Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
Not a member yet
    387 research outputs found

    APLIKASI MESIN PEMERAS SANTAN UNTUK KELOMPOK MASYARAKAT DI DUSUN MANGGIS

    Get PDF
    Tanaman kelapa adalah salah satu jenis tanaman perkebunan yang banyak ditanam oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Sambas. Masyarakat banyak memanfaatkan bagian daging kelapa yang telah tua untuk diolah menjadi santan kelapa sebagai bahan baku olahan pangan atau untuk keperluan memasak. Pemerasan santan dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan mesin pemeras. Kapasitas santan yang dihasilkan dengan cara pemerasan manual sangat rendah, untuk mendapatkan kapasitas produksi yang besar maka proses pemerasan santan dapat dilakukan menggunakan mesin pemeras. Mitra dalam program pengabdian ini adalah kelompok masyarakat yang beralamat di Dusun Manggis Desa Tumuk Manggis Kecamatan Sambas. Kegiatan usaha kelompok adalah produksi olahan pangan berbahan baku santan kelapa. Permasalahan utama yang dihadapi kelompok masyarakat di Dusun Manggis selaku mitra dalam memproduksi olahan pangan adalah ketersediaan suplai bahan baku santan kelapa. Proses pengolahan daging kelapa menjadi santan dilakukan oleh mitra dengan cara manual sehingga untuk mendapatkan santan dalam jumlah besar cukup menguras waktu dan tenaga. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra, tim pelaksana pengabdian menawarkan solusi berupa pengaplikasian mesin pemeras santan kelapa dalam memproduksi santan sebagai bahan baku olahan pangan milik mitra. Tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi perencanaan dan persiapan kegiatan, persiapan alat dan bahan, pembuatan komponen mesin, perakitan mesin, uji fungsional. Berdasarkan hasil pengujian, mesin pemeras santan kelapa ini dapat melakukan proses pemerasan yaitu dalam 1 kg kelapa parut dapat menghasilkan 0,7 kg santan murni dalam waktu 3 menit maka dapat dikatakan bahwa kapasitas mesin pemeras santan mampu menghasilkan santan kelapa sekitar 12-16 kg santan dalam satu jam. Pada kegiatan pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin pemeras santan kelapa, kegiatan ini diperagakan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin. Mitra diajarkan  tentang: a. melakukan pengaturan baut penekan ulir yang fungsinya untuk mengatur keluarnya ampas kelapa. b, mengecek kondisi parutan kelapa sebelum dimasukkan ke mesin, c. cara perawatan rutin yang akan dilakukan setelah mesin digunakan

    PELATIHAN PEMBUATAN AKSESORIS INTERIOR UNTUK DAPUR DI PERSEKUTUAN KAUM PEREMPUAN GEREJA MISI INJILI INDONESIA JEMAAT TESALONIKA KOTA BATU

    Get PDF
    Persekutuan Kaum Perempuan Gereja Misi Injili Indonesia Jemaat Tesalonika Kota Batu adalah kumpulan para ibu yang memiliki ibadah khusus untuk pertumbuhan iman dan mempersatukan seluruh kaum ibu di lingkungan gereja tersebut. Sebagai upaya untuk mengembangkan potensi, kreativitas dan mempererat persekutuan kaum ibu maka dilaksanakan kegiatan pelatihan kerajinan tangan untuk interior rumah tinggal. Kegiatan berupa pembuatan aksesoris interior untuk dapur dengan menggunakan bahan telenan kayu dan kain flanel. Metode yang dilaksanakan adalah ceramah, demonstrasi dan praktek langsung. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa 1) para ibu antusias untuk menyelesaikan pembuatan aksesoris interior hingga selesai, 2) keterampilan para ibu semakin terasah dan menginspirasi untuk membuat aksesoris yang cantik untuk rumah tinggal. Kegiatan berjalan dengan lancar dan pihak mitra menyukai hasil karya yang dibuat serta mengharapkan kegiatan sejenis dapat dijadikan sebagai kegiatan pemberdayaan perempuan di lingkungan GMII Jemaat Tesalonika Kota Batu.Persekutuan Kaum Perempuan Gereja Misi Injili Indonesia Jemaat Tesalonika Kota Batu adalah kumpulan para ibu yang memiliki ibadah khusus untuk pertumbuhan iman dan mempersatukan seluruh kaum ibu di lingkungan gereja tersebut. Sebagai upaya untuk mengembangkan potensi, kreativitas dan mempererat persekutuan kaum ibu maka dilaksanakan kegiatan pelatihan kerajinan tangan untuk interior rumah tinggal. Kegiatan berupa pembuatan aksesoris interior untuk dapur dengan menggunakan bahan telenan kayu dan kain flanel. Metode yang dilaksanakan adalah ceramah, demonstrasi dan praktek langsung. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa 1) para ibu antusias untuk menyelesaikan pembuatan aksesoris interior hingga selesai, 2) keterampilan para ibu semakin terasah dan menginspirasi untuk membuat aksesoris yang cantik untuk rumah tinggal. Kegiatan berjalan dengan lancar dan pihak mitra menyukai hasil karya yang dibuat serta mengharapkan kegiatan sejenis dapat dijadikan sebagai kegiatan pemberdayaan perempuan di lingkungan GMII Jemaat Tesalonika Kota Batu

    KAJIAN PENGERINGAN BUAH PINANG BELAH MENGGUNAKAN MESIN PENGERING TIPE ROTARI DENGAN SUMBER PANAS DARI API KOMPOR BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS

    Get PDF
    This study aims to determine the results of drying betel nut split using a rotary type of drying machine with a heat source from the stove fire. The dependent variables in this study consisted of the time period of change in drying phase, drying rate, weight loss, texture change and betel nut color change resulting from the drying process. The method applied in this study was an experiment by paying attention to two main factors that can affect the drying process, namely the temperature and flow rate of air exhaled into the drying chamber. The reduction in fruit weight from the drying process was calculated based on the initial weight subtracted by the final weight after drying. The results showed that the drying of areca nut underwent three phases consisting of the initial adjustment phase that occurred in the drying time period of the 1st hour to the 3rd hour with a maximum drying rate of 0.8 kg / hour, the constant rate phase that occurred in the drying time period of the 3rd hour to the 4th hour with a drying rate of 1 kg / hour,  and the declining phase that occurs in the 4th to 10th hour rigging time period with an average drying rate of 0.1 kg / hour. Alteration of the drying phase were in line to the shrinkage of areca nut weight, the largest weight loss occurs in the initial adjustment phase, which was 12% in the 3rd hour drying time period. In the initial adjustment phase, the outer shell (epicarp) begins to shrivel, the color of the skin turns brownish, the seed (endocarp) begins to detach from the coir layer (mesocarp), the color of the seed is still normal. In the phase of a constant rate of outer skin color getting darker and duller, seeds begin to crack due to reduced moisture content. In the phase of decreasing the seed layer separated from the coir layer gets bigger, the cracks in the seeds increase, the white fibers in the seeds turn black.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengeringan buah pinang belah menggunakan mesin pengering tipe rotari dengan sumber panas dari api kompor. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari periode waktu perubahan fase pengeringan, laju pengeringan, susut bobot, perubahan tekstur dan perubahan warna biji pinang yang dihasilkan dari proses pengeringan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah eksprimen dengan memperhatikan dua faktor utama yang dapat mempengaruhi proses pengeringan yaitu suhu dan laju aliran udara yang dihembuskan ke dalam ruang pengering. Penguragan bobot buah dari proses pengeringan dihitung berdasarkan bobot awal dikurang dengan bobot akhir setelah dikeringkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengeringan buah pinang mengalami tiga fase yang terdiri dari fase penyesuaian awal yang terjadi pada periode waktu pengeringan jam ke 1 sampai jam ke 3 dengan laju pengeringan maksimum 0.8 kg/jam, fase laju konstan yang terjadi pada periode waktu pengeringan jam ke 3 sampai jam ke 4 dengan laju pengeringan 1 kg/jam, dan fase laju menurun yang terjadi pada periode waktu pengerigan jam ke 4 sampai jam ke 10 dengan rata-rata laju pengeringan sebesar 0,1 kg/jam. Perubahan fase pengeringan berbanding lurus dengan penyusutan bobot buah pinang, susut bobot terbesar terjadi pada fase penyesuaian awal yaitu sebesar 12% di periode waktu pengeringan jam ke 3. Pada fase penyesuaian awal, kulit luar (epicarp) mulai mengerut, warna kulit berubah menjadi kecoklatan, biji (endocarp) mulai terlepas dari lapisan sabut (mesocarp), warna biji masih normal. Pada fase laju konstan warna kulit luar semakin gelap dan kusam, biji mulai ada yang retak akibat kadar air yang semakin berkurang. Pada fase laju menurun lapisan biji yang terpisah dari lapisan sabut semakin besar, retak pada biji smakin bertambah, serat putih pada biji berubah menjadi warna hitam

    MODIFIKASI POROS MESIN PENGUPAS SABUT KELAPA DENGAN MATA PENGUPAS BERBENTUK PERSEGI

    Get PDF
    Mesin pengupas sabut kelapa adalah mesin yang berfungsi untuk memisahkanantara sabut kelapa dengan batok kelapa, pada rancangan sebelumnya kerja mesinkurang efisien karena mesin tersebut tidak memiliki cover untukmeminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Dari permasalahan tersebut penulis memodifikasiporos pengupas dengan mata pengupas berbentuk persegi dan membuat cover.Tujuan penelitian ini adalah untuk memodifikasi poros pengupasdengan mata pengupas sabut kelapa berbentuk persegi, pembuatan cover sebagai pengaman, dan mengetahui kinerja dari mesin yang sudah dimodifikasi tersebut. Metode penelitian inimemiliki beberapa tahapan, yaitu studi literatur, perumusan masalah, desain alat,pembuatan komponen mesin, perakitan komponen mesin, uji fungsional, ujikinerja, dan kesimpulan. Hasil percobaan yang diperoleh dari hasil modifikasiporos mesin pengupas sabut kelapa dengan mata pengupas berbentuk persegimencapai waktu rata-rata 7,3 detik dan efisiensi pengupasan sebesar 94,55 %. Hasilpengujian mesin yang sudah dimodifikasi menunjukan bahwa kinerja waktu danefisiensi pengupasan sabut kelapa menjadi lebih baik dibandingkan sebelum dimodifikas

    Community participation in tourism development at Tanjung Setumu Beach, Dompak Island, Tanjungpinang City

    Get PDF
    Tourism is one of the important sectors in regional development because it is able to make a significant contribution to regional income. One of the tourism locations in Tanjungpinang city is Tanjung Setumu Beach on Dompak Island which occupies a strategic position close to the urban center, offers beautiful scenery, and is an attractive tourist destination. Thus, Tanjung Setumu Beach can improve the community's economy, open up employment and business opportunities, and contribute to regional income, especially through tourism management that involves direct community participation. Active participation from the community plays a very important role in supporting the development of tourism, especially community-based development, considering that successful development requires participation from various parties. The purpose of this study was to determine the level of community participation in tourism development at Tanjung Setumu Beach. The research was conducted in May-June 2023 with a quantitative descriptive approach using Likert Scale analysis. Based on the research results, the level of community participation in tourism management at Tanjung Setumu Beach, according to the score results, reached a good category on several indicators, such as providing labor, ideas, material contributions, and promotions for the purpose of developing tourist attractions

    INOVASI PRODUK OLAHAN SELAI LABU KUNING SEBAGAI BAHAN PANGAN SEHAT UNTUK MENINGKATKAN NILAI KOMODITAS

    Get PDF
    Labu kuning atau waluh merupakan bahan pangan yang banyak mengandung nilai gizi. Tingkat konsumsi labu kuning di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi dalam pengolahan labu kuning untuk menarik minat konsumen. Tujuan dari penelitian ini yaitu membahas potensi pemanfaatan labu kuning untuk dijadikan produk olahan selai sebagai bahan pangan sehat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Hasil dari penelitian yaitu jumlah gula, penambahan pektin, dan tingkat keasaman. Jumlah gula yang tepat berperan dalam pengawetan, meningkatkan rasa, memperbaiki tekstur, dan memberikan warna yang baik pada selai. Pektin juga penting untuk membentuk gel. Keasaman yang tepat, sekitar pH 3,10 hingga 3,46, diperlukan untuk mendukung pembentukan gel. Proses pemasakan dengan konsistensi yang tepat pada suhu 80°C. Pengemasan sebagai tahap terakhir berperan sebagai pelindung produk dan sarana promosi. Selai labu kuning memiliki keunggulan sebagai makanan ringan sehat dengan kandungan serat tinggi dan kalori rendah. Meskipun produksi labu kuning meningkat di Indonesia, konsumsi masih rendah. Pembuatan selai menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan nilai tambah dan konsumsi labu kuning di masyarakat. Kata Kunci: Inovasi, selai, labu kunin

    Pembuatan dan Uji Fungsional Sistem Irigasi Berbasis Solar Tracker

    Get PDF
    Irigasi merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah sistem pertanian. Sistem irigasi konvensional memiliki berbagai macam kekurangan. Seiring perkembangan zaman, berkembanglah sistem irigasi modern yang memanfaatkan teknologi solar panel, sebagai sumber listrik, untuk menghidupkan pompa air. Guna mengoptimalkan kinerja pompa air pada sistem irigasi modern, dipandang perlu untuk mengkombinasikannya dengan solar tracker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya listrik yang dihasilkan panel surya pada setiap sudut kemiringan. Metode penelitian terdiri atas metode pembuatan alat dan metode uji fungsional. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan selama tiga hari dari jam 07:00 sampai jam 16:00. Daya listrik tertinggi yang dihasilkan panel surya dengan solar tracker adalah sebesar 21,02 V pada jam 12:00 dengan sudut kemiringan 90o, dan menghasilkan daya listrik terendah sebesar 5,25 V pada jam 15:00 dengan sudut kemiringan yaitu 97o. Daya listrik yang dihasilkan panel surya dengan menggunakan solar tracker ini sangat dipengaruhi oleh cahaya matahari, dimana semakin terang cahaya matahari pada sudut tertentu maka akan meningkatkan suhu panel surya dan menyebabkan nilai penyerapan daya serap pada panel surya naik meskipun tidak signifikan

    Fluxes of carbon dioxide gases (CO2) in the mangrove soil of Passo Village, Ambon City

    Get PDF
    Mangrove ecosystems play a significant role in carbon absorption. However, the accumulation of organic matter in mangrove sediments undergoes decomposition, which triggers the release of CO2 gas flux. This study aimed to analyze the CO2 gas flux in mangrove sediments of Negeri Passo, Ambon City. Gas data collection was performed using cylinder canopies at the three observation stations. Gas was passed through the syringe five times with an interval of 30s. Gas concentration analysis was carried out using the gas chromatography method, while CO2 flux was analyzed with flux equations referring to slope regression, volume and area of the scope, temperature, molecular weight of the gas, ideal gas settings, and time constants based on gas intake intervals. The results showed that the average CO2 concentration in St. 1 was 465.14 ± 96.52 ppm, and was the lowest compared to St. 2 and St. 3 with values of 638.60 ± 90.05 ppm and 630.98 ± 54.09 ppm, respectively. Meanwhile, the average CO2 flux was 50.44 mg/m2/hour. The largest CO2 gas flux was observed at St. 2 at 103.69 mg/m2/hour. Meanwhile, the lowest flux was found at St. 3, which was 16.24 mg/m2/hour. Based on this, it can be concluded that] the mangrove ecosystem in Negeri Passo has a higher concentration of CO2 gas than the average concentration of climate change stabilization scenarios. However, the CO2 flux was lower than that at other locations in the Ambon Dalam Bay area. In addition, the potential for significant carbon sequestration based on the Tier 1 model approach indicated that mangrove ecosystems in this location play an important role in climate change mitigation

    PENERAPAN SISTEM IRIGASI MIKRO SPRINKEL PADA TANAMAN SELEDRI GAMPONG RABEU, KEC. KUTA BARO, KAB. ACEH BESAR

    Get PDF
    Masyarakat gampong Rabeu pada umumnya nya bermata pencaharian sebagai petani, mereka juga banyak memiliki lahan perkebunan serta memiliki kualitas air yang cukup baik, sehingga dalam keadaan seperti itu, penerapan sistem irigasi sprinkel sangat baik serta banyak bermanfaat jika diterapkan didaerah tersebut, dengan harapan dapat membantu proses penyiraman baik dari segi waktu maupun dari jumlah air yang diberikan. Model irigasi sprinkel ini tidak hanya menghemat air namun juga memudahkan proses pemberian air dengan sistem semi otomatis atau otomatis sehingga dapat menekan kebutuhan tenaga kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 7 bulan dari bulan April sampai Oktober 2023. Tahapan kegiatan meliputi proses survei/orientasi lapangan, diskusi awal dengan pihak  mitra,  persiapan  prasarana,  presentasi dan penyuluhan materi,  praktek  pembuatan irigasi sprinkle. Dari  hasil yang diperoleh para peserta kegiatan ini yaitu, mereka telah memahami proses pembuatan irigasi sprinkel dan mengetahui kegunaanya serta mampu membuat instalasi tersebut sesuai dengan tahap-tahap proses pembuatannya. Sehingga nantinya masyarakat mampu dan mau memanfaatkan irigasi tersebut  untuk menyiram tanaman mereka dengan cara yang sangat hemat air, waktu, dan tenaga

    Promosi Dan Edukasi Pendidikan Tinggi Melalui Kegiatan Expo Campus Di MAN 01 Batang

    Get PDF
    The quality of human resources has an important role in encouraging development progress. Regions that have advanced development are usually reflected in one indicator of human development. Therefore, each region continues to compete to increase its HDI index in order to show the level of success of its regional development. The purpose of this article is to discuss the promotion and education of higher education through expo campus activities at MAN 01 Batang. This activity was motivated by the lack of HDI in Batang Regency. The interest of the people of Batang Regency in continuing higher education is still low. This can be seen from BPS statistical data that the HDI in Batang Regency in the 2020-2022 period is still 69-nan. This service method uses an educational promotion approach with a queuing system from class to class. The service team uses brochures, lectures, and also uses a projector screen in activities. To oversee the progress of the event, each student carries a control card so they are required to attend this event until the end. The results show that this activity is able to increase students' interest in continuing to higher education. At first they did not think about continuing to college after they finished school. However, after this activity they were motivated to continue their studies. In fact, they are optimistic that by attending college they will indirectly contribute to increasing the HDI in Batang Regency which is still low)

    362

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals Politeknik Negeri Sambas (Journal Poltesa)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇