UNISMA Repository (Universitas Islam Malang)
Not a member yet
    11579 research outputs found

    Pengaruh Penambahan Metanol Pada Gasoline RON 95 Terhadap Emisi Gas Buang Motor Bakar 4-Langkah

    No full text
    Sektor transportasi menyumbang polusi udara yang signifikan akibat emisi gas buang dari bahan bakar fosil gasoline. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan metanol pada gasoline RON 95 terhadap emisi gas buang motor bakar 4 langkah pada berbagai putaran mesin. Metode eksperimental digunakan pada sepeda motor Suzuki Satria FU 150cc tahun 2013 dengan bahan bakar gasoline RON 95 murni dan campuran metanol sebesar 5%. Parameter yang diamati meliputi Air-Fuel Ratio (AFR) aktual, AFR stoikiometri, Equivalence Ratio (ER), serta emisi gas buang (CO, CO₂, HC, dan O₂) pada berbagai tingkat putaran mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran metanol 5% meningkatkan efisiensi pembakaran secara signifikan, dengan nilai ER mendekati kondisi stoikiometri. Emisi CO dan HC masing-masing berkurang hingga lebih dari 30% dan 50%, sementara konsentrasi CO₂ meningkat, yang menunjukkan oksidasi karbon lebih sempurna. Kandungan oksigen dalam metanol membantu menjaga kestabilan pembakaran, khususnya pada RPM tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa campuran metanol dapat menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, dengan potensi besar untuk mengurangi emisi gas berbahaya sekaligus meningkatkan efisiensi energi pada motor bakar 4-langkah. Kata Kunci : Gasoline RON 95, metanol, emisi gas buang, motor bakar 4-langka

    Perbandingan Pembentukan Biofilm Oleh Pseudomonas Aeruginosa Pada Bahan Kateter Yang Berbeda

    No full text
    Pendahuluan: Infeksi saluran kemih terkait pemasangan kateter atau sering disebut sebagai Catheter – Assosiated Urinary Tract Infection (CAUTI) seringnya disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa. Biofilm merupakan factor utama pada patogenesis CAUTI. Pada proses pembentukan biofilm dapat dipengaruhi oleh berbagai bahan kateter yang digunakan, namun penelitian mengenai hal ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pembentukan biofilm oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa pada bahan kateter yang berbeda. Metode: Penelitian in-vitro eksperimental laboratoris dilakukan pada kelompok bahan kateter silikon (n=3), kelompok bahan lateks (n=3) dan kelompok bahan PVC (=3) yang direndam dalam media inokulum bakteri Pseudomonas aeruginosa selama tiga hari pada suhu 37oC. Evaluasi biofilm oleh bakteri dilakukan dengan menghitung jumlah sel viable menggumakan metode Total Plate Count (TPC). Matriks ekstrasel biofilm diwarnai dengan Crystal Violet (CV) dan diukur serapan warna ungu dengan alat spektofotometer pada panjang gelombamh 535 nm. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan kateter yang tidak diinokulasi dan dikonversikan menjadi nilai Biofilm Biomass Unit (BBU) yang merupakan angka hasil absorbansi dibagi 0,1. Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA One Way (p<0.05) lalu dilanjutkan dengan Post-Hoc Test (LSD). Hasil: Hasil jumlah koloni pada bahan kateter lateks, silikon dan PVC 6,81 ± 0,54, 6,22 ± 0,22 dan 6,20 ± 0,22 Log CFU/ml (p=0,002) dan hasil absorbansi CV pada lateks, silikon dan PVC 0,7 ± 0,5, 0,29 ± 0,18 dan 0,8 ± 0,2 Log CFU/ml (p=0,017). Hal ini menunjukan pada kateter lateks lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan silikon dan PVC dan berdasarkan nilai selisih nilai Biofilm Biomass Unit (BBU) menunjukkan bahwa lateks dan PVC memiliki nilai BBU lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan silikon yang dikarenakan pada kateter berbahan lateks memiliki permukaan yang lebih kasar dan berpori. Kesimpulan: Bahan lateks lebih banyak terbentuk koloni bakteri Pseudomonas aeruginosa tetapi berdasarkan uji absorbansi CV jumlah biofilm antara lateks dan PVC tidak signifikan

    Pengaruh Faktor Kultural dan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kekambuhan Pasien Skizofrenia Di Rs Radjiman Wediodiningrat

    No full text
    Pendahuluan: Persepsi awam menganggap skizofrenia menakutkan dan membahayakan. Hal ini disebabkan karena sering melakukan tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Pasien skizofrenia harus patuh dalam pengobatan agar tidak muncul kekambuhan. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan skizofrenia adalah faktor kultural dan faktor kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor terjadinya kekambuhan pada pasien skizofrenia di RS Radjiman Wediodiningrat. Metode: Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pengambilan data secara cross sectional. Variabel bebas penelitian ini adalah faktor kultural meliputi 3(tiga) dimensi yaitu (stigma, belief dan spiritual) dan faktor kepatuhan minum obat, variabel terikat adalah kekambuhan skizofrenia. Teknik sampling berupa purposive sampling dengan responden 100 pasien skizofrenia yang kontrol di poli jiwa RS Dr. Radjiman Wediodiningrat pada tahun 2023-2024. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dikatakan signifikan bila p-value kurang dari 0,005. Hasil: Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 responden dengan 61 laki laki dan 39 perempuan dengan mayoritas tipe hebephrenic skizofrenia. Hasil uji regresi linier berganda didapatkan p-value=0,000 dengan koefisiensi regresi -4,330 pada variabel kultural dimensi spiritual dan p-value=0,031 dengan koefisiensi regresi -2,192 pada variabel kepatuhan minum obat, maka dinyatakan berpengaruh negatif signifikan dimana semakin tinggi tingkat spiritual dan kepatuhan minum obat individu maka semakin rendah kemungkinan terjadinya kekambuhan skizofrenia. Kesimpulan: Beberapa hal yang menurunkan kekambuhan pasien skizofrenia yakni dukungan faktor spiritual dan faktor kepatuhan minum obat

    Pengaruh Fraksi Volume Serat Ampas Tebu dan Matriks Epoxy Terhadap Kekuatan Tarik Komposit

    No full text
    Komposit bersumber serat alam terus dikembangkan sebagai alternatif peralihan material logam. Hal ini didasarkan pada karakteristik material komposit yang punya kecakapan berupa ketahanan akan korosi, ketahanan terhadap air, durabilitas tinggi, dan bobot yang lebih ringan dibandingkan logam. Serat alam mudah didapat, menjadikan serat dari ampas tebu menjadi pilihan menarik guna mengalokasikan serat sintetis yang kerap diaplikasikan pada tekstil dan penguat komposit. Serat ampas tebu, yang bersumber akan tanaman tebu atau limbah industri gula, punya kecakapan tarik yang cukup baik, menjadikan komponen alternatif potensial akan pembuatan material komposit. studi ini mengintegrasikan serat ampas tebu akan komposit dengan variasi fraksi volume serat senilai 40%, 50%, dan 60%, serta dengan orientasi serat sejajar dan acak. Metode yang diaplikasikan yakni *true experimental research* guna menganalisis dampak keragaman fraksi volume serat ampas tebu dan matriks epoxy terhadap kekuatan tarik komposit. Senilai 36 sampel dibuat, tipa-tiap 3 spesimen untuk setiap variasi, dan diuji tarik mengaplikasikan standar ASTM D638-01. Temuan studi mendapati kekuatan tarik tertinggi dicapai pada fraksi volume serat 60% dengan orientasi sejajar dan lama perendaman selama 2 jam, menghasilkan tegangan senilai 51,558 MPa. Sementara itu, pada orientasi serat acak dengan kondisi yang sama, nilai tegangan mencapai 35,05 MPa. Studi ini membuktikan bahwa penammaterial serat ampas tebu berdampak signifikan pada kecakapan tarik komposit berbasis serat alam. Kata Kunci: Komposit; Serat Ampas Tebu; Resin Epoxy; Uji Tari

    Strategi Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 di SDN Klampok 02 Singosari Malang

    No full text
    Pemahaman membaca siswa merupakan langkah awal yang penting dalam partisipasi mereka dalam pembelajaran di sekolah, maka dari itu kemampuan membaca menjadi hal yang sangat penting dimiliki setiap siswa karena keberhasilan dalam proses pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh penguasaan keterampilan membaca pada tahap awal atau permulaan. Tujuan diadakanya penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan; 1) kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 di SDN Klampok 02 Singosari. 2) penerapan strategi membaca permulaan pada siswa kelas 1 di SDN Klampok 02 Singosari. 3) evaluasi penerapan strategi membaca permulaan pada siswa kelas 1 di SDN Klampok 02 Singosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi yang bersifat alamiah dan mendasar tanpa adanya intervensi buatan. Teknik pengambilan data penelitian ini yaitu dengan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Dalam analisis data menerapkan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi. Uji keabsahan data melalui observasi secara mendalam serta triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa:1) kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 di SDN Klampok 02 Singosari masih tergolong rendah. 2) strategi yang diterapkan dalam pembelajaran membaca siswa kelas 1 menggunakan strategi membaca fonik, bottom-up, dan metode drill atau pengulangan. Strategi yang paling efektif pada penelitian ini adalah fonik dengan metode pengulangan.3) evaluasi dalam penerapan strategi membaca yang dilakukan oleh guru menunjukan adanya perubahan positif. Saran peneliti dalam penelitian ini, sekolah perlu menyediakan buku dan fasilitas yang mendukung, guru juga harus menggunakan metode pembelajaran kreatif dan melakukan penilaian terus-menerus, selain itu wali murid diharapkan berkolaborasi dengan guru, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung serta memberi dukungan dan apresiasi agar anak tetap semangat belajar. Kata Kunci: Strategi Guru, Meningkatkan Kemampuan Membaca, Membaca Permulaan, Siswa Kelas 1

    Dampak Penerapan Biosecurity Dan Recording Terhadap Performa Ayam Layer Pada Peternakan Rakyat di Desa Suruhwadang Kecamatan Kademangan Blitar Jawa Timur

    No full text
    Biosecurity dan recording merupakan faktor penting yang mempengaruhi performa produksi ayam petelur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan biosecurity dan recording terhadap performa ayam layer pada peternakan rakyat di desa Suruhwadang kecamatan Kademangan Blitar Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan membandingkan performa produksi peternakan ayam petelur dari tiga peternak yaitu Bapak Murdi, Bapak Hengky, dan Ibu Karmini. Variabel yang diamati meliputi feed intake, hen day production, dan mortalitas. Metode penelitian adalah studi kasus. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan biosecurity dan recording berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap feed intake dan hen day production masing-masing peternak. Rata-rata feed intake (g) pada peternakan Ibu Karmini : 132,95, Bapak Hengky : 132,90, dan Bapak Murdi : 126,20. Rata-rata hen day production (%) pada peternakan Ibu Karmini : 90, Bapak Hengky : 83, dan Bapak Murdi : 77. Penerapan biosecurity dan recording tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap mortalitas. Rata-rata mortalitas (%) pada peternakan Bapak Murdi : 3,91, Bapak Hengky : 0,33, dan Ibu Karmini : 0,23. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan biosecurity dan recording sangat berpengaruh terhadap feed intake dan hen day production, tetapi tidak berpengaruh pada mortalitas. Kata Kunci : biosecurity, recording, feed intake, hen day production, mortalita

    Implementasi Sema Nomor 1 Tahun 2022 Terkait Pengajuan Perceraian Selama 6 Bulan Dari Perspektif Imam Syafi’i

    No full text
    Perselisihan dan konflik dalam rumah tangga dapat menimbulkan pertengkaran dan menyebabkan terjadinya perceraian. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, jumlah perceraian di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 516.334. Jumlah ini tentunya bukan jumlah yang sedikit dan pastinya terdapat berbagai macam faktor yang memicu masyarakat mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan Agama dengan beragam usia perkawinan dan masalah yang berbeda-beda. Dalam mengajukan perceraian tentunya terdapat ketentuan ketentuan yang mengatur salah satunya ada di dalam SEMA No. 1 Tahun 2022 tentang pemberlakuan hasil rapat pleno Mahkamah Agung sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi pengadilan. Sehingga dari peraturan yang terdapat pada SEMA nomor 1 tahun 2022 tersebut yang lalu dicocokan kepada pendapat imam syafii sebagai pendapat ulama salafiyah beliau memberikan perndapat diperbolehkannya suatu perceraian walaupun perceraian tersebut belum mencapai masa pisah selama 6 bulan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Salah satu jenis penelitian yang termasuk dalam kategori penelitian empiris adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dengan mendeskripsikan apa yang sebenarnya terjadi, penelitian bertujuan untuk mengungkap peristiwa atau fakta, situasi, fenomena, variabel, dan kondisi yang terjadi sepanjang penyelidikan. Data mengenai keadaan saat ini, sikap dan sudut pandang masyarakat, ketidakkonsistenan antara dua keadaan atau lebih, ketidaksesuaian antara fakta yang diketahui dan dampaknya terhadap suatu kondisi, semuanya dimasukkan dalam penelitian ini. Faktor utama terbentuknya aturan SEMA No 1 tahun 2022 : Menjadikan perceraian ialah salah satu perkara yang sulit,Menurunkan angka perceraian baik pada pernikahan dini maupun tidak.Dampak lahirnya aturan SEMA No 1 tahun 2022 : SEMA ini berdampak pada legislasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, Para orang berperkara tidak dapat diterima oleh pengadilan, Para orang berperkara akan dikenakan NO (Niet Ontvankelijke Verklaard), SEMA No 1 tahun 2022.menurut imam syafii : Dalam kitab salafiyah imam syafii memperbolehkan dengan adannya aturan SEMA no 1 dengan landasan mempersulit suatu perkara yang mengandung mafsadat. Hukum fiqih lama tidak berubah, walaupun tidak berubah namun tetap mementingkan banyaknya kemaslahatan di masa yang akan datang. Sebagaimana Imam syafii memperbolehkan suatu perceraian namun dengan adannya 2 prinsip hukum yang telah dipaparkan peneliti ”menolak itu lebih baik dilakukan sebelum terjadinnya suatu perkara ” dan juga ”setiap tindakan hukum yang menarik kemafsadatan atau menolak kemaslahatan itu ditolak ” dengan dipaparkan hukum tersebut sebagaimana SEMA no 1 tahun 2022 tercipta agar suatu hal kemafsadatan tidak terjadi dan memberikan dampak kemaslahatan bagi setiap orang

    Analisis Kinetika Reaksi dan Karakteristik Pembakaran Pada Hydrochar Menggunakan Teknik Hydrothermal Carbonization Dari Limbah Tandan Kosong Sawit

    No full text
    Limbah tandan kosong sawit (TKS) memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan melalui proses Hydrothermal Carbonization (HTC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu (180°C dan 210°C) dalam proses HTC dengan menggunakan solven air perasan belimbing wuluh terhadap karakteristik hydrochar yang dihasilkan. Analisis yang dilakukan meliputi profil degradasi massa, karakteristik pembakaran, dan kinetika reaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu dalam HTC meningkatkan stabilitas termal dan kandungan karbon tetap dalam hydrochar. Profil degradasi massa menunjukkan bahwa hydrochar dari HTC 210°C memiliki residu karbon tertinggi (4,7%), menandakan stabilitas termal yang lebih baik dibandingkan HTC 180°C dan bahan mentah. Analisis karakteristik pembakaran menunjukkan bahwa hydrochar dari HTC 210°C memiliki efisiensi pembakaran yang lebih baik, dengan nilai Combustion Index (S) tertinggi sebesar 24,684 × 10⁻¹². Sementara itu, analisis kinetika reaksi menggunakan metode Coats-Redfern menunjukkan bahwa energi aktivasi (Ea) meningkat seiring dengan kenaikan suhu pada HTC, dengan nilai tertinggi sebesar 73,41 kJ/mol pada tahap utama dekomposisi. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses HTC dengan suhu lebih tinggi menghasilkan hydrochar dengan karakteristik pembakaran dan stabilitas termal yang lebih baik, sehingga berpotensi untuk diaplikasikan sebagai bahan bakar padat atau bahan baku karbon aktif. Kata kunci: Hydrothermal Carbonization, tandan kosong sawit, hydrochar, kinetika reaksi, karakteristik pembakaran, pelarut organik

    Efektivitas Serbuk Buah Bintaro (Cerbera Manghas) Sebagai Biopestisida Untuk Membasmi Serangga Hama Kecoa Amerika (Periplaneta Americana)

    No full text
    Bintaro (Cerbera manghas), merupakan bagian tanaman Bintaro banyak terdapat di sekitar wilayah pesisir pantai. Bintaro termasuk dalam suku Apocynaceae yakni berkerabat dengan kamboja, ciri-cirinya jika dilukai pasti banyak mengeluarkan getah susu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas buah Bintaro (Cerbera manghas) sebagai biopestisida hayati dalam membasmi serangga hama Kecoa Amerika (Periplaneta americana). Untuk mengetahui dosis serbuk buah Bintaro (Cerbera manghas) yang dapat digunakan sebagai pembasmi Kecoa Amerika (Periplaneta americana). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang selama 1 bulan, yaitu bulan September 2024. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu P0 : Kontrol tanpa diberi perlakuan, P1 : 15 gram serbuk bintaro, P2 : 30 gram serbuk bintaro, P3 : 45 gram serbuk bintaro, P4 : 60 gram serbuk bintaro, pada setiap perlakuan terdapat 3 pengulangan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen yang digunakan untuk mengetahui efektivitas serbuk buah Bintaro (Cerbera manghas) terhadap kematian Kecoa Amerika (Periplaneta americana). Analisis data menggunakan uji statistika ONE WAY ANOVA dan dilanjut dengan uji BNT apabila terdapat perbedaan nyata pada perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh serbuk bintaro terhadap kematian serangga hama Kecoa Amerika (Periplaneta americana), yang mana hasil dari uji BNT menunjukkan bahwa notasi dari uji BNT tersebut berbeda, sehungga dapat diartikan bahwa buah bintaro (Cerbera manghas) efektif untuk membasmi serangga hama kecoa amerika (Periplaneta americana) dan perlakuan yang paling efektif adalah P4 yaitu sebanyak 60 gram

    Pengaruh Insentif Dan Kualitas Sistem Aplikasi Terhadap Kinerja Salesman Pada Pt. Inafood

    No full text
    Afga Jaelaiksantoro, 2025, Pengaruh Insentif dan Kualitas Sistem Aplikasi terhadap Kinerja Salesman pada PT. Inafood. Dosen Pembimbing I Dadang Krisdianto, S.Sos, M.Si, Dosen Pembimbing II Rio Era Deka, S.Pd, M.M Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana insentif dan mutu sistem eskalink mempengaruhi kinerja tenaga penjual di PT. Inafood Pasuruan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan deskriptif. PT. Inafood Pasuruan merupakan lokasi penelitian. Sumber data primer dan sekunder digunakan. Sebanyak 36 tenaga penjual menjadi sampel dan populasi penelitian. Kuesioner dan teknik analisis data statistik digunakan sebagai pendekatan pengumpulan data. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa metrik kinerja tenaga penjual PT. Inafood dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh insentif. Lebih lanjut, hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja tenaga penjual pada kualitas sistem eskalink memberikan dampak yang baik dan signifikan terhadap PT. Inafood. Hasil pengujian serentak menunjukkan bahwa faktor insentif dan mutu sistem eskalink memberikan dampak yang baik dan signifikan terhadap kinerja tenaga penjualan PT. Inafood. Kata Kunci : Insentif, Kualitas Sistem Aplikasi dan Kinerja Salesman

    0

    full texts

    11,579

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNISMA Repository (Universitas Islam Malang)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇