Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
KEPUTUSAN DALAM MENUNAIKAN ZAKAT: PERSPEKTIF MUZAKI TERHADAP PEMBAYARAN DIGITAL
Zakat memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia. Namun, realitanya dana zakat yang berhasil dihimpun oleh BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya belum optimal. Digital payment sebagai salah satu inovasi teknologi finansial (fintech) menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan muzaki dalam membuat keputusan membayar zakat melalui digital payment menggunakan laman DT.Peduli dengan meninjau aspek kemudahan, kenyamanan, dan keamanan dalam penggunaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap muzaki yang telah menunaikan zakat melalui laman DT.Peduli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas muzaki merasa puas dengan layanan laman, tetapi masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah digitalisasi zakat melalui laman DT.Peduli sangat memudahkan muzaki dalam membayar zakat sehingga berpotensi mengatasi masalah rendahnya realisasi penghimpunan dana zakat di Indonesi
MEMBONGKAR STRATEGI PEMBELIAN KONSUMEN: PENGARUH DAYA TARIK IKLAN, KUALITAS PRODUK, DAN HARGA PADA FITUR TIKTOK SHOP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik iklan, kualitas produk, dan harga, terhadap keputusan pembelian pada Fitur TikTok Shop. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan responden penelitian adalah mahasiswa yang merupakan pengguna aktif fitur TikTok Shop. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, dan analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS melalui serangkaian uji, seperti uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta analisis regresi linier berganda untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik iklan, kualitas produk, dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi periklanan yang menarik, penyediaan produk yang berkualitas, serta penetapan harga yang kompetitif dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen di fitur TikTok Shop. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelaku usaha dalam mengoptimalkan strategi pemasaran digital, khususnya melalui media sosial berbasis video pendek seperti TikTok
EMPATI DAN KOLABORASI: PILAR UTAMA DALAM MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA UNTUK MASA DEPAN
Di tengah perkembangan globalisasi dan digitalisasi yang pesat, generasi muda dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks dan dinamis. Empati dan kolaborasi muncul sebagai keterampilan kunci yang diperlukan untuk sukses di masa depan. Empati, kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain, serta kolaborasi, kemampuan untuk bekerja sama menuju tujuan bersama, menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat dan produktif.
Artikel ini mengkaji pentingnya empati dan kolaborasi dalam konteks pendidikan dan dunia kerja, serta bagaimana keterampilan ini dapat dikembangkan melalui intervensi pendidikan. Melalui tinjauan literatur dan studi kasus, artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional (SEL) efektif dalam meningkatkan empati dan keterampilan kolaboratif siswa. Program-program seperti "Roots of Empathy" dan pendekatan pendidikan holistik di Finlandia memberikan contoh konkret bagaimana empati dan kolaborasi dapat diajarkan dan ditingkatkan. Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya budaya kerja yang mendukung kolaborasi dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan memprioritaskan pengembangan empati dan kolaborasi, kita dapat mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi masa depan dengan lebih baik, menciptakan individu yang siap beradaptasi dan berinovasi dalam lingkungan yang terus berubah
TRADISI PERNIKAHAN DENGAN WANITA BERSTATUS JANDA MATI DI MASYARAKAT KECAMATAN HARUYAN
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara pria dan wanita untuk membentuk keluarga bahagia yang kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam Islam, aturan mengenai perkawinan telah diatur secara rinci, termasuk rukun, syarat, dan larangannya. Namun, di sebagian masyarakat Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terdapat tradisi khusus, yaitu larangan bagi pasangan suami istri untuk langsung hidup bersama setelah akad nikah dan resepsi, khususnya jika mempelai wanita berstatus janda mati. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan beberapa anggota masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan ini dilandasi oleh kepercayaan adat untuk menghindari musibah yang diyakini pernah terjadi dalam perkawinan sebelumnya. Meskipun dalam hukum Islam tidak terdapat larangan seperti ini, keluarga pihak perempuan tetap memegang adat tersebut sebagai bentuk kehati-hatian. Namun, dari sudut pandang hukum Islam, adat ini tidak termasuk dalam ‘urf yang dapat dijadikan dasar hukum, dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah baru. Islam sendiri memandang tujuan utama pernikahan adalah menciptakan kehidupan baru yang harmonis secara sosial dan kultural.
Kata Kunci: pernikahan, janda mati, ‘ur
MEWUJUDKAN TIGA PILAR KESUKSESAN DALAM PENDIDIKAN: ALIM-FAQIH, AKHLAQUL KARIMAH, DAN KEMANDIRIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi tiga pilar kesuksesan pendidikan, yakni alim-faqih (penguasaan ilmu agama secara mendalam), akhlaqul karimah (akhlak mulia), dan kemandirian, dalam konteks pendidikan Islam di Bima, Nusa Tenggara Barat. Ketiga pilar ini dipahami sebagai landasan strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, wawancara, dan observasi pada beberapa lembaga pendidikan Islam di wilayah Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai keislaman lokal yang kuat, seperti tradisi mbojo yang menjunjung tinggi adab dan kemandirian, selaras dengan tiga pilar tersebut. Kombinasi antara pendidikan formal, lingkungan sosial-religius, dan kearifan lokal terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas dan mandiri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis nilai-nilai lokal Islam Bima sebagai strategi pengembangan pendidikan karakter yang kontekstual dan berkelanjutan
Penyelesaian Tindak Pidana Pengerusakan Melalui Pendekatan Restorative Justice
This article explores the resolution of the criminal act of vandalism through a restorative justice approach. Under Indonesian criminal law, vandalism is regulated in Article 406 of the Criminal Code with a maximum prison sentence of two years and eight months. However, the retributive approach is considered less effective in achieving substantive justice as it focuses solely on punishing the offender. This study employs a normative legal method with statutory, conceptual, and comparative approaches to examine the urgency of implementing restorative justice in resolving vandalism cases. The findings indicate that restorative justice offers a more humane approach by prioritizing the restoration of relationships between offenders and victims through mediation and mutual agreement. This approach aligns with local cultural values such as deliberation and contributes to reducing the burden on judicial and correctional institutions. Moreover, restorative justice provides a fairer and more efficient resolution, strengthening community involvement in legal enforcement. Therefore, this approach is relevant for application in vandalism cases that meet the established criteria, as a means to achieve balanced justice and restore the condition of all parties involved.
Keywords: restorative justice, vandalism, restoration, alternative sentencing, criminal lawArtikel ini membahas penyelesaian tindak pidana pengrusakan melalui pendekatan keadilan restoratif. Dalam hukum pidana Indonesia, pengrusakan merupakan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal dua tahun delapan bulan. Namun, pendekatan retributif dinilai kurang efektif dalam mewujudkan keadilan substantif karena hanya menekankan pada penghukuman pelaku. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan untuk mengkaji urgensi penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian kasus pengrusakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan restoratif lebih humanis karena mengutamakan pemulihan hubungan antara pelaku dan korban melalui mediasi dan kesepakatan bersama. Pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai lokal seperti musyawarah serta mampu mengurangi beban lembaga peradilan dan pemasyarakatan. Selain itu, keadilan restoratif dianggap mampu menciptakan penyelesaian yang lebih adil dan efisien, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum. Oleh karena itu, pendekatan ini relevan diterapkan dalam kasus pengrusakan yang memenuhi syarat, sebagai upaya mencapai keadilan yang berimbang dan pemulihan keadaan semula.
Kata Kunci: restorative justice, tindak pidana pengrusakan, pemulihan, pemidanaan alternatif, hukum pidan
Pembagian Harta Warisan Ampikale dalam Konsep Maslahah pada Masyarakat Bugis Bone
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembagian harta warisan Adat Ampikale dalam konteks konsep Maṣlaḥah di kalangan masyarakat Bugis. Tiga submasalah yang diangkat meliputi: (1) pelaksanaan pembagian harta warisan Adat Ampikale dalam masyarakat, (2) pandangan tokoh masyarakat dan tokoh agama mengenai problematika yang muncul, dan (3) analisis konsep Maṣlaḥah terhadap praktik pembagian tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan sosiologis dan teologis-normatif (syar’i), yang dilaksanakan di Kabupaten Bone. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa tradisi ampikale dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan kepada ahli waris yang merawat pewaris, meskipun praktiknya sering kali tidak sejalan dengan ketentuan syariat, terutama dalam hal pembagian yang adil. Tokoh masyarakat dan agama berpendapat bahwa meskipun tradisi ini mengandung kebaikan, pelaksanaannya perlu disesuaikan untuk menghindari ketimpangan. Dalam perspektif maslahah, ampikale diakui sebagai kearifan local bugis yang sejalan dengan maqasid syariah yang mencakup pemeliharaan jiwa, keturunan dan harta. Hasil ini menunjukkan bahwa pembagian harta warisan ampikale merupakan tradisi yang perlu untuk dipertahankan nilainya dengan menyusun ulang pelaksanaannya sehingga tidak terjadi ketimpangan dikemudian hari oleh para ahli waris.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembagian harta warisan Adat Ampikale dalam konteks konsep Maṣlaḥah di kalangan masyarakat Bugis. Tiga submasalah yang diangkat meliputi: (1) pelaksanaan pembagian harta warisan Adat Ampikale dalam masyarakat, (2) pandangan tokoh masyarakat dan tokoh agama mengenai problematika yang muncul, dan (3) analisis konsep Maṣlaḥah terhadap praktik pembagian tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan sosiologis dan teologis-normatif (syar’i), yang dilaksanakan di Kabupaten Bone. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa tradisi ampikale dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan kepada ahli waris yang merawat pewaris, meskipun praktiknya sering kali tidak sejalan dengan ketentuan syariat, terutama dalam hal pembagian yang adil. Tokoh masyarakat dan agama berpendapat bahwa meskipun tradisi ini mengandung kebaikan, pelaksanaannya perlu disesuaikan untuk menghindari ketimpangan. Dalam perspektif maslahah, ampikale diakui sebagai kearifan local bugis yang sejalan dengan maqasid syariah yang mencakup pemeliharaan jiwa, keturunan dan harta. Hasil ini menunjukkan bahwa pembagian harta warisan ampikale merupakan tradisi yang perlu untuk dipertahankan nilainya dengan menyusun ulang pelaksanaannya sehingga tidak terjadi ketimpangan dikemudian hari oleh para ahli waris
INTEGRASI NILAI-NILAI SPIRITUAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL
Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian, karakter, moral dan kesadaran spiritual peserta didik berdasarkan ajaran Islam. Di era globalisasi proses penanaman nilai-nilai spiritual menghadapi tantangan yang semakin berat. Banyak peserta didik mengalami kebingungan identitas, penurunan kesadaran beragama, serta melemahnya kualitas moral. Hal ini mencerminkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam belum sepenuhnya menyentuh aspek spiritual peserta didik yang paling dalam yaitu sisi batin dan rohaninya. Dalam praktiknya, sering kali terjadi keterputusan antara nilai-nilai agama yang diajarkan secara formal dengan penghayatan spiritual yang mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari serta kearifan lokal. Hal ini menyebabkan internalisasi nilai agama menjadi kurang efektif dan tidak membentuk karakter serta kesadaran spiritual yang kuat pada peserta didik. Sehingga pendekatan spiritual dapat menjembatani aspek pengetahuan, sikap, dan praktik keagamaan secara lebih menyeluruh dan mendalam. Pendekatan spiritual lebih menekankan pentingnya pengembangan aspek batiniah, seperti kecerdasan spiritual, pengendalian emosi, dan pembentukan karakter mulia melalui pembiasaan ibadah, pengelolaan emosi, serta penanaman nilai-nilai luhur, bagi peserta didik
PENGEMBANGAN MEDIA KINCIR ANGIN PANEL SURYA (KIPAS) BERBASIS STEM PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 101866 BATANG KUIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kincir angin panel surya (KIPAS) berbasis STEM kepada siswa dan untuk mengetahui tingkat kelayakan penggunaan media, serta mengetahui tingkat kepraktisan media melalui respon pendidik dan siswa setelah menggunakan media pembelajaran kincir angin panel surya (KIPAS) berbasis STEM. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas III di SD Negeri 101866 Batang Kuis. Hasil penelitian dan pengembangan memperoleh desain berupa media pembelajaran kincir angin panel surya (KIPAS) berbasis STEM pada pembelajaran IPA kelas III di SD Negeri 101866 Batang Kuis memperoleh nilai kelayakan 92% oleh ahli media, 91,76% oleh ahli materi. Respon siswa terhadap kepraktisan media memperoleh nilai rata-rata 80%. Berdasarkan hasil uraian diatas maka produk yang dikembangkan oleh peneliti layak dan praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran
INTEGRASI NILAI TRI HITA KARANA DALAM KEARIFAN LOKAL KALOSARA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR
Integrasi nilai Tri Hita Karana dan Kalosara dalam pembelajaran di sekolah dasar menawarkan pendekatan pendidikan berbasis budaya untuk mengembangkan karakter siswa yang harmonis dalam aspek spiritual, sosial, dan ekologis. Penelitian ini dipilih untuk menjawab kebutuhan pelestarian nilai budaya lokal di tengah modernisasi, dengan fokus pada penguatan karakter melalui pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi pada guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan Integrasi nilai Tri Hita Karana dan Kalosara dalam pembelajaran di sekolah dasar menunjukkan bahwa penggabungan kearifan lokal ini berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan karakter siswa. Dengan mengedepankan tiga aspek utama dari Tri Hita Karana (hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan) serta nilai-nilai Kalosara seperti persatuan, keadilan, dan kesopanan, siswa dapat belajar untuk hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam dan menjaga keseimbangan dengan lingkungan sekitar. Integrasi ini memperkuat nilai spiritual, sosial, dan ekologis dalam diri siswa, yang sesuai dengan tujuan pendidikan karakter dan relevan dalam menghadapi tantangan modern