Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Not a member yet
123 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN TEKS PUISI RAKYAT
Penelitian ini adalah penelitian mengenai pembelajaran yang dahulunya dilaksanakan secara tatap muka namun saat ini dilaksanakan secara daring, Sehingga perlu diketahui pelaksanaan pembelajaran daring yang dilakukan efektif atau tidak dalam melaksanakan pembelajaran khususnya teks puisi rakyat. Selanjutnya masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengenai perencanaan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran teks puisi rakyat di kelas VII SMP Yakhalusti Pontianak yang dilakukan secara daring. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran teks puisi rakyat di kelas VII SMP Yakhalusti Pontianak yang dilakukan secara daring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini bersumber dari guru Bahasa Indonesia kelas VII. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat. Pertama, pada perencanaan pembelajaran, dalam perencanaan pembelajaran ini RPP yang dibuat guru sudah memenuhi standar karena terdapat bagian pendahuluan, kegiatan ini, dan penutup pembelajaran yang menjadi komponen RPP. Kedua, pelaksanaan pembelajaran, terdapat kesulitan yang dialami guru maupun siswa dalam melaksanakan pembelajaran secara daring yaitu, guru kesulitan untuk berinteraksi dengan siswa karena tidak bertemu secara langsung, siswa yang tidak memiliki gawai kesulitan dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan secara daring. Ketiga, penilaian pembelajaran, penilaian pembelajaran yang dilaksanakan secara daring hanya menekankan pada penilaian pengetahuan. Namun meskipun demikian nilai yang diperoleh siswa dalam pembelajaran daring sudah memcapai standar kompetensi yaitu separuh dari jumlah siswa sudah lulus dalam materi teks puisi rakyat
TUTURAN KEINTEROGATIFAN BAHASA BUGIS WAJO’ ISOLEK DI PADANG TIKAR: KAJIAN FONETIK AKUSTIK
Masyarakat Bugis Wajo’ Isolek di Padang Tikar khususnya Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya masih menjaga dan melestarikan bahasa daerah. dalam hal ini penelitian ini difokuskan pada tuturan keinterogatifan bahasa Bugis Wajo’ Isolek di Padang Tikar melalui kajian fonetik akustik. Masalah dalam penelitian ini mencangkup aspek intensitas, durasi serta frekuensi bunyi pada bahasa Bugis Wajo’ isolek di Padang Tikar. Peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan pendekatan kajian fonetik akustik sebagai alat kajian analisis. Sumber data dalam penelitian ini, peneliti ambil dari penutur asli bahasa Bugis Wajo’ Isolek di Padang Tikar. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara secara mendalam, teknik simak libat cakap, perekaman dan pencatatan dengan menggunakan alat pengumpulan data, yaitu alat perekam, komputer jinjing, alat tulis, dan handpone.Penelitian ini berhasil menghimpun 28 kalimat tuturan interogatif bahasa Bugis Wajo’ Isolek di Padang Tikar yang di tuturkan oleh 4 informan. Selain itu, hasil akhir dari pengelolah data dari penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan angka-angka dengan menggunakan aplikasi Praat sebagai alat analisis data. Data tersebut dianalisis berdasarkan ciri akustiknya, intensitas, durasi, serta frekuensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat terinventarisasi dan terdokumentasi, serta dapat menyubang literatur kebahasaan khususnya literatur bahasa daerah.Â
EKRANISASI NOVEL INSYA ALLAH SAH KARYA ACHI TM KE FILM INSYA ALLAH SAH
Latar belakang penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan transformasi alur cerita novel Insya Allah Sah karya Achi TM yang diadaptasikan menjadi film dengan judul yang sama. Transformasi tersebut meliputi penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi yang dikemas dalam satu teori, yaitu teori Ekranisasi. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan ekranisasi yang terjadi pada alur cerita novel Insya Allah Sah karya Achi TM ke film Insya Allah Sah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif. Data dalam penelitian ini bersumber dari novel Insya Allah Sah karya Achi TM dan film Insya Allah Sah (2017). Berdasarkan hasil analisis pada novel dan film tersebut terdapat sejumlah ekranisasi yang terjadi pada setiap tahapan alur ceritanya yang meliputi penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Kemudian, penelitian ini memiliki keterkaitan terhadap pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XII semester genap kurikulum 2013 merujuk Kompetensi Dasar 3.9 dan 4.9. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi banyak kalangan terutama bagi guru, peserta didik, pelaku industri kreatif dunia perfilman, dan bagi peara peneliti selanjutnya
ANALISIS PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BUATAN GURU SMPN 4 SUNGAI RAYA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perangkat pembelajaran dalam proses pembelajaran karena pada masa pandemi saat ini interaksi antara guru dan siswa menjadi terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas atau kesesuaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, bahan ajar, dan perangkat evaluasi yang dibuat dan digunakan oleh guru bahasa Indonesia di SMPN 4 Sungai Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini bersumber dari guru Bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 4 dan buku pegangan modul pengayaan. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa RPP yang dibuat dan digunakan oleh guru dapat mencerminkan esensi dari suatu proses perencanaan dengan hubungan antara tujuan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar dapat ditemukan bersumber dari modul pengayaan buku pegangan guru dan ditambah dengan video pembelajaran, dan alat evaluasi
LEKSIKON ETNOMEDISIN PADA PENGOBATAN PENYAKIT KULIT MELAYU SUKADANA: KAJIAN EKOLINGUISTIK
This research aims to describe the etnomedicine lexicon in skin illness theraphy of Sukadana Malay.The etnomedicine lexicon in skin illness theraphy of Sukadana Malay includes lexicons of Sukadana Malay skin illness's names, lexicons of herb's names that are used to heal Sukadana Malay skin illness and lexicons of the way of healing Sukadana Malay skin illnes. This research uses a descriptive qualitative method and uses an ecolinguistic study approach to analyze the ethnomedicin lexicon in the treatment of Sukadana Malay skin disease. The source of data is the interview result from the informant ( Sukadana Malay citizen) about etnomedicine lexicon in skin illness therapy of Sukadana Malay. The result of the research gathers 22 lexicons of Sukadana Malay skin illness's names, 39 lexicons of herb's names that are used to heal Sukadana Malay skin illness and 9 lexicons of the way of healing Sukadana Malay skin illness
SENJATA PERANG DALAM KABA CINDUA MATO
This article describes the armaments in the Cindua Mato kaba story. Through a structural approach and analysis of intrinsic elements, there are several descriptions of armaments in this kaba story. War equipments in the story of Kaba Cindua Mato are not only weapons. The domestic animal, the buffalo Si Binuang, is also used as a tool of war in this kaba story. The use of insects, bees, and wasps is also an instrument of war in the Cindua Mato kaba. In addition, knowledge of nature is a means of successful war strategy. Using large stones on the hill and tanyo-tanyo betel leaves is a form of knowledge about Minangkabau nature. The description of armaments in the Cindua Mato kaba story indirectly shows the Minangkabau people's knowledge of technology that utilizes nature. Using camin api combined with sunlight also shows relatively high technological knowledge
DESKRIPSI DAN DOKUMENTASI PROSESI MAMBUEK PUWAU
Puwau (perahu tradisional) yang terdapat di Nagari Limo Koto masih digunakan sampai sekarang ini oleh masyarakatnya sebagai penunjang pekerjaannya. Termasuk juga dalam mempertahankan produksi pembuatan puwau atau yang dikenal dengan mambuek puwau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan dan mengklasifikasikan bentuk dan jenis folklor yang ada dalam prosesi mambuek puwau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode etnografi dan folklor diperoleh melalui teknik penelitian pendekatan etnografi, kemudian pra wawancara di tempat, wawancara di tempat dan teknik pengarsipan folklor. Pada prosesi mambuek puwau terdapat 7 prosesi yaitu 1) maniliak, 2) manobang, 3) mambuek karangko, 4) maelo/manuwunan puwau, 5) maondom, 6) mangombang puwau, dan 7) masang pongge
SI KANCIL DAN USAGI: Nilai Edukasi dalam Dongeng dari Dua Negara
Tradisi menceritakan dongeng adalah sebuah awal pengenalan sastra kepada anak. Anak Indonesia dan anak Jepang tentunya pernah diperkenalkan kepada dongeng dengan tokoh cerita fauna yang memiliki ukuran tubuh kecil, yaitu Kancil dan Usagi (Kelinci). Secara pragmatis, dongeng anak sebagai folklor memenuhi prinsip dulce et utile, menghibur dan bermanfaat. Cerita anak diharapkan dapat memperluas cakrawala, memperdalam pengetahuan, dan mengembangkan wawasan sosial. Artikel ini mengungkap nilai luhur yang terdapat dalam dua dongeng dari dua negara, Indonesia dan Jepang. Dongeng dengan cerita hampir sama ini berjudul Si Kancil: Menipu Para Buaya (Indonesia) dan Inaba no Shiro Usagi (Jepang). Metode yang digunakan untuk adalah content analysis dan fungsi folklor. Hasil penelitian menunjukkan tokoh Usagi dan Kancil sama-sama memiliki akal cerdik yang digunakan untuk mencapai keinginannya meskipun dengan cara yang tidak baik. Berbeda dengan tokoh Kancil yang merupakan fauna biasa, tokoh Usagi memiliki magical power, kata-kata yang diucapkannya menjadi kenyataan di akhir cerita. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi Jepang tampak lebih kental daripada tradisi Indonesia. Jika dilihat dari fungsi folklor sebagai alat pendidikan anak, kedua dongeng sama-sama mengandung nilai edukasi. Nilai dalam dongeng Si Kancil dan Inaba no Shiro Usagi ada empat, yaitu edukasi tentang fauna dan habitatnya, alam dan vegetasi dapat digunakan untuk bertahan hidup, kesadaran demi keselamatan, dan edukasi tentang tradisi masyarakat pemilik cerita. Dongeng masing-masing negara memiliki pesan eksplisit dan implisit yang setara, tidak ada yang melebihi satu sama lain
KINGYO NO OTSUKAI: CONTRIBUTION OF THE VALUE OF JAPANESE WORK ETHICS FOR CHILDREN
Japanese customs in practicing work ethics and upholding the principles of life are outstanding. These outstanding values were due in part to the instilled at an early age. A simple children’s story entitled Kingyo no Otsukai can be used as educational material for children because it portrays the value of Japanese work ethics. The research method applied was a descriptive qualitative method. Art and culture underlie the appreciation of literary work. Literary work is useless if it cannot interpret the goals carried out by the author. Kingyo no Otsukai contributes to children through the values of Japanese work ethics,namely bushido, makoto and ganbatte, also keishan. The connection among these three work ethics is the principle of bushido with optimism in doing everything, plus the spirit of ganbatte (never give up), supported by makoto (honesty and sincerity) to improve one’s abilities with creativity, productivity and innovation (Keishan). The embodiments of the Koinobori celebration in Japanese society are the three goldfish (the Red, the White, and the Striped) in the story. Japanese families with sons will celebrate every May 5th wishing the child success and progress. It is the task of parents or teachers to transfer the value of the work ethics obtained from children’s stories to children
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA
Peneliti memilih tindak tutur ilokusi sebagai fokus penelitian karena merupakan tuturan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Novel dipilih menjadi objek penelitian karena mengandung tuturan yang disampaikan oleh tokoh melalui dialog. Masalah yang dibahas dalam penelitian adalah bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang meliputi asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi dalam novel Guru Aini Karya Andrea Hirata serta implementasi dalam pembelajaran di sekolah, dengan tujuan untuk mendeskripsikan masalah tersebut. Manfaat penelitian yaitu menambah wawasan terhadap bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi dalam novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif . Bentuk dalam penelitian ini merupakan bentuk kualitatif. Sumber data yaitu novel Guru Aini Karya Andrea Hirata dan data yang digunakan yaitu jenis tindak tutur ilokusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi dokumenter yaitu membaca isi keseluruhan isi novel, mengidentifikasi, menandai, mengklasifikasikan dan memasukkan ke kartu data teknik menguji keabsahan data yaitu ketekunan pengamatan dan kecukupan referensial. Hasil analisis tindak tutur ilokusi dalam novel Guru Aini Karya Andrea Hirata yaitu: tindak tutur asertif meliputi menyatakan, memberitahukan, melaporkan, menjelaskan, menolak, dan mempertahankan; tindak tutur direktif meliputi meminta, memohon, mengajak, bertanya, memerintah, menyarankan; tindak tutur komisif meliputi berjanji, bernazar, bersumpah, dan ancaman; tindak tutur ekspresif meliputi meminta maaf, Berterima kasih, ucapan selamat, memuji, dan mengkritik; tindak tutur deklarasi meliputi setuju, tidak setuju, dan benar-benar salah. Berdasarkan hasil analisis, tindak tutur ilokusi direktif adalah paling dominan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata . Implementasi pembelajaran dalam penelitian ini terdapat pada jenjang SMP kelas VIII semester genap pada Kompetensi Dasar pengetahuan 3.14 Menelaah struktur dan kebahasaan teks persuasi, 4.14 Menyajikan teks persuasi secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaa, atau aspek lisan