Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
Not a member yet
195 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN AIR DAN SANITASI DENGAN KEJADIAN STUNTING DIWILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS CANDIPURO KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2021
Prevalensi stunting nasional merupakan terbesar kelima didunia,dimana angka stunting Provinsi Lampung yaitu sebesar 27,78% . Kecamatan Candipuro merupakan tertinggi kedua diLamsel dimana sebanyak 2.639 balita (11,27%) mengalami stunting. Air dan Sanitasi tidak layak berkontribusi menyebabkan stunting, dan cakupan air bersih memenuhi syarat dicandipuro baru mencapai 63,3 %,Tempat Pengeloaan sampah memenuhi syarat 52,55%, dan SPAL memenuhi syarat 40,78% .Tujuan penelitian diketahui Hubungan Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting di wilayah Kerja UPT Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita sebanyak 131 baduta dengan sampel sebanyak sampel sebanyak 93 baduta. Objek penelitian ini adalah stunting, kualitas air, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Candipuro pada bulan Juni- Juli 2021.Pengumpulan data menggunakan Checklist. Analisis data secara univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kulaitas air dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Candipuro tahun 2021 dengan pvalue (0,005) (OR=4,875; 95% CI= 1,657-14340), dan ada hubungan pengeloaan sampah dengan kejadian stunting dengan p value (0,026) (OR=5,935; 95% CI= 1,279-27,51)ada hubungan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dengan Kejadian stunting dengan p value (0,006) (OR=5,207; 95% CI= 1,626-16,67)Saran promosi kesehatan secara merata, pemberdayaan masyarakat melalui program STBM,Advokasi serta meningkatkan kerjasama Lintas sektor untuk menyelesaikan permasalahan air dan sanitasi secara terkonvergensi sebagai upaya mempercepat penurunan stunting diwilayah kerja UPT Puskesmas Candipur
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SIMPANG PERIUK KOTA LUBUKLINGGAU
Latar belakang : Berdasarkan data WHO(World Health Organization) pada tahun 2015 jumlah kasus hipertensi ada 939 juta kasus. Kasus ini diperkirakan akan semakin tinggi pada tahun 2025 dengan jumlah 1,15 milyar kasus atau sekitar 29% dari total penduduk dunia. Secara global, 80% kematian ibu hamil yang tergolong dalam penyebab kematian ibu secara langsung, yaitu disebabkan karena terjadi perdarahan(25%) biasanya perdarahan pasca persalinan, hipertensi pada ibu hamil (12%), partus macet (8%), aborsi (13%) dan karena sebab lain (7%) (WHO, 2012).Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan riwayat hipertensi keluarga, indeks massa tubuh, konusmsi fast food, stress kehamilan, kehamilan multifetus dengan hipertensi pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 76 orang diambil dengan metode systematic random sampling dengan menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunkan uji korelasi chi-square, analisis multivariate menggunakan uji regresi logistik. Dari analisis bivariat yang berhubungan dengan hipertensi pada ibu hamil adalah riwayat hipertensi keluarga (p-value = 0,006), indeks massa tubuh (p-value = 0,029), konsumsi fast food (p-value = 0,018), stres kehamilan (p-value = 0,006) ada satu variabel yang tidak berhubungan yaitu kehamilan multifetus dengan (p-value = 0,137), pada hasil multivariat menunjukan bahwa variabel yang paling berpengaruh yaitu konsumsi fast food dengan nilai Exp(B) =57,720. Ada hubungan riwayat hipertensi keluarga, indeks massa tubuh, konsumsi fast food, stress kehamilan secara simultan dengan hipertensi pada ibu hamil, dan variabel yang paling berpengaruh adalah konsumsi fast food
PERBANDINGAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN LANSIA TENTANG SENAM LANSIA DI PUSKESMAS BENGKUNAT KECAMATAN NGARAS KABUPATEN PESISIR BARAT
Menua adalah proses yang mengubah seorang dewasa sehat menjadi seorang yang frail dengan berkurangnya sebagian besar cadangan sistem fisiologis dan meningkatnya kerentanan terhadap berbagai penyakit. Untuk memperoleh kesegaran jasmani yang baik, seseorang harus melatih semua komponen dasar kesegaran jasmani. Senam lansia adalah olah raga ringan yang mudah dilakukan dan tidak memberatkan, yang dapat diterapkan pada lansia. Pendidikan kesehatan memiliki pengaruh terhadap perubahan pengetahuan lansia dalam meningkatkan kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui perbandingan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lansia tentang senam lansia dengan menggunakan media leaflet dan metode demonstrasi. Jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan quasi eksperimen dengan desain penelitian two group pretest-postest. Sampel penelitian ini adalah penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas) yang berkunjung ke Puskesmas Bengkunat Kecamatan Ngaras Kabupaten Pesisir Barat terhitung sejak Juli – Oktober 2021 yang berjumlah 60 lansia dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 30 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan hasil uji didapatkan nila p< 0,000 kelompok leaflet dan p<0,003 pada kelompok demonstrasi yang berate ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan leaflet dan demonstrasi. Hasil uji T-Test Independent didapatkan nilai p-value sebesar 0.089 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dan demonstrasi. Disarankan sebaiknya media yang digunakan dalam penyuluhan menggunakan panca indera mata karena dengan melihat, responden bisa lebih banyak mengingat apa yang disampaikan daripada mendengarka
PENGETAHUAN REMAJA MASJID JAMI’HIDAYATUL ISLAMIYAH TENTANG KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT (Di Jalan Lidah Kulon RT 5 RW 1 Surabaya Tahun 2022)
Gigi dan mulut dikatakan bersih apabila memenuhi suatu keadaan dimana di dalam ronga mulut tidak terdapat kotoran yang meliputi sisa makanan, plak dan karang gigi. Tingkat kebersihan gigi dan mulut dapat diukur dengan index yaitu oral hygiene index simplified (OHI-S). Menurut WHO remaja merupakan sekelompok orang yang memiliki rentang usia mulai dari 10-19 tahun. Merujuk kepada peraturan menteri kesehatan RI nomor 25 tahun 2014, remaja merupakan sekelompok orang yang memiliki rentang usia mulai antara 10 hingga 18 tahun Menurut badan Kependudukan dan Keluarga Berencana, remaja merupakan sekelompok orang yang memiliki rentang usia antara 10 hingga 24 tahun dan belum menikah. Masalah. Pemeriksaan Remaja Masjid Jami’Hidayatul Islamiyah di Jalan Lidah Kulon RT 5 RW 1 Surabaya. Didapatkan nilai kebersihan gigi dan mulut sebesar 3,1 merupakan kategori buruk. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan Remaja Masjid Jami’Hidayatul Islamiyah yang berlokasi di Jalan Lidah Kulon RT 5 RW 1 Surabaya tentang kebersihan gigi dan mulut. Jenis penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif. Melibatkan 78 remaja sebagai responden. Metode. Pengumpulan data diperoleh dari pengisian kuesioner. Data pada penelitian dianalisis dengan menghitung rata-rata dalam bentuk presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan Remaja Masjid Jami’Hidayatul Islamiyah tentang kebersihan gigi dan mulut dalam kategori cukup, sebesar 59%.
 
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG KARIES GIGI PERMANEN PADA SISWA SD SUKOWINANGUN 1 MAGETAN
Karies merupakan hasil interaksi antara bakteri di permukaan gigi, plak, dan diet sehingga terjadi demineralisasi jaringan keras gigi dan memerlukan cukup waktu untuk kejadiannya. Masalah penelitian ini adalah tingginya angka karies gigi permanen pada siswa SD Sukowinangun 1 Magetan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SD Sukowinangun 1 Magetan mengenai karies gigi permanen. Penelitian ini bersifat deskriptif,melibatkan sebanyak 75 siswa SD Sukowinangun 1 Magetan dari kelas 1 sampai kelas 6 sebagai responden penelitian yang dipilih dengan sistem simple random sampling. Metode pengumpulan data didapat dari pengisian instrumen penelitian yaitu kuisioner. Teknik analisis data dihitung sesuai dengan tujuan khusus, jumlah soal benar dibagi dengan jumlah soal keseluruhan dan dikali 100% kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini didapat bahwa tingkat pengetahuan siswa SD Sukowinangun 1 Magetan mengenai karies gigi permanen termasuk dalam kategori baik
PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI GINGIVITIS DI PUSKESMAS SIDOTOPO WETAN
Masalah penelitian ini adalah tingginya persentase gingivitis ibu hamil pada kunjungan pertama di poli gigi di puskesmas sidotopo wetan kota Surabaya . Tujuan penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil mengenai gingivitis di puskesmas sidotopo wetan kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan pada ibu hami sebanyak 20 orang yang berkunjung ke ruang poli gigi dan mulut di puskesmas sidotopo wetan. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan pengisian lembar kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah menghitung rata-rata dalam persen dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai pengertian gingivitis termasuk dalam kategori cukup, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai penyebab gingivitis termasuk dalam kategori buruk, dan tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan gingivitis termasuk dalam kategori buru
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HALITOSIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA INSTAGRAM DI KELURAHAN ARJUNA BANDUNG
Masalah: sekitar 90% kasus halitosis berasal dari rongga mulut diketahui 23,8% mengaku memiliki bau mulut, 76,2% mengaku tidak memiliki bau mulut. Sebesar 95,2% mengaku pernah menjumpai orang yang bau mulut. Sebesar 52,4% jarang mengunjungi dokter gigi dan semua mengaku bahwa bau mulut mengganggu seseorang dalam bergaul.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya pengetahuan masyarakat tentang bau mulut dengan menggunakan media Instagram di Kelurahan Arjuna Kota Bandung. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif, memposting link media melalui Instagram untuk menggambarkan seberapa baik masyarakat di Kelurahan Arjuna Bandung mengetahui tentang bau mulut. Metode pengumpulan data kuantitatif menggunakan kuesioner. Hasil: Dianalisis data yang didapat distribusi frekuensi pengetahuan masyarakat tentang definisi bau mulut dalam kategori baik (80%), pengetahuan masyarakat tentang penyebab bau mulut dalam kategori cukup (69%), pengetahuan masyarakat tentang cara mencegah bau mulut dalam kategori baik (81%). Kesimpulan didapat pengetahuan masyarakat di kelurahan arjuna tentang halitosis dalam kategori baik
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPAROKOK DI PONDOK PESANTREN RIYADLATUL ULUM KECAMATAN BATANGHARI KABUPATEN LAMPUNG TIMURTAHUN 2021
Kebiasaan merokok sudah meluas hampir di semua kelompok masyarakat Indonesia dan cenderung meningkat di kalangan anak-anak, remaja dan dewasa. Adanya peraturan KTR di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan paparan asap rokok juga proporsi merokok pada usia sekolah. Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum merupakan pondok pesantren yang sudah menerapkan kebijakan KTR namun belum berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah diketahui bagaimana implementasi kebijakan KTR di Pondok Pesantren Riyadlatul ‘Ulum. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Terdapat 5 informan yang terdiri dari kepala pondok, penanggungjawab kebijakan KTR di pondok dan santri. Pemilihan informan dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam. Analisis yang digunakan yaitu konten dan teknis analisis data menggunakan pengadaan data, pengurangan data, inferensi dan analisis. Disimpulkan bahwa kebijakan disosialisasikan secara lisan kepada para santri dan tertulis, pemasangan tanda larangan merokok hanya pada mading-mading asrama, masih adanya orang merokok pada lingkungan pondok dan juga di ruang kantor, tidak menyediakan area/ruang merokok, dan lingkungan pondok masih ada asbak/sarana merokok. Sanksi hanya diberlakukan untuk seluruh santri. Saran dalam penelitian ini yaitu kepala pondok dapat membuat peraturan khusus KTR tidak hanya tata tertib, tidak menyediakan asbak/sarana merokok, memasang tanda larangan merokok di pintu masuk utama dan di seperti ruang kelas, perpustakaan, dll agar mudah terbaca dan/atau terdengar baik. Menegur serta memberikan sanksi secara tegas kepada pelanggar kebijakan KTR di lingkungan sekolah
PENGARUH KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP RASA CEMAS PADA ANAK SAAT PENCABUTAN GIGI DI PUSKESMAS KAHEAN PEMATANGSIANTAR
Kecemasan adalah reaksi emosi yang bersifat sementara atau dapat berkelanjutan yang timbul pada situasi tertentu yang dirasakan sebagai suatu ancaman. Kecemasan yang terjadi pada saat perawatan gigi disebut juga kecemasan dental. Anak yang mengalami kecemasan cenderung sulit untuk untuk dilakukan perawatan gigi. Masalah dalam penelitian ini yaitu tingginya persentase kecemasan anak di Puskesmas Kahean Pematangsiantar Tahun 2022 (41,7 %) Kecemasan pada anak saat akan melakukan tindakan perawatan gigi sangat memerlukan peran orangtua yang memberikan pengertian serta bentuk komunikasi yang diberikan petugas kesehatan pada saat akan melakukan tindakan perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadapa rasa cemas pada anak- anak saat pencabutan gigi. Metode Penelitian yang digunakan yaitu dengan teknik non random sampling menggunakan metode Accidental sampling, dengan responden yang datang untuk perawatan pencabutan gigi usia 6-12 tahun dalam kurun waktu bulan januari 2022 hingga bulan februari 2022 berjumlah 48 anak serta tenaga kesehatan gigi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar check list dan lembar kusioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh komunikasi terapeutik tenaga kesehatan terhadap rasa cemas anak yang akan dilakukan perawatan tindakan pencabutan gigi (studi pada anak- anak di Puskesmas Kahean Pematangsiantar)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN GINGIVITIS (di Puskesmas Putat Jaya Kota Surabaya)
Selama kehamilan terjadi perubahan pada rongga mulut terkait dengan perubahan hormonal, perubahan fisik, perubahan perilaku salah satunya yaitu pengetahuan yang kurang dan dapat mempengaruhi perilaku yang buruk sehingga terjadi Gingivitis kehamilan. Masalah Gingivitis dengan perdarahan pada gusi merupakan masalah yang paling umum ditemui dan berkontribusi sekitar 60-70% ibu hamil. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas Putat Jaya Kota Surabaya pada bulan November 2021 rata-rata pengetahuan Ibu hamil dalam kategori kurang dan Ibu hamil mengalami Gingivitis. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibuh hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian ginvitis di Puskesmas Putat Jaya Kota Surabaya. Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode cross sectional dengan populasi Ibu hamil di Puskesmas Putat Jaya Kota Surabaya berjumlah 30 responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan lembar pemeriksaan gingivitis. Teknik analisis menggunakan uji Korelasi Spearman’s rho. Hasil Penelitian menemukan bahwa sebagian Ibu hamil berpengetahuan rendah. Hasil juga menunjukkan bahwa banyak Ibu hamil mengalami Gingivitis dalam kategori sedang dan beberapa Ibu hamil mengalami Gingivitis dalam kategori rendah. Kesimpulan pada penelitian ini ialah Tidak ada hubungan antara pengetahuan Ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian gingivitis di Puskesmas Putat Jaya Kota Surabaya