Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
Not a member yet
    195 research outputs found

    PENGGUNAAN Macaca fascicularis SEBAGAI HEWAN MODEL PENGEMBANGAN VAKSIN SELAMA KURUN WAKTU 2011-2021: MINI-REVIEW

    Get PDF
    Introduction: The long-tailed macaque (Macaca fascicularis) has been used as a model animal (test animal) related to biotechnology for human welfare. One of the biotechnology developments using this animal model is the development of vaccines. This study aims to provide a mini-review associated with the use of Macaca fascicularis as an animal model for vaccine development during 2011-2021. Methodology: The mini-review research method consisted of literature study, title identification, abstract screening, full-text selection, and mini-review. Result: The results of the mini-review review, the various types of vaccines, and the benefits arising from Macaca fascicularis as a model animal were very diverse, with the full use of Macaca fascicularis (∑n = 321) individuals. Conclusion: During 2020-2021, there was a negative correlation between the years of research on Macaca fascicularis individuals used as animal models for vaccine development

    ANALISIS FAKTOR RESIKO ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG JAYA BETUNG KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2021

    Get PDF
    Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dikenal sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan anak balita di negara berkembang. Sebagian besar penelitian di negara berkembang menunjukkan bahwa 20 – 35% kematian anak dan balita disebabkan oleh ISPA. Diperkirakan bahwa 2 – 5 juta bayi dan anak balita di berbagai Negara setiap tahun meninggal karena ISPA, dua per tiga terjadi pada kelompok usia bayi, terutama bayi usia dua bulan pertama sejak kelahiran. Tujuan Penelitian: Menganalisa hubungan Jenis kelamin, Kelembaban, Kebiasaan memasak, Pencahayaan rumah dan kebiasaan merokok dalam rumah dengan analisis faktor resiko kejadian ISPA pada Balita. Metode: Desain Penelitian dengan pedekatan kuantitatif cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang memiliki anak yang berobat kepuskesmas X. Analisa data univariat, dan bivariat didapatkan responden mengalami ISPA yaitu 50 responden (71.8%),48 responden (67.6%) dengan kelembaban  yang tidak memenuhi syarat, 50 responden (70.4%) Kebiasaan Memasak, 67 responden (94.4%) anggota keluarga merokok, 38 responden (53.5%) kelembaban tidak memenuhi syarat. Ada hubungan yang bermakna antara Kebiasaan memasak dengan kejadian ISPA didapatkan pValue=0.000 < dari nilai α=0.05, OR=9.182. Ada Hubungan bermakna antara Keadaan kelembaban dengan kejadian ISPA didapatkan pValue=0.002 < dari nilai α=0.05, OR=7.711. Ada Hubungan bermakna antara Anggota Keluarga Merokok dengan kejadian ISPA didapatkan pValue=0.032 < dari nilai α=0.05. Tidak Ada Hubungan bermakna antara Kelembaban Udara dengan kejadian ISPA didapatkan pValue=0.876 > dari nilai α=0.0

    GAMBARAN PENDIDIKAN DAN PARITAS PADA IBU NIFAS DENGAN BENDUNGAN ASI DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI LAILA MASI, AM.KEB KOTA LUBUKLINGGAU

    Get PDF
    Latar Belakang : Bendungan ASI (engorgement of the breast) terjadi karena penyempitan duktus laktiferus atau oleh kelenjar  kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna karena kelainan pada puting susu, dan kurangnya informasi tetang perawatan payudara. Pada kejadian mastitis berkisar 2 - 33%, pada ibu menyusui kurang lebih 10% kasus mastitis akan berkembang menjadi abses (bernanah), dengan gejala yang semakin berat (Prawirohardjo, 2015). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pendidikan dan Paritas Ibu Nifas Dengan Kejadian Bendungan ASI di BPM Laila Masi, Am. Keb. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data sekunder dengan tekhnik studi kepustakaan. Hasil Penelitian ini didapatkan ibu nifas yang mengalami kejadian bendungan ASI sebanyak 4 (13,63%), sedangkan ibu nifas tidak mengalami bendungan ASI berjumlah 26 (86,7%). pendidikan ibu tinggi berjumlah 15 (50%), ibu yang berpendidikan sedang 11 (36,7%) dan ibu yang berpendidikan rendah 4 (13,3%), dan ibu dengan paritas primipara sebanyak 17 (56,6%), sedangkan multipara sebanyak 13 (43,3%)

    PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PERSISTENSI GIGI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARENGAN KABUPATEN TUBAN 2022

    Get PDF
    Persistensi gigi ialah suatu keadaan dimana gigi sulung belum tanggal sempurna, tetapi gigi permanen sudah tumbuh. Persistensi menjadi salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak dialami masyarakat Indonesia khususnya anak-anak usia 6-12 tahun. Karena pada usia tersebut adalah masa peralihan dari gigi sulung ke gigi permanen yang biasa periode kritis. Pengetahuan sangat penting dalam melatar belakangi terbentuknya suatu sikap dan perilaku yang mendukung atau tidak mendukung kesehatan khususnya dalam kesehatan gigi dan mulut. . Dalam hal ini pengetahuan orang tua sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan gigi anak. Pengetahuan orang tua dapat dijadikan dasar bagi terbentuknya sikap dan perilaku kesehatan anak. Karena umumnya pembelajaran mengenai hal dasar merawat kesehatan gigi dan mulut di dapatkan di lingkungan keluarga.  Tujuan Diketahuinya pengetahuan orang tua di wilayah kerja puskesmas Parengan kabupaten Tuban tentang persistensi gigi. Metode penelitian  ini bersifat deskriptif dan data disajikan dalam bentuk tabel. Hasil pengetahuan orang tua tentang masa pertumbuhan gigi di wilayah kerja Puskesmas Parengan Kabupaten Tuban 2022  termasuk dalam kategori kurang, pengetahuan orang tua tentang penyebab persistensi gigi di wilayah kerja Puskesmas Parengan Kabupaten Tuban 2022 termasuk dalam kategori sedang, dan Pengetahuan orang tua tentang akibat persistensi gigi di wilayah kerja Puskesmas Parengan Kabupaten Tuban 2022 termasuk dalam kategori kurang

    PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PENCABUTAN GIGI DI POLI GIGI RSAU dr. EFRAM HARSANA LANUD ISWAHJUDI MAGETAN TAHUN 2022

    Get PDF
    Masalah dalam penelitian ini ialah tingginya persentase pencabutan gigi yang tidak sesuai indikasi  di poli gigi RSAU dr.Efram Harsana Lanud Iswahjudi  Magetan tahun 2021. Tujuan Penelitian: Diketahuinya  pengetahuan pasien mengenai pencabutan gigi di poli gigi  RSAU dr. Efram Harsana Lanud Iswahjudi Magetan. Metode penelitian: Jenis penelitian yang dipakai ialah penelitian deskriptif. Sasaran penelitian yaitu pasien dengan pencabutan gigi  di poli gigi RSAU dr. Efram Harsana Lanud Iswahjudi Magetan mulai bulan Januari 2022 sampai dengan Maret 2022. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui pembagian lembar kuisioner. Teknik analisa data yang digunakan pada penelitian ini ialah perhitungan rata-rata jawaban benar berdasarkan skoring setiap jawaban dari responden. Jumlah jawaban benar yang diperoleh dihitung rata-ratanya (mean) kemudian dipresentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian: Hasil  yang diperoleh ialah pengetahuan pasien mengenai indikasi pencabutan gigi termasuk dalam kategori kurang, pengetahuan pasien tentang kontraindikasi pencabutan gigi termasuk dalam kategori kurang serta pengetahuan pasien tentang akibat pencabutan gigi termasuk dalam kategori kurang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pasien di poli gigi RSAU dr.Efram Harsana Lanud Iswahjudi Magetan tentang pencabutan gigi termasuk dalam kategori kurang

    HUBUNGAN PENGETAHUAN MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK (Studi Pada Kelas IV SD Negeri Sedatigede 2 Sidoarjo)

    Get PDF
    Makanan kariogenik merupakan makanan yang mengandung karbohidrat sehingga dapat menyebabkan kerusakan gigi apabila dikonsumsi secara terus menerus. Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi (ceruk, fissure, dan daerah interproksimal) meluas ke arah pulpa. Masalah penelitian ini adalah tingginya angka karies gigi pada anak kelas 4 SD Negeri Sedatigede 2 Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui hubungan pengetahuan makanan kariogenik anak  SD Negeri. Metode penelitian: yang digunakan yaitu pengumpulan data dengan cara pemeriksaan dan kuesioner. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional. Responden dalam penelitian ini yaitu 78 siswa. Teknis analis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian : terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan makanan kariogenik dengan karies gigi pada anak SD Negeri Sedatigede 2 Sidoarjo. Kesimpulan : Semakin baik pengetahuan anak maka perilaku dan perhatiannya terhadap kesehatan gigi akan semakin baik , sehingga karies gigi anak menuru

    PENGETAHUAN KARIES GIGI PADA KARANG TARUNA DI DESA SAWOO KABUPATEN PONOROGO

    Get PDF
    Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya angka karies pada Remaja Karang Taruna di Desa Sawoo Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan Remaja Karang Taruna tentang karies gigi di Desa Sawoo Kabupaten Ponorogo. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan jumlah responden 30 Remaja Karang Taruna usia 18-19 tahun dengan mengumpulkan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menghitung rata-rata jawaban berdasarkan sekoring setiap jawaban dari responden. Jumlah seluruh jawaban yang di peroleh dari responden dihitung dalam bentuk presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan Remaja Karang Taruna di Desa Sawoo Kabupaten Ponorogo tentang pengertian karies gigi termasuk dalam kriteria cukup, pengetahuan Remaja tentang penyebab karies gigi termasuk dalam kriteria cukup, pengetahuan Remaja tentang perawatan karies gigi termasuk dalam kriteria cukup. Kesimpulan dari hasil tingkat pengetahuan Remaja Karang Taruna tentang karies gigi dapat dikategorikan dalam kriteria cukup

    PENERAPAN FISIOTERAPI DADA PADA ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA DI RSUD ARJAWINANGUN

    Get PDF
    Latar Belakang : Tujuan : Mengetahui gambaran karakteristik, Mengidentifikasi penerapan teknik fisioterapi dada, dan Menganalisa perbedaan hasil teknik fisioterapi dada pada anak dengan bronkopneumonia. Metode : Desain yang digunakan yaitu kualitatif dan deskriptif. Pada penelitian ini Subjek yang digunakan yaitu 2 anak dengan usia berbeda, pada subjek 1 (8 bulan) dan subjek 2 (21 bulan) diagnosa medis bronkopneumonia. Hasil : Penelitian menunjukkan hasil dari kedua subjek yaitu ini adanya perbedaan respon sebelum dan sesudah. Antara waktu pemberian intervensi pada subjek 1 dan 2 berbeda, subjek 1 (6 hari) dan subjek 2 (7 hari). Hasil rata-rata penerapan fisioterapi dada pada subjek 1 dan subjek 2 sebelum tindakan pada aspek yang dinilai tidak terjadi perbaikan. Setelah Tindakan terjadi perbaikan pada aspek yang dinilai dalam batas normal kecuali subjek 2 sekret dan batuk ada. Setelah intervensi pada subjek 1 terjadi perubahan pada aspek yang dinilai di hari kedua sedangkan pada subjek 2 pada hari ketiga. Kesimpulan : Penerapan fisioterapi dada pada anak dapat memberikan perbaikan pada status suhu, nadi, respirasi, SaO2, ronkhi, sekret, batuk dalam batas normal. Saran : Hasil penelitian mengenai fisioterapi dada pada anak dengan gangguan sistem pernapasan khususnya bronkopneumonia dapat dijadikan referensi pengetahuan tindakan yang dilakukan secara mandiri

    GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PENAMBALAN GIGI PADA ORANGTUA SISWA KELAS 5 SDN GUBENG 3 SURABAYA

    Get PDF
    Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya persentase PTI pada siswa kelas V SDN Gubeng 3 Surabaya tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan tentang penambalan gigi pada orangtua siswa kelas V SDN Gubeng 3 Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah responden 37 responden. Metode pengumpulan data dengan pengisian kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan cara merekap hasil data yang telah dikumpulkan, kemudian dilakukan perhitugan data setiap orangtua siswa, selanjutnya hasil dari perhitungan disajikan dalm bentuk tabel dan kemudian dipersentasikan. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan orangtua tentang penambalan gigi termasuk dalam kategori Cuku

    KETERAMPILAN MENGGOSOK GIGI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK DI PAUD REMBULAN KALILOM TIMUR KENJERAN SURABAYA

    Get PDF
    Kesehatan gigi dan mulut adalah keadaan sehat dari jaringan keras dan jaringan lunak gigi serta berbagai unsur yang berhubungan dalam rongga mulut yang memungkinkan individu makan, berbicara, dan berinteraksi sosial tanpa disfungsi, gangguan estetik, dan ketidaknyamanan karena adanya penyakit, penyimpangan oklusi dan kehilangan gigi sehingga mampu hidup produktif secara sosial ekonomi. Masalah pada penelitian ini adalah rendahnya prevalensi bebas karies pada anak PAUD Rembulan Kalilom Timur Kenjeran Surabaya, dengan jumlah 10% prevalensi bebas karies  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan menggosok gigi pada ibu yang memiliki anak PAUD Rembulan Kalilom Timur Kenjeran Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jumlah responden 41 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan cara merekap hasil data yang telah dikumpulkan dan di sajikan dalam bentuk tabel. Hasil menunjukkan keterampilan menggosok gigi pada ibu yang memiliki anak PAUD Rembulan Kalilom Timur Kenjeran Surabaya tahun 2020 dengan kategori cukup terampi

    190

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Health and Medical (IJOHM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇