Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
Not a member yet
    195 research outputs found

    KECEMASAN SISWA KELAS 1-4 SD TERHADAP TINDAKAN PENCABUTAN GIGI SDN SEDATIGEDE 2 SIDOARJO TAHUN 2022

    Get PDF
    Masalah : dalam penelitian ini yaitu tingginya persentase penolakan tindakan pencabutan gigi anak SDN Sedatigede 2 Sidoarjo Tahun 2022 karena takut. Tindakan cabut gigi harus dilakukan hati-hati dengan traumatik seminimal mungkin agar pasien yang dilakukan cabut gigi tidak merasa takut. Perasaan takut yang muncul dapat memicu rasa cemas sehingga pasien menolak untuk dilakukan cabut gigi. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh kecemasan anak terhadap tingginya persentase penolakan dalam tindakan pencabutan gigi di SDN Sedatigede 2 Sidoarjo. Metode Penelitian, Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik, Responden dalam penelitian ini yaitu 83 siswa yang mempunyai indikasi pencabutan gigi. Metode pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji chi-square dengan pendekatan cross-sectional. Hasil Penelitian yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan anak terhadap tindakan pencabutan gigi pada siswa SDN Sedatigede 2 Sidoarjo

    PENGARUH KONSUMSI TABLET FE DENGAN AIR JERUK TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB IBU HAMIL

    Get PDF
    Wanita hamil mengalami perubahan pertambahan sel darah yang tidak sehingga terjadi hemodilusi. Apabila kebutuhan zat besi tidak terpenuhi dapat mengakibatkan anemia. Untuk mencegahnya, ibu hamil harus mengkonsumsi zat penambah darah berupa zat besi (tablet Fe). Untuk membantu mengikat zat besi dibutuhkan vitamin C. Vitamin C terbukti dapat mempercepat  penyerapan tablet Fe sekitar 30% lebih cepat dari biasanya. Vitamin C alami yang tersedia dan mudah didapatkan adalah air jeruk. Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh konsumsi tablet Fe dengan air jeruk terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil. Penelitian bersipat Quasi Eksperiment dengan rancangan pretest-posttest one group design. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester 2 di wilayah kerja Bidan B Desa Cikadu sebanyak  15 orang, dan pengambilan sampel melalui teknik total sampling. Proses pengumpulan data, hari pertama peneliti melakukan pengecekan kadar Hb. Hari ke 2-7 peneliti mengobservasi mengkonsumsi air jeruk dan tablet Fe. Hari ke-8, dilakukan pengecekan kadar Hb lagi. Analisa data menggunakan uji statistik t-test (Independent). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Hb sebelum mengkonsumsi Fe dan jeruk ada pada kategori ringan 10 orang (66,7%), setelah mengkonsumsi Fe dan air jeruk terdapat peningkatan kadar Hb sebanyak 14 orang (93.33%), hasil analisis menggunakan t-test, nilai p-value adalah 0,025 (<0,05), sehingga menunjukan ada pengaruh yang bermakna antara konsumsi tablet fe dengan air jeruk dengan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil. Dari hasil penelitian ini, disarankan bagi ibu hamil selalu mengkonsumsi makanan yang  mengandung vitamin C tinggi supaya bisa membantu penyerapan zat besi ketika ibu mengkonsumsi tablet Fe

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 DENGAN MINAT PEMERIKSAAN GIGI DI FASILITASKESEHATAN PADA SISWA KELAS IV DAN V SDN MATENGGENG 02 KABUPATEN CILACAP

    Get PDF
    Covid-19 adalah penyakit menular yang diakibatkan infeksi virus coronavirus jenis baru. Penyakit ini diketahui muncul pertama kali di Wuhan, Cina pada Desember 2019. Menjaga atau meningkatkan kesehatan umum harus dilakukan, termasuk kebersihan gigi dan mulut. Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 menunjukan bahwa proporsi masalah gigi dan mulut sebesar 57,6% dan yang mendapat pelayanan dari tenaga medis gigi sebesar 10,2%. Upaya dalam melakukan pelayanan kesehatan gigi dan mulut sangat dibutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang covid-19 dengan minat pemeriksaan gigi di fasilitas Kesehatan pada siswa kelas IV dan V SDN Matenggeng 02 Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 43 sampel yang dipilih berdasarkan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang covid-19 dan minat pemeriksaan gigi di fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 48,8% sampel memiliki tingkat pengetahuan tentang covid-19 sedang dan 55,8% sampel memiliki minat pemeriksaan gigi di fasilitas kesehatan yang baik. Uji korelasi Spearman didapatkan hasil p value= 0,027 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang covid dengan minat pemeriksaan gigi di fasilitas kesehatan

    PENGETAHUAN TENTANG PENAMBALAN GIGI SISWA KELAS V SDN BRINGINBENDO 1 KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2021

    Get PDF
    Penambalan gigi merupakan suatu tindakan perawatan dengan meletakkan bahan tambalan pada karies gigi yang sudah dibersihkan melalui pengeboran untuk mengembalikan fungsi gigi seperti semula. Diketahui bahwa angka penambalan gigi (PTI) siswa kelas V SDN Bringinbendo 1 Surabaya adalah 3,1 dengan kategori rendah. Maka, masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya angka persentase penambalan gigi (performance treatment index) pada siswa kelas V SDN Bringinbendo 1. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penambalan gigi siswa kelas V SDN Bringinbendo 1 Kabupaten Sidoarjo Tahun 2021. Metode penelitian: jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Jumlah sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Bringinbendo 1 yang berjumlah 72 siswa. Pengumpulan data diperoleh melalui pengisian lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan merekap hasil jawaban responden kemudian mengelompokkan jawaban responden sesuai dengan tujuan khusus. Jumlah seluruh jawaban benar yang diperoleh dari responden dihitung rata-ratanya (mean) kemudian dipersentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang penambalan gigi siswa kelas V SDN Bringinbendo 1 Kabupaten Sidoarjo Tahun 2021 termasuk dalam kategori cukup

    PENGETAHUAN IBU TENTANG KARIES GIGI ANAK TK PERTIWI KEREPKIDUL BAGOR NGANJUK

    Get PDF
    Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Jika kesehatan gigi dan mulut terganggu maka bisa berpengaruh terhadap kesehatan tubuh sehingga mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak-anak yaitu gigi berlubang. Masalah penelitian dalam penelitian ini adalah tingginya karies gigi pada anak TK Pertiwi Kerepkidul Bagor Nganjuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang karies gigi dengan terjadinya karies gigi pada anak TK Pertiwi Kerepkidul, Bagor, Nganjuk. Metode penelitian dalam penelitian ini dengan menggunakan lembar kuesioner untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap karies gigi pada anak TK Pertiwi Kerepkidul. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang karies gigi termasuk dalam kategori cukup (61,8 %)

    PERBEDAAN KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA (DENTAL POP-UP BOOK) SISWA SDI AN-NUR SURABAYA

    Get PDF
    Masalah: Anak usia sekolah dasar rentan mengalami masalah kesehatan gigi dikarenakan kurang mengtahui cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI 2018 prevalensi perilaku menyikat gigi dengan benar sebesar 2,8%. Tujuan: Mengetahui perbedaan keterampilan cara menyikat gigi dengan menggunakan media dental pop-up book siswa SDI An-Nur Surabaya. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan rancangan pre dan post test desain dengan sasaran penelitian 131 siswa SDI An-Nur Surabaya. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test hasil yang signifikan (ρ < 0,05). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan keterampilan menyikat gigi dengan menggunakan  media dental pop-up book

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI UPTD PUSKESMAS SUKARAYA KABUPATEN OKU TAHUN 2021

    Get PDF
    Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat dan merupakan penyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia. Di Indonesia, diare merupakan penyakit endemis dan penyakit potensial kejadian luar biasa yang sering berhubungan dengan kematian. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, pada tahun 2018 jumlah penderita diare pada balita sebanyak 2.271 kasus (30,2%) dari perkiraan 7.515 kasus. Data 10 penyakit terbanyak Di UPTD Puskesmas Sukaraya selama Januari sampai April 2021 tercatat kasus diare pada balita sebesar 68 kasus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian Diare pada balita di UPTD Puskesmas Sukaraya Kabupaten OKU tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang membawa balitanya berkunjung di Balai Pengobatan UPTD Puskesmas Sukaraya dengan rata-rata kunjungan perbulan adalah 115 ibu dengan besar sampel total populasi.Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Berdasarkan analisis univariat terdapat terdapat sebanyak38 (33%) responden balitanya yang mengalami diare, sebanyak 51 responden (44,3%) pengetahuan  kurang baik, sebanyak 49 responden (42,6%) dengan kebiasaan menjaga kebersihan peralatan makan tidak memenuhi syarat, sebanyak 66 responden (57,4%) dengan kategori tidak cuci tangan dan sebanyak 60 (52,1%) responden dengan penyajian susu formula tidak memenuhi syarat. Hasil analisis bivariat menunjukkan  bahwa, ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian diare pada balitadengan p value 0,000,  ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan menjaga kebersihan peralatan makan dengan kejadian diare pada balita dengan p value 0,000, ada hubungan yang bermakna antara antara kebiasaan cuci tangan dengan kejadian diare pada balitadengan p value 0,000 dan ada hubungan yang bermakna antara penyajian susu formula dengan kejadian diare pada balita dengan p value 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, kebiasaan menjaga kebersihan peralatan makan, kebiasaan cuci tangan dan penyajian susu formula  dengan kejadian diare pada balita

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA DI POLI KLINIK RSUD BAYUNG LENCIR TAHUN 2021

    Get PDF
    Pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran non kanker (noncancerous) dari kelenjar prostat (prostate gland) yang dapat membatasi aliran urine (kencing) dari kandung kemih (bladder). Keluhan utamanya adalah retensi urin atau sulit untuk berkemih dan itu dirasakan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan  kualitas hidup sekitar sepertiga pria yang berusia lebih dari 50 tahun. Penduduk Indonesia yang berjumlah 200 juta lebih diperkirakan ada 2,5 juta laki-laki Indonesia yang menderita Benigna Prostat Hiperplasia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian benigna prostat hyperplasia. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian ini adalah seluruh responden dengan benigna prostat hiperplasia di poliklinik RSUD Bayung Lencir tahun 2021 yang diambil dengan teknik total sampling secara accidental sampling berjumlah 89 responden. Data di ambil dengan data sekunder dan data primer. Data di Analisis dengan uji statistic Chi Square dengan kemaknaan atau α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan usia berhubungan dengan kejadian BPH (p=0,030), jenis kelamin berhubungan dengan kejadian BPH (p=0,005), riwayat penyakit DM berhubungan dengan kejadian BPH (p=0,000) dan riwayat merokok berhubungan dengan kejadian BPH (0,004). Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar Petugas Kesehatan dapat memberikan edukasi tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit BPH agar dapat menjaga kesehatannya

    HUBUNGAN ANTARA SOSIAL EKONOMI DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA YANG DATANG BEROBAT DI PUSKESMAS MAHA PRANA LUBUK LINGGAU

    Get PDF
    Diare masih merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak di Negara berkembang. Di dunia terdapat 6 juta balita yang meninggal tiap tahunnya karna penyakit diare. Ada beberapa hal yang berhubungan dengan kejadian diare seperti pengetahuan, umur, pendidikan, pekerjaan, lingkungan, gizi, dan sosial ekonomi. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan antara Sosial Ekonomi dan Pendidikan Ibu dengan Kejadian Diare Pada Balita yang datang berobat di Puskesmas Maha Prana Lubuk Linggau Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana variabel independen (sosial ekonomi dan pendidikan ibu) dengan variabel dependen (kejadian diare) dikumpulan secara bersamaan. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode Random Sampling dengan pendekatan systematic sampling. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak balita yang berkunjung ke Puskesmas Sosial Palembang pada tahun 2021, dengan besar sampel sebanyak 177 responden. Penelitian ini dilakukan Bulan Mei tahun 2021 dan dilakukan pengumpulan data dengan bantuan check list, setelah itu diolah dan kemudian di analisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian dari 177 responden yang mengalami diare sebanyak 56,6%, dan tidak diare sebanyak 43,5%, ibu dengan status ekonomi tinggi sebanyak 63,3%, dan rendah sebanyak 36,7%, dan ibu dengan pendidikan tinggi sebanyak 59,3%, dan rendah sebanyak 40,7%. Dari analisis didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status ekonomi dengan kejadian diare pada balita dimana p Value = 0,000 < 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kejadian diare pada balita dimana p Value = 0,000 < 0,05. Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan penyuluhan tentang pencegahhan diare dalam upaya menurunkan angka kejadian diare

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ORANGTUA DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK TUNAGRAHITA

    Get PDF
    Masalah kesehatan gigi dan mulut yang mempunyai resiko paling tinggi salah satunya adalah anak tunagrahita, mereka memiliki kekurangan untuk melakukan pembersihan gigi sendiri yang optimal. Kebersihan gigi dan mulut pada anak tunagrahita dan didapat 10% dengan kriteria baik, 40% kriteria sedang dan 50% kriteria buruk. Tujuan : Mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Kebersihan Gigi Orangtua Dengan Status Kebersihan Gigi Anak Tunagrahita Di Slb Negeri Cineam Kabupaten Tasikmalaya. Metode :  Penelitian observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan dilaksanakan di SLB Negeri Cineam Kabupaten Tasikmalaya,  dengan responden 30 anak tunagrahita dan 30 orang tua  dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan pemeriksaan OHI-S. Teknik analisa menggunakan uji korelasi gamma. Hasil : Pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut sebagian besar berada pada kategori sedang 73,3%, dan hasil obervasi pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) pada anak tunagrahita sebagian besar pada kategori sedang 66,7%. Hasil uji statistik korelasi gamma diperoleh nilai probabilitas (ρ value) = 0,020, dan nilai korelasi sebesar 0,426 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi moderat (cukup kuat). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara antara tingkat pengetahuan kebersihan gigi orangtua dengan status kebersihan gigi anak tunagrahita di SLB Negeri Cineam Kabupaten Tasikmalay

    190

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇