Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENANAMKAN KARAKTER KEISLAMAN REMAJA DI DESA TOLOUWI
Penelitian ini tujuannya adalah, a) untuk mengetahui peran tokoh agama dalam menannamkan karakter keislaman remaja di desa tolouwi, b) untuk mengetahui apa sajakah faktor penghambat dan pendukung tokoh agama dalam menanamkan karakter keislaman remaja di desa tolouwi. Sumber data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pada penelitian ini data di kumpulkan dengan menggunakan metode pengamatan/observasi, metode interview/wawancara dengan tehnik dasar dan lanjut dengan metode dokumentasi.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa tokoh agama memiliki beberapa peran penting dalam kehidupan beragama yaitu : Peran kaderisasi yakni suatu cara untuk membina para remaja dalam suatu perkumpulan tertentu yang dibentuk dalam sebuah organisasi remaja agar kegiatan yang dilakukan lebih terarah dan memiliki tujuan yang jelas, seperti halnya organisasi remaja masjid dan organisasi komunitas pemuda hijrah, melakukan dakwah door to door yaitu melakukan dakwah dengan cara mendatangi warga masyarakat dari rumah ke rumah. Melakukan dakwah secara terbuka yaitu dengan cara mengisi kegiatan keagaman seperti kegiatan hari-hari besar Islam, ta’jiah kematian, ceramah, kultum, khutbah jumat dan mengisi kegiatan majelis ta’lim. Faktor penghambat dan pendukung peran tokoh agama dalam menanamkan karakter keislaman remaja faktor penghambatnya yaitu: rendahnya pendidikan keagamaan orang tua, kesenjangan social, kurangnya kerja sama antar tokoh agama dan pemerintah stempat yang masih kurang baik. Adapun faktor pendukungnya yaitu keaktifan tokoh agama dalam memberikan pengarahan keagamaan terhadap masyarakat terhusus para remaja, adanya dukungan dari orang tua walaupun sebagian orang tua masih banyak yang belum paham tentang hal keagamaan sehingga proses pendidikan akhlak berjalan kurang baik
STRATEGI PEMASARAN KREDIT MANTAP PENSIUNAN TERHADAP MINAT NASABAH DI BANK MANDIRI TASPEN KCP KOTA TERNATE
Penelitian ini membahas Strategi Pemasaran Kredit Mantap Pensiunan terhadap Minat Nasabah di Bank Mandiri Taspen KCP Kota Ternate. Ada beberapa hal yang dikembangkan di antaranya adalah strategi dalam pemasaran terhadap kredit yang lebih di utamakan kepada pelayanan khususnya pada pensiunan terutama pada pelayanan nasabah pensiun dengan mengutamakan tata krama dan sopan santun terlebihnya soal etika dan moral. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan kualitatif deskriptif. Sumber penelitian yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan literatur yang ada kemudian diolah dan dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan baha setiap tiga tahun pihak bank melakukan kunjungan kepada pegawai baik yang sudah pensiun dan masih aktif. Pihak bank juga melakukan strategi dengan menggunakan teknik sosialisasi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau instansi terkait guna merangkum pensiunan secara umum. Tidak lepas dari itu pihak bank taspen juga melakukan marketing di setiap sekolah dengan menjual produk kredit pensiun maupun pra pensiun kedua minat nasabah terhadap kredit pensiunan cukup tinggi bahkan beberapa tahun lalu mandiri taspen mempunyai produk lima tahun pensiun yang dapat dilakukan pengajuan kredit namun dari ketentuan manajemen untuk diperbaharui, dengan hal tersebut kredit dapat dilakukan maksimal tiga tahun sebelum pensiun
PROGRAM MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN PENDEKATAN EVALUASI GOAL FREE TERHADAP INTEGRASI SOSIAL, KESEJAHTERAAN EMOSIONAL, DAN KEPUASAN SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terhadap integrasi sosial, kesejahteraan emosional, dan kepuasan siswa saat menghadapi tantangan sekolah baru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional, melibatkan 1356 siswa baru dari berbagai sekolah menengah di tiga daerah di Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa siswa menghadapi MPLS dengan tingkat kenyamanan yang tinggi dan tingkat kepuasan yang memadai, namun memiliki kecenderungan netral dalam memiliki teman selama MPLS. Mereka juga merasa siap menghadapi tantangan dan memiliki hubungan sosial yang kuat, meskipun tingkat stres cenderung lebih tinggi. Analisis korelasi mengungkapkan hubungan positif yang signifikan antara variabel-variabel tertentu. Kenyamanan berinteraksi di MPLS berhubungan positif dengan memiliki teman, kesiapan menghadapi tantangan berhubungan positif dengan kepuasan siswa, dan hubungan sosial yang kuat berhubungan positif dengan pengurangan stres. Namun, perlu diingat bahwa hasil ini dapat bervariasi tergantung pada konteks dan karakteristik siswa serta program MPLS yang spesifik. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih mendalam dinamika yang mungkin memengaruhi hubungan antara variabel-variabel ini
IMPLEMENTASI MUATAN LOKAL PENCAK SILAT DI SD NEGERI LIALANG KOTA SERANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi muatan lokal pencak silat di SD Negeri Lialang kota Serang. Pembelajaran muatan lokal ini sangat diperlukan, apalagi untuk kemajuan daerah yang otomatis berdampak positif bagi kemajuan nasional. Selain itu, muatan lokal diperlukan untuk pengembangan budaya. Penelitian ini meneliti terkait proses perencanaan, pelaksanaan, penilaian atau evaluasi implementasi muatan lokal pencak silat. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif karena menyajikan berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada hasil penelitian terdapat beberapa tahapan (1)Perencanaan implementasi muatan lokal pencak silat kegiatannya berupa menyusun perangkat-perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran. Perangkat pembelajaran. (2)Pelaksanaan muatan lokal pencak silat ada beberapa kendala yaitu, perhatian peserta didik yang kurang sehingga praktek gerakan tidak maksimal, menginstruksikan peserta didik di lapangan dengan suara yang kecil, tidak mengajarkan maupun mengingatkan jurus dengan gerakan per gerakan, tidak memperhatikan bagaimana gerakan peserta didik secara terperinci, pembelajaran non praktek hanya diajarkan lewat buku. Pada tahap (3) penilaian guru menilai disaat pertengahan semester dan akhir semester dengan gerakan yang sudah dihafalnya.
 
TREN PENELITIAN PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR BERDASARKAN DATABASE SCOPUS DARI TAHUN 2013 HINGGA 2022: ANALISIS BIBLIOMETRIK
Penelitian secara umum bertujuan untuk mengetahui peta perkembangan publikasi berdasarkan kata kunci (co-word) Bidang pembelajaran IPS. Pengumpulan data dengan cara melakukan penelusuran melalui scopus dengan kata kunci learning, social education, dan primary school dengan katagori, judul artikel, abstrak, dan kata kunci, dalam kurun waktu 2013-2022. Data berupa jumlah publikasi pertahun, jurnal yang memuat artikel bidang pembelajaran, penulis, asal penulis dan subjek dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Sedangkan untuk tren perkembangan publikasi internasional bidang pembelajaran sosial dianalisis dengan menggunakan Software VosViewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pertumbuhan bidang ilmu pembelajaran IPS tahun 2013-2022 yang terindeks di scopus tertinggi terjadi pada tahun 2022, mencapai 103 publikasi (14,94 %). Publikasi internasional bidang pembelajarn sosial terbanyak dipublikasikan pada jurnal Social Work Education. Universiti Teknologi Malaysia merupakan lembaga yang paling banyak mempublikasikan penelitian bidang pembelajaran sosial dan Amerika Serikat merupakan kontributor terbanyak. Al-Rahmi W.M., Oktavia T. dan Othman, M.S. merupakan penulis yang terproduktif di bidang IPS. Peta perkembangan penelitian IPS berdasarkan co-word ditemukan 8 kluster yang terdiri dari 88 tema terkait perkembangan penelitian bidang pembelajaran IP
IMPLEMENTASI BRANDING SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang implementasi branding sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif yang difokuskan pada penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi branding sekolah dapat dilakukan melalui tahapan kepemimpinan yang kuat, identifikasi dan pengembangan citra sekolah, pengembangan identifikasi visual sekolah, pengembangan pesan dan nilai sekolah, serta sekolah dapat membentuk kultur budaya yang unik. Implementasi branding sekolah juga dapat meningkatkan citra positif sekolah, kualitas pendidikan, daya tarik sekolah, loyalitas siswa, orang tua dan kepercayaan masyarakat, serta meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa. Sehingga branding sekolah dapat menjadi upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat posisi sekolah dasar di masyarakat sebagai lembaga yang berkualitas.
Kata Kunci: Implementasi, Branding Sekolah, Mutu Pendidikan Sekolah Dasar.
 
INTERNALISASI PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL DI SDN 33 LAMPE KOTA BIMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi Profil Siswa Pancasila melalui pembelajaran Muatan Lokal di SDN 33 Lampe Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas V dan siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan uji kredibilitas, dan triangulasi baik triangulasi sumber maupun triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan internalisasi menggunakan tiga tahapan yaitu tahap transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai-nilai Profil Siswa Pancasila melalui pembelajaran seni budaya. Penerapan ini dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan dampak globalisasi dan mencapai salah satu misi dan tujuan sekolah, yaitu terwujudnya siswa yang mencintai budaya Indonesia dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
PEMBELAJARAN METODE UMMI BAGI GURU SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL
Pembelajaran Al-Qur’an sejak dini memiliki arti penting. Selain untuk membiasakan anak untuk mengucapkan dan mendengar ata-ayat Allah, juga untuk menanamkan nilai-nilai Pendidikan islam pada diri anak melalui pembelajaran Al-Qur’an. TK Alam karawang merupakan salah satu sekolah yang menggunakan metode ummi dalam mengajarkan membaca Al-Qur’an. Metode ummi adalah metode pembelajaran yang mudah, yaitu memberikan metodelogi pembelajaran yang mudah untuk dipahami, menyenangkan saat materi disampaikan dalam suasana yang menyenangkan, serta menyentuh hati yang dilandasi keikhlasan dan hanya mengharapkan ridho ilahi. Tujuan kegiatan pengembangan keprofesian guru adalah untuk meningkatkan kualitas guru agar guru dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara professional, dengan mengikuti pelatihan Al-Qur’an metode ummi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dalam hal ini peneliti menjelaskan data yang diperoleh peneliti dari hasil wawancara dan observasi di TK Alam Karawang, di jabarkan dengan bentuk kata-kata dan Bahasa secara deskriptif Meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran Al-Qur’an metode ummi sangat baik untuk membantu guru mendapatkan sertifikasi ummi melalui pelatihan
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENERAPAN PROGRAM TUJUH HARI TEMATIK BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA BEKASI
The development of character education has become something obligation, this is due to being able to create students who are intelligent and have good manners as members of society. Character education carried out in formal institutions is carried out through daily learning that takes place during school, because the values contained in character education are stated in the curriculum which is conveyed explicitly. As is the case with the character education program in the Bekasi area, the point in promoting character education is carried out in an integrated manner in the curriculum. This writing aims to see an overview of the development of character education through the Thematic Seven Days of Education program. In this study, a qualitative type was used with a descriptive analysis method. Data collection techniques were carried out through questionnaires / questionnaires with the acquisition of 24 respondents. From the results of the diagram, it can be concluded that as many as 62% of schools have implemented the Thematic Seven Days of Education program. The program can provide broad freedom for school institutions to develop learning that prioritizes morals according to national identity and personality
TRADISI KATIKA NGARA SEBELUM AKAD NIKAH (STUDI KASUS DI DESA NIPA KECAMATAN AMBALAWI KABUPATEN BIMA)
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana pelaksanaan Katika Ngara dan akibat jika tidak melakukan katika ngara sebelum akad nikah serta bagaimana bagaimana tinjauan Fiqh Munakahat terhadap tradisi katika ngara sebagai syarat sebelum akad di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris yang menganalisis dan mengkaji bekerjanya hukum didalam masyarakat. sifat penelitiannya adalah penelitian lapangan (field research) dalam hal ini juga penyusun menggunakan pendekatan fenomenologi. hasil penelitian disimpulkan, bahwa Tradisi Katika Ngara Sebelum Akad Nikah yang terjadi Di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. terdapat beberapa faktor pengharapan dalam tradisi katika ngara agar pernikahan menjadi langgeng, dan diperlancarkan rezeki. Meskipun semua ketentuan ditangan Allah SWT. Oleh sebab itu, tradisi katika ngara sangat dipercayai oleh masyarakat Desa Nipa untuk perlu dilakukan bagi pasangan yang akan melakukan akad nikah. Jika ditinjau dari Fiqh Munakahat tradisi katika ngara sebelum akad ini tidak ada. tradisi katika ngara sebelum akad hanyalah bagian dari ikhtiar masyarakat