Jurnal Elektronik Wacana Etnik
Not a member yet
123 research outputs found
Sort by
LEKSIKON GERAK TARI BUAI-BUAI
This study aims to classify the forms of language units of the Buai-Buai Dance lexicon and the lexicon meanings of the names of the Buai-buai Dance movements in Pauh, Padang City. In this study, an anthropolinguistic approach is used to study the intricacies of language whose study is related to culture.Based on the results of data analysis, 31 linguistic unit lexicon data were obtained in the form of words, phrases, and clauses. The word lexicon found 19 data consisting of 8 complex and 11 single data lexicons. The phrase data contains ten data, which are nine attributive endocentric phrase lexicons and one modified endocentric phrase lexicon data. The clause data has 3 data, namely intransitive clauses
CAMPUR KODE DALAM PERCAKAPAN DI AKUN FACEBOOK ONLINE SHOP BERBAHASA MINANGKABAU
Artikel ini mendeskripsikan bahasa yang membentuk peristiwa campur kode, mendeskripsikan satuan lingual, dan menjelaskan penyebab terjadinya campur kode pada tuturan penjual dan pembeli online shop dalam akun facebook.Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ialah teori di bidang sosiolinguistik yang berkait dengan peristiwa campur kode dan dan faktor  penyebab terjadinya campur kode.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data  ialah metode simak dengan teknik dasar sadap, kemudian dilanjutkan dengan teknik lanjutan catat. Dalam analisis data digunakan metode padan translasional dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan teknik teknik hubung banding memperbedakan. Populasinya ialah seluruh tuturan campur kode pada akun facebook online shop. Sampelnya yaitu tuturan yang memperlihatkan peristiwa campur kode pada 11 akun yang berteman dengan akun milik peneliti.DarianalisisdatacampurkodepadafacebookonlineshopberbahasaMinangkabau ditemukan tiga bahasa yang membentuk peristiwa campur kode, yaitucampurkodebahasaMinangkabaudenganbahasaIndonesia,bahasaMinangkabau dengan bahasa Inggris, dan bahasa Minangkabau dengan bahasaIndonesia dan bahasa Inggris. Ujud dari campur kodeberbentuk satuan lingual kata, frasa, klausa, dan kalimat. Faktor yang menyebabkanterjadinya campur kode ialah latar belakang penutur, latar belakang kebahasaanpenutur,danfaktorkebutuhan
PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT INDONESIA PADA ORANG TULI DALAM BUDAYA MINANGKABAU
The use of Indonesian Sign Language by The Deaf in Minangkabau, particularly in West Sumatra, has become a significant topic to discuss within the context of culture and communication. Sign language serves as an effective communication tool for deaf individuals, enabling them to interact and participate in society in the same way as others. However, there is a significant disparity between the number of deaf individuals and the number of sign language interpreters in West Sumatra, indicating the need for further efforts to promote and support the use of sign language.
This research explores how sign language adapts and integrates into Minangkabau culture and its impact on the values, norms, and behaviors within that culture. The research findings indicate that sign language plays a crucial role in the identity of deaf individuals and their integration into society. Furthermore, the study highlights the importance of developing local and national sign language as a crucial step to ensure that deaf individuals have equal access to communication and participation in society. This research emphasizes the importance of understanding and valuing the human rights of deaf individuals, including the right to use sign language, as part of efforts to create an inclusive and fair society
HUMOR BERBAHASA MINANG DALAM MEME DI INSTAGRAM
Meme merupakan salah satu sarana dalam menyampaikan informasi, pendapat atau opini bahkan sebagai sindiran untuk suatu kebijakan. Hadirnya meme humor menjadi cara kreatif dalam menyuarakan fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan meme apa saja yang menampilkan humor berbahasa Minang di Instagram, serta bagaimana proses dan makna meme tersebut dalam perspektif analisis wacana kritis. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seratus meme humor berbahasa Minang di media sosial Instagram. Hasilnya, sebuah meme humor lahir tidak terlepas dari kaitannya dengan ‘teks’ lain seperti komentar warganet, meme lainnya yang memiliki makna serupa dan fenomena sosial yang melatarbelakangi munculnya meme tersebut. Fenomena-fenomena tersebut berangkat dari berbagai isu yang terjadi seperti isu budaya, isu politik, isu pendidikan, isu sosial serta isu ekonomi
PEMAHAMAN KOSAKATA NAMA BENDA BAHASA MELAYU SUKADANA PADA SISWA SMA DI KECAMATAN SUKADANA
Penelitian ini bertujuan menginventarisasikan kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana, mendeskripsikan pemahaman siswa terhadap kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana berdasarkan gender, dan mendeskripsikan pemahaman siswa terhadap kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana berdasarkan siswa berbahasa ibu bahasa Melayu Sukadana dan bukan berbahasa ibu bahasa Melayu Sukadana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang ditunjang dengan metode kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah 10% populasi siswa SMA Negeri 1 Sukadana, yaitu 52 siswa. Hasil penelitian ini menghimpun 150 kosakata kata benda yang terdiri atas 23 kata hewan, 25 kata tumbuhan, 21 kata makanan, 25 kata mainan/permainan, 39 kata alat rumah tangga, dan 17 kata penyakit yang diteskan kepada 52 siswa SMA Negeri 1 Sukadana. Berdasarkan hasil tes mengenai pemahaman siswa terhadap kosakata kata benda, seluruh siswa dari total sampel tersebut hanya memahami 69% kosakata nama benda bahasa Melayu Sukadana. Berdasarkan klasifikasi gender, siswa laki-laki memiliki pemahaman 71 % dan siswa perempuan 68 %. Selanjutnya, siswa berbahasa ibu bahasa Melayu Sukadana memiliki pemahaman 72% terhadap kosakata tersebut, sedangkan siswa yang bukan berbahasa ibu bahasa Melayu memiliki pemahaman sekitar 63%
GALOMBANG DUNIE DAN BUJANG MARANTAU: KAJIAN PROSES KREATIF PENGARANG
Artikel ini menguraikan proses kreatif penggarapan naskah randai yang bertemakan merantau antara dua orang pengarang yang berbeda domisili. Naskah randai yang dituliskan oleh Jamaluddin Umar yang berjudul Galombang Dunie dituliskan di daerah asal (kampung) Minangkabau; sedangkan naskah randai yang ditulis Namlani yang berjudul Bujang Marantau dituliskan di daerah rantau Minangkabau (Denpasar, Bali). Penelitian ini menggunakan metode penelitian sosiologi sastra. Adapun tahap-tahap dalam penelitian ini adalah tahap pengumpulan data, tahap analisis, dalam penarikan simpulan. Untuk menganalisis proses kreatif, dalam penelitian ini dilakukan analisis latar belakang sosial, proses kreatif kedua pengarang, dan faktor pendorong terjadinya proses kreatif.Hasilnya, proses kreatif kedua pengarang dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan dan latar belakang pekerjaan. Selanjutnya proses kreatif naskah randai Galombang Dunie dan naskah randai Bujang Marantau meliputi proses mendapatkan ide, proses inkubasi, proses iluminasi, proses verifikasi dan proses publikasi karya. Terakhir, faktor pendorong terjadi proses kreatif terhadap naskah randai Galombang Dunie dan naskah randai Bujang Marantau meliputi pengaruh pengalaman dalam menentukan tema dan pengaruh psikologis dalam menentukan tema dan hasil kreativitas dalam menentukan tema
CERITA PROSA RAKYAT DI SURAU TUANKU MUDIAK TAMPANG: DOKUMENTASI DAN KLASIFIKASI
Artikel ini mendeskripsikan klasifikasi hasil dokumentasi cerita prosa rakyat yang ada di sekitar Surau Tuanku Mudiak Tampang, Rao, Kabupaten Pasaman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi lapangan dengan langkah-langkah observasi, wawancara, pencatatan, transkipsi, klasifikasi, serta analisis cerita. Hasilnya, ditemukan dua puluh tiga cerita prosa rakyat di sekitar Surau Tuanku Mudik Tampang, Rao, Kabupaten Pasaman. Setelah didokumentasikan dan dilakukan pengklasifikasian semua cerita prosa rakyat dikelompokkan ke dalam legenda, lima cerita jenis legenda setempat, satu cerita legenda alam gaib, tujuh cerita legenda perseorangan, dan sepuluh cerita legenda keagamaan
PERKAWINAN DALAM KABA BUJANG PIAMAN JO PUTI PAYUANG LAUIK SELASIH
Artikel ini mengungkap perjodohan yang terdapat dalam kaba Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik. Penelitian ini menggunakan analisis sosiologi sastra. Metode yang digunakan adalah metodologi penelitian sosiologi sastra dan teknik yang dilakukan adalah teknik kepustakaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam kaba Bujang Piaman Jo Puti Payuang Lauik versi Selasih terdapat beberapa fakta cerita yaitu pemilihan perjodohan harus dengan orang yang babangso, orang yang jelas asal usulnya dan memiliki karib kerabat di daerah yang ditempatinya, selanjutnya yaitu peran mamak yang telah digantikan oleh seorang ayah dan peranan perempuan yang tidak sesuai lagi dengan perempuan Minangkabau pada umumnya.Â
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM KABA CINDUA MATO KARYA SYAMSUDDIN ST. RAJO ENDAH
Tulisan ini mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam Kaba Cindau Mato. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindak tutur dan teori jenis-jenis tindak tutur. Selanjutnya, metode dan teknik yang digunakan dalam analisis data ialah metode padan translasional dengan menggunakan teknik dasar pilah unsur penentu. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan lima bentuk tindak tutur direktif, yaitu tindak tutur memberi perintah, tindak tutur nasihat, tindak tutur menyarankan, tindak tutur meminta, dan tindak tutur melarang. Dari kelima bentuk tindak tutur direktif tersebut ditemukan sebanyak delapan puluh enam tuturan direktif. Jenis tindak tutur yang ditemukan dalam Kaba Cindua Mato karya Syamsuddin St. Rajo Endah adalah jenis tindak tutur langsung, tindak tutur tidak langsung, tindak tutur literal, tindak tutur langsung literal, dan tindak tutur tidak langsung literal
REFLEKSI LINGKUNGAN DALAM KUMPULAN CERPEN HIKAYAT BUJANG JILATANG KARYA AFRI MELDAM (TINJAUAN EKOKRITIK SASTRA)
Artikel ini membahas gambaran lingkungan flora, fauna dan gambaran lingkungan sosial budaya yang terdapat dalam kumpulan cerpen Hikayat Bujang Jilatang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keadaan lingkungan alam yang terdapat dalam kumpulan cerpen Hikayat Bujang Jilatang. Metode dan teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekokritik sastra. Ekokritik sastra adalah strategi pembacaan karya sastra yang bermuatan tentang aspek lingkungan (flora, fauna, dan budaya) yang terdapat dalam karya sastra. Teknik yang digunakan adalah menentukan cerpen yang mengandung pesan moral atau kritikan terhadap lingkungan dan menganalisis data-data yang ditemukan.Hasil analisis data yang dilakukan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kumpulan cerpen Hikayat Bujang Jilatang merupakan refleksi lingkungan flora, fauna dan sosial budaya masyarakat. Pesan moral dan kritikan yang ada dalam kumpulan cerpen tersebut berperan untuk menjaga ekosistem alam. Kepercayaan rakyat yang ada dalam kumpulan cerpen Hikayat Bujang Jilatang merupakan kearifan lokal masyarakat yang hidup di desa untuk menjaga lingkungannya