukan peningkatan dalam transparansi dan akuntabilitas di bidang pengelolaan dana desa sesuai dengan Undang–Undang Nomor 6 tahun 2014 Pasal 72 tentang Desa, kemudian diperkuat dengan aturan teknis berdasarkan Peraturan Bupati Sambas Nomor 13 Tahun 2015 tentang pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis akuntabilitas dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban dana desa di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas tahun 2016 dan sejauh mana pengelolaan dana desa serta mengetahui faktor-faktor pendukung pelaksanaan akuntabilitas pengelolaan dana desa di wilayah Kecamatan Pemangkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dan deskriptif. Data yang diperoleh data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengelolaan dana desa yaitu ada delapan (8) desa di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas tahun 2016 telah dilakukan dengan baik sesuai dengan proses prencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, dan pengawasan. Namun, secara administrasi masih ada kekurangan terutama pada format pengajuan dan akuntabilitas. Kesimpulan dari penelitian ini tahapan perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, dan pengawasan kesesuaian dengan aturan yang berlaku. Faktor yang mendukung tahapan akuntabilitas pengelolaan dana desa antara lain, sumber daya manusia, prasarana/infrastruktur, koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa. Pelatihan aparatur desa, dan pemahaman regulasi
Peran Konselor dalam Meningkatkan Adaptabilitas Karier Remaja untuk Meghadapi Peluang dan Tantangan Era Society 5.0
The aim of this research is to determine the role of guidance and counseling teachers in improving the career adaptability of teenagers, which is still low in Indonesia. In this case, the role in question is optimizing the guidance and counseling service strategy and the competencies that guidance and counseling teachers need to have in responding to the challenges and opportunities of the society 5.0 era. In facing the era of society 5.0, the projected educational curriculum has mentioned several main points, namely, character education, the ability to think critically, creatively and innovatively, and the ability to apply technology in this era. In line with the projected education curriculum in Indonesia, there are several challenges in facing the era of society 5.0. One of them is teenagers' unpreparedness in facing career challenges in the future. In this era, teenagers need to have sensitivity in facing challenges into opportunities. One effort that can be made is to increase career adaptability. Career adaptability is an individual's readiness to cope with predictable tasks at work, as well as being able to overcome unexpected situations that may arise as changes in his work conditions. This research uses a qualitative approach with the library research method. The results of this research explain several service strategies that can be implemented by counselors, including involving the use of technology in the guidance process, developing relevant training and education programs, as well as collaborating with related parties to prepare teenagers to face the Society 5.0 era. Apart from that, increasing the competency of guidance and counseling teachers must also be considered so that guidance and counseling teachers can provide the best service to students, especially teenagers, in order to increase the career adaptability of teenagers.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru BK dalam meningkatkan adaptabilitas karier remaja yang masih rendah di Indonesia. Dalam hal ini peran yang dimaksud adalah dengan mengoptimalkan strategi layanan BK dan kompetensi yang perlu dimiliki guru BK dalam menjawab tantangan dan peluang era society 5.0. Dalam menghadapi era society 5.0, proyeksi kurikulum pendidikan telah menyebutkan beberapa pokok substansi yakni, pendidikan karakter, kemampuan berpikir secara kritis, kreatif, dan inovatif, dan kemampuan dalam mengaplikasikan teknologi pada era tersebut. Sejalan dengan proyeksi kurikulum pendidikan di Indonesia ada beberapa tantangan dalam menghadapi era society 5.0 tersebut. Salah satunya adalah ketidaksiapan remaja dalam menghadapi tantangan karier di masa depannya. Pada era ini, remaja perlu memiliki kepekaan dalam menghadapi tantangan menjadi peluang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kemampuan adaptabilitas karier. Adaptabilitas karier merupakan kesiapan individu untuk mengatasi tugas yang terprediksi pada pekerjaan, serta mampu mengatasi situasi yang tidak terduga yang mungkin muncul sebagai perubahan dalam kondisi kerjanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Hasil penelitian ini menjelaskan beberapa strategi layanan yang dapat diterapkan oleh konselor antara lain melibatkan penggunaan teknologi dalam proses bimbingan, pengembangan program pelatihan dan pendidikan yang relevan, serta kolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk mempersiapkan remaja menghadapi era Society 5.0. Selain itu peningkatan kompetensi guru BK juga harus diperhatikan agar guru BK dapat memberikan layanan yang terbaik kepada siswa khususnya remaja agar dapat meningkatkan adaptabilitas karier remaja
LENTERA EDUKASI LIFE SKILLS BAGI KOMUNITAS INKLUSIF PEREMPUAN KOLOK DI DESA BENGKALA
ABSTRACTBengkala Village is known as an inclusive village for the deaf and mute community, with approximately 1.5% of its population being individuals with kolok disabilities. The majority of the kolok community members belong to the Poor Household Group, with an average monthly family income of Rp.1,448,000. Some of the challenges faced include low basic literacy and numeracy skills, limited entrepreneurial competence, digital literacy, and life skills, lack of appreciation for arts and culture, as well as high rates of early marriage. In addressing these issues, a solution is proposed, namely the Lentera Edukasi Life skills program for the Inclusive Kolok Women's Community in Bengkala Village. This program aims to enhance women's knowledge, attitudes, and skills related to literacy and numeracy, art appreciation, health, life skills, and information technology proficiency. The implementation of this Student Affairs (PPK) Ormawa uses the PALS method, which consists of awareness-raising, capacity-building, mentoring, and institutionalization stages. The target community groups are the inclusive kolok women in Bengkala Village, divided into two study groups. Activities include seminars, training, and workshops, with reference to the CREAM quality standard success indicators.The outcomes of this program include soft skills development books, curriculum, syllabi, teaching materials, as well as scientific publications and mass media publications. Thus, this program is expected to make a positive contribution to improving the quality of life and skills of inclusive kolok women in Bengkala Village.Keywords: PPK Ormawa, Bengkala Village, women's kolok, Education, TrainingABSTRAKDesa Bengkala dikenal sebagai desa inklusif kolok (tuli bisu) dengan sekitar 1,5% penduduknya merupakan masyarakat penyandang disabilitas kolok. Mayoritas anggota komunitas kolok termasuk dalam kelompok Rumah Tangga Miskin dengan pendapatan rata-rata per keluarga sebesar Rp.1.448.000, - per bulan. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain rendahnya kemampuan literasi dan numerasi dasar, rendahnya kompetensi wirausaha, literasi digital, dan life skills, kurangnya apresiasi terhadap seni dan budaya, serta tingginya angka pernikahan dini. Dalam rangka menangani permasalahan ini, sebuah solusi diusulkan, yaitu program Lentera Edukasi Life skills bagi Komunitas Inklusif Perempuan Kolok di Desa Bengkala. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan perempuan terkait literasi dan numerasi, apresiasi kesenian, kesehatan, life skills dan kemampuan dalam teknologi informasi. Pelaksanaan PPK Ormawa ini menggunakan metode PALS, yang terdiri dari tahapan penyadaran, pengkapasitasan, pendampingan, dan pelembagaan. Kelompok masyarakat sasaran adalah perempuan inklusif kolok di Desa Bengkala yang terbagi dalam dua rombongan belajar. Kegiatan meliputi sarasehan, diklat, dan lokakarya dengan mengacu pada indikator keberhasilan standar mutu CREAM. Hasil dari program ini meliputi buku pengembangan soft skills, kurikulum, silabus, perangkat ajar, serta publikasi ilmiah dan media massa. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup dan keterampilan perempuan inklusif kolok di Desa Bengkala.
Kata-kata kunci: PPK Ormawa, Desa Bengkala, kolok perempuan, Edukasi, Pelatiha
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS ANIMASI MOTION GRAPHIC SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PERKULIAHAN DI POLITEKNIK NEGERI SAMBAS
media pembelajaran juga harus menyesuaikan, salah satu caranya dengan menggunakan modul elektronik (e-module). Dengan e-modul jumlah waktu mengajar dapat dikurangi dan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. e-modul merupakan media pembelajaran yang bersifat self-instructional yang memuat materi pembelajaran, dengan tujuan agar mahasiswa dapat mempelajari secara mandiri dan meningkatkan hasil belajar. Kabupaten Sambas adalah sebagai salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia yang menjadi garda depan negara Indonesia perlu perhatian terkhusus di bidang Pendidikan termasuk Politeknik Negeri Sambas. Berdasarkan orbservasi yang dilakukan khususnya Politeknik Negeri Sambas yaitu di Kabupaten Sambas, masih banyak pengajar (dosen) yang masih menggunakan media dan metode konvensional dalam proses perkuliahan. Pengembangan multimedia interaktif dilakukan dengan menggunakan berbagai software dan aplikasi. Salah satu aplikasi yang sedang berkembang yaitu aplikasi android. Kelebihan multimedia pembelajaran interaktif berbasis android dalam penyajian terdapat penggabungan berbagai unsur multimedia (teks, gambar, suara, video, dan interaktivitas), File multimedia ini berbentuk aplikasi (apk) yang dapat diinstall pada smartphone, terdapat feedback/umpan balik di dalamnya, multimedia pembelajaran membantu dalam memvisualisasikan materi yang bersifat abstrak; aktivitas belajar dapat dikontrol, belajar sesuai kemampuan dan kecepatannya masing-masing dalam memahami pengetahuan dan informasi yang disajikan; mendapat fasilitas untuk mengulang pembelajaran kapan saja dan dimana saja Pentingnya pengembangan fitur game pada berbasis android pada materi ini sebagai wujud memudahkan mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan dan meningkatkan inovasi pembelajaran dalam bentukpenggunaan media digital
Literature Review: Edible-Film Dipped Apple Cider as an Instant Drink Innovation
Instant drinks are a type of practical, ready-to-drink beverage product that consumers can purchase and enjoy at any time. One product that is often found is fruit juice soft drink products. Apples are one of the horticultural products that are most in demand and consumed by the public. Apart from being bought and sold in whole form, apples are also widely processed into various food or drink products, one of which is instant drink powder. Instant powdered drinks also have various advantages, including being easy to serve in a short time, being in the form of dry fine granules with a low water content so that the product has a long shelf life, and can be made using an easy and cheap method. The method used in this research is a literature study, in the form of analysis of scientific articles from various journals which discuss the composition of ingredients, how to make apple juice, how to make edible film packaging, and the benefits obtained from this instant drink made from apples. The innovation in processed products made from apples presented in this literature review is the idea of an instant drink of dipped apple juice packaged in edible film. This innovation is a combination of creating practicality, but also maintaining environmental friendliness. Apart from that, the innovation of dip packaging which usually uses cloth tea bags by changing it to edible film packaging can also reduce the waste that is usually produced from instant dipped beverage products because of the nature of edible film packaging which is water soluble and can be consumed
Analisis Kehilangan Hasil Pada Perontokan Gabah Menggunakan Power Thresher Berukuran Sedang
Penanganan pasca panen berperan dalam meningkatkan produksi padi dan menekan kehilangan hasil. Tindakan yang kurang tepat dapat menimbulkan tingginya kehilangan hasil panen. Upaya mengatasi permasalahan ini dapat dilakukan dengan menerapkan sistem perontokan mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan putaran perontokan terhadap kehilangan hasil pada perontokan menggunakan power thresher berukuran sedang. Pengujian menggunakan jenis padi lokal varietas Ringkak. Variabel bebas penelitian adalah kecepatan putar silinder perontok, sedangkan variabel tak bebasnya adalah persentase gabah tercecer, persentase gabah tidak terontok, dan persentase kehilangan hasil. Kecepatan putar silinder perontok divariasikan menjadi 3 perlakukan yaitu 600, 640 dan 680 rpm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan putar silinder perontok dapat meningkatkan persentase gabah tidak terontok dan kehilangan hasil namun berbanding terbalik dengan persentase gabah tercecer. Nilai terendah persentase kehilangan hasil adalah 4,92% dan persentase gabah tidak terontok adalah 1,01%. Nilai tersebut diperoleh pada kecepatan putar silinder perontok 600 rpm. Nilai terendah persentase gabah tercecer adalah 3,38% diperoleh pada kecepatan putar 680 rpm
Peningkatan Sifat Mekanik Komposit Berpenguat Serat Ijuk Bermatriks Resin dengan Teknik Vacuum Resin Infusion
Inovasi penggunaan serat alam pada pembuatan Biokomposit bermatrik resin masih terus dilakukan untuk meningkatkan sifat mekanis dari produk biokomposit itu sendiri. Pembuatan biokomposit dengan metode vacuum resin infusion bisa menjadi solusi karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan teknik konvensional (Hand lay up) khususnya yang secara langsung bisa menekan void yang terjadi dan diharapkan, memudahkan serat menyesuaikan bentuk dari molding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari metode vakum infusion pada pembuatan biokomposit berpenguat serat ijuk dengan resin R108 dalam meningkatkan kekuatan mekanik komposit berpenguat serat ijuk. Metode penelitian ini menggunakan variasi lama perendaman serat ijuk pada larutan NaOH yaitu 2, 4 , dan 6 jam. Selain itu digunakan variasi susunan ijuk pada pembuatan komposit serat ijuk, yaitu susunan acak dan kontinu. Komposit yang dihasilkan dilakukan uji kekuatan impak menggunakan standar pengujian impak charpy ASTM A370. Hasil dari pengujian impak terendah ditunjukan pada komposit dengan perendaman serat ijuk selama 6 jam dan susunan acak yaitu 1,11 . Hasil dari pengujian impak tertinggi ditunjukan pada komposit dengan perendaman serat ijuk selama 4 jam dan susunan kontinu yaitu 10,02