Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
Not a member yet
    195 research outputs found

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT TB PARU BTA (+) BARU DI WILYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS KADIA KOTA KENDARI TAHUN 2019”.

    Get PDF
    Penyakit TB Paru masih menjadi masalah kesehatan dan dari tahun ketahun mengalami peningkatan di Puskesmas Perumnas Kadia. Tahun  2014 sebanyak 480 orang ( 11,5%), Tahun 2015 sebanyak 650 orang (15,5%) , dan pada tahun 2016 sebanyak 636 orang (15,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Penyakit TB Paru BTA (+) Baru di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kadia Kota Kendari Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Analitik Observasional dengan rancangan “Case Control Study”. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Perumnas Kadia Kota Kendari. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita yang memeriksakan diri di Puskesmas Perumnas Kadia sebanyak 39 orang pada tahun 2016 dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 kasus dan 30 kontrol dengan teknik pengambilan sampel secara Proporsional Random Sampling. Metode analisis menggunakan uji Odds Ratio (OR). Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel kepadatan hunian memiliki nilai OR = 3,000(1,046-8,603), pendapatan rendah memiliki nilai OR = 6, 571 (2,109-20,479), dan kontak serumah memiliki OR = 3,051 (1,053-8,839). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel kepadatan hunian, Pendapatan rendah, dan kontak serumah merupakan faktor risiko kejadian penyakit TB Paru BTA (+) Baru.

    PERSEPSI DAMPAK KEHILANGAN GIGI PADA LANSIA DI WILAYAH RT 07 SAMBIARUM

    Get PDF
    Pendahuluan: Kehilangan gigi merupakan masalah kesehatan mulut yang umum terjadi pada lanjut usia, berdasarkan data mayoritas masih ditemukan kehilangan gigi lebih dari 20 gigi yaitu 60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lansia yang mengalami kehilangan gigi anterior dan posterior berdampak pada fungsi bicara, estetik dan pengunyahan sehingga memunculkan persepsi pada diri lansia. Metode: jenis penelitian deskriprif terdiri dari 30 responden yang mengalami kehilangan gigi. Data dikumpulkan dengan wawancara secara lisan dan lembar kuisioner. Diuji menggunakan Uji reliabilitas menggunakan program SPPS for windows dengan r tabel 0,374 dan Cronbach Alpha 0,952. Hasil: didapatkan lansia yang mengalami kehilangan gigi anterior dan posterior menimbulkan dampak dari segi fungsi bicara, fungsi estetik dan fungsi pengunyahan. Kesimpulan: lansia yang mengalami kehilangan gigi anterior dan posterior dalam kategori persepsi positi

    PENGETAHUAN REMAJA TENTANG ORAL SELF CARE DI KARANG TARUNA PERUMAHAN BUNUL ASRI RT 02 KOTA MALANG TAHUN 2020

    Get PDF
    Menurut data dari World Health Organisation (WHO) bahwa penyakit gigi dan mulut masih diderita 90% penduduk Indonesia. Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak diderita ialah karies gigi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dengan melakukan perawatan mulut mandiri kesehatan gigi dan mulut (oral self care) yaitu seseorang yang mempunyai tanggung jawab atas dirinya sendiri dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut. Masalah penelitian ini adalah tingginya persentase karies gigi pada kelompok usia 15-24 tahun di Puskesmas Bareng kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang oral self care di karang taruna Perumahan Bunul Asri Rt 02 kota Malang. Metode dalam penelitian ini adalah dengan jenis penelitian deskriptif sebanyak 35 responden remaja usia 15-24 tahun dengan pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner. Teknik analisis data dengan cara menghitung rata-rata (mean) dalam bentuk presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang oral self care dikarang taruna Perumahan Bunul Asri Rt02 kota Malang dalam kategori cukup

    PENGETAHUAN IBU-IBU ARISAN TENTANG KARIES GIGI DI KECAMATAN SAMBIT KABUPATEN PONOROGO

    Get PDF
    Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya angka karies pada Ibu-ibu arisan di Desa Campursari Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengetahuan ibu-ibu Arisan tentang Karies Gigi di Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah responden 30 Ibu-ibu arisan usia 24-56 tahun dengan pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakaan dalam penelitian adalah menghitung rata-rata jawaban bedasarkan sekoring setiap jawaban dari responden. Jumlah seluruh jawaban yang diperoleh dari responden dihitung dalam presentase dan disajikan dalam bentuk Tabel. Hasil Penelitian ini diperoleh tingkat pengetahuan ibu-ibu arisan di Kecamatan Sambit Ponorogo tentang pengertian karies gigi yaitu 81.6% termasuk dalam kategori baik, perolehan hasil tingkat pengetahuan ibu-ibu arisan tentang penyebab karies gigi yaitu 66.6% termasuk dalam kategori cukup, perolehan hasil tingkat pengetahuan tentang akibat karies gigi yaitu 66.6% termasuk dalam kategori cukup, perolehan hasil tingkat pengetahuan tentang perawatan karies gigi yaitu 67.6% termasuk dalam kategori cukup, dan perolehan hasil tingkat  pengetahuan tentang pencegahan karies gigi yaitu 84.6% termasuk dalam kategori baik. Kesimpulan hasil tingkat pengetahuan ibu-ibu arisan tentang karies gigi dapat dikategorikan dalam kriteria cukup

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DENGAN KEPEMILIKAN SALURAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH DI DESA CONDONG WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS JAYAPURA

    Get PDF
    Tujuan penelitian  ialah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan kepemilikan saluran pembuangan air limbah di desa Condong wilayah kerja UPTD Puskesmas Jayapura Kecamatan Jayapura Kabupaten OKU Timur tahun 2020. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah ada hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan kepemilikan saluran pembuangan air limbah di Desa Condong Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jayapura Kecamatan Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan  random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak untuk mengukur variabel independen dan variabel dependen dalam satu waktu.  Jumlah populasi adalah 435 rumah dengan sampel sebanyak 209 rumah. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Hasil penelitian didapat dari 209 responden yang memiliki SPAL sebanyak 78(37,3%) rumah dan tidak memiliki SPAL 131(62,7%) rumah.. dari 209 responden yang  berpengetahuan baik sebesar 121 (57,9%) lebih besar dibandingkan dengan responden yang berpengetahuan kurang baik yaitu 88 (42,1%).209  responden yang  bersikap baik yaitu 118 (56,5%) lebih besar dibandingkan dengan responden yang bersikap kurang baik yaitu 91 (43,5%). Analisis data menggunakan Chi Square dengan tingkat kemaknaan = 0,05 . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan kepemilikan saluran pembuangan air limbah (p value = 0,000). Dan ada hubungan sikap masyarakat dengan kepemilikan saluran pembuangan air limbah (p value = 0,000).. Diharapkan masyarakat lebih dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dan mengupayakan pengadaan saluran pembuangan air limbah

    PENGETAHUAN DAN TINDAKAN PETUGAS TENTANG CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI PUSKESMAS 23 ILIR KOTA PALEMBANG

    Get PDF
    Latar Belakang : Petugas Kesehatan di tuntut untuk memiliki pengetahuan untuk melakukan tindakan yang benar sesuai Standa Operasional Prosedur (SOP). Dalam hal ini petugas harus memiliki tingkat pengetahuan dan tindakan yang baik sehingga Standar Operasional Prosedur tercapai, salah satu Standard Operasional Prosedur tersebut adalah Cuci Tangan Pakai Sabun(CTPS). Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabun untuk menjadi bersih. Semakin tinggi tingkat pengetahuan Petugas Kesehatan maka semakin baik tingkat tindakannya. Metode : Desain Penelitian adalah deskriptif analitik dengan metode pendekatan penelitian kuantitatif dan rancangan pendekatan Random Sampling. Pelaksanaan KTI ini di Puskesmas 23 Ilir Palembang mulai pada tanggal 14 sampai tanggal 17 Januari 2021. Perencanaan dengan memberikan Lembar Kuisioner, Sampel Penelitian 30 Orang Petugas Puskesmas yang berisikan pertanyaan tentang Pengetahuan dan Tindakan Petugas Puskesmas 23 Ilir tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).  Hasil : Dari hasil penelitian mengenai pengetahuan dan tindakan petugas tentang cuci tangan pakai sabun di Puskesmas 23 Ilir adalah pengetahuan Petugas Kesehatan Puskesmas 23 Ilir memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 73% dan tindakan petugas kesehatan Puskesmas 23 Ilir memiliki tindakan baik sebanyak 73%. Kesimpulan : Di Hasil tersebut Pengetahuan Petugas Kesehatan Puskesmas 23 Ilir tentang Cuci Tangan Pakai Sabun dikategorikan baik 80% sedangkan dari hasil penelitian nilai tindakan tentang Cuci Tangan Pakai Sabun Petugas Kesehatan Puskesmas 23 Ilir di kategorikan baik 73%

    PERAN EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG MANFAAT LABU SIAP PADA PENDERITA HIPERTENSI

    Get PDF
    Latar Belakang: Hipertensi adalah keadaan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Pemanfaatan labu siam sebagai salah satu metode penatalaksanaan non farmakologi pada hipertensi karena mengandung protein dan kaya akan kalium yang berguna bagi tubuh merupakan pilihan yang tepat. Tingkat pengetahuan yang baik agar penderita hipertensi dapat memanfaatkan labu siam dapat diperoleh melalui edukasi secara terus-menerus. Edukasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan individu. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran edukasi dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi terhadap manfaat labu siam. Metode : Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain Pra-eksperimen dengan menggunakan rancangan one groupp pretest-posttest design. Teknik pengambilan data menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 47 responden. Data di analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian diuraikan bahwa pengetahuan responden mengalami peningkatan sebanyak 33. Pengetahuan sebelum diberikan edukasi didapatkan rata-rata skor nilai sebesar 0,00 dan mengalami peningkatan skor sesudah diberikan edukasi menjadi 17,00. Hasil uji wilcoxon didapatkan bahwa ada perbedaan pengetahuan tentang manfaat labu siam sebelum dan sesudah di berikan edukasi pada penderita hipertensi dengan p-value 0,001<0,05. Saran: Diperlukan upaya dari seluruh pihak untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat labu siam sebagai upaya untuk menurunkan tekanan darah tinggi

    PEMBERIAN POSISI SEMI FOWLER PADA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN TUBERCULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT PALEMBANG TAHUN 2019

    Get PDF
    Tuberculosis Paru adalah suatu infeksi akibat Mycobacterium Tuberculosis yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru - paru dengan gejala yang sangat bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada Ny”A” dan Tn “A” dengan pemberian posisi semi fowler pada pasien Tuberculosis Paru. Menggunakan metode Deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pada pria atau wanita yang memenuhi kriteria usia dewasa / remaja yang berjumlah dua orang dengan Tuberculosis Paru . Hasil dari penelitian pada Ny”A “ dan  Tn “A” di dapatkan keluhan sesak nafas dan batuk berdahak sehingga muncul diagnosa keperawatan ketidakefektifan  bersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan sputum dilakukan tindakan  pemberian posisi semi fowler pada klien Tuberculosis paru, tindakan tersebut sangat efektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan masalah antara klien 1 dan klien 2 sehingga masalah keperawatan yang muncul pun sama , intervensi pun sama. Setelah penulis melakukan tindakan pemberian posisi semi fowler pada Ny”A” dan Tn “A” dengan tuberculosis paru selama 10 hari dengan 2 klien , klien mengatakan sesak bekurang dan ternyata pemberian posisi semi fowler begitu efektif pada klien Tuberculosis Paru dengan hasil capaian RR : 22 x/ mnt pada Ny”A” dan RR : 21x/mnt pada Tn “A” . Berdasarkan kesimpulan, catatan perkembangan kepada kedua pasien Tuberculosis Paru yang dilakukan pemberian posisi semi fowler, Hasil evaluasi keperawatan baik  pada Ny”A” dan Tn “A” masalah teratasi sebagian, intervensi dilanjutkan

    MOTIVASI PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT (PERIODONTITIS) PASIEN DIABETES MELITUS MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET

    Get PDF
    Salah satu komplikasi Diabetes Melitus di bidang kedokteran gigi adalah oral diabetic meliputi mulut kering (xerostomia), gusi mudah berdarah (gingivitis), karang gigi (calculus), resorbsi tulang alveolaris, dan periodontitis. Periodontitis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes melitus dengan tingkat prevalansi yang tinggi hingga mencapai angka 75% (Nandya, dkk, 2012 dalam Lestari, dkk, 2016). Kota Probolinggo sendiri memiliki proporsi masalah kesehatan gigi dan mulut kurang lebih 65% - 70% dan yang merawat gigi kurang lebih 8,5% - 10% dari jumlah penduduk 217.062 jiwa. Masalah penelitian ini adalah Tingginya Prevalensi Periodontitis di Puskesmas Maron Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk metahui Motivasi tentang Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut (Periodontitis) pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Maron Kabupaten Probolinggo. Metode penelitiandengan mengisi kueisioner dan pemeriksaan, jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan sasaran pasien Diabetes Melitus sebanyak 30 orang. Hasil Penelitian menunjukkan motivasi dorongan termasuk kuat (75%), motivasi harapan kuat (71%), motivasi imbalan kuat (59%). Dapat disimpulkan motivasi pasien Diabetes Melitus tentang kesehatan gigi dan mulut adalah kuat (69%)

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BIHA PESISIR BARAT TAHUN 2020

    Get PDF
    Hipertensi berarti tekanan darah di dalam pembuluh-pembuluh darah sangat tinggi. Menurut data Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2018 dilakukan pengukuran tekanan darah pada usia > 18 tahun dengan jumlah laki-laki 84,616 dan perempuan 80,803 total 165,419 orang yang terkena hipertensi 582 orang (12,2%). Tujuan penelitian ini adalah diketahui  faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi di Puskesmas Biha Pesisir Barat Tahun 2020. Jenis penelitian berupa observasional dengan menggunakan desain penelitian crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Penduduk di Kecamatan Pesisir Barat sebanyak 38.734 orang dan yang berkunjung di Puskesmas Biha pada bulan juni dan juli 2019 sebanyak 6.971 orang, dari jumlah tersebut usia  45 – 69 tahun sebanyak 752 orang. Jumlah sampel 279. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer dari kuesioner yang dilakukan terhadap penderita hipertensi di puskesmas Biha Pesisir Barat Tahun 2020. Hasil penelitian ada hubungan kebiasaan merokok (p-value = 0,000, OR 2,883), stress  (p-value = 0,000, OR 3,208), pekerjaan (p-value = 0 ,006, OR 2,263), beban kerja (p-value = 0 ,006, OR 2,375), aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi di puskesmas Biha Pesisir Barat Tahun 2020 , dengan nilai  (p-value = 0 ,007, OR 2,730). Diketahui tidak ada interaksi antara merokok dengan stres sehingga dapat disimpulkan pada penelitian ini stres merupakan variabel yang paling dominan dengan nilai p-value 0,00 dan OR 3,376. Saran petugas kesehatan sarankan untuk lebih meningkatkan kembali motivasi ibu untuk melakukan perawatan secara baik sesuai program yang telah di anjurkan  pemerintah, seperti meningkatkan kembali posbind

    190

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇