Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Not a member yet
123 research outputs found
Sort by
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM NOVEL ANGKATAN BARU KARYA HAMKA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Karya sastra, sebagai representasi kehidupan sosial, sering kali merefleksikan nilai-nilai dan dinamika masyarakat pada masanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Angkatan Baru karya Hamka melalui pendekatan sosiologi sastra untuk mengungkap representasi lunturnya nilai moral perempuan Minangkabau yang tergambar di dalamnya. Penelitian ini juga mengkontekstualisasikan penggambaran tersebut dengan kondisi masyarakat Minangkabau pada periode waktu novel tersebut diterbitkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis deskriptif interpretatif terhadap teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Angkatan Baru merefleksikan pergeseran nilai dan tantangan yang dihadapi perempuan Minangkabau seiring dengan perubahan sosial dan pendidikan, yang berpotensi mengikis nilai-nilai moral tradisional dalam konteks kehidupan berkeluarga
SASTRA LISAN BAGURAU PADA LAMAN FACEBOOK “MALAM BAGURAU MENDUNIAâ€: SEBUAH DESKRIPSI SINGKAT
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pertunjukan bagurau yang diselenggarakan oleh komunitas daring “Malam Bagurau Mendunia†di Kota Padang, Sumatera Barat. Bagurau, sebagai genre sastra lisan Minangkabau berupa dialog lelucon dalam bentuk pantun yang diiringi musik tradisional, mengalami adaptasi signifikan melalui pemanfaatan platform media sosial Facebook sebagai wadah utama pertunjukan selama pandemi Covid-19. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan anggota “Malam Bagurau Mendunia†untuk mengumpulkan data mengenai sejarah pembentukan komunitas daring, format pertunjukan, karakteristik penampil dan perlengkapan, serta interaksi dengan khalayak daring dan luring.Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Malam Bagurau Mendunia†berhasil menciptakan ruang virtual untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi bagurau. Pertunjukan daring ini mempertahankan elemen-elemen tradisional seperti dendang dan pantun, namun mengintegrasikan fitur-fitur media sosial untuk interaksi dengan penonton, termasuk request lagu dan donasi daring. Teks pantun yang disajikan bervariasi dalam tema dan fungsi, menjadi daya tarik utama pertunjukan. Khalayak daring yang luas menunjukkan apresiasi terhadap bagurau dan mendukung keberlangsungan komunitas ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “Malam Bagurau Mendunia†merupakan contoh sukses adaptasi seni tradisional di era digital, membuka peluang baru untuk pelestarian dan promosi warisan budaya Minangkabau
MAKIAN DALAM BAHASA MINANGKABAU DI KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @BARUAKTAMVAN
Artikel ini mendeskripsikan satuan lingual, makna, dan fungsi umpatan dalam bahasa Minangkabau yang terdapat di kolom komentar akun Instagram @baruaktamvan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data penelitian berupa komentar-komentar yang mengandung umpatan pada unggahan akun Instagram periode Maret hingga September 2020. Analisis data dilakukan dengan metode padan translasional dan pragmatis, serta mempertimbangkan konteks interaksi virtual.Hasilnya menunjukkan bahwa satuan lingual umpatan bervariasi dalam bentuk kata (leksem tunggal dan reduplikasi), frasa, klausa, dan kalimat. Makna umpatan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga konotatif (merendahkan, mengejek), tematik (penekanan), dan afektif (ekspresi emosi). Fungsi umpatan yang teridentifikasi meliputi ekspresi marah, kesal, menyesal, heran, menghina, dan menirukan dialog dalam konten media.Penggunaan umpatan dalam bahasa Minangkabau di media sosial merupakan fenomena linguistik yang kompleks, dipengaruhi oleh dinamika interaksi daring dan konteks konten. Umpatan tidak hanya sekadar kata kasar, tetapi juga alat ekspresi multifungsi dengan makna pragmatis yang beragam. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran berbahasa, literasi media, dan peran pendidikan dalam mempromosikan komunikasi daring yang lebih santun. Penelitian lanjutan disarankan untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan dan interpretasi umpatan di media sosial
MINANGKABAU DALAM KUMPULAN CERPEN LABA-LABA KARYA GUS TF SAKAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur budaya Minangkabau yang terdapat dalam kumpulan cerpen Laba-Laba karya Gus tf Sakai serta menelaah maknanya dalam konteks idealisme keminangkabauan. Menggunakan pendekatan antropologi sastra dan kerangka teori tujuh unsur kebudayaan universal dari Koentjaraningrat, penelitian ini menganalisis empat cerpen bernuansa Minangkabau dalam kumpulan tersebut. Hasil analisis menunjukkan representasi yang kaya dari unsur-unsur budaya Minangkabau, meliputi sistem bahasa (penggunaan baso Minang), sistem pengetahuan (tradisi tambo, kearifan lokal), sistem mata pencaharian (tradisi berdagang, bertani), sistem peralatan hidup dan teknologi (rumah gadang), sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial (struktur kekerabatan matrilineal, peran Datuk, konsep suku), serta sistem religi (sinkretisme kepercayaan).Lebih lanjut, penelitian ini mengkaji bagaimana representasi unsur-unsur budaya ini berinteraksi dan merefleksikan idealisme keminangkabauan, termasuk nilai-nilai adat basandi syara’, sistem kekerabatan matrilineal, semangat merantau, dan musyawarah. Karya sastra ini berfungsi sebagai medium penting dalam melestarikan, memperkenalkan, dan merefleksikan warisan budaya Minangkabau kepada pembaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Laba-Laba tidak hanya menawarkan narasi fiksi yang menarik, tetapi juga wawasan mendalam tentang kekayaan budaya dan nilai-nilai yang membentuk identitas masyarakat Minangkabau
MEMBACA KEMBALI ANGGUN NAN TONGGA: TAFSIR KONTEMPORER DALAM PUISI ESHA TEGAR PUTRA
Artikel ini membahas hubungan intertekstual antara puisi Tentang Anggun Nan Tongga karya Esha Tegar Putra dengan Kaba Anggun Nan Tongga karya Ambas Mahkota. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana struktur puisi tersebut merepresentasikan, mereinterpretasi, dan mendialogkan ulang teks kaba sebagai sumber inspirasi utama. Dengan menggunakan pendekatan struktural untuk mengungkap unsur intrinsik puisi serta pendekatan intertekstual untuk menelusuri hubungan antar teks, ditemukan bahwa puisi ini bukan sekadar adaptasi, melainkan bentuk tafsir baru yang menyisipkan pandangan kontemporer atas nilai-nilai budaya Minangkabau.Puisi ini mengangkat konflik cerita klasik antara Anggun Nan Tongga dan Nangkodo Baha sebagai simbol dari pergulatan batin, dendam, dan kehormatan dalam sistem sosial matrilineal Minangkabau. Namun, melalui pilihan diksi dan gaya ekspresi yang reflektif dan kontemplatif, penyair menghadirkan dimensi psikologis yang lebih mendalam dan relevan dengan pembaca modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini berhasil menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, serta membuka ruang baru dalam penciptaan puisi yang berakar pada teks lama
NASKAH MIKRAJ SALINAN BUYA TANTUA DI SOLOK SELATAN: ANALISIS ISI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi teks Naskah Mikraj Salinan Buya Tantua yang tersimpan di Solok Selatan, Sumatera Barat, berdasarkan teori nilai keagamaan. Menggunakan metode filologi dengan fokus pada analisis isi, penelitian ini mengidentifikasi dan menginterpretasikan nilai-nilai keagamaan (akhlak, eskatologi, keimanan, dan kesejarahan) yang terkandung dalam kisah perjalanan spiritual Nabi Muhammad Saw sebagaimana tertuang dalam naskah beraksara Jawi tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Naskah Mikraj Salinan Buya Tantua menyajikan narasi Mikraj dengan kekhasan dalam beberapa detailnya. Analisis isi mengungkapkan adanya nilai-nilai akhlak yang menekankan kepemimpinan adil, menjauhi kemaksiatan, kejujuran, dan harmoni sosial. Nilai eskatologis menyinggung konsep surga dan neraka. Nilai keimanan tercermin dalam ajaran tentang tawakal dan keteguhan. Nilai kesejarahan menegaskan peristiwa Mikraj sebagai bagian penting dari sejarah Islam.Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai warisan intelektual, potensi naskah sebagai sumber nilai dalam penguatan moderasi beragama dan toleransi, serta relevansinya sebagai materi pembelajaran agama dan etika. Penelitian ini berkontribusi pada kajian filologi lokal dan pemberdayaan kearifan lokal. Temuan ini menggarisbawahi bahwa naskah-naskah kuno menyimpan nilai-nilai luhur yang masih relevan untuk kehidupan bermasyarakat dan beragama di masa kini
PENCITRAAN TOKOH IBU DALAM LIRIK LAGU-LAGU MINANGKABAU
Penelitian ini mengangkat peran seorang ibu dalam lirik lagu. Peran ibu di Minangkabau mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, yang tercermin dalam lirik-lirik lagu Minang yang membahas sosok seorang ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur yang terdapat pada lirik lagu Minang yang bertemakan ibu, serta bagaimana pencitraan tokoh ibu disampaikan dalam lirik-lirik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori struktural dan pencitraan. Data penelitian berupa lirik-lirik lagu Minang yang membahas tentang ibu, diambil dari akun-akun YouTube. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencari lagu-lagu terkait di YouTube, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk analisis menggunakan teori struktural. Dalam penelitian ini, ditemukan dua bentuk struktur dalam lirik lagu Minang tentang ibu, yaitu struktur batin dan fisik. Pada aspek diksi, banyak gambaran tentang keadaan yang malang, menderita, dan bukti perjuangan. Permajasan yang sering muncul meliputi metafora, hiperbola, antitesis, personifikasi, alegori, simile, repetisi, dan anafora. Terdapat beberapa pencitraan terhadap tokoh ibu, di antaranya sebagai sosok yang menderita dan malang, dibutuhkan dan pelindung bagi anak-anaknya, pejuang untuk keluarganya, keras dalam mengambil keputusan untuk anaknya, dan berjasa dalam kehidupan seorang anak.Kesimpulannya, lirik-lirik lagu Minang mencerminkan perubahan peran ibu di Minangkabau seiring dengan zaman, dengan struktur yang kaya akan diksi dan pemakaian permajasan yang beragam. Pencitraan tokoh ibu dalam lirik-lirik ini menunjukkan sosok yang menderita, kuat, dan memiliki peran yang penting dalam kehidupan keluarga. Ini merupakan gambaran mendalam tentang bagaimana peran dan pengaruh ibu dalam budaya Minangkabau
MITOS DAN KEPERCAYAAN RAKYAT MASYARAKAT MARITIM PESISIR SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis fungsi mitos dan kepercayaan rakyat pada masyarakat maritim Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan. Sebagai wilayah dengan potensi maritim yang besar, masyarakat pesisir di daerah ini memiliki kekayaan tradisi lisan yang unik, termasuk mitos dan kepercayaan yang telah diwariskan turun-temurun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan folklor, melibatkan observasi lapangan dan wawancara terarah dengan tokoh masyarakat dan nelayan setempat untuk mengumpulkan data.Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi enam mitos dan empat belas kepercayaan rakyat yang masih diyakini dan dipraktikkan oleh masyarakat maritim di Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis berdasarkan teori fungsi folklor dari Bascom mengungkapkan bahwa mitos dan kepercayaan ini memiliki beragam fungsi, antara lain sebagai alat pengendalian sosial, pengesahan nilai-nilai budaya, proyeksi harapan, sarana pendidikan, dan mekanisme pewarisan kearifan lokal terkait lingkungan laut dan aktivitas maritim. Implikasi praktis dari penelitian ini menyoroti pentingnya pelestarian dan pemanfaatan kearifan lokal dalam kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam pengelolaan sumber daya laut, pariwisata bahari, dan pendidikan budaya. Integrasi pengetahuan tradisional ini dengan sistem modern diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan bagi masyarakat maritim Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mendokumentasikan warisan budaya maritim dan membuka peluang untuk kajian folklor yang lebih mendalam di wilayah Sumatera Barat
ANALISIS SEMIOTIK TERHADAP ILUMINASI NASKAH KHUTBAH KOLEKSI SURAU SYEKH MATO AIA PAKANDANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna iluminasi yang terdapat dalam naskah Khutbah Idulfitri dan Iduladha koleksi Surau Syekh Mato Aia Pakandangan, Sumatera Barat, menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Naskah ini mengandung iluminasi beragam yang terinspirasi dari alam dan ukiran rumah gadang Minangkabau. Melalui analisis ikon, indeks, dan simbol, penelitian ini menginterpretasikan makna di balik motif-motif utama seperti siriah gadang (melambangkan kebersamaan), pucuak rabuang (harapan dan pertumbuhan), sulur (konektivitas dan keberkahan), lingkaran (representasi kosmologis), dan bunga teratai (kesucian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa iluminasi dalam naskah ini bukan sekadar ornamen, melainkan sarana visual yang kaya akan simbolisme budaya dan religius. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman warisan visual naskah kuno Minangkabau dan mengimplikasikan potensi pemanfaatannya dalam pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif lokal
CAMPUR KODE DALAM VIDEO INSTAGRAM JONAN_55
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi satuan lingual yang membentuk campur kode dan bahasa yang terlibat dalam percampuran kode dalam tuturan video Instagram Jonan_55, seorang konten kreator dari Minangkabau. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap dan catat. Data yang terkumpul dianalisis berdasarkan tataran lingual (kata, frasa, klausa, kalimat) dan jenis percampuran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode terjadi pada semua tataran lingual, dengan dominasi pada tataran kata. Bahasa yang terlibat dalam percampuran kode adalah bahasa Minangkabau, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris, dengan pola yang paling umum adalah penyisipan unsur bahasa Indonesia ke dalam tuturan berbahasa Minangkabau. Penelitian ini juga menemukan adanya percampuran tiga bahasa dalam satu tuturan. Fenomena campur kode ini diduga kuat sebagai strategi komunikasi untuk menciptakan kelucuan dan menjangkau audiens yang lebih luas di media sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian sosiolinguistik mengenai penggunaan bahasa di ranah digital dan implikasinya bagi kreator konten serta pengajaran bahasa