Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
THE INFLUENCE OF STAKEHOLDER INVOLVEMENT ON IMPROVING SANITATION ACCESS IN KALIAWI BANDAR LAMPUNG VILLAGE
The purpose of this research is to find out the role of government stakeholders in implementing the first pillar of STBM program in kalaiwi, as well as analyzing supporting factors and inhibition of STBM program. The method used in this research is qualitative with phenomenological design. Data collection techniques using in-depth interviews, observations of participants and document studies The results of the study showed that there are still many obstacles that occur in the sanitation of the first pillar in the babs, stakeholders have played their role in the implementation of the first pillar of STBM through the triggering and mentoring to the community, but still hampered by the community economy and the status of ownership of habitable land
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKALONGAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2020
Berdasarkan data Puskesmas Pekalongan tahun 2018 terdapat insiden tuberkolosis 1,2%, tahun 2019 terdapat temuan insiden tuberkolosis 1,4% dan pada tahun 2020 per bulan Agustus terdapat insiden tuberculosis 1,5%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi kejadian tuberkulosis dan hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis .Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain studi pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini 200 rumah secara random dari 7 desa. Untuk dependenya adalah kejadian tuberkulosis, serta variable bebasnya(independen) adalah jenis lantai, jenis dinding, luas ventilasi, kelembaban, pencahayaan, suhu, dan kepadatan hunian. Analisis penelitian dengan menggunakan bivariate chi-square untuk mengetahui hubungan variable bebas dan terikatnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 42 rumah (21%) yang diketahui mengalami kejadian tuberkulosis.Variabel yang tidak ada hubungan dengan kejadian tuberkulosis adalah jenis lantai (p = 0,088), jenis dinding (p = 0,076), suhu (p = 0,353), dan kepadatan hunian (p = 0,743). Sedangkan variable yang ada hubungan dengan kejadian tuberkulosis adalah luas ventilasi (p = 0,000), kelembaban (p = 0,000), dan pencahayaan (p = 0,000).Puskesmas Pekalongan hendaknya dalam membuat perencanaan kegiatan pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis,melibatkan pemerintah desa melalui berbagai pertemuan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang rumah sehat yaitu rumah yang berventilasi 10% dari luas lantai dan pencahayaan ≥ 60 lux
GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB TENTANG KONTRASEPSI IMPLAN DI WILAYAH KELURAHAN LANGARA
Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) atau Implan adalah alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit., dengan cara kerja disusupkan kapsul silatik Implant dibawah kulit, maka setiap hari dilepaskan secara tetap sejumlah levonorgestrel kedalam darah melalui proses difusi dari kapsul-kapsul yang terbuat dari bahan silatik tersebut.Ada 3 variabel yang digunakan dalam penelitian ini dalam mengukur pengetahuan ibu yaitu umur,pendidikan dan graviditas ibu. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk Mengetahui gambaran Pengetahuan akseptor KB tentang kontrasepsi Implant. Metode Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jumlah sampel 18 orang akseptor KB Implant dan tehnik pengambilan Sampel dengan cara Purposive Sampling data yang dikumpulkan adalah data sekunder dan primer dengan menggunakandata yang ada dibuku register dan kuisioner. Hasil penelitian dan kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 4 orang (22,22%), pengetahuan cukup sebanyak 13 orang (72,22%), pengetahuan kurang 1 orang (5,56%). Dari tingkat pendidikan ibu yang berpendidikan rendah sebanyak 9 orang (50%), pendidikan menengah sebanyak 8 orang (44,44%), dan yang berpendidikan tinggi sebanyak 1 orang (5,56%). Ibu dengan paritas II sebanyak 6 orang (33,33%), paritas III sebanyak 3 orang (16,67%) dan paritas >III sebanyak 9 orang (50%). Dan responden dengan umur diantara 20-35 sebanyak 8 orang (44,44%) seta ibu yang berumur >35 tahun sebanyak 10 orang (55,56%). Hasil penelitian terhadap 18 resonden tentang Gambaran Pengetahuan Akseptor KB terhadap kontrasesi Implant yang dilakukan penelitian sejak tanggal 21 April s/d 28 Juni Tahun 2019 yaitu berpengetahuan cukup sebanyak 13 orang (72,22%), berpendidikan menengah sebanyak 9 orang (50%), berumur >35 tahun sebanyak 10 orang (55,56%), dan berparitas >III sebanyak 9 orang (50%)
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN TB PARU DI DESA SIDOSARI KECAMATAN NATAR 2021
Tuberculosis paru merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis.TB paru menyerang lebih dari 75% penduduk usia produktif dan 20-30% pendapatan keluarga hilang setiap tahunnya akibat TB. Seorang penderita aktif TB akan menularkan kepada 10 hingga 15 orang disekitarnya pertahun, dantanpapengobatan yang efektif, 50-60% penderita TB akan meninggal dunia. Di provinsi lampung, TB masih banyak terjadi, salah satunya di wilayah kerja Puskesmas Lampung Selatan. Puskesmas Hajimena merupakan salah satu puskesmas yang di wilayah kerja nya terdapat 3 kejadian TB Paru setiap tahunnya. Tujuan dari kegiatan KKL-PPM yaitu, untuk mengetahui bagaimanakah hubungan perilaku merokok dengan kejadian Tb Paru di Sidosari selain itu menjadi bahan kajian dan evaluasi dalam upaya penurunan kejadian Tb Paru. Metode pengambilan data dalam kegiatan KKL-PPM ini yaitu kualitatif dengan wawancara dan survei, dengan jumlah sampel sebanyak 18 KK di desa sidosari kecamatan natar kabupaten lampung selatan. penentuan sampel dengan menggunakan total sampling. Data yang telah terkumpul, kemudian dianalisis menggunakan metode USG & MCUA. Berdasarkan hasil penilaian kelompok dengan menggunakan metode USG & MCUA serta menggunakan metode fishbone untuk menganalisa penyebab masalah. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan metode USG & MCUA bawha TB Paru menjadi perioritas masalah yang ditunjukan dengan skor penilaian dengan menggunakan metode MCUA dan USG yaitu 730, hipertensi 595 dan ODGJ 175 dan diketahui bahwa dari jumlah sempel sebanyak 18 KK, 8 KK (40%) diantaranya merupakan perokok aktif. Dengan demikian peneliti menyarankan agar diadakannya penyuluhan dan edukasi masyarakat tentang bahaya perilaku merokok terhadap penyakit TB melalui media yang mudah dipahami oleh masyarakat sekitar, serta dilakukanya pemantauan secara khusus terhadap Penderita
PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK USIA SEKOLAH DITINJAU DARI PENGGUNAAN MEDIA POSTER DAN MEDIA ANIMASI
Masalah awal dalam penelitian ini yaitu Tingginya prevalensi karies pada anak usia sekolah dapat menyebabkan terganggunya proses pencernaan dan kehilangan daya kunyah yang mengakibatkan proses pertumbuhan anak kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk Menjelaskan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah ditinjau dari penggunaan media poster dan media animasi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Systematic literature review. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah setelah diberikan penyuluhan menggunakan media poster dan media animasi, media animasi lebih baik dari pada media poster dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak usia sekola
GAMBARAN PERILAKU KB PADA WUS DI MASA PANDEMI COVID-19 RW 09 KELURAHAN BENDA BARU KECAMATAN PAMULANG KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2021
Keluarga berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan ibu dan anak, mewujudkan keluarga kecil bahagia, melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia. Pelaksaannya adalah pemilihan metode KB dan penggunaan kontrasepsi. Pandemi covid-19 menyebabkan banyak perubahan adaptasi kebiasaan di masyarakat. Apakah pandemic covid-19 juga berdampak kepada perilaku KB WUS? Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku KB WUS di masa pandemic covid-19. Metode pengambilan data perilaku KB dilakukan dengan mengisi kuisioner, yang sebelumnya dibuat dan dikaitkan ke aplikasi google form. Kuisioner tersebut telah lulus uji validitas dan reliabelitas dengan SPSS. Responden berjumlah 40 orang dengan teknik purposive sampling dari total populasi 805 WUS di RW 09 Kelurahan Benda Baru Kota Tangerang Selatan. Ini merupakan studi deskriptif analitik kuantitatif. Waktu studi dimulai dari tanggal 8 sampai dengan 27 februari 2021. Responden penelitian ini menunjukkan karakteristik berupa fakta masih ada responden berusia optimal untuk berreproduksi (20-35 tahun) sebesar 42,5% dan sisanya 57,5% adalah wanita berusia 36-49 tahun. Tingkat pendidikan tertinggi responden adalah lulusan perguruan tinggi sebanyak 17,5%, lulusan SD berjumlah 12,5%, lulusan SMP sebanyak 22,5% dan mayoritas lulusan SMA sebanyak 47,5%. Ada 2,5% responden yang merupakan nulligravida dan nulliparra, mayoritas (97,5%) sudah pernah memiliki keturuan sejumlah 1-4 anak. Hasil studi menunjukkan bahwa sebelum pandemic covid-19 yang terjadi mulai desember 2019 lalu, ada 55% responden aktif ber KB, metode KB terpopulernya adalah suntik KB 3 bulanan dengan peminat sebanyak 25% responden. sejak ada pandemi, jumlah akseptor KB aktif meningkat menjadi 60%, naik 5 % dengan metode KB popular bergeser menjadi suntik KB 1 bulanan. Sebelum dan setelah pandemi kesamaannya adalah jenis KB yang banyak dipilih responden yaitu KB jangka pendek. Sebanyak 95% responden menyatakan tidak mengubah jenis KB sebab pandemi, 5% sisanya mengaku mengubah jenis KB karena covid-19. Ada sebanyak 37,5% responden yang mengakui bahwa sejak pandemi takut keluar rumah untuk ber KB
PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENCABUTAN GIGI SULUNG (Siswa Kelas IV SDN Kebonagung I Sukodono Kabupaten Sidoarjo Tahun 2019)
Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya angka gigi goyang pada siswa kelas IV SDN Kebonagung I Sukodono Kabupaten Sidoarjo tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang pencabutan gigi sulung pada siswa kelas IV SDN Kebonagung I Sukodono Kabupaten Sidoarjo, yang meliputi pengetahuan siswa tentang indikasi pencabutan gigi sulung, usia erupsi gigi tetap dan gigi sulung, akibat tidak mencabut gigi sulung tepat waktu, dan komplikasi pencabutan gigi sulung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jumlah reponden yaitu 60 siswa yang terdiri dari 33 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan pengisian kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni setelah data terkumpul dilakukan pengelolahan data dengan menghitung rata-rata jawaban berdasarkan setiap jawaban responden dan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan siswa tentang pencabutan gigi sulung termasuk kategori kuran
STUDI FENOMENOLOGI : PENGALAMAN IBU BEKERJA TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK PRASEKOLAH
Anak prasekolah merupakan masa dimana anak masihberumur 3-5 tahun. Pada masa ini sering disebut sebagai Golden Age dimana perkembangan anak akan meningkat secara pesat. Pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipengaruhi oleh polaasuh dan kasih sayang orang tua. Namun, banyak orang tua terutama ibu yang memilih tetap bekerjawalaupun telah memiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menggali lebih dalam lagi mengenai pengalaman ibu bekerja terhadap tumbuh kembang anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis yang digunakan oleh peneliti adalah analisis menurut Qolaizi (1978), yaitu menganalisis data menggunakan 7 langkah. Hasil : penelitianinimenghasilkan 8 tema, yaitu (1) pandangan ibu bekerja terhadap tumbuh kembang anak yang di titipkan; (2) kemampuan perkembangan anak yang di titipkan; (3) cara ibu bekerja mengoptimalkan perkembangan anak; (4) alasan ibu memilih bekerja dengan menitipkan anak, (5) perasaan ibu bekerja saat menitipkan anak; (6) hambatan ibu bekerja dalam meneitipkan anak; (7) upaya ibu bekerja mengatasi hambatan saat menitipk anak; (9) dampak menitipkan anak saat ibu bekerja. pt)
EVALUASI PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARKAT : STUDI KASUS DALAM MENCEGAH TERJADINYA DIARE DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BRANTI RAYA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Berdasarkan data Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB) Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya, diketahui bahwa terdapat 5 pilar dalam meningkatkan pembagunan sanitasi hyghiene melalui peningkatan demand & supply, yaitu Stop BABS (stop buang air besar sembarangan), CTPS (cuci tangan pakai sabun), PAM-RT (pengelolaan air minum rumah tangga), pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Cakupan pencapaian 5 pilar Di Puskesmas Branti adalah sebagai berikut: pilar 1 mencapai 100%, yang menerapkan pilar 2 mencapai 49,54%, yang menerapkan pilar 3 mencapai 49,28%, yang menerapkan pilar 4 mencapai 38,57%, dan yang menerapkan pilar 5 mencapai 28,33%. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui evaluasi program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarkat) : Studi Kasus Dalam Mencegah Terjadinya Diare Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Branti Raya Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan Grounded Theory. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data sekunder, yaitu data STMB PKM Puskesmas Branti Raya Kecamatan Natar Lampung Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, maka perilaku yang berkaitan dengan diare adalah tentang perilaku cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir di 5 waktu penting yang masih diabaikan sebagian besar masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Branti Raya dan masih banyak rumah tangga yang tidak memiliki pengelohan air limbah yangs sehat. Semua Desa sudah melaksanakan kegiatan STBM, tetapi belum mencapai target sehingga belum bisa dikatakan sebagai Desa STBM. Penelitian ini agar dapat digunakan sebagai masukan dan pengetahuan dalam mengoptimalkan program sanitasi total berbasis masyarakat yaitu menerapkan 5 pilar dan menjaga kebersihan kondisi lingkungan ditatanan rumah tangga agar angka kejadian diare dapat teratasi
THE FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT REUMATIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2019
Masaalah : Masaalah penelitian ini tingginya angka presentase penyakit reumatik di Kecamatan mawasangka Kec. Lakudo 8,8 %, Lombe 10,9 % dan Mawasangka 12,5 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Penyakit Reumatik Di Wilayah Kerja Puske smas Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung di wilayah kerja Puskesmas Mawasangka usia pertengahan (middle age) yang menderita reumatik, yaitu kelompok usia 45 sampai 59 tahun yang berjumlah 489 orang selama bulan Januari-Desember tahun 2019 sedangkan jumlah sampel sebanyak 81 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, pemilihan sampel dengan cara sederhana yaitu tehnik lot. Hasil penelitian menunjukan bahwa riwayat trauma bukan merupakan factor risiko sedangkan aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas merupakan faktor risiko kejadian penyakit reumatik di wilayah kerja Puskesmas Mawasangka Kabupaten Buton Tengah Tahun 2019. Kesimpulan aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas merupakan faktor risiko kejadian penyakit reumatik.
Kata Kunci :
Riwayat Trauma, Aktivitas Fisik, Pola Makan, dan Obesitas