Jurnal Bali Membangun Bali (JBMB)
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
Contradiction of Upakara Price and Harmony: The Philosophy of Economic Perspective
Purpose: This study aims to explore the phenomenon of rising prices of upakara facilities ahead of religious holy days that always increase every year. This problem is explored in three perspectives of economic philosophy: (1) pancasila economy, (2) capitalist economy and (3) socialist economy. Finally, this research provides recommendations for solutions to existing problems.
Research methods: This study used a qualitative approach with a narrative review method and a literature study of mass media coverage.
Results and discussion: This study found that the ideal approach is the pancasila and socialist economy. The importance of the government\u27s role as a key policy to suppress price increases, along with collaboration from producers to create people\u27s cooperatives.
Implication: This research provides implications for stakeholders (government) to evaluate the people\u27s market or cheap market policies that are still ineffective in suppressing the price of upakara facilities every holiday. The government can also pay attention to the lower middle class so that they can joyfully celebrate holy days as a noble heritage
Strategi Pengelolaan Sampah Pantai di Kabupaten Badung
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menentukan strategi dan langkah-langkah strategis yang perlu diambil oleh Pemerintah Kabupaten Badung dalam penanganan sampah pantai di sepanjang wilayah pantai Kabupaten Badung.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi literatur dengan menyajikan data dan informasi eksisting kawasan pantai dan penanganan sampah pantai di Kabupaten Badung.
Hasil dan pembahasan: Timbulan sampah yang terjadi di Pantai Seseh, Batu Bolong-Perancak, Batu Belig-Petitenget, Double Six Seminyak, Legian, Kuta, Jerman, Kelan, Kedonganan, dan Jimbaran sebagian besar dipengaruhi oleh angin barat, sedangkan timbulan sampah di Pantai Tanjung Benoa dan Nusa Dua dipengaruhi oleh angin timur. Pada tahun 2021 timbulan sampah kiriman tertinggi terjadi di Pantai Kuta, dan konsisten tertinggi setiap tahun sampai tahun 2023, sedangkan timbulan sampah kiriman terendah setiap tahun terjadi di Pantai Seseh.
Implikasi: Upaya penanganan sampah pantai dilaksanakan dengan cara pemilahan sampah di sumber yang dilaksanakan oleh masyarakat; melakukan pengumpulan sampah yang terjadwal dan terpilah melalui TPS3R, Bank Sampah, atau TPST; optimalisasi peran fasilitas pengolahan di bagian hulu; pemanfaatan teknologi pengelolaan sampah yang inovatif serta adanya kolaborasi multi pihak; dan pemanfaatan TPA hanya untuk penampungan residu sampah yang tidak terolah
Supporting the Recovery of Travel Agencies in Bali through Softloan
Purpose: The aim of this paper is to address the challenges faced by Travel Agencies in Indonesia due to the significant decrease in the tourism sector caused by the Covid-19 pandemic. The paper aims to find a solution for Travel Agencies, particularly in terms of capital.
Research methods: The paper utilizes a mixed-method research approach. The descriptive analysis method with a qualitative approach is employed to describe and summarize the current situation and conditions that Travel Agencies are facing. It also involves analyzing regulations related to the industry. Additionally, a quantitative method is used to gather information from travel agency business actors through the completion of a questionnaire.
Results and discussion: The Covid-19 pandemic has led to a significant decrease in the tourism sector in Indonesia, particularly affecting Travel Agencies, which face challenges due to suspended operational activities and a reliance on tourist visit transactions.
Implication: To address the capital needs of Travel Agencies and support their recovery, utilizing the government\u27s national economic recovery program, including options like interest subsidies and credit restructuring at banks, is crucial.Tujuan: Tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh Biro Perjalanan di Indonesia akibat penurunan yang signifikan pada sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19. Tulisan bertujuan untuk mencari solusi bagi Travel Agencies khususnya dalam hal permodalan.
Metode penelitian: Tulisan ini menggunakan pendekatan penelitian metode campuran. Metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk menggambarkan dan merangkum situasi dan kondisi terkini yang dihadapi oleh Biro Perjalanan. Ini juga melibatkan analisis peraturan yang terkait dengan industri. Selain itu, metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan informasi dari pelaku usaha biro perjalanan melalui pengisian kuesioner.
Hasil dan pembahasan: Pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan yang signifikan pada sektor pariwisata di Indonesia, terutama pada Biro Perjalanan Wisata yang menghadapi tantangan karena terhentinya kegiatan operasional dan ketergantungan pada transaksi kunjungan wisatawan.
Implikasi: Untuk memenuhi kebutuhan modal Biro Perjalanan dan mendukung pemulihannya, pemanfaatan program pemulihan ekonomi nasional pemerintah, termasuk opsi seperti subsidi bunga dan restrukturisasi kredit di bank, sangatlah penting
Hubungan Kesadaran dan Perilaku Kerja Aparatur Sipil Negara (Studi Kasus SMA/SMK/SLB di Kabupaten Buleleng)
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesadaran dan perilaku kerja ASN. Penelitian ini dilaksanakan pada sekolah SMA/SMK/SLB pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali di Kabupaten Buleleng selama dua bulan dari bulan Agustus sampai dengan September 2022.
Metode penelitian: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis korelasi. Kuantatif korelasi merupakan metode penelitian dengan mempelajari hubungan antara dua variabel atau lebih, yaitu sejauh mana variasi dalam satu variabel berhubungan dengan variasi dalam variabel yang lainnya.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran memiliki korelasi yang positif terhadap perilaku ASN. Semakin tinggi tingkat kesadarannya maka perilaku ASN semakin baik.
Implikasi: Kesadaran berpengaruh positif terhadap perilaku ASN. Semakin tinggi kesadaran maka perilaku ASN semakin baik.  
Pemetaan Konflik Daerah Berbasis Digital untuk Menunjang Penanganan Konflik Sosial di Provinsi Bali
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tata cara pemetaan konflik sosial di daerah berbasis digital untuk menunjang penanganan konflik sosial di Provinsi Bali.
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berdasarkan hasil studi kepustakaan yang dilakukan. Data yang digunakan adalah data observasi dan studi dokumen terhadap beberapa sumber yang tersedia, seperti jurnal, laporan-laporan, dan buku-buku yang terkait.
Hasil dan pembahasan: Penerapan teknologi informasi dengan pembuatan Sistem Informasi Peta Konflik (SIPELIK) dapat membantu pemetaan potensi konflik yang ada di Provinsi Bali yang dapat berupa database pengelolaan data konflik. Sistem ini akan memberikan solusi pengumpulan data konflik yang dapat dilakukan secara real time dan lebih lengkap.
Implikasi: SIPELIK dapat berperan dalam pengelolaan data konflik di Provinsi Bali sehingga dapat membantu mencegah dari adanya konflik di daerah
Climbers’ Behavior in Reducing Environmental Damage at Mount Batur
Purpose: This study aims to determine behavior of climbers and to find out the efforts made by the tracking manager to minimize environmental damage caused by climbing or tracking activities as well as maintaining personal safety for climbers in Mount Batur area, Bangli, Bali.
Research methods: This study used a qualitative descriptive method. Apart from being a literature study, this research uses observation, in-depth interviews, and documentation.
Result and discussion: The results of the study show that the climbers who often say they are nature lovers have awareness of environmental sustainability starting from being aware of the garbage around and complying with the regulations that have been made by the manager to avoid environmental damage and maintain their own safety so that unwanted events in the climbing process can be avoided.
Implications: The results of this study are expected to be used as parameters in decision making for the managers of the Mount Batur area and it is also hoped that climbers can jointly maintain and comply with existing regulations for the preservation of this mountain
Callaccitra Undagi Mahottama: A Documentary Film on “Undagi” Bali as a Cultural Heritage Digital Repository Content
Abstract
Purpose: A film entitled Calaccitra Undagi Mahottama (CUM) is used as a model for documenting cultural actors, as a starting point and inspiration for the development of a culture-based creative industry, as suggestions on synergies between villages, local governments, educational institutions, and centers in cultural conservation with digital cultural heritage repositories.
Research methods: This descriptive research empirically examines objects with a qualitative-analytic approach. The research inductively dissects the film CUM as a case object, from concept to process, and then synthesizes a documentary film formulation as a solution to preserving Balinese culture through RDWB.
Findings: Synergy Scheme Map of the Village Video Movement with the Cultural Heritage Digital Repository, with CUM movie as a pilot project. The position of CUM\u27s documentary films is to prioritize cultural preservation through biographical historical information with a historical approach. Bali needs more data collection on cultural resource assets in villages that still need to be appointed.
Implication: The position of the Provincial Government of Bali is to be the leading actor, apart from being the initiator and also the leading actor in the process, supported by educational institutions and related social institutions as cultural curators.Abstract
Purpose: A film entitled Calaccitra Undagi Mahottama (CUM) is used as a model for documenting cultural actors, as a starting point and inspiration for the development of a culture-based creative industry, as suggestions on synergies between villages, local governments, educational institutions, and centers in cultural conservation with digital cultural heritage repositories.
Research methods: This descriptive research empirically examines objects with a qualitative-analytic approach. The research inductively dissects the film CUM as a case object, from concept to process, and then synthesizes a documentary film formulation as a solution to preserving Balinese culture through RDWB.
Findings: Synergy Scheme Map of the Village Video Movement with the Cultural Heritage Digital Repository, with CUM movie as a pilot project. The position of CUM\u27s documentary films is to prioritize cultural preservation through biographical historical information with a historical approach. Bali needs more data collection on cultural resource assets in villages that still need to be appointed.
Implication: The position of the Provincial Government of Bali is to be the leading actor, apart from being the initiator and also the leading actor in the process, supported by educational institutions and related social institutions as cultural curators
Krama Bali "Let Go": Menjadi Masyarakat Melek Teknologi dan Informasi
Tujuan: Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari teknologi informasi, untuk dapat lebih melek dalam memanfaatkan teknologi informasi khususnya dalam masyarakat Bali.
Metode penelitian: Penelitian ini bersifat kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang didapatkan melalui observasi, dan studi kepustakaan kepada beberapa sumber yang tersedia, seperti jurnal, laporan-laporan, buku-buku yang terkait dan mendukung dari penelitian ini.
Hasil dan pembahasan: Dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi informasi ini terkadang tidak dirasakan secara langsung dan berlangsung begitu saja tanpa adanya kesadaran diri untuk melakukan evaluasi terhadap cara dalam pemanfaatan teknologi informasi.
Implikasi: Penguasaan terhadap pengoperasian teknologi wajib didukung dengan mulat sarira atau sebuah proses pencerminan diri sebelum berlaku ke orang lain. Melek teknologi dan informasi dapat membawa kedamaian dan kesejahteraan dalam bermasyarakat
Tugek Character in Topeng Carangsari
Purpose: Tugek is one of the characters in the prembon mask dance drama in Carangsari Village, Badung Regency, Bali. Luh Manik or popular as Tugek is a character who becomes the center of attention, because the message to be conveyed is delivered with a fresh joke.
Research methods: This study aimed to examine Tugek character in the performance of Tugek Carangsari prembon mask dance drama. It uses qualitative methods, namely researchers collect data, process data, analyze data and then analyze descriptively interpretively.
Result and discussion: The results shows that the character in Tugek Carangsari prembon dance drama performance used the TAT-SAT-SAT-TAT formula, which means “tatwa e anggo satwa, satwa e apang nyak metatwa” (tatwa/philosophy is used as a story so that the story contains tatwa).
Implications: Tugek character can be seen from the variety of movements, fashion, make-up, musical accompaniment, dialogue, vocals/gending, performance structure and the time and place of the performance
Penciptaan Tari Rejang Pakuluh sebagai Sebuah Transformasi Prosesi Upacara “Mendak Tirta”
Tujuan: Tari Rejang Pakuluh diciptakan dengan tujuan memperkaya perbendaharaan tari Rejang yang bisa dipentaskan di mana saja dan kapan saja dalam upacara Dewa Yadnya dan sebagai usaha kreatif untuk ikut melestarikan dan mengembangkan tari-tari tradisional Bali, dan menciptakan tari yang bertemakan ritual dengan mengedepankan ekspresi kehendak dan tetap mempertahankan makna dari tari rejang.
Metode penelitian: Kajian ini menggunakan analisis data secara analisis deskriptif dengan pendekatan kualiatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi literatur.
Hasil dan pembahasan: Tari Rejang Pakuluh merupakan tari upacara/ritual mendak tirta untuk menyambut kedatangan pakuluh (tirta/air suci) dari berbagai pura di Bali. Dengan gerak tari yang sederhana, ditarikan oleh 8 orang penari wanita dan lebih mengutamakan ekspresi kehendak serta unsur persembahan kepada Dewa. Tari Rejang Pakuluh berkaitan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa apa yang menjadi kehendak Dewa telah diwujudkan, sehingga temuan utamanya bahwa tari Rejang Pakuluh memang sebagai persembahan kepada Dewa dengan berbagai unsur yang mendukungnya.
Implikasi: Tarian ini dipentaskan untuk melengkapi rangkaian upacara agama Hindu, dipentaskan di areal pura yang diiringi dengan Gamelan Gong Gede sesuai panggilan hati dan kewajiban untuk melestarikan tarian upacara yang sangat erat kaitannya sebagai sarana pelaksanaan upacara Yadnya