Madrasah Jurnal - IDIA Prenduan
Not a member yet
1008 research outputs found
Sort by
DAKWAH SUNAN BONANG STUDI TERHADAP METODE DAKWAH MELALUI SENI MUSIK GAMELAN
Sunan Bonang adalah anggota Wali Songo dikisahkan sebagai penyebar agama Islam yang ulet dan gigih, yang selalu mampu memanfaatkan peluang untuk mengajak orang-orang menjadi muslim. Sunan Bonang juga dikenal sebagai seorang penyebar Islam yang menguasai ilmu fikih, usuluddhin, tasawuf, seni, sastra, arsitektur dan ilmu silat yang penuh kedigdayaan. Sunan Bonang dikenal sebagai penggubah tembang-tembang Jawa dan membuat berbagai jenis gending untuk berdakwah.Proses penyampaian dakwah Islam pada masa Sunan Bonang memiliki beberapa tantangan, diantaranya adalah budaya yang sudah menjadi keyakinan masyarakat setempat dimana hendak menjadi sasaran dakwah Sunan Bonang, dalam berdakwah Sunan Bonang sering menggunakan wahana kesenian dan kebudayaan untuk menarik simpati masyarakat, salah satunya dengan perangkat gamelan Jawa yang disebut bonang. Maka dari itu pada penelitian ini akan dibahas tentang bagaimana penggunaan musik gamelan pada masa Sunan Bonang. Sedangkan metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Reseacrh).Gamelan Jawa dianggap dan diyakini memilik nilai-nilai dan hubungan erat dengan makhluk ghaib, adapun nilai-nilai yang terkandung dalam seni musik gamelan diantaranya yaitu Nilai religius, Nilai estetika, Nilai etika. Dengan alat musik gamelan tersebut, anggota walisongo yang bernama asli Makdum Ibrahim kemudian dikenal dengan sebutan nama Sunan Bonang karena pandai memainkan alat musik bonang sebagai iringan beliau dalam menyenandungkan suluk-suluk serta memainkan wayang
Pengaruh Heriditas Terhadap Perilaku Anak Usia Dini Di Lembaga Pendidikan Islam
This research article is about the influence of heredity on early childhood behavior in Islamic educational institutions. The focus of this research is to determine the effect of heredity on the behavior of students. To know the influence of heredity and environment. To know the influence of heredity and environment on individual development. In this study the authors used a qualitative research approach with a descriptive method. The results of this study are that heredity and environment have a close relationship. The two complement each other, nothing can separate them. The impact on individuals is also enormous. Especially heredity where most individuals have disabilities when they are born. The environment will only influence individuals when they are ready to accept it. If not, then the result will be the same as heredity, there will be defects in his personal nature.Â
ANALISIS BUKU AJAR BAHASA ARAB SEMESTER GANJIL KELAS II MADRASAH IBTIDAIYAH TERBITAN KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
Textbooks are very important in the teaching and learning process. Where in it includes the materials that will be discussed according to the level. Although it is difficult to get a perfect textbook in its design, it is very necessary to have a good textbook that suits the conditions of students. Therefore, the textbooks used need to be analyzed, whether they meet the criteria as a decent book or not. The focus of this study is an analysis of the suitability of the material in the Arabic Language Textbook Class II Madrasah Ibtidaiyah published by the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia in 2020 with Basic competencies (KD) and the suitability of its language use with the age of grade II students of Madrasah Ibtidaiyah. In this study, the author used a qualitative study approach with the type of research being the analysis of tech books. The source of the research data uses a personal document, namely the Odd Semester Arabic textbook published by the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia in 2020 Class II Madrasah Ibtidaiyah. The data analysis technique is a way to collect data in textbooks to analyze their suitability. The results of the study concluded that the suitability of the material in the Arabic Language Textbook Class II Madrasah Ibtidaiyah Published by the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia in 2020 with KD has adjusted to KMA Number 183 of 2019 in the PAI and Arabic curriculum in Madrasah. Where the material contains a set of knowledge or information that can be accounted for scientifically and presented with a certain pattern of reasoning, as is the pattern of scientific reasoning (inductive, deductive, or mixed). Meanwhile, the suitability of language with the age of grade II students of Madrasah Ibtidaiyah is in accordance with the level of intellectual, social, and emotional development of early students of madrasah ibtidaiyah. No language, words, or sentences were found that were foreign and that did not match the age of the MI child. and the language used also does not make it difficult for students to read sentences in the reading or text, many sentences are in the form of effective sentences
Peningkatan Mutu Pesantren Melalui Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia
The existence of pesantren in Indonesia is very important. This is because pesantren have made an important contribution in educating the Indonesian people. However, pesantren need to communicate with the times so that they can become educational institutions that can produce graduates who can compete in the midst of society. This needs to be done even though pesantren has its own uniqueness, both from the way and view of life adopted, the values that are followed, and the internal hierarchy of power that is adhered to by its inhabitants, making pesantren a sub-culture in Indonesia. This qualitative research seeks to reveal how the efforts of the Kembang Kuning Islamic Boarding School in Pamekasan, East Java, in improving the quality and quality of education and its management by maximizing human resource management. This pesantren has made efforts to plan, organize, direct and control its teachers and education personnel properly to improve the quality and quality of education and its management
MENGEMIS DALAM PERSPEKTIF Al-QUR’ĀN ANALISIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ‘ABDUH DAN MUHAMMAD RASYID RIDHA
Berbicara tentang mengemis merupakan suatu permasalahan yang tidak asing lagi didengar, dalam kehidupan sosial masyarakat mengemis sudah menjadi hal biasa dan tidak sedikit dari masyarakat pada umumnya yang menjadikan mengemis (meminta-minta) sebagai pekerjaan sehari-hari. Berhubungan dengan hukum yang ada dalam agama Islam tentu hal ini perlu diadakan penelitian, bagaimana Islam menanggapi dan meluruskan sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan sunnah.Dalam tafsir al-Manᾱr dijelaskan bahwa : pertama; Mengemis merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh kebanyakan orang, meskipun pada hakikatnya tidak diperbolehkan dalam islam. Kecuali beberapa orang yang mendapatkan keringanan. Dan mereka bisa diketahui dari ciri-cirinya. Meskipun demikian, mengemis tidak diperbolehkan dilakukan secara terus menerus atau dijadikan sebagai profesi. Kedua; mengenai orang-orang yang diperbolehkan mengemis. Diantaranya adalah: 1) orang yang tertimpa kemiskinan yang tidak mepunyai harta sama sekali, maka dia boleh meminta sampai dia memperoleh sekadar kebutuhan hidupnya 2) orang yang mempunyai hutang sedangkan orang tersebut tidak mampu membayar lantaran tidak mempunyai harta sama sekali 3) Orang yang mempunyai denda atau orang yang memikul beban berat (diluar kemampuannya), maka dia boleh meminta-minta sehingga setelah cukup lalu berhenti/tidak meminta lagi. Selain dari ketiga golongan tersebut maka meminta-minta itu haram atau dilarang yang hasilnya bila dimakan juga haram
Sistematika Dakwah dalam Aliran Aswaja dan Syiah: Sebuah Pendekatan Teks-teks Hadits Tematik
Hadits merupakan dalil kedua setelah al-Quran yang digunakan oleh umat Islam dalam melaksanakan ibadah sehari-hari. Para ulama Sunni menjadikan al-Kutub al-Sittah sebagai kitab hadits yang dijadikan panduan dan rujukan setelah al-Quran. Justru, kedudukan hadits-hadits yang terdapat dalam kitab-kitab tersebut dapat dibagikan kepada tiga pembagian hadits yang utama yaitu hadits sahih, hasan dan da'if. Sedangkan Ulama Syiah menjadikan kitab Usul al-Kafi karangan al-Kulayni yang dianggap memiliki taraf yang sama dengan al-Kutub al-Sittah. Kajian ini ingin memastikan bahwa sebuah hadits yang terdapat dalam kitab-kitab tersebut diaplikasikan dan diamalkan di kalangan Sunni dan Syiah. Kajian ini merupakan kajian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis bahan-bahan kajian. Kitab utama yang digunakan ialah al-Kutub al-Sittah dan Usul al-Kafi karangan al-Kulayni. Pengumpulan data dilakukan melalui pengelompokan beberapa unsur yang dipastikan sebagai hadits masyhur di kalangan umat Islam dan keasliannya bersumber dari Rasulullah SAW. Hasil kajian ini mendapati bahwa hadits-hadits dalam al-Kutub al-Sittah meliputi hadits marfu' yang disandarkan kepada Rasulullah SAW, atau hadits mauquf yang disandarkan kepada para sahabat dan hadits maqtu' yang disandarkan kepada para tabi'in. Sedangkan kitab Usul al-Kafi pula banyak meliputi hadits mauquf yang disandarkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Talib, Ja'far al-Sadiq bin Ali dan yang lainnya dari kalangan sahabat dan tabi'in. Oleh karena itu, teks-teks hadits yang terdapat dalam kitab Usul al-Kafi lebih sesuai dikategorikan sebagai Athar karena diucapkan dan dikatakan oleh selain Rasulullah SAW
Konsep Pendidikan Ubudiyah dalam Kitab Sullamut Taufiq Karya Syekh Abdullah bin Husain bin Thohir Ba Alawi
This article seeks to reveal the concept of ubudiyah education contained in the book Sullamut Taufiq Ila Mahabbatillah by Sheikh Abdullah bin Husain bin Thohir Ba Alawi which is one of the books that is widely recited, and studied in various institutions and Islamic boarding schools in Indonesia. To reveal this, the author uses literature search and review and other library materials that are relevant to the problem being studied, which includes materials contained in the book of Sullamut Taufiq as primary sources, and all writings related to ubudiyah education are secondary sources. While the data analysis technique that the author uses is content analysis which is used to draw conclusions through efforts to find the characteristics of the message, and multiply it objectively and systematically. After the data was collected, it was then analyzed using a descriptive data analysis method. The results of this research can be described: first, namely the concept of ubudiyah which includes; its meaning, kinds, principles, and objectives of ubudiyah itself. The second is ubudiyah education contained in the book of Sullamut Taufiq which includes matters that must be studied and carried out by every Muslim, such as prayer, fasting, zakat, hajj and so on
SUARA WANITA DALAM SURAH AL-AHZÃB: 32 (STUDI KOMPARATIF ANTARA KITAB JÃMI’ AL-BAYÃN ‘AN TA’WÎL AL-QUR’ÃN DAN TAFSÎR AL-MIṢBÃH)
Seorang wanita diciptakan dengan suara yang khas, yang penuh kelembutan dan kemerduan dan tidak sedikit dari kaum wanita yang memiliki kebiasaaan bersenandung baik itu dalam bentuk lagu-lagu modern, ataupun dalam bentuk lantunan sholawat dan lain sebagainya. Seorang wanita sangatlah dimuliakan dalam agama Islam, sehingga terdapat beberapa syari’at yang hanya dikhususkan bagi seorang wanita. Seperti halnya dalam masalah haidh, nifas, istihadhoh dan termasuk juga tentang aurat dan lain sebagainya. Pada dasarnya aurat wanita adalah seluruh bagian tubuh selain dari wajah dan telapak tangan, ini menurut Jumhûrul ‘Ulamâ’. Akan tetapi dalam Mazhab Hanafiyah berpendapat bahwa telapak kaki bukanlah aurat. Dari pendapat tersebut jelas bahwa ulama tidak menyebutkan suara wanita termasuk sebagai aurat. Dapat dikatakan bahwa penampilan wanita di setiap aktivitasnya seperti penyiar radio atau televisi itu boleh-boleh saja selama dilakukan sewajarnya dan tidak menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suara wanita perspektif kitab Jâmi’ al-Bayân ‘An Ta’wîl al-Qur’ân karya Imam al-Thabari dan Tafsîr Al-Miṣbâh karya M. Quraish Shihab dalam Q.S. al-Ahzab:32. Dalam penelitian ini Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dalam bentuk penelitian kepustakaan (library research). Data dianalisis menggunakan teknik analisis-deskriptif, analisis isi dan teknik komparasi. Menurut pandangan Imam al-Thabari Tentang suara wanita dalam Q.S. al-Ahzab:32 Yaitu untuk tidak berlemah-lembut dalam berkata dan tunduk dalam berbicara, yaitu segala sesuatu yang dimakruhkan dari cara wanita berbicara kepada laki-laki, karena hal itu dapat menimbulkan fitnah di hati mereka. Sedangkan M. Quraish Shihab mengatakan bahwa suara wanita yang dilarang yaitu suara yang sengaja dibuat-buat lebih lembut dari kodratnya. Seperti berbicara dengan suara yang penuh kemanjaan kepada laki-laki yang bukan mahramnya
Rahasia Dan Hikmah Nabi Zakaria A.S Tidak Berbicara Selama Tiga Hari: Telaah Surah Ali ‘Imran Ayat 41
Up to the present, the Qur'an still holds various implied secrets and still challenges scientists and all other opponents who still have doubts about the Qur'an to prove its truth. Muslims are required not to focus their point of view only on the miracles of the Qur'an itself, but also to focus more on the wisdom contained in it. As the story of the prophet Zakaria a.s in surah An verse 41 where Allah SWT gave a sign to him of his wife's pregnancy in the form of not being able to speak the prophet Zakaria a.s for three days. This certainly has great wisdom that can only be found with an in-depth study of the story. This study tried to uncover the secret and wisdom behind the inability of the prophet Zakaria a.s to speak for three days in the eyes of the famous mufassir namely Fakhr al-Din al-Razi in His tafsir Mafa>tih al-Ghaib, Ibn ‘Athiyyah in His tafsir al-Muharrar al-Waji>z and al-Alusi in His tafsir Ru>h al-Ma'a>ni. This research formulates that the secret and wisdom behind the inability of the prophet Zakaria to speak for three days as a sign that Allah SWT gave for the truth of his wife's pregnancy is that it is intended that he focus on dhikr to Allah SWT as a form of gratitude for the great blessings of the good news of his wife's pregnancy in their old age, as mentioned by the three mufassir figures above in the book of their Tafsir. As for Ibn 'Athiyyah in addition to agreeing with al-Razi and al-Alusi, he also added that it was a calamity (punishment from Allah SWT) because he doubted the news.Â
Mempertahankan Eksistensi Radio Sebagai Media Dakwah (Studi Pada Radio Swara Dakwah Al-Amien Prenduan)
The existence of an Islamic-based radio is felt to be very important considering that Islam must be widespread and conveying the truth is the responsibility of Muslims as a whole. In the midst of this situation, Radio Swara Dakwah Al-Amien Prenduan comes with an effective Islamic da'wah radio format which is always carried out by Islamic boarding schools. Al-Amien Prenduan for the creation of strong management-based institutionalization of da'wah. This research is intended to find out how the strategy used by Radio Swara Da'wah Al-Amien Prenduan (RASDA) FM 107.7 in maintaining its existence as a propaganda medium. This research is a qualitative research, with data collection techniques used are observation, interview and documentation methods. The analytical method used in this research is descriptive analysis to explain how the strategy is carried out to maintain its existence as a da'wah media. The results of this study indicate that in general the strategy used by Rasda radio in maintaining its existence is a communication strategy and radio broadcasting strategy. In particular, by implementing a communication strategy internally and externally. Internally, namely conducting evaluation meetings once a week and once a month. Externally, namely by expanding the network in the form of cooperation with other da'wah bureaus. While the factors that support Rasda FM as a da'wah media are the presence of sophisticated technological tools. The inhibiting factors are broadcasting and technical errors, such as lack of preparation, lack of concentration and damage to a device