Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI KARIES GIGI DI DESA PETIKEN, DRIYOREJO, GRESIK TAHUN 2020
Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi (ceruk, fissure dan daerah interproksimal) meluas ke arah pulpa. Karies gigi dapat dialami oleh setiap orang dan dapat timbul pada satu permukaan gigi atau lebih, serta dapat meluas ke bagian yang lebih dalam dari gigi. Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini banyak perubahan, baik hormonal, fisik, psikologis, hingga ligkungan sosial. Menurut Akademi Pediatri Amerika (American Academy of Pediatric Dentistry / AAPD, remaja memiliki kebutuhan yang berbeda, salah satunya memiliki potensi karies yang tinggi. Masalah kesehatan gigi dan mulut dapat berdampak pada penguyahan, kegiatan disekolah, kepercayaan diri, dan perkembangan sosial dikalangan remaja. Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya DMF-T pada remaja di Desa Petiken, Driyorejo, Gresik dengan jumlah keseluruhan 4,7. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan mengenai karies gigi pada remaja di Desa Petiken, Driyorejo, Gresik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jumlah responden 37 remaja di Desa Petiken, Driyorejo, Gresik dengan rentan usia 12-18 tahun. Metode pengumpulan data dengan pengisian kuesioner. Teknik analisis data dengan cara menghitung rata-rata (mean) dalam bentuk persentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa presentase pengetahuan remaja mengenai karies gigi sebesar 54,97%, nilai ini masuk dalam kategori kurang. Persentase tersebut dilihat dari hasil 4 aspek yaitu pengetahuan tentang penyebab karies gigi, pengetahuan tentang akibat karies gigi, pengetahuan tentang pencegahan karies gigi, pengetahuan tentang perawatan karies gigi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN ORANG TUA PADA KARIES GIGI ANAK USIA SEKOLAH 6-12 TAHUN
Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang cukup tinggi dialami di Indonesia dengan prevalensi lebih dari 80%. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak atau berlubang sakit (45,3%). Angka kejadian karies karies gigi pada anak usia sekolah secara nasional pada tahun 2015 adalah 78%. Masalah kurangnya pengetahuan orang tua mengenai kejadian karies Gigi yang menyebabkan anak mengalami Karies Gigi. Tujuan : untuk menjelaskan faktor internal dan faktor ekternal pengetahuan orang tua terhadap terjadinya karies gigi Metode : Systematic Literature Review, sumber data : pencarian artikel diperoleh dari database Google Schoolar (2015-2020), DoAJ (2015-2020), PubMed (2015-2020). Strategi pencarian artikel menggunakan PICOS. Artikel dipilih berdasarkan abstrak atau teks lengkap sebelum dimasukan dalam peninjauan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang akan di review. Hasil : dari hasil 10 literature review artikel didapatkan kesimpulan faktor yang mempengaruhi pengetahuan yaitu faktor internal yang mempengaruhi pengetahuan orang tua yaitu, umur, pengalaman, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan. Faktor Ekternal yang mempengaruhi pengetahuan orang tua yaitu, Informasi dan Sosio budaya dan ekonomi
TINDAKAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG PERAWATAN BEDAH BLUD RS H.M. DJAFAR HARUN KOLAKA UTARA
Tindakan keperawatan mempunyai arti penting baik bagi perawat maupun klien karena dapat meningkatkan kemandirian pada perawat dalam melaksanakan tugasnya karena didalam tindakan keperawatan terdapat metode ilmiah keperawatan yang berupa langkah-langkah proses keperawatan, akan dapat meningkatkan kepercayaan diri perawat dalam melaksanakan tugas. Kepuasan klien atas pelayanan yang diberikan merupakan nilai subjektif terhadap kualitas pelayanan yang diberikan dan diterima oleh klien.
Kepuasan klien atas pelayanan yang diberikan sangat erat kaitannya dengan tindakan keperawatan di ruang dimana ia dirawat. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran tindakan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien di ruang perawatan bedah BLUD RS H.M. Djafar Harun Kab. Kolaka Utara.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini semua pasien yang dirawat di ruang perawatan bedah BLUD RS H.M. Djafar Harun Kab. Kolaka Utara. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan keperawatan sudah terlaksana dengan baik di BLUD RS H.M. Djafar Harun Kab. Kolaka Utara dan hasil penelitian mengenai kepuasan pasien menunjukkan ada kecenderungan pasien menyatakan puas dengan pelayanan yang diberikan. Saran bagi profesi keperawatan perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman perawat mengenai proses keperawatan dan penerapannya dalam merawat pasien di rumah sakit
HUBUNGAN PERILAKU GURU DALAM UPAYA PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK USIA SEKOLAH
Diare merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak diseluruh dunia. Hasil Surveilans Terpadu Penyakit Kabupaten Tolitoli pada tahun 2017, diare menempati urutan ketiga setelah penyakit malaria klinis dan influenza dengan jumlah kasus sebanyak 4.672 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap guru dalam upaya pencegahan diare pada anak di sekolah dasar negeri Kecamatan Dampal Selatan. Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 27 responden. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah acidental sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung kepada responden dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48,1% responden yang memiliki upaya pencegahan diare pada anak kurang baik, 40,7% responden yang memiliki pengetahuan kurang baik dan 48,1% responden yang memiliki sikap kurang menerima. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara pengetahuan (p=0,012<0,05) dan sikap (p=0,012<0,05) guru dalam upaya pencegahan diare pada anak di sekolah dasar negeri di Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Toli-toli. Saran kepada guru sekolah untuk melakukan pencegahan sedini mungkin terhadap kejadian diare pada anak dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah
PERBEDAAN PENGETAHUAN ANTARA MEDIA VIDEO BASED LEARNING DENGAN MEDIA INTERAKTIF REMAJA ENGGAN MEROKOK PADA SISWA KELAS VII DI SMPN 22 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020
Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Hampir 6 juta kematian per tahun disebabkan karena menghisap tembakau. Pada tahun 2018 Provinsi Lampung menduduki peringkat ke-3 dengan prevalensi merokok penduduk umur lebih dari sama dengan 10 tahun. Rendahnya tingkat pengetahuan dan pemilihan media yang efektif merupakan upaya untuk menurunkan perilaku merokok pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan antara media video based learning dengan media interaktif Remaja Enggan Merokok (REM) pada Siswa Kelas VII dengan usia 12-13 tahun di SMPN 22 Bandar Lampung tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan Quasy experiment dan desain Two group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa laki- laki kelas VII SMPN 22 Bandar Lampung tahun 2020 yang merokok berjumlah 39 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang. Teknik sampling menggunakan random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat (Paired sample t-test dan Independent sample t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan siswa kelas VII sebelum dan sesudah diberikan video based learning dengan P value 0,000. Serta ada perbedaan pengetahuan siswa kelas VII sebelum dan sesudah diberikan media interaktif REM (Remaja Enggan Merokok) dengan P value 0,000. Ada perbedaan pengetahuan antara media video based learning dengan media interaktif Remaja Enggan Merokok (REM) pada Siswa Kelas VII dengan usia 12-13 tahun di SMPN 22 Bandar Lampung tahun 2021 dengan P value 0,002. Diharapkan tenaga kesehatan yang hendak memberikan penyuluhan kepada siswa menggunakan media video base learning
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGKONSUMSI TABLET Fe DENGAN KADAR Hb DAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWI DI SMA IDHATA KENDARI
Salah satu permasalahan yang dihadapi remaja saat ini adalah kadar Hb dan prestasi belajarnya di sekolah, masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan Fe dalam darah, asupan makanan, peningkatan kebutuhan, pola makan yang kurang tepat, aktifitas yang tinggi, penyakit infeksi, dll. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Tablet Fe dengan Kadar Hb dan Prestasi Belajar pada Siswi di SMA Idhata Kendari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan desain kasus kontrol. Sampel berjumlah 44 siswi yang terdiri dari 22 siswi sebagai kasus dan 22 siswi sebagai kontrol. Tehnik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Data dianalis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (x2) pada tingkat kepercayaan 95% (α ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe dengan kadar Hb diperoleh p value = 0,003 (p value < α = 0,05), dan hubungan kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe dengan prestasi belajar diperoleh p value = 0,016 (p value < α = 0,05). Kesimpulan: ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe dengan kadar Hb pada siswi SMA Idhata Kendari dan ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe dengan prestasi belajar pada siswi SMA Idhata Kendari
ANALISIS FAKTOR INTRIKSIK RISIKO KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJANG KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019
Berdasarkan data Dinas Kesehatan kota Bandar Lampung kejadian ISPA dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini menunjukkan kenaikan yang signifikan, pada tahun 2016 jumlah ISPA sebanyak 52.731 kasus dan pada tahun 2017 berjumlah 58.232 kasus . Tujuan penelitian diketahui analisis faktor intrinsik risiko dengan kejadian ispa pada balita di wilayah kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung tahun 2019. Penelitian ini di lakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain case control. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, timbangan dan kms. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 1-5 tahun yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang yang dilaksakanakan bulan januari – februari 2020. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariat. Terdapat 189 (84,4%) responden tidak BBLR, sebanyak 181 (80,8%) responden dengan gizi baik, sebanyak 142 (63,4%) responden tidak diberikan ASI eksklusif, sebanyak 121 (54,0%) responden dengan status imunisasi tidak lengkap dan sebanyak 151 (67,4%) responden dengan riwayat pemberian vitamin A. Ada hubungan status gizi (p-value = 0,000, or 4,261), asi eksklusif (p-value = 0,004, or 2,369), pemberian imunisasi (p-value = 0,016, or 1,993) dengan kejadian ispa. Tidak ada hubungan pemberian vitamin a dengan kejadian ispa di wilayah kerja puskesmas panjang kota bandar lampung tahun 2020 (p-value = 0,569). Faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian ispa pada balita di wilayah kerja puskesmas panjang kota bandar lampung tahun 2020 adalah status gizi (p-value0,000 ; or 4,450). Saran tenaga kesehatan membantu masyarakat dalam melakukan aplikasi perbaikan gizi anak dengan edukasi dan PMT pada status gizi kurang, agar peyakit isnfeksi (ISPA) tidak mudah menyerang anak
HUBUNGAN PENGETAHUAN PEDAGANG TERHADAP PENGGUNAAN MASKER NON MEDIS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT COVID-19 DI PASAR TAMIN KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2021
Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus sars-cov-2 yang menjadikan pandemi di seluruh dunia. Penggunaan masker adalah salah satu upaya pencegahan penyebaran covid-19 dengan harapan dapat membantu memutuskan mata rantai covid-19,hal ini menunjukkan bahwa pasar tamin merupakan tempat berputarnya roda ekonomi dan kerumanan massal. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan antara pengetahuan pedagang dengan kepatuhan penggunaan masker non medis sebagai upaya pencegahan penyakit covid-19 di Pasar Tamin Kota Bandar Lampung tahun 2021. Jenis penelitian ini kuantitatif,Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang di Pasar Tamin Kota Bandar Lampung yang berjumlah 120 pedagang, berdasarkan hasil perhitungan sampel dengan menggunakan rumus Slovin, maka jumlah sampel yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 55 orang. Teknik pengambilam sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,031 atau p-value < nilai α (0,05) yang artinya terdapat hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan kepatuhan penggunaan masker non medis sebagai upaya pencegahan penyakit covid-19 di Pasar Tamin Kota Bandar Lampung tahun 2021. Hasil observasi menunjukkan bahwa pedagang patuh terhadap penggunaan memakai masker non medis. disarankan kepada pedagag adanya penambahan sosialisasi edukasi terkait pentingnya penggunaan masker di masa pademi covid-19
PENGETAHUAN TENTANG PENAMBALAN GIGI PADA SISWA KELAS VII-A MTs NURUL HIKMAH SURABAYA TAHUN 2019
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya persentase PTI siswa kelas VII-A MTs Nurul Hikmah Surabaya. Tujuan penelitian diketahuinya gambaran pengetahuan tentang penambalan gigi pada siswa kelas VII-A MTs Nurul Hikmah Surabaya tahun 2019. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII-A MTs Nurul Hikmah Surabaya dengan jumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian pengetahuan siswa tentang indikasi penambalan gigi (47%) termasuk dalam kriteria kurang, pengetahuan siswa tentang fungsi penambalan gigi (73%) termasuk dalam kriteria sedang, pengetahuan siswa tentang akibat lanjut apabila tidak melakukan penambalan gigi (58%) termasuk dalam kriteria kurang, pengetahuan siswa tentang tempat dan pelaksana untuk melakukan tindakan penambalan gigi (73.5%) termasuk dalam kriteria sedang, pengetahuan siswa tentang penambalan gigi (63%) termasuk kriteria sedan
AKTIVITAS SOSIAL DAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI POSYANDU MERPATI
Lansia menunjukkan ciri fisik seperti rambut beruban, kerutan kulit, dan hilangnya gigi. Fungsi kognitif adalah kemampuan atensi, memori, pertimbangan, pemecahan masalah, serta kemampuan eksekutif. Aktivitas sosial merupakan salah satu dari aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh lansia. Dampak lansia yang tinggal di panti kurang aktivitasnya, baik aktivitas fisik maupun aktivitas kognitif nya jika dibandingkan dengan para lanjut usia yang tinggal di keluarga dikarenakan aktivitas sosial di panti sudah dijadwalkan oleh petugas dibandingkan dengan para lanjut usia yang tinggal di keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tentang fungsi kognitif dan aktivitas sosial pada lanjut usia di Posyandu Merpati Talang Betutu. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya Gangguan fungsi kognitif lansia dalam katagori normal atau tidak ada gangguan kognitif (24-30) sebanyak 22 responden 52,4 % dan Aktivitas sosial lansia dalam katagori sedang (39-57) sebanyak 30 responden 71,4%. Saran: diharapkan untuk mengetahui dan informasi bagi lansia guna menjaga fungsi kognitif lansia tetap optimal dengan menjelaskan tentang pentingnya melakukan aktivitas sosial di kehidupan sehari-hari