Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
Not a member yet
    195 research outputs found

    POLA MAKAN KARIOGENIK PADA SISWA KELAS 1 MI

    Get PDF
    Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dialami oleh anak usia sekolah. Anak pada usia 6-14 tahun merupakan kelompok usia kritis tentang kesehatan gigi dan mulut, karena pada usia tersebut terjadi fase pergantian antara gigi susu ke gigi permanen. Salah satu faktor penyebab karies adalah konsumsi makanan. Makanan yang mengandung gula banyak terkandung dalam jajanan yang dikonsumsi anak sekolah. Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya presentase karies siswa kelas 1 MI Islamiyah Muhammadiyah 2 Sempu Kabupaten Banyuwangi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola makan kariogenik pada siswa kelas 1 MI Islamiyah Muhammadiyah   2 Sempu Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, sasaran dalam penelitian ini 30 orang yaitu seluruh siswa kelas 1 MI Islamiyah Muhammadiyah 2 Sempu Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menghitung rata – rata jawaban dari responden. Jumlah seluruh jawaban yang diperoleh dari responden dikemudian dipresentasekan lalu dikategorikan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pola makan kariogenik pada siswa kelas 1 MI Islamiyah Muhammadiyah 2 Sempu Kabupaten Banyuwangi termasuk dalam kriteria baik

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA UMUR 10-18 BULAN

    No full text
    Imunisasi sangat diperlukan agar proses tumbuh  kembang anak tidak terganggu dan setiap orang tua harus memahami  imunisasi yan diberikan pada anak. Salah suatu Upaya imunisasi untuk meningkatkan kekebalan anak atau balita secara aktif terhadap suatu antigen dan tidak terjadi penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita umur 10-18 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Besulutu Kabupaten Konawe. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita umur 10-18 bulan yang ada di lokasi penelitian yang tercatat dari Januari sampai Agustus 2020,  yaitu sebanyak 239 orang. Besar sampel dalam penelitian ini berjumlah 68 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik penarikan sampel proportional random sampling.  Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan 2 variabel yang diteliti memiliki hubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Besulutu yaitu budaya (X2hitung = 5,355, RØ=0,313) dan dukungan suami (X2hitung = 5,773, RØ=0,325). Pengetahuan tidak menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan rendahnya kelengkapan imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Besulutu (X2hitung = 0,767) dan informasi tidak menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan rendahnya kelengkapan imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Besulutu (X2hitung = 0,001). imunisasi merupakan dasar kesehatan masyarakat

    HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK TUNAGRAHITA

    Get PDF
    Peran orang tua sebagai pengasuh sangat besar terhadap perkembangan anak. Pola asuh yaitu bagaimana orang tua mengontrol, membimbing dan mendampingi anak-anaknya untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangannya menuju kedewasaan. Salah satu aspek perkembangan yang harus dipantau adalah perkembangan motorik halus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus pada anak Tunagrahita di SLBN Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah anak tunagrahita dan orang tua di SLBN Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 55 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa univariat dilakukan dengan menggunakan analisis distribusi frekuensi dan analisa bivariat dilakukan dengan menggunakan chi-square. Hasil penelitian univaria menunjukan frekuensi tertinggi tipe pola asuh demokratis sebanyak 28 orang (50,9%) dan perkembangan motorik halus kategori baik yaitu sebanyak 26 orang (47,3%). Sedangkan hasil analisis diperoleh nilai p-value sebesar 0,034 (p<0,05), hal ini berarti terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus anak tunagrahita. Disarankan untuk orang tua menggunakan pola asuh yang sesuai dan memahami kondisi anak karena setiap anak berbeda beda

    PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI YANG BENAR PADA SISWA KELAS I SDN KERTAJAYA 1-207 SURABAYA

    Get PDF
    Karies gigi termasuk persoalan kesehatan di gigi yang kerap terjadi di anak. Salah satu upaya pencegahan karies yakni dengan menggosok gigi secara rutin serta hindari konsumsi makan kariogenik dan lengket. Menyikat gigi wajib dilaksanakan secara tepat agar debris tak tertinggal di sela-sela gigi sehingga tidak memicu gigi lubang terjadi. Masalah penelitian ini yaitu rendahnya jumlah bebas karies gigi siswa kelas I. Tujuan penelitian adalah diketahuinya gambaran pengetahuan menyikat gigi yang benar pada siswa kelas I. Metode penelitian yaitu penelitian deskriptif. Sasaran pada penelitian yakni  siswa kelas I tahun ajaran 2022/2023 yaitu 34 responden. Metode pengumpulan data yakni dengan menggunakan kertas checklist wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menghitung jumlah benar dan salah berdasarkan hasil skoring pada setiap jawaban dari responden kemudian dibuat  rata-rata dan persentase lalu dipaparkan di table. Hasil penelitian memaparkan bahwa pengetahuan tentang waktu dan frekuensi menyikat gigi, cara menyikat gigi yang benar, serta alat dan bahan menyikat gigi pada siswa tergolong kategori kurang. Kesimpulan yaitu pengetahuan menyikat gigi yang benar pada siswa kelas I SDN Kertajaya 1-207 Surabaya termasuk kriteria kurang

    PENGETAHUAN TENTANG KARIES PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 4 DAN 5

    Get PDF
    Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya persentase karies pada anak sekolah dasar kelas 4 dan 5 di SDN Kedungrejo 02 Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang tahun 2022. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang karies pada anak sekolah dasar kelas 4 dan 5 di SDN Kedungrejo 02 Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah responden 43 siswa dari kelas 4 dan 5. Metode pengumpulan data yaitu kuesioner. Teknik yang digunakan untuk penyajian data dalam bentuk tabel. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan tentang karies pada anak sekolah dasar kelas 4 dan 5 termasuk dalam kategori cukup, pengetahuan tentang pengertian karies termasuk dalam kategori cukup, pengetahuan tentang penyebab karies termasuk dalam kategori baik, pengetahuan tentang akibat karies termasuk dalam kategori baik, pengetahuan tentang cara mencegah karies termasuk dalam kategori baik, dan pengetahuan tentang perawatan karies termasuk dalam kategori kuran

    FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TYPHOID

    Get PDF
    Pendahuluan : Penyakit demam thypoid merupakan penyakit yang berada pada usus halus dan dapat menimbulkan gejala terus menerus, ditimbulkan oleh Salmonella thyposa. Penyakit ini erat kaitannya dengan hygiene pribadi dan sanitasi lingkungan, seperti hygiene perorangan, hygiene makanan, lingkungan yang kumuh, kebersihan tempat-tempat umum yang kurang serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung untuk hidup sehat Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional, Data dianalisis dengan rumus uji Chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Masyarakat Kelurahan kemalaraja RT 04 UPTD Puskesmas Kemalaraja sebanyak 389  jiwa. Sampel yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling). berdasarkan rumus yang terdapat dalam buku Iwan Ariawan (2011).sebesar193 Sampel. Hasil: Hasil analisa Univariat kejadian kebiasaan mencuci tangan yang kurang baik sebanyak 48 (24,9%) responden, 145 (75,1%)  responden dengan kategori mencuci tangan sudah baik. Tidak tersedianya tempat pembuangan sampah sebanyak 43 (22,3%) responden, 150 (77,7%)  responden sudah tersedia tempat pembuangan sampah, pengolahan makanan yang tidak baik sebanyak 45 (23,3%) responden,  148 (76,7%) responden dalam kategori pengolahan makanan sudah baik. Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000< (0,05) artinya terdapat hubungan yang bermakna antara Kebiasaan Mencuci Tangan dengan kejadian Demam thypoid , p value 0,000< (0,05) artinya terdapat hubungan yang bermakna antara tempat pembuangan sampah dengan kejadian Demam thypoid, p value 0,001< (0,05). Artinya terdapat hubungan yang bermakna antara Pengolahan Makanan dengan kejadian thypoid. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan, tempat sampah dan pengolahan makanan dengan kejadian demam thypoi

    TINGKAT KEPUASAN PASIEN BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

    Get PDF
    Masalah penelitian ini adalah keluhan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Poli Gigi Puskesmas Duduk Sampeyan. Tujuan penelitian ini adalah untuk diketahuinya tingkatan kepuasan pasien berdasarkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada Poli Gigi di Puskesmas Duduk Sampeyan tahun 2023.Metode penelitian ini bersifat deskrptif. Sasaran penelitian ini adalah 50 pasien yang sudah melakukan perawatan gigi dan mulut di Poli Gigi Puskesmas Duduk Sampeyan yang berada di rentang umur 17-50 tahun. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuisioner. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar cheklist. Teknik analisa data yang dilakukan yaitu dengan mempresentasekan hasil jawaban kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di Poli Gigi Puskesmas Duduk Sampeyan,kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa kepuasan pasien pada dimensi kemampuan termasuk dalam kategori sangat puas (88%), kepuasan pasien pada dimensi ketanggapan termasuk  dalam kategori sangat puas (88%), kepuasan pasien pada dimensi jaminan termasuk   dalam kategori sangat puas (88%), kepuasan pasien pada dimensi peduli termasuk  dalam kategori sangat puas (88%), dan kepuasan pasien pada dimensi tampilan dalam kategori sangat puas (89%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut  di Poli Gigi Puskesmas Duduk Sampeyan termasuk dalam kategori sangat pua

    PERBEDAAN EFEKTIVITAS MENGUNYAH APEL MANALAGI (MALUS SYVESTRIS) DAN PEPAYA CALINA (CARICA PAPAYA L) TERHADAP PENURUNAN DEBRIS INDEKS

    Get PDF
    Latar Belakang: Gigi dan mulut merupakan bagian tubuh yang menunjang proses pencernaan makanan. Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik kebersihan gigi dan mulut perlu diperhatikan. Anak usia sekolah khususnya anak sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut karena umumnya anak tersebut masih mempunyai perilaku atau kebiasaan diri yang kurang menunjang terhadap kesehatan gigi. Masalah  dalam penelitian ini adalah buruknya kebersihan gigi dan mulut siswa kelas III SDN Simolawang KIP/156 Surabaya yang menyebabkan penyakit gigi dan mulut seperti karies gigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas mengunyah buah apel manalagi dan buah papaya calina   terhadap penurunan debris indeks pada siswa kelas III SDN Simolawang KIP/156 Surabaya. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Eksperimen dengan rancangan pretest dan posttest desain. Subjek penelitian terdiri dari 54 siswa, metode pengumpulan data dengan cara observasi. Teknik analisa data yang digunakan uji T tidak berpasangan (independent sample T-test). Hasil: Penelitian ini terdapat perbedaan efektifitas mengunyah buah apel manalagi dan buah papaya calina terhadap penurunan debris indeks, bahwa mengunyah buah apel manalagi  lebih efektif dibandingkan mengunyah buah pepaya calin

    FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASMA PADA BALITA

    Get PDF
    Pendahuluan Penderita asma di seluruh dunia mencapai 400 juta orang, dengan pertambahan 180.000 setiap tahunnya. Prevalensi asma pada anak di Indonesia sudah cukup tinggi, terutama di kota -kota besar hampir mencapai 17%. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur, Asma masuk dalam 10 penyakit terbanyak. Diketahui pada tahun  2019 jumlah penderita Asma sebanyak 1.302 kasus kemudian  pada tahun 2020 menjadi sebanyak 1.314 kasus dan pada tahun 2021 menjadi 1.338 kasus. Puskesmas Rawa Bening pada tahun 2021 jumlah kasus Asma sebanyak 205 kunjungan (1,53%) dari 13.399 kunjungan. Desa Kumpul Rejo pada tahun 2021 jumlah kasus Asma pada balita sebanyak 36 kunjungan (16,8%) kasus dari 214 balita. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan rumah yang berhubungan dengan kejadian Asma pada balita di Desa Kumpul Rejo wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawa Bening Kabupaten OKU Timur tahun 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu balita yang berada di Desa Kumpul Rejo wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawa Bening Kabupaten OKU Timur yaitu sebanyak 140 balita. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil sebanyak 38 (27,1%) balita menderita Asma, sebanyak 52 (37,1%) responden mempunyai kebiasaan menggunakan kayu bakar, sebanyak 73 (52,1%) responden mempunyai kebiasaan merokok dalam rumah, dan sebanyak 54 (38,6%) responden mempunyai kebiasaan menggunakan obat nyamuk bakar. Hasil analisis bivariat menunjukkan  bahwa, ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan menggunakan kayu bakar dengan kejadian Asma pada balita dengan p value 0,000, ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok anggota keluarga dalam rumah dengan kejadian Asma pada balita dengan p value 0,000 dan ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan menggunakan obat nyamuk bakar dengan kejadian Asma pada balita dengan p value 0,002

    TINGKAT PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 1-3 DI SDN 2 SUMBEREJO KABUPATEN TRENGGALEK

    Get PDF
    Kebersihan gigi dan mulut merupakan masalah yang rentang dihadapi oleh kelompok anak usia sekolah dasar. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan anak tentang kebersihan gigi dan mulut antara lain kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut seperti menyikat gigi yang belum tepat. Masalah penelitian ini tingginya nilai OHI-S anak Sekolah Dasar kelas 1-3 di SDN 2 Sumberejo Kabupaten Trenggalek. Tujuan penelitian ini diketahuinya tingkat pengetahuan tentang menyikat gigi anak Sekolah Dasar kelas 1-3 di SDN 2 Sumberejo Kabupaten Trenggalek. Metode Penelitian, jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Jumlah sasaran dalam penelitian ini adalah anak Sekolah Dasar kelas 1-3 di SDN 2 Sumberejo Kabupaten Trenggalek sebanyak 38 anak. Pengumpulan data diperoleh melalui pengisian lembar kuisioner. Teknik analisis data dengan memprosentase dan menyajikan dalam bentuk tabel Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan anak Sekolah Dasar kelas 1-3 di SDN 2 Sumberejo Kabupaten Trenggalek termasuk dalam kategori kurang

    190

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇