Madrasah Jurnal - IDIA Prenduan
Not a member yet
    1008 research outputs found

    Efektifitas Penerapan Metode Iqro’ terhadap Kefasihan Santri Membaca Al-Qur’an di PPA. Lubangsa Putri

    No full text
    Islamic boarding schools as centers of Islamic religious learning are the most appropriate places to learn to read and study the Qur'an as the main source and reference for Muslims in behavior. however, not all students who study religion in Islamic boarding schools have the ability and fluency in reading the Qur'an. This research was conducted at the Annuqayah Lubangsa Putri Islamic Boarding School which intends to measure the level of fluency in reading the Qur'an by using the iqro’ method for students who are at the junior and senior high school formal education levels. This study uses a qualitative method to measure the effectiveness of the application of the iqro’ method at the Annuqayah Lubangsa Putri Islamic Boarding School. This research uses observation, interview, documentation, and triangulation techniques, while the analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study shows that the application of the iqro’ method is considered effective in increasing the fluency of reading the Qur'an of students at the Annuqayah Lubangsa Putri Islamic Boarding School. This is because, the application of the iqro’ method is very appropriate especially for students who experience age delays in learning to read the Qur'an. The application of the iqro’ method cannot be separated from the role of the Islamic Guidance and Development (BPK) administrator and the supervisor of the Qur'an reading in improving the fluency of reading the Qur'an of students.  Â

    INFLASI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH: PENDEKATAN KEUANGAN FISKAL DAN MONETER

    Get PDF
    Penelitian ini mencoba menganalisa persoalan inflasi dalam perpektif islam dalam area Pendekatan Keuangan Fiskal Dan Moneter. Sejauh ini inflasi selalu menjadi ukurang yang digunakan dalam berbagai indikator kemajuan perekonomian suatu negara, Maka dari itu Pentingnya dalam memahami Penjabaran Inflasi dalam islam serta mengontrolnya. Penelitian ini bersifat kualitatif merupakan jenis penelitian studi pustaka (library research). Sumber data serta hasil penelitian berupa deskripsi. Hasil Analisis menunjukkan Biaya pendanaan hanya menjadi faktor penekan pergerakan moneter, sehingga yang dibutuhkan adalah mendorong pengembangan kawasan asli dengan kerangka pembagian manfaat daripada biaya pinjaman. Karena dalam skala besar, permintaan moneter masyarakat umum yang dijunjung kerangka Ribawi tidak akan pernah sempurn

    HADIS DA’IF DAN MAWDU’ DALAM KITAB NASA’IH AL-‘IBAD OLEH NAWAWI BANTEN : ANALISA TERHADAP KONTEN HADIS

    Get PDF
    AbstractThe book of Nasa'ih al-Ibad by sheikh Nawawi al-Banteni is a classic book containing aspects of Targhib wa Tarhib, which is widely distributed in Southeast Asia, especially in Indonesia and it is widely used in pesantran and pondok today. Sheikh Nawawi al-Banteni refers much to the Prophet's hadiths as a main sources and evidences to argument that he mentions in her book. The problem with this book contains unknown status of hadith and which are became a daily reference and practice for the Muslim community. This study is very important to understand the ruling of practice with the Hadith Da'if and Mawdu’ for the Muslim community in Southeast Asia. The objective of this study is to analyses the status of hadith in chapter 5-10 either as sources of ruling. The methodology used is content analysis from the Nasa'ih al-'Ibad book, while analyzing the study data using inductive methods. Based on analysis done on chapter 5-10 in the book, only 23.0% of hadith can be used in Fada'il al-Amal, when it has met certain requirements set by scholars. Therefore, this thematic analysis is importance to ensure the percentage Hadith Da'if and Mawdu and the ruling of hadith Da’if can be practiced is only for Fada’il al-‘Amal. The status of hadith is importance to Muslim as second sources of Islam

    PERTUNANGAN DALAM PERSPEKTIF ORANG MADURA

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang pertunangan di Madura. Bagi masyarakat Madura, pertunangan tidak hanya dilihat dari sisi syariat Islam, namun  juga budaya. Hal ini disebabkan budaya merupakan suatu hal yang dilakukan oleh masyarakat dan seakan-akan menjadi hukum tersendiri bagi lingkungannya. Terutama bagi warga Dusun Batu Jaran Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,  dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan perpangjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertunangan yang ada di Dusun Batu Jaran Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan adalah budaya pintaan, budaya ngoniin bakal dan budaya ain-main. Hampir seluruh  orang tua yang sudah mempunyai anak bertunangan beranggapan bahwa apa yang terjadi dalam tradisi, dan budaya dalam pertunangan di daerah ini merupakan hal yang sudah biasa. Beberapa orang tua mengemukan bahwa calon menantu sudah seperti anak sendiri

    Srategi Keluarga Buruh Migran Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Di Desa Karduluk Sumenep

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang masyarakat Karduluk menjadi buruh migran, motivasi belajar dari keluarga buruh migran, dan strategi yang digunaka untuk memotivasi anak agar tetap semangat belajar di Desa Karduluk Sumenep. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif, dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa, latar belakang dari masyarakat Karduluk bekerja sebagai buruh migran yaitu untuk memenuhi kebutuhan keluarga, motivasi dari keluarga buruh migran terhadap anaknya yaitu dengan sering menasehati anaknya mengingatkan pada anak waktu belajar, adapun strataegi yang dilakukan oleh keluarga buruh migran didesa Karduluk dalam memberi motivasi pada anaknya yaitu,  langkah pertama  memberi pujian, ketika anak mendapatkan prestasi disekolahnya, kedua orang tua memberikan hadiah terhadap anak ketika tingkat belajar anak meningkat lebih-lebih jika berprestasi di kelas, ketiga mengontrol pergaulan anak, orang tua mengontrol pergaulan anak dengan usaha anaknya agar tidak ikut dengan pergaulan bebas remaja saat ini, kemudian yang terakhir orang tua memberi hukuman kepada anak dengan harapan anaknya tidak mengerjakan  hal yang tidak seharusnya ia kerjakan. Kata kunci : keluarga buruh migran, motivasi belajar,  prestas

    Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan SDI Nurul Yaqin Kapedi Bluto Sumenep

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini ingin mengetahui kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, yang dijabarkan menjadi tiga fokus yaitu untuk mengetahui upaya kepala sekolah mengimplementasikan kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDI Nurul Yaqin. Mengetahui faktor pendukung yang membantu kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDI Nurul Yaqin. Mengetahui faktor hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDI Nurul Yaqin. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif lapangan. Adapun metode yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari metode ini, peneliti kemudian menganalisis data yang ada, sehingga beberapa menemukan hasil dari data-data tersebut dalam sebuah kesimpulan. Dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, kepemimpinan transformasional kepala sekolah berperan penting dan bersifat urgen dalam proses peningkatannya. Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Islam (SDI) Nurul Yaqin Kapedi Bluto Sumenep  sudah bersifat transformasional, hal ini dapat dilihat dari upaya Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDI Nurul Yaqin dengan rapat para guru, Pertemuan orientasi  bagi guru baru, diskusi dengan para guru, Studi kelompok antar guru, serta seminar guru. Sedangkan Faktor pendukungnya adalah guru respek terhadap kegiatan sekolah dalam kegiatan proses pembelajaran dan juga loyal terhadap kepala sekolah baik disekolah maupun diluar sekolah. Dan faktor penghambatnya adalah ada sebagian guru yang menetang keputusan kepala sekolah serta sarana dan prasarana yang kurang memuaskan. Kata Kunci: Transformasional, Kepala Sekolah, Mutu Pendidikan Abstract: The purpose of this study is to find out the principal's transformational leadership in improving the quality of education, which is translated into three focuses, namely to find out the principal's efforts to implement transformational leadership in improving the quality of education at SDI Nurul Yaqin. Knowing the supporting factors that help the principal in improving the quality of education at SDI Nurul Yaqin. Knowing the obstacles faced by school principals in improving the quality of education at SDI Nurul Yaqin. The researcher used a field qualitative approach. The methods used are interviews, observation, and documentation. From this method, the researcher then analyzes the existing data, so that some find the results from these data in a conclusion. In improving the quality of education in schools, the principal's transformational leadership plays an important and urgent role in the improvement process. The leadership of the Principal at the Nurul Yaqin Islamic Elementary School (SDI) Kapedi Bluto Sumenep has been transformational, this can be seen from the Principal's efforts to improve the quality of education at SDI Nurul Yaqin with teacher meetings, orientation meetings for new teachers, discussions with teachers , Study groups between teachers, as well as teacher seminars. While the supporting factors are teachers respect for school activities in the learning process activities and are also loyal to school principals both at school and outside school. And the inhibiting factor is that there are some teachers who oppose the principal's decision as well as unsatisfactory facilities and infrastructure. Keywords: Transformational, School Leader, Quality of Educatio

    Gaya Belajar Santriwati The Best Ten Di Marhalah Aliyah Putri Al-Amien Prenduan Sumenep

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep gaya belajar santriwati The Best Ten ini, maka peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif lapangan. penelitian menunjukkan bahwa, gaya belajar santriwati The Best Ten kelas V Marhalah Aliyah TMI Putri Al-Amien Prenduan merupakan kombinasi gaya belajar vak (visual, auditori, dan kinestetik). Santriwati The Best Ten memiliki cara belajar yang berbeda. Dari sepuluh orang santriwati The Best Ten yang menjadi subjek penelitian, lima anak santriwati The Best Ten yang cenderung menggunakan gaya belajar visual, dua orang lagi cenderung menggunakan gaya belajar auditori dan tiga orang lagi cenderung menggunakan gaya belajar kinestetik. Karakteristik gaya belajar vak (visual, auditori, kinestetik) pada kesepuluh santriwati The Best Ten menggambarkan beberapa karakteristik setiap gaya belajar yakni: 1) visual: belajar melalui proses membaca dan menulis, b) tidak pandai memilih kata-kata, c) senang menjawab dengan jawaban singkat, dan d) tempo bicara cepat; 2) auditori: a) belajar dengan menyimak dan berdiskusi, b) aktif bertanya, dan c) melakukan komunikasi internal; 3) kinestetik: a) aktif bergerak saat belajar, b) aktif menjawab pertanyaan, dan c) antusias mengikuti aktivitas fisik, seperti belajar sambil jalan. Faktor yang mempengaruhi belajar santriwati The Best Ten karena dua faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern diantaranya, faktor siswa atau teman, lingkungan, masyarakat, lingkungan sekolah, fisiologis terganggunya alat indra penglihatannya dan psikologisnya.Kata Kunci: Gaya Belajar, Santri, The Best TenAbstract: This study aims to determine the concept of The Best Ten student learning style, so the researcher uses a qualitative field research approach. The research shows that the learning style of The Best Ten students of class V Marhalah Aliyah TMI Putri Al-Amien Prenduan is a combination of learning styles (visual, auditory, and kinesthetic). Santriwati The Best Ten has a different way of learning. Of the ten students of The Best Ten who became the research subjects, five of the students of The Best Ten tended to use the visual learning style, two more people tended to use the auditory learning style and three more people tended to use the kinesthetic learning style. Characteristics of learning styles (visual, auditory, kinesthetic) in the ten students of The Best Ten describe several characteristics of each learning style, namely: 1) visual: learning through the process of reading and writing, b) not good at choosing words, c) likes to answer with short answers, and d) fast speech tempo; 2) auditory: a) learning by listening and discussing, b) actively asking questions, and c) conducting internal communication; 3) kinesthetic: a) actively moving while studying, b) actively answering questions, and c) enthusiastically participating in physical activities, such as learning while walking. Factors that affect the learning of The Best Ten female students are due to two factors, namely internal factors and external factors including student or friend factors, environment, community, school environment, physiological disturbances of the senses of sight and psychological.Keywords: Learning Style, Santri, The Best Te

    Telaah Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid Tentang Pondok Pesantren

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk mengetahui konsep pendidikan Pondok Pesantren, bagaimana subkultur dan tata nilai, pola kepemimpinan dan kurikulum pondok pesantren menurut K.H. Abdurrahman Wahid. Adapun metode penelitian yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian kualitatif artinya penelitian yang menggunakan data informasi berbagai macam teori yang diperoleh dari kepustakaan, baik itu diperoleh dari sumber data primer maupun data skunder. Berdasarkan deskripsi atas pemikiran KH. Abdurrahman Wahid  mengenai pendidikan Pondok Pesantren di atas, setelah  penulis  lakukan  analisis lebih mendalam dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan Pondok Pesantren ialah pendidikan yang didasarkan pada keyakinan religius dan bertujuan untuk membimbing atau menghantarkan peserta didik menjadi manusia yang utuh dan mandiri. Ada tiga elemen yang mampu membentuk pondok pesantren sebagai sebuah subkultur, yaitu: (1) pola kepemimpinan pondok pesantren yang mandiri dan tidak terkoptasi oleh negara, 2) literatur-literatur kitab-kitab kuning sebagai rujukan umum yang selalu digunakan dari berbagai abad, dan 3) sistem nilai yang digunakan adalah bagian dari masyarakat luas. Pola Kepemimpinan Pondok Pesantren bersifat Khirarki dan Kurikulum di pondok pesantren ditujukan untuk “mencetak†ulama di kemudian hari. Kata Kunci: Pemikiran Abdurrahman Wahid, Pondok Pesantren Abstract: This research was conducted with the aim of knowing the concept of Islamic boarding school education, how subcultures and values, leadership patterns and Islamic boarding school curriculum according to K.H. Abdurrahman Wahid. The research method used in writing this thesis is qualitative research, meaning research that uses information data on various theories obtained from the literature, whether it is obtained from primary data sources or secondary data. Based on the description of the thoughts of KH. Abdurrahman Wahid regarding Islamic Boarding School education above, after the author conducted a more in-depth analysis, it can be concluded that Islamic Boarding School Education is education based on religious beliefs and aims to guide or deliver students to become complete and independent human beings. There are three elements that are able to form Islamic boarding schools as a subculture, namely: (1) leadership patterns of Islamic boarding schools that are independent and not co-opted by the state, 2) yellow books literature as general references that are always used from various centuries, and 3. ) the value system used is part of the wider community. The pattern of Islamic boarding school leadership is hierarchical and the curriculum in Islamic boarding schools is intended to "print" ulama in the future. Keywords : Thoughts KH. Abdurrahman Wahid, Islamic Boarding Schoo

    Merdeka Belajar (Pesantren dan Kemandirian santri Al-Amien Prenduan)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kenyataan bahwa Sejak awal, pondok pesantren telah menanamkan sikap kemandirian pada diri peserta didik, dengan cara melatih mereka agar dapat berdiri di atas kaki sendiri, serta membina mereka agar tidak menggantungkan diri kepada orang lain kecuali hanya kepada Tuhan.  Begitupun dalam hal belajar para santri dididik dan dibentuk dengan sistem dan program yang ada di dalam pondok tersebut agar mereka dapat menyelesaikan sendiri masalah-masalah belajar yang mereka temui. Akan tetapi setiap Pondok Pasti memiliki cara-cara tersendiri dalam usahanya menciptakan sikap kemandirian belajar dalam diri santri.Tujuan penelitian ini adalah; 1. Untuk mengetahui bagaimana peran Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dalam menciptakan kemandirian belajar santri, 2. Untuk mengetahui program apa saja yang dimiliki Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang dapat menunjang terciptanya kemandirian belajar santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan (field research), dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara kepada narasumber yang dianggap penting dan dokumentasi. Kemudian untuk menganalisis data peneliti menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Untuk menetapkan keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Seluruh komponen dan sistem yang ada di dalam pondok pesantren  Al-Amien Prenduan berperan penting dalam menciptakan kemandirian belajar dalam diri santri.  Misalkan dari SDM-nya, seperti para guru, kepala sekolah, pengasuh dan  pimpinan pondok  pesantren. Keberadaan mereka sangatlah dibutuhkan oleh para santri, sebagai motivator, pembimbing sekaligus orang tua kedua mereka di pondok.  Kemudian penciptaan kemandirian belajar juga tercipta dari program-program yang telah dibentuk oleh   pondok, seperti kelompok-kelompok  keilmuan dan kebahasaan dan lain-lain.  Adapun program pondok pesantren Al-Amien Prenduan yang mendukung terciptanya kemandirian belajar santri yaitu program muajjah, program kelompok, program penuntasan SKIA dan program  remidial. Kata Kunci : peran pesantren, kemandirian belaja

    KEADILAN SOSIAL DALAM AL-QUR'AN (TELA'AH ATAS PENAFSIRAN BUYA HAMKA DALAM TAFSIR AL-AZHÃR)

    Get PDF
    Keadilan sosial merupakan dasar bernegara di Indonesia, namun kehadirannya pada sendi kehidupan bermasyarakat (sosial) masih jauh dari kata terwujud. Dalam hal ini, banyak masyarakat yang berpendapat bahwa keadilan sosial adalah suatu hal yang sangat mahal dan langka untuk didapatkan. Dalam Islam, keadilan merupakan hal yang sangat penting, bahkan dalam al-Qur’an kata adil disebut sebanyak 78 kali dengan menggunakan 3 ragam kata yaitu al-‘Adl, al-Qisṭ, dan al-Mîzân. Penelitian ini akan berfokus pada definisi penafsiran Buya Hamka tentang keadilan sosial beserta dengan karakteristik keadilan tersebut. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Adapun hasil dari penelitian ini tentang definisi keadilan sosial dalam Al-Qur’an menurut Hamka adalah berlaku benar dan seimbang terhadap semua makhluk, berkata jujur, selalu membela, serta memperjuangkan kemaslahatan sosial. Adapun karakteristik penafsiran Hamka tentang keadilan sosial dalam al-Qur’an, cenderung menekankan pada budi pekerti yang luhur (akhlak) serta berlaku tegas dalam menegakkan suatu kebenaran, berlaku seimbang kepada siapapun tanpa adanya pengaruh sentimen perasaan atau hal-hal yang lain. Dalam menafsirkan ayat-ayat ini, Hamka menggunakan corak tafsir bi ar-ra’yi, yaitu salah satu metode menafsirkan al-Qur’an dengan menggunakan akal

    866

    full texts

    1,008

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Madrasah Jurnal - IDIA Prenduan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇