Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Not a member yet
    123 research outputs found

    Menelusuri Manusia Super dari Kesusastraan Tradisional

    Full text link
    This research describe about the superhero people there are in the traditional literature. In Minangkabau traditional literature such as kaba, there are Cindua Mato, Anggun Nan Tongga, and Rambun Pamenan. But they are not familiar, especially for the young generation. This is happen because there no other type from kaba which is easy to understand by the young generation

    MAMANGAN MINANGKABAU (Sebuah Kajian Semiotik)

    Full text link
    This article exposes meanings, functions, and contexts of Minangkabau mamangans. Nature that inspirited the forms and social relationships on this mamangan are also described. With antropolinguistics approach, this analysis aims culture and language systems mapping to see the social system relevancies.There are anomalous and deviations on the mamangan. Several anomalous mamangans are formed from physical phenomenon and the deviations can be seen on diversion of form and meaning. So, mamangan functions and meanings can be explained from the context

    PANDANGAN SOSIOLINGUISTIK DALAM KONTROVERSI TIGA SURAT SULTAN PONTIANAK: STRATEGI KOMUNIKASI DAN KESANTUNAN

    Full text link
    Makalah ini membincangkan kandungan yang terdapat dalam tiga surat Sultan Pontianak yang dikirimkan kepada T.S. Raffles. Tiga surat yang dikirimkan oleh Sultan Syarif Kasim Alqadrie kepada T.S. Raffles di Malaka bertanggal 14 Februari, 12 Maret, dan 22 Maret 1811. Perbincangan kandungan fokus kepada tiga warkah Sultan Pontianak yang memunculkan kontroversi aktivitas perompak di masyarakat Melayu Kalimantan Barat. Warkah ini mengandung perkara yang “kontroversial†yaitu mengenai aktivitas perompak yang dilakukan oleh Pengiran Anom dari Kesultanan Sambas. Tiga warkah Sultan Pontianak akan diuraikan berdasarkan struktur surat yang berbeda dari surat Melayu pada umumnya.Struktur surat menghasilkan bentuk kandungan yang dilihat dari penyampaian pesan yang terpenting dalam surat. Kandungan tiga warkah diuraikan berdasarkan kaidah komunikasi yang digunakan oleh Sultan untuk menyampaikan pesan tentang perkara yang kontroversial dan memunculkan perdebatan sampai sekarang di Kalimantan Barat. WACANA ETNIK Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora ISSN: 2098-8746.Volume 3 Nomor 2 Oktober 2012. Halaman: 257 – 282.Padang: Pusat Studi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PSIKM)dan Sastra Daerah FIB Universitas Andalas. Teknik genre yang digunakan berkaitan dengan strategi komunikasi dan kesopanan yang ditetapkan oleh budaya masyarakat Melayu pada waktu itu. Surat-surat Melayu mempunyai teknik tersendiri berdasarkan strategi komunikasi dan lakuan bahasa yang melibatkan pemeran dalam peristiwa komunikasi. Teknik genre dalam surat Sultan Pontianak juga memiliki teknik tersendiri berdasarkan strategi komunikasi dan lakuan bahasa yang ditetapkan oleh budaya masyarakat Melayu. Lakuan bahasa memperlihatkan aspek kesopanan dalam warkah Sultan Pontianak. Teknik genre yang digunakan dalam warkah Sultan Pontianak berupa kaidah langsung ataupun kaidah tidak langsung memerikan sebuah model kearifan masyarakat Pontianak pada masa lalu yang sampai saat ini model tersebut masih tetap dipelihara sebagai kearifan lokal masyarakat Melayu Pontianak, Kalimantan Barat

    SURAT SULTAN PONTIANAK: STRATEGI KOMUNIKASI DAN STRUKTUR TIGA KOLEKSI

    Full text link
    Kertas kerja ini membincangkan wujud fisik dan kandungan surat Sultan Pontianak koleksi pelbagai pusat manuskrip seperti Perpustakaan Negara Malaysia, Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Universiti Leiden, British Library, dan milik perseorangan. Perbincangan koleksi surat baginda meliputi, 11 lembar surat sosial dan 2 lembar surat perjanjian yang bermula dari Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie abad ke-18 hingga Sultan Syarif Yusuf Alqadrie tahun abad ke-19. Tiga surat Sultan Pontianak diuraikan berdasarkan struktur surat yang berbeda dari surat Melayu pada umumnya, seperti kepala surat, cap, kata pujian, prapenutup, dan penutup surat.Struktur surat menghasilkan bentuk kandungan yang dilihat dari penyampaian pesan yang terpenting dalam surat. Kandungan tiga surat diuraikan berdasarkan kaidah komunikasi yang digunakan oleh Sultan untuk menyampaikan pesan tentang perkara yang kontroversi dan memunculkan perdebatan sampai sekarang di Kalimantan Barat. Perbincangan koleksi dan kandungan yang terdapat di dalam surat Sultan Pontianak menghasilkan tafsiran yang berbeda dengan pandangan masyarakat pada umumnya terhadap surat Sultan Pontianak itu sendiri

    FONOLOGI BAHASA MINANGKABAU: KAJIAN TRANSFORMASI GENERATIF

    Full text link
    Regional language spoken in the archipelago according to the national language policy serves as one of the elements of national culture and protected by the state. One of the local languages in Indonesia is the language of Minangkabau. The paper focuses on two issues: 1) how the realization of the original segment morphemes Minangkabau language?, 2) how the processes and phonological rules Minangkabau language?             Phonemic, Minangkabau language has five vowels segments, namely / a, i, u, e, o /. However, phonetic, Minangkabau language has nine vowels because vowels / a, i, u, e, and o / experience the relaxation process each has allophones [I, U, ε, ɔ]. In phonemic consonant number of Minangkabau origin amounted to 18 pieces / p, b, t, d, c, j, k, g, r, l, s, h, m, n, ŋ, ñ,, w, y / , but phonetically Minangkabau language has 19 consonants sound, example; p, b, t, d, c, j, k, g, r, l, s, h, m, n, ŋ, ñ, ʔ, w, y /. Thus, the number of segments in the Minangkabau language vowels and consonants both phonemically is 23 pieces, while as many as 28 segments phonetically.             To explain the changes that occur from the realization of phonemic to phonetic, phonology rules would require eight. Eighth phonology rules include: (1) vocal loosening rules, (2) rule "pelesapan" consonant / h /, (3) rules "pelesapan" resonant sounds / p, t, k, s, c /, (4) additional rules semivokal / w / and / y /, (5) the addition rule consonants / l /, (6) the addition rule consonants / r /, (7) changes in the rules of the consonant / h /, and (8) rule changes kosonan / k

    KABA: Sebuah Penelusuran Bibliografi dan Pemetaan Kajian

    Full text link
    Kaba adalah salah satu genre sastra yang cukup populer di Minangkabau.  Genre sastra ini sejak zaman kolonial hingga sekarang masih menjadi objek kajian yang menarik dari para peneliti di bidang kesusasteraan. Akan tetapi, belum ada penelitian yang menyajikan informasi tentang apa saja hasil kajian-kajian yang telah dilakukan peneliti terdahulu terhadap kaba. Hal ini memungkinkan terjadinya tumpang tindih kajian terhadap satu objek. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menyajikan informasi terhadap hasil penelitian yang pernah dilakukan terhadap kaba.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelusuran kepustakaan. Teknik penelitiannya dengan cara mengumpulkan bibliografi kaba sebanyak-banyaknya dari pelbagai perpustakaan dan sumber-sumber penelitian terdahulu yang terkait dengan objek. Selanjutnya, data tersebut dipetakan menurut kajian kritik teks, kajian kritik sastra, penelitian kaba terkait bidang linguistik dan penelitian kaba sebagai sastra lisan.Dari penelitian ini disimpulkan bahwa, kaba sudah ditulis oleh orang Minangkabau sejak tahun 1831 dan penelitian terhadap jenis sastra ini sudah dilakukan oleh sarjana Belanda sejak tahun 1881. Pada pemetaan kajian yang  dilakukan, penelitian kaba dengan kajian kritik teks masih jarang dilakukan oleh para peneliti karena naskah kaba banyak berada diluar negeri, sehingga membutuhkan waktu dan dana yang besar untuk melakukan penelitian. Pada kajian kritik sastra penelitian kaba masih bersifat struktural dan belum ada kajian yang mendalam. Selanjutnya pada bidang linguistik,penelitian kaba masih sedikit sekali dilakukan oleh para peneliti. Dan pada pemetaan penelitian kaba sebagai sastra lisan yang perkembangannya sudah sampai kepada perekaman, arah penelitian kaba bisa dikembangkan kepada objek kaba rekaman dalam bentuk kaset maupun video compact disk (VCD)

    Simbol Religius pada Rumah Gadang Abai Sangir, Solok Selatan

    Full text link
    This research describes religious symbols at rumah gadang Abai Sangir Solok Selatan. The symbols lay on walls, stairs, doors, and windows. Using the descriptive qualitative method and Paul Ricoer theory, the research shows that the society put on their belief on those symbols. How they live as person and society described on the symbols.Â

    Konflik Tokoh dalam Kaba Siumbuik Mudo

    Full text link
    This article describes character confict analysis of kaba Siumbuik Mudo. On this object, there is manjapuik malu or manjapuik baleh which reflect the main character’s pride. Using structural and qualitative method, the result shows that the main characters (Umbuik Mudo and Puti Galang Banyak) has high ego which brings conflicts on them

    TRANSLITERASI DAN ANALISIS TEKS NASKAH “SEJARAH BERDIRINYA TARBIYAH ISLAMIYAH†KARYA ABDUL MANAF

    No full text
    This article describes the translation and text analysis of “Sejarah Berdirinya Tarbiyah Islamiyah†written by Abdul Manaf. Analysis result shows, there were conflicts between Kaum Tua and Kaum Muda in Minangkabau. Kaum Tua are tarekat scholars and Kaum Muda are Islam reformer scholars. In those conflicts, Kaum Tua form an association called PERTI which to compete Kaum Muda schools

    PERILAKU BERBAHASA DI PONDOK PESANTREN ADLANIYAH KABUPATEN PASAMAN BARAT

    Full text link
    This article shows the langauge behaviors in Pondok Pesantren Adlaniyah Pasaman Barat. The research look into student activities in the class and out of class. The results show that switching and mixing code appear because some factors: mother language, age, motivations, habit, teachers, and environment

    111

    full texts

    123

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elektronik Wacana Etnik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇