Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANJUT USIA(LANSIA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEKAR KOTA KENDARI TAHUN 2019
Penduduk lanjut usia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup. Berdasarkan data register Puskesmas Mekar pada tahun 2019 periode Oktober terdapat 42 orang lansia yang pernah berkunjung di Posyandu Lansia Puskesmas Mekar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Mekar Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 42 orang, jumlah sampel 38 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Metode analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari 38 responden yang memiliki pengetahuan cukup 13 orang (34,2%) sedangkan pengetahuan kurang baik 25 responden (65,8%). Yang memiliki sikap baik berjumlah 12 orang (31,6%) sedangkan yang memiliki sikap kurang baik 26 orang (68,4%), yang memiliki dukungan keluarga dengan kategori cukup baik 16 orang (42,1%) sedangkan dukungan keluarga dengan kurang baik berjumlah 22 orang (57,9%), yang memiliki status kesehatan baik 17 orang (44,75) sedangkan dengan status kesehatan yang kurang berjumlah 21 orang (55,3%), yang memanfaatkan posyandu lansia 18 orang (47,4) sedangkan tidak memanfaatkan Posyandu Lansia 20 orang (52,6%). Hasil uji Chi-square yang dilakukan diperoleh ada hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan posyandu, ada hubungan sikap dengan pemanfaatan posyandu. Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan status kesehatan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Bagi instansi kesehatan khususnya dinas yang terkait agar selalu memberikan pengawasan terhadap pemanfaatan posyandu lansia sehingga masalah-masalah yang terkait dengan hal tersebut dapat segera teratasi dan derajat kesehatan lansia pun meningkat
PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE MASYARAKAT SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH DI MASA PANDEMI COVID-19
Garbage is residual material that cannot be used anymore. Based on data from the Indonesia Infrastructure book, it is estimated that waste in Indonesia in 2020 will reach 53.7 million tons and the need for land for Final Processing Sites (TPA) will increase to 1610 ha. Personal hygiene is a self-care that can be done by a person to maintain personal hygiene such as bathing, brushing teeth, washing hands, and wearing clean clothes. The purpose of this study was to determine the personal hygiene knowledge of the community around the garbage dump during the Covid 19 pandemic. This research method used a descriptive survey method. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria and data collection tools in the form of a questionnaire. The results of this study are the majority of respondents aged 26-35 years amounting to 11 people (35.5%) with female sex amounting to 27 people (87.1%) who have a majority education level of elementary school as many as 14 people (38.7%) and have a good level of knowledge of 23 (74.2%) about Personal Hygiene during the Covid 19 Pandemic
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN ORANG TUA PADA KARIES GIGI ANAK USIA SEKOLAH 6-12 TAHUN
Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang cukup tinggi dialami di Indonesia dengan prevalensi lebih dari 80%. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak atau berlubang sakit (45,3%). Angka kejadian karies karies gigi pada anak usia sekolah secara nasional pada tahun 2015 adalah 78%. Masalah kurangnya pengetahuan orang tua mengenai kejadian karies Gigi yang menyebabkan anak mengalami Karies Gigi. Tujuan : untuk menjelaskan faktor internal dan faktor ekternal pengetahuan orang tua terhadap terjadinya karies gigi Metode : Systematic Literature Review, sumber data : pencarian artikel diperoleh dari database Google Schoolar (2015-2020), DoAJ (2015-2020), PubMed (2015-2020). Strategi pencarian artikel menggunakan PICOS. Artikel dipilih berdasarkan abstrak atau teks lengkap sebelum dimasukan dalam peninjauan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang akan di review. Hasil : dari hasil 10 literature review artikel didapatkan kesimpulan faktor yang mempengaruhi pengetahuan yaitu faktor internal yang mempengaruhi pengetahuan orang tua yaitu, umur, pengalaman, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan. Faktor Ekternal yang mempengaruhi pengetahuan orang tua yaitu, Informasi dan Sosio budaya dan ekonomi
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TES HIV PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJANG KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020
Latar Belakang : HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). HIV terus menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Sejak awal epidemi, sekitar 78 juta orang telah terinfeksi HIV dan 35 juta orang telah meninggal karena penyakit terkait AIDS. Target super cepat yang diharapkan adalah menghilangkan penularan HIV dari ibu ke anak hingga kurang dari 40.000 pertahun sebelum 2020 dan 20.000 pada tahun 2020 dengan upaya peningkatan pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi atau Prevention of mother to child HIV transmission (PMTCT). Tujuan penelitian Diketahui faktor- faktor yang berhubungan dengan tes HIV pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2020. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian analitik cross sectional. Subjek atau populasi pada penelitian ini sebanyak 1.510 responden dan sampel penelitian berjumlah 136 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan HIV. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kerentanan yang dirasakan, bahaya yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, hambatan yang dirasakan dan isyarat untuk bertindak. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli- Agustus tahun 2020, di diwilayah kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung. Hasil : Ada hubungan kerentanan yang dirasakan (p-value 0,000 OR 7,647), bahaya yang dirasakan (p-value 0,000 OR 10,691), manfaat yang dirasakan (p-value 0,000 OR 6,690), hambatan yang dirasakan (p-value 0,001 OR 3,620), dan isyarat untuk bertindak (p-value 0,000 OR 4,231) dengan pemeriksaan tes HIV pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2020. Faktor dominan pemeriksaan tes HIV pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2020 adalah kerentanan yang dirasakan (p-value 0,000 OR 17,118). Saran Melakukan intervensi yang terus menerus pada kelompok masyarakat khususnya ibu hamil, melalui penyuluhan tentang pemeriksaan HIV/AIDS bagi ibu hamil dengan cara penyampaian yang lugas dan mudah dipahami
RELATIONSHIP OF BIRTH WEIGHT WITH THE OCCURRENCE OF EARLY CHILDHOOD CARIES IN PRESCHOOL CHILDREN
Latar Belakang: Proporsi masalah gigi dan mulut pada anak usia 3-4 tahun 39,93% dan usia 5-9 tahun 68,29%, anak dengan berat badan lahir rendah lebih beresiko terkena karies gigi karena lebih rentan terhadap streptococcus mutans dari pada gigi anak dengan berat badan normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat badan lahir rendah dengan terjadinya early childhood caries pada anak prasekolah di Tk Al-Hijrah Klangenan Kabupaten Cirebon. Subjek Penelitian dan Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat analitik dan kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak prasekolah Tk Al-Hijrah Klangenan berjumlah 101 orang dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui berat badan saat lahir serta pemeriksaan intra oral dengan indeks def-t. Hasil: Berdasarkan analisis data menggunakan uji spearman pada program SPSS v.16, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas gigi mengalami early childhood caries sebesar (83,3%), terdapat 17 responden (28,3%) dengan kategori sangat tinggi dan diantaranya 9 orang (15%) mengalami BBLR. Kesimpulan: Hasil uji spearman diperoleh nilai signifikansi 0,000 dimana sig α <0,005, dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara berat lahir dengan terjadinya early childhood caries
PENGETAHUAN FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK KEHILANGAN GIGI PADA WARGA LANSIA DI TRENGGALEK
Kesehatan gigi merupakan bagian dari kesehatan secara keseluruhan. Pada lansia proses penuaan identik dengan terjadinya perubahan struktur jaringan rongga mulut terutama kehilangan gigi dan perubahan struktur mukosa pada rongga mulut. Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya persentase warga lansia di Posyandu Lansia Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek yang mengalami kehilangan gigi geligi. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan warga lansia tentang faktor penyebab dan dampak kehilangan gigi tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sasaran dalam penelitian ini adalah 20 warga lansia berusia 65-74 tahun. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara terbuka dan instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah dengan menghitung rata-rata jawaban berdasarkan skoring setiap jawaban dari responden. Hasil dari penelitian menunjukkan persentase pengetahuan responden tentang faktor penyebab dan dampak kehilangan gigi sebesar 33%. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan warga lansia di Posyandu Lansia Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek tentang faktor penyebab dan dampak kehilangan gigi tahun 2020 termasuk dalam kategori kurang
HUBUNGAN PENGETAHUAN ANAK DENGAN KARIES GIGI ANAK KELAS VA SDI RADEN PAKU SURABAYA TAHUN 2020
Pendahuluan: Penyakit gigi dan mulut yang sering dijumpai di Indonesia adalah karies gigi dan jumlahnya cukup tinggi. Usia sekolah Dasar (SD) merupakan salah satu kelompok usia anak yang rentan terhadap karies gigi. Pengetahuan anak tentang karies gigi sangat penting sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut dari karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan anak dengan karies gigi anak dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi karies gigi anak serta teknik analisis data menggunakan uji chi square. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah anak SD kelas VA SDI Raden Paku Surabaya yang berjumlah 52 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan anak tentang karies gigi dan mulut sebagian besar pada kategori baik yaitu dapat menjawab 15 – 22 pertanyaan sebanyak 35 anak (67,2%), angka karies gigi terbanyak terdapat pada kriteria >1 termasuk dalam kategori buruk dengan karies gigi sebanyak 39 anak (75%), sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan anak dengan karies gigi anak yang dibuktikan dengan nilai signifikasi (0,942 sig > 0,05). Kesimpulannya pengetahuan anak tentang karies gigi yang baik tidak mempengaruhi karies gigi ana
PARTISIPASI KADER TUBERKOLOSIS DALAM PENEMUAN SUSPEKTUBERKOLOSIS DIPUSKESMAS TOTOMULYOKECAMATAN GUNUNGTERANGTULANG BAWANG BARATTAHUN 2020
Kader TB Paru dibentuk puskesmas terdiri dari 8 kader dari aisyiyah dan 17 kader baru yang bersedia sukarela menjadi kader TB. Dari 25 Kader tersebut terdapat perbedaan yang signifikan dalam penemuan suspek TB antara kader aisyiyah dan kader Baru.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Bagaimana partisipasi kader TB dalam penemuan suspek TB di puskesmas Totomulyo yang meliputi, Bagaimana partisipasi kader TB dalam penemuan suspek TB di puskesmas, Komitmen kader dalam penjaringan suspek TB paru dan kemampuan kader dalam mendorong suspek untuk memeriksakan diri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. pendekatan study kasus, dengan menggunakan metode wawancara pada informan Kunci dan informan Utama, Observasi dengan Focus Group Discission (FGD) Kader sebagai Triangulasi . Hasil penelitian menunjukan Pembentukan anggota dalam partisipasi kader jenis vertical, komitmen dalam penjaringan tidak dilakukan dengan baik, Penguatan komitmen bersama dalam penanggulangan TB dibuat secara lisan saja., kader rata-rata belum memahami perannya dalam partisipasi penemuan suspek, monitoring secara berkelanjutan dan terarah. 
PENGARUH KOMUNIKASI, INFORMASI, EDUKASI (KIE) DAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENGELOLAAN KEJADIAN KEJANG DEMAM DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2020
Kejang demam merupakan salah satu masalah kejang yang umum terjadi pada anak. Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin didapatkan hasil data kejang demam baik di UGD, rawat inap, maupun poli anak sebanyak 232 anak dan mengalami peningkatan tiap bulannya. Namun pada kenyataannya pengetahuan orang tua terutama ibu tentang kejang demam masih rendah sehingga perlu metode untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kejang demam, dalam penelitian ini menggunakan metode KIE dan leaflet. Untuk mengetahui mengetahui Pengaruh Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) dan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Dalam Pengelolaan Kejadian Kejang Demam di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2020 Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasy experiment dengan bentuk pretest-posttest with two group design. Objek penelitian berjumlah 30 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan pre-post kuesioner. Analisis penelitian univariat, bivariat dan multivariat. Pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberi metode leaflet dari 59,8882 menjadi 76,2059, pengaruh KIE dan leaflet terhadap pengetahuan ibu (p-value 0,000 < 0,05) dengan peningkatan sebesar 25,6. Terdapat pengaruh KIE dan leaflet terhadap pengetahuan ibu (p-value 0,000 < 0,05),Terdapat pengaruh media leaflet terhadap pengetahuan ibu (p-value 0,000 < 0,05), Terdapat perbedaan pengaruh KIE dan media leaflet terhadap pengetahuan ibu (p-value 0,002 < 0,05). Saran kepada rumah sakit untuk dapat memberikan edukasi kepada orang tua anak dengan kejang demam agar orang tua dapat memberikan pertolongan pertama dirumah dan memberikan pencegahan terhadap kejang demam agar tidak terjadi kekambuhan
KARIES GIGI DAN STATUS GIZI PADA SISWA KELAS IV: CROSS-SECTIONAL STUDY
Status gizi sangat penting bagi setiap orang, lebih-lebih pada anak-anak usia Sekolah Dasar (SD), usia anak SD merupakan masa-masa pertumbuhan dan perkembangan. Status gizi yang baik anak akan mempunyai daya tahan tubuh dan motivasi didalam belajar, sebaliknya dengan status gizi yang kurang siswa akan mengalami gangguan kesehatan. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa. Asupan gizi yang buruk dapat memperkeruh keadaan dan mempercepat terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karies gigi dengan status gizi pada siswa kelas IV. Jenis penelitian ini adalah korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan didapatkan jumlah 30 responden. Hasil uji korelasi didapatkan nilai p-value: 0,008 pada nilai α = 5% dimana p < 0,05, maka terlihat ada hubungan karies gigi dengan status gizi pada siswa kelas IV. Hal ini dapat disimpulkan kerusakan pada gigi akan menimbulkan rasa sakit pada gigi tersebut, akibatnya anak tidak mau mengunyah makanan dengan optimal. Anak yang sulit makan akibat sakit gigi tentu akan mempengarhi asupan makanan dan nutrisinya, hal ini tentu akan mempengaruhi status gizi ana