Madrasah Jurnal - IDIA Prenduan
Not a member yet
1008 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERBANDINGAN ISU JAWATAN KHALIFAH ATAU IMAMAH ANTARA AHLU SUNNAH DENGAN SYI’AH
AbstractThe position of caliph after the death of the Prophet SAW is a problem faced by Muslims in the past, who is entitled to hold the position of caliphate after the death of the Prophet SAW, whether Abu Bakr, Umar, Uthman or Ali r.a. therefore, this writing is a comparative analysis of the issue of the position of caliph or imamah between Sunnis and Shiites. This study discusses the evidence that comes from the verses of the Qur'an that is the verse of al-Tabligh, this verse is used as a weapon of da'wah for the Shiites because there are several hadiths that interpret the verse, one of which is the hadith based on referring to words Abu Sa'id al-Khudri ra, that this verse was revealed regarding Ali bin Abi Talib ra, led to his appointment as caliph of the Muslims in a place called Ghadir Khum. This appointment is known as the Ghadir Khum sermon. However, there are some problems in the methodology of interpreting the verses of the Qur'an, this methodology of interpretation needs to be studied and analyzed because it involves the words of Allah SWT and a very big issue that is the position of caliph or imamah after the death of the Prophet Muhammad SAW. The objective of the study is also to assess the extent to which the methodology of the interpretation of the verse is true by comparing propositions sourced from Sunnis and Shiites. The research methodology is a library study, this data analysis method will explain the analysis techniques that will be used such as comparative studies, content analysis, data validation and so on. This study found that the Shiite methodology in the interpretation of the verse of al-Tabligh is inaccurate in terms of the actual standard of interpretation because the verse does not show the specificity of the appointment of Ali ra as the caliph of Muslims, while the hadith that interprets the verse as the Prophet SAW said -said Abu Sacid al-Khudri, ra has a weak Sanad narration, Atiyah is also well known for relying on Shi'iyyat narrations because he is a Shiite
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Pada Anak Usia Dini Melalui Media Buku Balita Berakhlak Mulia
Penelitian ini membahas tentang pentingnya penanaman pendidikan akhlak pada anak usia dini, dimana pada masa ini anak-anak mengalami masa keemasan (golden age) dalam perkembangannya, anak dengan mudah belajar dari lingkungan. Sehingga pada masa inilah waktu yang paling tepat untuk menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan akhlak kedalam jati diri anak dengan media yang beragam salah satunya buku cerita. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Akhlak yang terdapat dalam buku “Balita Berakhlak Mulia†pada anak usia dini dan mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam menginternalisasi nilai-nilai pendidikan dari buku tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif, dengan tehnik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian proses internalisasi menggunakan metode berkisah, nasehat, reward dan metode dialog. Faktor pendudung 1) keluarga, membantu dalam meningkatkan pendidikan akhlak anak 2) Bahasa buku yang mudah dan bermajas, 3) Media dari buku BBM berupa boneka tangan, poster dan kartu akhlak 4) Buku panduan untuk orangtua,membantu cara menginternalisasikan buku BBM, 5) Buku kisah inspirasi Rasulullah SAW. Sedangkan faktor penghambatnya adalah 1) kesibukan orangtua, 2) kurangnya pengalaman tentang kisah-kisah Rasulullah SAW
Upaya Kepala Sekolah Dalam Mengatasi Guru Yang Mengalami Masalah Metode Mengajar
Supervisi merupakan pembinaan yang terencana dalam membantu guru dan staf lainnya dalam suatu pekerjaan yang efektif untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Kepala sekolah sebagai supervisor memberikan bimbingan dan dorongan kepada guru-guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran terutama dalam hal pemilihan metode pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1)Bagaimana upaya kepala sekolah dalam mengatasi guru yang mengalami masalah metode mengajar. 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam mengatasi guru yang mengalami masalah metode mengajar. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data diambil dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan tehnik deskriptif kualitatif. Dalam hal ini peneliti berusaha memahami keadaan yang terjadi di MTs. Raudlatul Ihsan dalam mengupayakan supervisi di sekolah. Dari hasil penelitian, Upaya kepala sekolah dalam mengatasi guru yang mengalami masalah metode mengajar, yaitu :Supervisi Manajerial meliputi Menyediakan sarana dan prasarana dan Reward and Punishment, Supervisi Akademik meliputi  Mengadakan kunjungan kelas atau rapat/pertemuan dan Mengikutsertakan para guru diklat dan pelatihan. Faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam mengatasi guru yang mengalami masalah metode mengajar, yaitu: Faktor Pendukung: Antusias yang positif dari para guru. Faktor Penghambat, Internal: Banyaknya pekerjaan dan tanggung jawab kepala sekolah, Eksternal: Kurangnya kemampuan atau kompetensi yang dimiliki guru
Bidadari Dalam Tafsir Al-Quran: Komparasi Pemikiran Ibn ‘Âsyur Dan Amina Wadud
Isu-isu gender dianggap tidak bisa dilepaskan dari pengaruh sistem teologi paling mendasar dalam agama. Dalam kaitan ini tema bidadari penting untuk dikaji, sebab merupakan bagian penting dari konsep eskatologi Islam. Sementara wacana eskatologi Islam, meskipun kerap menciptakan variasi interpretasi dan memancing perdebatan, namun faktanya diskursus tentangnya selama ini berlangsung statis. Ibn ‘Âsyûr dan Amina Wadud hadir sebagai sosok yang berusaha menghidupkan kembali pembahasan tersebut. Fokus dari kajian ini adalah bagaimana hakikat bidadari menurut Ibn ‘Âsyûr dan Amina Wadud, dan bagaimana persamaan dan perbedaan pemikiran keduanya. Metode deskriptif-analitis-komparatif digunakan untuk mengkaji pemikiran kedua tokoh tersebut terhadap ayat-ayat yang mengandung pengertian bidadari, yang meliputi term hÅ«run ‘īn dan azwÄj. Ungkapan hÅ«run ‘īn, menurut Ibn ‘Âsyûr , perlu dipahami sebagai petunjuk eksistensinya, sementara bagi Amina Wadud, ungkapan tersebut perlu dipahami sebagai petunjuk metaforis, oleh sebab ungkapan yang sebenarnya dimaksudkan Alquran tentang konsep pasangan di Surga adalah ungkapan azwÄj yang tidak terikat jenis kelamin. Amina Wadud mengalienasi konsep hÅ«run ‘īn dari konsep azwÄj, sementara Ibn ‘Âsyûr menganggap kedua istilah tersebut sama atau setara. Perbedaan kontras di antara pemikiran kedua tokoh terdapat dalam argumentasi yang mereka gunakan untuk mendukung pendapat masing-masing. Hal ini berangkat dari latar belakang pemikiran dan konstruksi metodologi yang berbeda
ANALISIS KONSEP KELOMPOK SOSIAL SANTRI REGULER DAN INTENSIF TARBIYATUL MU’ALLIMIEN AL-ISLAMIYAH AL-AMIEN PRENDUAN
Manusia dilahirkan untuk saling mengenal dan bersosial. Namun semua orang juga harus hidup berkelompok. Masalah yang menarik dalam hal ini yaitu satu hal yang membuat sebuah ketertarikan untuk meneliti terjadinya konflik tersebut, yaitu adanya kata-kata provokatif yang sering muncul di antara mereka, sehingga menimbulkan emosi dalam diri mereka menjadi sangat tinggi. Hal ini menyebabkan timbulnya rasa permusuhan kepada kelompok lain. Sangat memberikan wawasan baru bagi peneliti untuk meneliti lebih dalam dan memberikan gambaran untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Konsep Kelompok Sosial Santri Reguler dan Intensif di Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah Al-Amien Prenduan. (Studi Kasus Konflik Santri Reguler dan Intensif di TMI Putra Al-Amien Prenduan): 1) Ingin mengetahui konsep kelompok Sosial Santri Reguler dan Intensif di Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah Al-Amien Prenduan. 2). Ingin mengetahui Faktor-faktor penyebab terjadinya Konflik Sosial Santri Reguler dan Intensif di Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah Al-Amien Prenduan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif lapangan. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini peneliti ambil dari santri dan para asatidz. Untuk keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi dengan dua jalan yaitu: membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara dengan triangulasi antar metode yaitu membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang lain. Dari data-data yang diperoleh, peneliti menemukan pandangan santri tentang kelompok sosial santri Reguler dan Intensif ada tiga yaitu: kenakalan santri, prilaku santri dan intraksi sosial santri. Sedangkan faktor penyebab konflik santri Reguler dan Intensif di TMI Putra Al-Amien Prenduan disebabkan oleh tiga hal yaitu: faktor doktrin kakak kelas, Fanatik dan Bullying
INVESTIGASI FUNDRAISING ZAKAT INFAQ SHADAQAH DI LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAQ SHADAQAH NAHDLATUL ULAMA (LAZISNU) KABUPATEN PAMEKASAN
LAZISNU Pamekasan Regency as one of the amil zakat institutions which has quite high in 2018, which reached a total revenue of Rp. 1.5 Billion. Based on this, there are two focus studies in this research, namely: first, how to analyze the implementation of the Zakat Infaq Shadaqah (ZIS) fundraising strategy at the Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Institute of Pamekasan Regency; second, how to evaluate or control the fundraising strategy carried out by LAZISNU Pamekasan Regency. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. Sources of data obtained through interviews, observation and documentation. The informants are supervisors, core management, and fundraising staff. While checking the validity of the data is done through persistence of observation and triangulation. The results showed that the implementation of the zakat infaq shadaqah fundraising strategy at LAZISNU Pamekasan Regency was carried out in collaboration with other organizations or agencies under the auspices of NU and institutions or companies. The first strategy that was prepared was to form a competent LAZISNU board. In the early stages, LAZISNU conducted mapping and data collection on prospective donors and muzakki (identification or segmentation and targeting) to determine the appropriate fundraising method. There are two methods used, namely direct fundraising and indirect fundraising. In addition, LAZISNU also provides special services for donors in the form of a donation pick-up service. Evaluation of the strategy or controlling fundraising zakat infaq shadaqah at LAZISNU Pamekasan Regency is held every month which is packaged with the column "lailatul ijitma'" to correct and improve strategy implementation so that it remains consistent in carrying out the fundraising strategy even though it is faced with internal and external problems
KONSEP TERPISAHNYA LANGIT DAN BUMI (STUDI ANALISIS ATAS PENAFSIRAN FAKHRUDDIN AR-RAZI DALAM MAFATIH AL-GHAIB TERHADAP Q.S AL-ANBIYA' AYAT 30)
Penelitian ini berangkat dari tingginya frekuensi interpretasi ayat al-Qur’an dengan mengkorelasi-relevansikannya kepada ilmu sains modern yang kemudian dikenal dengan istilah Tafsi>r ‘Ilmi>. Dalam hal ini, teori penciptaan alam semesta dan Q.S al-Anbiya>  ayat 30 yang menjelaskan tentang konsep terpisahnya langit dan bumi yang dulu pernah menyatu menjadi tema menarik sekaligus penting untuk dikaji baik di era klasik maupun modern. Hal ini sekaligus menjelaskan pentingnya metode komparasi dalam upaya menciptakan perspektif yang berimbang antara tafsir klasik-ilmi yang dalam penelitian ini diwakili oleh Fakhruddi>n ar-Ra>zi>, dan tafsir modern-ilmi yang diwakili oleh T{ant}a>wi> Jauhari>. Fokus penelitian ini adalah bagaimana konsep terpisahnya langit dan bumi menurut Fakhruddi>n ar-Ra>zi> dan T{ant}a>wi> Jauhari>, serta bagaimana persamaan dan perbedaan pemikiran keduanya. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian kualitatif pustaka, di mana sumber datanya terdiri dari dua macam, yaitu sumber data primer dan sekunder. Sementara sifat dari penelitian ini adalah deskriptif-analitis-komparatif. Deskriptif berkaitan dengan pengumpulan serta penguraian data. Analitis digunakan dalam kerangka analisis data. Sedangkan komparatif digunakan untuk melihat perbedaan dan pesamaan antara penafsiran kedua tokoh tersebut terhadap penafsiran Q.S Al-Anbiya> ayat 30. Menurut Fakhruddi>n ar-Ra>zi>, terpisahnya langit dan bumi berawal dari Allah menciptakan angin dan meletakkan diantara keduanya, sehingga terpisahnya langit dan bumi. Setelah keduanya terpisah, Allah mengangkat langit ke atas dan bumi tetap pada tempatnya, dan menjadikan langit tujuh tingkatan dan bumi tujuh tingkatan. Hal ini menurut Fakhruddi>n ar-Ra>zi> adalah petunjuk bahwa penciptaan bumi lebih dahulu daripada langit. Selain itu, sebelum Allah memisah langit dan bumi keadaan waktu itu mengandung kemashlahatan bagi para malaikat, dan setelah Allah memisah keduanya juga mengandung kemashlahatan bagi makhluk-Nya. Langit yang awalnya tidak menurunkan hujan akhirnya menurunkan hujan. Bumi yang tidak menumbuhkan tanaman, akhirnya menumbuhkan tanaman serta pepohonan
PRAKTIK DAN MOTIVASI MERUQYAH DENGAN AYAT KURSI
Exorcism is a culture and heritage that must be preserved as an effort for Muslims to serve the community. The existence of exorcism in Indonesia has an important role, this is because in the life of Indonesian people there are two types of diseases, namely; ordinary and extraordinary diseases. In this extraordinary disease, exorcism has a role in society.This research is a qualitative research with a case study that seeks to reveal the practice and motivation of a person to become a exorcismer by using Ayat Kursi as a medium of ruqyah. In doing treatment, exorcismer uses readings from the Qur'an and hadith to treat someone's illness. One of the verses read in medicine is Ayat Kursi, which is a verse that has many fadilah and its virtues as a protective fortress for its readers, the greatest verse, the leader of the verses of the Qur'an. While the motivation to become exorcismer is to help others as an effort to get closer to Allah
Manajemen Pendidikan Karakter Di Marhalah Aliyah TMI Al Amien Prenduan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan pendidikan karakter dan problematika yang dihadapi Marhalah Aliyah Tarbiyatul Muallimien Al Islamiyah Al-Amien Prenduan dalam meningkatkan pembentukan karakter santri. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif lapangan. Adapun metode yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari metode ini kemudian peneliti olah dan analisis untuk memperoleh data atau informasi. Untuk keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi dengan dua jalan yaitu: membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara dengan triangulasi antar metode. Data-data yang diperoleh, peneliti menemukan proses pengelolaan pendidikan karakter di Marhalah Aliyah TMI Al Amien Prenduan mencakup tiga yaitu: pengelolaan peserta didik, pengelolaan tenaga pendidik, pengelolaan pembiayaan. Sedangkan problematika yang dihadapi Marhalah Aliyah dalam meningkatkan pembentukan karakter santri disebabkan oleh dua hal yaitu: latar belakang santri, menurunnya nilai karakter sebagian santri.Kata Kunci: Manajemen, Pendidikan KarakterAbstract: This study aims to determine the process of managing character education and the problems faced by Marhalah Aliyah Tarbiyatul Muallimien Al Islamiyah AlAmien Prenduan in improving the character formation of students. Researchers used a qualitative field approach. The method used is the method of interviewing, observation, and documentation. From this method then researchers though and analysis to obtain data or information. For the validity of the data the researcher uses triangulation with two ways: comparing data of observation result with interview result with triangulation between method. The data obtained, the researchers found the process of character education management in Seniour high school of TMI Al Amien Prenduan includes three, namely: management of learners, management of educators, management of financing. While the problems faced Seniour high school in improving the formation of pupil character is caused by two things: the background of students, the decline in the value of the character of some pupil.Keywords: Management, Character Education.Â
Kecerdasan Eksistensial: Pemahaman Materi Fiqih Tentang Salat Jenazah Dengan Praktik
Tingkat kecerdasan anak didik biasanya diukur oleh tingkat kematangan berpikir anak didik. Salah satu kecerdasan yang dibutuhkan siswa adalah kecerdasan eksistensial. Kecerdasan eksistensial ditandai dengan kemampuan berfikir sesuatu yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh serta seberapa besar pengaruh kecerdasan eksistensial terhadap pemahaman materi fiqih tentang shalat jenazah pada siswa dan untuk mendiskripsikan apakah praktek dapat memoderasi pengaruh kecerdasan eksistensial terhadap pemahaman materi fiqih tentang shalat jenazah pada siswa. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelatif. Variabel bebas (X) adalah kecerdasan eksistensial, sementara variabel terikat (Y) adalah pemahaman materi fiqih tentang shalat jenazah dan Variabel moderasi (Z) adalah praktek. Penelitan ini menggunakan jenis populasi sebesar 18 responden. Teknik pengumpulan data mempergunakan metode angket, dan metode dokumentasi. Teknik analisis data adalah uji regresi linear dengan bantuan Statictical Package For Social Science (SPSS) For Windows Versi 24.0. Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh kecerdasan eksistensial terhadap pemahaman materi fiqih tentang shalat jenazah pada siswa kelas VII MTs. Nurulhuda. Hal ini dibuktikan dengan nilai sig 0,001 berada dibawah 0,05. Besar pengaruh kecerdasan eksistensial terhadap pemahaman materi fiqih tentang shalat jenazah pada siswa kelas VII MTs. Nurulhuda adalah 73,2%. Hal ini sesuai nilai pada kolom R adalah 0,732. Semnatara praktek dapat memoderasi pengaruh kecerdasan eksistensial terhadap pemahaman materi fiqih tentang shalat jenazah pada siswa kelas VII MTs. Nurulhuda Pakandangan Barat Sumenep tahun pelaaran 2020/2021, hal ini dapat dilihat dari nilai R2 pada regresi pertama sebesar 0,536 atau 53,6 % sementara setelah ada persamaan regresi kedua nilai R2 naik 0,602 atau 60,2%