Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI FORMALIN DAN BORAKS PADA MIE BASAH DI PASAR GROGOLAN KOTA PEKALONGAN
Mie basah merupakan mie yang mengalami proses perebusan, sehingga kadar air yang terkandung dalam mie basah bisa sampai 52%. Dengan adanya presentase kadar air yang tinggi, mie basah memiliki daya tahan atau keawetan yang cukup singkat. Tujuan dari penelitian ini ialah mengidentifikasi kandungan formalin dan boraks pada mie basah di Pasar Grogolan Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif oservasional dengan sistem metode penelitian yang menggambarkan atau mendeskripsikan tentang suatu keajadian dan bertujuan untuk mengumpulkan data (Notoatmodjo, 2005). Dimana pengumpulan data ini dilakukan dengan pemeriksaan kualitatif formalin dan boraks pada mie basah yang dijualbelikan di Pasar Grogolan Kota Pekalongan. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebanyak 100% dari keseluruhan sampel mie basah mengandung formalin dan sebanyak 0% sampel mie basah mengandung boraks. Hasil ini membuktikan bahwa penjual mie basah masih menggunakan formalin sebagai bahan pengawet untuk pembuatan mie
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN POLI PENYAKIT DALAM
Peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit sesuai dengan amanat Pasal 16 Undang-Undang Kesehatan RI Nomor 36 Tahun 2009 menetapkan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya di bidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien poli penyakit dalam RSUD dr. H. Mohammad Rabain yaitu 1.058 jiwa. Sampel dari keseluruhan populasi yaitu pasien poli penyakit dalam RSUD dr. H. Mohammad Rabain yaitu 282 pasien. Dari hasil analisis di ketahui bahwa proporsi responden yang waktu tunggu pelayanan baik dan pasien puas terhadap pelayanan sebanyak 84,4% lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi responden yang waktu tunggu pelayanan kurang baik dan pasien puas terhadap pelayanan sebanyak 15,6%. Dari hasil analisis table di ketahui bahwa proporsi responden yang kualitas pelayanan memenuhi syarat dan pasien puas terhadap pelayanan sebanyak 86,0% lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi responden yang kualitas pelayanan tidak memenuhi syarat dan pasien puas terhadap pelayanan sebanyak 14,0%. Hasil analisis di ketahui bahwa proporsi responden yang pemberian informasi obat baik dan pasien puas terhadap pelayanan sebanyak 81,7% lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi responden yang pemberian informasi obat kurang baik dan pasien puas terhadap pelayanan sebanyak 18,3%. Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000 < (0,5) yang berarti ada hubungan antara waktu tunggu pelayanan dengan Kepuasan Pasien, Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000 < (0,5) yang berarti ada hubungan antara kualitas pelayanan dengan Kepuasan Pasien, Hasil uji chi square di dapatkan p value 0,000 < (0,5) yang berarti ada hubungan antara pemberian informasi obat dengan Kepuasan Pasien
FAKTOR PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BALITA
Latar Belakang : Kekurangan vitamin A dapat menurukan system kekebalan tubuh balita serta meningkatkan risiko kesakitan dan kematian. Cakupan pemberian vitamin A di Indonesia Tahun 2019. Ada beberapa faktor bayi tidak mendapatkan Vitamin A, hal ini dikarenakan ibu tidak mengetahui akibat yang dapat ditimbulkan apabila bayi kekurangan Vitamin A. Metode : Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan system random sampling dengan jumlah responden 96 ibu yang memiliki balita 6-59 bulan. Uji yang digunakan menggunakan chi square. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 96 orang responden sebanyak (51.0%) ibu yang memberikan vitamin A dan sebanyak (49.0%) ibu yang mempunyai anak usia 6-59 bulan tidak memberikan vitamin A kepada anaknya. Responden yang berpengetahuan tinggi dan anak balita yang diberikan vitamin A sebanyak (64.3%). Sikap positif dan anak balita yang diberikan vitamin A sebanyak (71.4%) serta responden yang bekerja dan anak balita yang diberikan vitamin A sebanyak (71.7%). Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemberian vitamin A pada usia anak 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Beringin Tahun 2023 p-value = 0,001 (p < 0,05). Ada hubungan antara sikap dengan pemberian vitamin A pada usia anak 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Beringin Tahun 2023 p-value = 0,001 (p < 0,05). Ada hubungan antara pekerjaan dengan pemberian vitamin A pada usia anak 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Beringin Tahun 2023 p-value = 0,001 (p < 0,05)
PENGARUH TERAPI MUROTTAL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DAN TINGKAT INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI WERDHA WELAS ASIH KABUPATEN TASIKMALAYA
Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang mengakibatkan perubahan seperti menurunnya daya tahan tubuh. Masalah kesehatan umum pada lansia salah satunya yaitu insomnia. Insomnia adalah menggambarkan dimana seseorang kesulitan untuk tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi murottal al-quran terhadap tingkat kecemasan dan tingkat insomnia pada lansia di Panti Werdha Welas Asih Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian ini menggunakan pre-eksperimental design dengan rancangan one group pre-post test without control, dilakukan dengan cara memberikan pre-test, setelah itu diberikan intervensi, kemudian post-test, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 34 orang. Analisis univariat dan analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil p-value 0,000<0,05 yang artinya terdapat pengaruh terapi murottal al-quran terhadap tingkat kecemasan dan tingkat insomnia pada lansia di Panti Werdha Welas Asih, oleh karena itu perlu dilakukannya kegiatan terapi murotal terhadap lansia secara rutin, untuk mengatasi insomnia pada lansia
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TERHADAP TINDAKAN PENCEGAHAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS
Pengetahuan tentang hipertensi merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh pasien penderita hipertansi khususnya pada lansia atau lanjut usia. Banyak lansia pengetahuannya minim tentang pencegahan hipertensi dikarenakan kemungkinan karena terjadinya proses penuaan juga yang menyebabkan pola pikir dan daya ingat lansia menurun, padahal untuk pencegahan hipertensi ini sikap juga sangat dibutuhkan. Seperti yang diketahui sikap (attitude) adalah perasaan, pikiran dan kecenderungan seseorang yang kurang lebih bersifat permanen mengenal aspek-aspek tertentu dalam lingkunganya. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap lansia terhadap tindakan pencegahan hipertensi. Desain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 September tahun 2022 di Puskesmas 23 Ilir Palembang. Sampel pada penelitian ini adalah lansia di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2022, yang berjumlah 66 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan distribusi frekuensi responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 37 orang (56,1%) dan responden yang memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 29 orang (43,9%). Distribusi frekuensi responden yang memiliki sikap positif sebanyak 50 orang (75,8%) dan responden yang memiliki sikap negatif yaitu sebanyak 16 orang (24,2%). Distribusi frekuensi responden yang memiliki tindakan baik sebanyak 45 orang (68,2%) dan responden yang memiliki tindakan kurang yaitu sebanyak 21 orang (31,8%). Ada hubungan pengetahuan dengan tindakan pencegahan hipertensi (ρ=0,005). Ada hubungan pengetahuan dengan tindakan pencegahan hipertensi (ρ=0,007).Diharapkan agar pihak Puskesmas 23 Ilir Palembang dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang berfungsi untuk memberdayakan bakat serta kemampuan yang dimiliki oleh lansia, dari hasil penelitian ini diharapkan menjadi pertimbangan bagi pihak Puskesmas 23 Ilir Palembang tentang pengetahuan sebagai upaya tindakan pencegahan hipertensi
ASUHAN KEBIDANAN KOMPHERENSIF PADA NY “S” G3P1A1 DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN
Latar belakang: Proses kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan pemilihan metode keluarga berencana (KB) merupakan suatu rantai yang berkesinambungan. Pada umumnya kehamilan, persalinan, nifas dan neonatus merupakan suatu kejadian fisiologi yang normal. Tapi terkadang tidak sesuai dengan harapan. Sebelumnya sulit untuk diketahui bahwa kehamilan, persalinan, nifas dan neonatus yang semula fisiologi berkembang menjadi keadaan patologis dan dapat mengancam jiwa ibu serta bayi, oleh karena itulah akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas diperlukan (Prawirohardjo, 2016).Dalam bentuk studi kasus ini untuk mengeksplorasi masalah asuhan kebidanan pada antenatal care dan bersalin,pada ANC didapatkan HB ibu 9g/dL yang termasuk dalam kategori anemia ringan dan pada asuhan kebidanan bersalin yang dilakukan 20 maret sampai dengan 22 mei 2022. Dengan persalinan pada Ny “ S “ dari kala I sampai kala IV yaitu kala I berlangsung 3 jam 39 menit, kala II 12 menit, kala III 8 menit, kala IV 6 jam enam hari dan didapatkan laserasi perineum derajat 2 yaitu mukosa vagina. Kesimpulan: persalinan pada Ny “ S “ terdapat laserasi perineum derajat 2 dengan penjahitan dengan teknik satu-satu
PENGETAHUAN IBU TENTANG KARIES GIGI PADA ANAK PRASEKOLAH
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, sebab kesehatan mulut dapat mempengaruhi perkembangan umum anak, kesehatan tubuh secara umum dan juga dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Masalah dalam Penelitian ini adalah Tingginya angka karies pada anak TK Dharma Wanita Persatuan Sumberbaru Jember tahun 2022. Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan ibu tentang karies pada anak TK Dharma Wanita Persatuan Sumberbaru Jember tahun 2023. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan pengisian lembar kuisioner. Teknik analisa data penilaian adalah mengunakan persentase yaitu menghitung setiap jawaban benar dari responden. Jumlah seluruh jawaban yang diperoleh dari responden dihitung dalam bentuk frekuensi dan persentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu tentang karies gigi pada anak prasekolah sebesar 69,6% termasuk dalam kategori cukup
GAMBARAN PENGETAHUAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI BARATAJAYA SURABAYA
Karies gigi adalah penyakit pada jaringan keras gigi yang ditandai dengan rusaknya email dan dentin yang disebabkan oleh aktivitas metabolisme bakteri pada plak gigi, yang disebabkan oleh interaksi antara produk mikroorganisme saliva dan bagian yang berasal dari sisa makanan. Masalah pada penelitian ini yaitu tingginya persentase angka karies gigi dalam kategori sedang pada siswa kelas IV SD Negeri Baratajaya Surabaya. Tujuan pada penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan karies gigi pada siswa kelas IV SD Negeri Baratajaya Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Barataya Surabaya berjumlah 94 siswa. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan pengisian kuisioner.Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah persentase lalu di sajikan dalan bentuk tabel. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengetahuan siswa tentang pengertian karies gigi termasuk kriteria cukup
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY “N” DI PRAKTEK BIDAN MANDIRI FEBRIANI SY, AM.KEB
Tujuan penulisan artikel ini adalah memberikan asuhan komprehensif dari masa kehamilan hingga nifas pada Ny. N umur 31 tahun G2P1A0 di PMB Febriani, SY AM.Keb. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan jenis penelitian studi kasus.Pedoman observasi, wawancara dan studi dokumentasi dalam bentuk format Asuhan Kebidanan mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dan nifas sesuai dengan KEPMENKES Nomor 938/MenKes/SK/VII/2007. Hasil asuhan yang diberikan pada Ny. N umur 31 tahun G2P1A0 mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir berjalan dengan lancar serta ibu dan bayi dalam keadaan normal. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pada Ny. N diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan dapat mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian
GAMBARAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA MASYARAKAT YANG MENGKONSUMSI AIR SUNGAI
Masalah Penelitian adalah masih tingginya angka karies gigi pada masyarakat yang masih mengkonsumsi air sungai sebagai air minum dalam sehari-hari. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi kejadian karies gigi pada masyarakat yang mengkonsumsi air sungai. Metode Penelitian ini menggunakan pencarian Literature Review yang dilakukan selama 3 bulan, yaitu pada bulan Agustus sampai Oktober 2021. Sumber data yang didapat berupa artikel jurnal berputasi nasional dengan tema yang sudah ditentukan. Diperolah dari 3 Database yaitu Google Scholar (2016-2021), Microsoft Academia (2016-2021), Garuda Journal (2016- 2021) didapatkan sebanyak 10 artikel yang ditemukan. Sasaran penelitian ini adalah dari berbagai kalangan usia baik perempuan maupun laki-laki. Hasil Penelitian didapatkan bahwa air sungai berpengaruh terhadap kejadian karies gigi, karena air sungai mengandung pH yang asam, kadar fluor yang rendah, dan kurangnya kalsium. Kesimpulan air sungai yang dikonsumsi sebagai air minum oleh masyarakat dapat mengakibatkan terjadinya karies gigi