Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI MEDIA PERMAINAN
Anak sekolah dasar memiliki masalah karies gigi karena kurangnya pengetahuan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dengan adanya media promosi sebagai alat bantu belajar bagi anak meningkatkan minat anak dalam menyimak edukasi kesehatan gigi, sehingga pengetahuan dapat meningkat. Tujuan: Menjelaskan berbagai macam media permainan tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah dasar ditinjau dari media permainan, dan menjelaskan peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan literature review yang diperoleh dari 3 database yaitu google scholar, sematic scholar, dan wiley diterbitkan 5 tahun terakhir didapatkan sebanyak10 artikel. Hasil: Berbagai macam media promosi yang digunakan pada anak sekolah dasar seperti: media lihat (permainan kartu, ular tangga, dan monopoli,) dan media lihat dengar (smart dental box). Dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak sekolah dasar
MOTIVASI IBU DALAM MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KARIES GIGI ANAK PRASEKOLAH
Pada anak usia prasekolah pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut masih membutuhkan peran orang tua terutama ibu. Motivasi orang tua terutama ibu sangat diperlukan dalam membimbing dan memberikan perhatian yang lebih dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut agar anak tidak mengalami karies. Masalah dalam penelitian ini yaitu tingginya kejadian karies gigi di TK Muslimat NU V Ambat Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi ibu dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi anak prasekolah di TK Muslimat NU V Ambat Kabupaten Pamekasan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian analitik cross sectional. Penelitian dilaksanakan di ruangan kelas TK Muslimat NU V Ambat Kabupaten Pamekasan. Sampel dalam penelitian ini seluruh ibu dari anak TK Muslimat NU V Ambat Kabupaten Pamekasan sebanyak 50 responden. Teknik analisa data yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-Square didapatkan hasil P (0,030) < 0,05, nilai ini menunjukkan H0 ditolak. Kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara Motivasi ibu dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi anak prasekolah di TK Muslimat NU V Ambat Kabupaten Pamekasan
EFEKTIVITAS PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA FLIPCHART DAN POSTER DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT (Pada Anak SD Kelas V di SDN Sokobanah Daya 1 Sampang)
Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Prioritas kesehatan gigi pada anak-anak dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut masih sangat rendah. Faktor yang mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut salah satunya pengetahuan menyikat gigi meliputi frekuensi menyikat giginya, cara menyikat gigi, serta bentuk sikat gigi yang digunakan. Berdasarkan dari hasil survey awal diketahui sebanyak 18 siswa memiliki pengetahuan kurang ≤56%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan menggunakan flipchart dan poster dalam meningkatkan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut pada anak SD kelas V di SDN Sokobanah Daya 1 Sampang. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan teknik purposive sampling, jumlah responden sebanyak 93 siswa. Penelitian dilakukan di SDN Sokobanah Daya 1 Sampang dan SDN Bira Tengah 1 Sampang pada bulan februari 2022. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian terdapat peningkatan pengetahuan menggunakan flipchart dan poster, flipchart lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan kebersihan gigi dan mulut pada anak SD kelas V di SDN Sokobanha Daya 1 Sampang.
ANALISIS KEJADIAN ISPA PADA ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA PEROKOK DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS X KOTA PALEMBANG
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Tingkat mortalitas sangat tinggi pada balita, anak dan lansia terutama di negara berkembang. dengan presentase sebesar 25%-30%. Tujuan Penelitian: Menganalisa hubungan Jenis kelamin, Luas Ventilasi, kepadatan hunian, dan kebiasaan merokok dalam rumah dengan kejadian ISPA pada anak. Metode: Desain Penelitian dengan pedekatan kuantitatif cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang memiliki anak yang berobat kepuskesmas X. Analisa data univariat, dan bivariat didapatkan responden mengalami ISPA yaitu 51 responden (71.8%),48 responden (67.6%) dengan ventilasi yang tidak memenuhi syarat, 50 responden (70.4%) kepadatan hunian yang padat, 67 responden (94.4%) anggota keluarga merokok, 38 responden (53.5%) kelembaban tidak memenuhi syarat. Ada hubungan yang bermakna antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA didapatkan pValue=0.000 < dari nilai α=0.05, OR=9.182. Ada Hubungan bermakna antara Keadaan Ventilasi dengan kejadian ISPA didapatkan pValue=0.002 < dari nilai α=0.05, OR=7.711. Ada Hubungan bermakna antara Anggota Keluarga Merokok dengan kejadian ISPA didapatkan pValue=0.032 < dari nilai α=0.05. Tidak Ada Hubungan bermakna antara Kelembaban Udara dengan kejadian ISPA didapatkan pValue=0.876 > dari nilai α=0.05
PERBEDAAN PENGETAHUAN KARIES GIGI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI PADA SISWA KELAS IV,V,VI ( Study di SDN Ledok Kulon 3 Bojonegoro)
Tingginya prevalensi karies gigi siswa SDN Ledok Kulon 3 Bojonegoro menunjukkan indeks DMF-T tinggi yaitu sebesar 6,5. Menurut WHO dalam Gayatri (2017), indeks DMF-T tinggi adalah pada rentang 4,5-6,5. Karies gigi membawa dampak buruk yang dapat mempengaruhi kualitas hidup anak. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut demi meningkatkan kesehatan oral yang optimal, salah satunya dengan melakukan promotif. Tujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan tentang tingginya karies gigi dengan menggunakan media video animasi pada siswa kelas IV,V,VI SDN Ledok Kulon III Bojonegoro tahun 2022. Pengumpulan data yang digunakan adalah pretest – postest. Jenis penelitian ini yaitu true eksperimen dengan jumlah sasarannya 30 siswa, teknik analisi data dengan menggunakan Mc Nemar. Hasil penelitian ada perbedaan pengetahuan siswa tentang karies gigi pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah diberi intervensi menggunakan video animasi dengan P Value 0,000 , P < 0,05. Kesimpulan Terdapat perbedaan yang antara video animasi dengan pengetahuan siswa SDN Ledok Kulon III Bojonegoro
KARAKTERISTIK FAKTOR RISIKO REMAJA PUTRI TERKAIT DENGAN KEJADIAN DISMENOREA
Latar belakang : desminorea adalah nyeri saat haid, biasanya dengan rasa kram dan terpusat diabdomen. Hampir semua perempuan mengalami nyeri pada saat haid, nyeri haid yang dialami biasanya terbatas pada bagian perut bagian bawah, tetapi dapat pula menyebar kebagian pinggang, paha atau kaki. Rendahnya pengetahuan tentang penangaan desminorea pada remja putri di SMA negeri 01 OKU Baturaja Tujuan : untuk mengetahui distribusi frekuensi karakteristik faktor resiko kejadian derminorea pada remaja putri disma negeri 01 OKU Baturaja. Metode penelitian : Penelitian ini mengunakan metode analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi sma negeri 01 oku baturaja yang berjumlah 231 responden. Metode pendekatan waktu yang digunakan adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampling secara proportional stratified random sampling. Hasil penelitian : pada analisis bivariat didapatkan ada hubungan faktor kejadian desminorea pada saat menstruasi untuk variable karakteristik faktor kejadian desminorea pada remaja putri dengan hasil p value sebesar 0,514. Kesimpulan dan saran : Ada hubungan faktor resiko kejadian desminorea pada siswi SMA Negeri 01 Oku baturaja. Kurangi minuman yang bersoda atau makan-makanan yang mengandung fastfoo
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG KARIES GIGI PADA ANAK USIA DINI DITK DEWI MASYITHOH UMBULSARI JEMBER
Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya karies gigi dimana merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut di TK Dewi Masyhitoh Umbulsari Jember, termasuk sekolah TK dalam program UKGS yang sudah dibina oleh Puskesmas Paleran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan orang tua anak usia dini tentang karies gigi di TK Dewi Masyithoh Umbulsari-Jember. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu penyebaran angket berupa kuisioner dengan sasaran 28 responden orang tua anak usia dini di TK Dewi Masyithoh. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menghitung rata-rata jawaban berdasarkan sekoring setiap jawaban dari responden. Jumlah seluruh jawaban yang di peroleh dari responden dihitung dalam bentuk presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua tentang karies gigi yaitu cukup baik dan perlu ditingkatkan lagi serta perlu adanya tambahan pengetahuan pada orang tua anak usia dini. Kesimpulan dari hasil penelitian tingkat pengetahuan orang tua anak usia dini di TK Dewi Masyhitoh tentang karies gigi dalam kategori cukup
PENGETAHUAN LANSIA TENTANG KEHILANGAN GIGI DI PUSKESMAS WISMA INDAH BOJONEGORO
Kehilangan gigi merupakan suatu keadaan lepasnya satu atau lebih gigi dari soketnya atau tempatnya, yang terjadi karena disebabkan oleh penyakit pada jaringan periodontal. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya persentase lansia yang memiliki gigi berfungsi optimal di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan kehilangan gigi pada lansia di Puskesmas Wisma Indah Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jumlah populasi yaitu sebanyak 58 lansia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui pengisian lembar kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah data diolah kemudian di rata-rata hasilnya dibuat persentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan lansia di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro tentang kehilangan gigi termasuk dalam kategori kurang
PENGARUH PENDIDIDKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENCEGAHAN HIV/AIDS DI SMP 03 SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2022
Berdasarkan World Health Organization diketahui bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit global yang terus mengalami peningkatan di seluruh dunia dikarenakan penyakit HIV adalah sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan berlanjut ketahapan lebih serius yaitu AIDS yang dapat menyebabkan infeksi-infeksi lainnya. Secara keseluruhan Dammpak yang dapat timbul dari orang yang terinfeksi virus HIVAIDS dimana menurunnya kekebalan tubuh secara berangsur-angsur, penurunan berat badan secara drastis/signifikan dan kondisi tubu seseorang semangkin melemah/menurun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pra eksperimen dengan meranncang One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Desember 2021. Sebanyak 25 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner analisa data menggunakan uji Wilcoxon. dengan Analisa data meliputi univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh dimana tingkat pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan paling besarpada kategori cukup sebesar 60,0% dan setelah dilakukan pendididikan kesehatan tingkat pengetahuan responden paling besar pada kategori baik sebesar 56,0%. Analisa data menunjukkan nilai p value 0,003<0,05 didapatkan nilai p lebih kecil dari α maka dikatakan hipotesis penelitian diterima. Diharapkan bagi pihak sekolah agar lebih mendudkung program dalam meningkatkan pengetahuan siswa dalam mendapatkan informasi tentang HAIVAIDS dengan cara melakukan kerja sama dengan pihak terkait dinas terkait dan pihak pihak puskesmas terdekat dalam memberikan informasi cara pencegahan hubungan seksual agar samapai tertular HIVAIDS
KAJIAN KASUS PADA BAYI DI BAWAH USIA 2 TAHUN DENGAN STUNTING
Latar Belakang : Balita Pendek (Stunting) merupakan status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek / stunted) dan <-3 SD (sangat pendek/severely stunted). (Kemenkes RI, 2020). World Health Organization (WHO) menyebutkan stunting dapat menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka Panjang bagi seorang anak. Hasil Angka Stunting di Desa Cieunteung Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang sebanyak 7 orang. (Puskesmas Darmaraja, 2021). Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Di Bawah Usia 2 Tahun (Baduta) Dengan Stunting. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah study kasus dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan menurut Helen Varney. Record asuhan dalam bentuk SOAP (Subjektif, Objektif, Analisa, Penatalaksanaan). Hasil Penelitian : Pengkajian dilakukan memperoleh data subjektif dan objektif, selanjutnya maka menganalisa data yang diperoleh dari langkah pertama, dari Analisa data dapat merumuskan diagnose atau masalah kebidanan. Didapatkan diagnose An.A umur 21 Bulan dengan Stunting dan Underweight (Berat Badan Kurang). Dilakukan penatalaksanaan sesuai dengan Permenkes No.39 Tahun 2016, alur MTBS, Pendidikan Kesehatan mengunakan Buku KIA. Setelah melakukan asuhan selama 4 kali intervensi diperoleh perubahan pengetahuan keluarga, perubahan pola asuh, perbaikan pola nutrisi dan peningkatan BB Anak A