Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANK INDONESIA TERHADAP PENGAWASAN KUPVA BB DI WILAYAH KERJA KPw BI KEDIRI
Bank Indonesia merupakan suatu lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan pemerintah. Bank Indonesia memiliki tugas utama yakni mengatur kestabilan nilai rupiah. Salah satu kantor perwakilan Bank Indonesia adalah kantor perwakilan wilayah Bank Indonesia Kediri atau yang biasa disingkat KPw BI Kediri. Pertumbuhan KUPVA BB di Indonesia masih memiliki kekurangan yakni pada regulasi yang mengatur tentang KUPVA BB atau money changer. Dengan banyaknya KUPVA BB atau money changer yang tidak mengantongi izin usaha dari Bank Indonesia, maka hal ini akan mengakibatkan banyaknya transaksi KUPVA yang tidak terkontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yakni dengan meninjau literatur dan melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Bank Indonesia terhadap pengawasan KUPVA BB di wilayah kerja KPw BI Kediri dapat dikatakan berjalan dengan efektif dan efisien hal itu dilihat dari meningkatkan kuantitas jumlah KUPVA BB legal sebanyak 69 KUPVA BB yang telah memperoleh izin Bank Indonesia yang sebelumnya hanya terdapat 3 KUPVA BB yang memiliki perizinan legal.
 
Mentoring Poligami Berbayar Coach Hafidin dalam Perspektif Islam
Perbedaan pendapat tentang poligami didasarkan pada pendekatan yang berbeda dalam memahami nash-nash yang ada, argumen atas dampak positif dan dampak negative poligami menimbulkan permasalah dalam masyarakat, khususnya di lingkup keluarga antara suami dan istri yang perlu ditangani. Mereka yang percaya bahwa poligami merupakan anjuran bahkan kewajiban merujuk pada pemahaman secara tekstual nash al-Qur’an dan hadist. Sementara yang kontra berpendapat bahwa memahami nash harus mempertimbangkan banyak faktor yang menyebabkan turunnya nash tersebut dan mendialogkan dengan nash-nash lainnya. Sehingga perlunya pembacaan ulang terhadap nash-nash tersebut secara komperhensif dalam setiap ativitas penafsirannya. Kajian ini menggunakan metode kualitatif yang terdiri dari kajian pustaka dan observasi. Kajian pustaka digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui teori yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Sedangkan observasi dilakukan untuk mendapatkan data empirik yang berupa konseb dasar dari kelas mentoring poligami berbayar yang dilakukan oleh coach Hafidin. Hasil penelitian ini menujukan bahwa praktik poligami yang selalu dikampanyekan lewat kelas mentoring berbayar secara kontekstual tidak selaras dengan nilai-nilai moral universal yang ditekankan oleh al-Qur’an untuk diwujudkan dalam kehidupan manusia yaitu, kemaslahatan dan keadilan. Sehingga satu istri (monogami) itu akan lebih mungkin untuk mengantarkan kepada kehidupan yang baik, stabil, dan relasi yang adil. Karena itu pula poligami sudah saatnya dihindari. Sebaiknya memang tidak poligami
PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENDIDIK AKHLAK SISWA DI SMA NEGERI 2 PERCUT SEI TUAN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam dalam mendidik akhlak siswa, dan faktor pendukung dan menghambat dalam mendidik akhlak, serta upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengajarkan akhlak kepada siswa di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan. Proses penyempurnaan akhlak agar peserta didik menjadi individu yang mencerminkan akhlak yang baik disebut dengan pembinaan akhlak, serta suatu tindakan yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif, yaitu melakukan penelitian dan merangkum temuannya untuk menggambarkan suatu hasil penelitian. Metode observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan dalam proses pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam yang profesional dalam mendidik akhlak siswa di SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan telah menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan aktif sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, komunikator, dan motivator dalam pembinaan akhlakul karimah siswa. Faktor pendukung yang mendukung dalam pembinaan akhlakul karimah antara lain 1) Kegiatan ekstrakurikuler sekolah, dan 2) Apersepsi sebelum pembelajaran. Adapun faktor yang menghambat dalam pembinaan akhlakul karimah pada siswa antara lain 1) Latar belakang siswa, 2) Fasilitas sekolah yang belum memadai, 3) Metode yang kurang bervariatif.
 
MENUMBUHKAN KARAKTER POSITIF SISWA MELALUI TAYANGAN INSPIRATIF DI SDN INPRES NANGA NI’U DESA KARAMPI
Karakter positif merupakan hal yang paling esensi yang harus di wujudkan dalam diri anak serta menumbuhkan karakter positif pada anak merupakan urgensi dalam pendidikan, pendidikan yang bermutu merupakan konsekuensi yang harus di wujudkan oleh berbagai pihak dalam satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perubahan tingkah laku yang dialami anak dengan melalui konsep belajar inspiratif. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan tekhnik mengumpulkan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan mengkaji berbagai literatur yang berkaitan dengan karakter positif anak serta menganalisis fakta empiris yang bersentuhan langsung dengan anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak di SDN Inpres Nanga Ni’u menunjukan sangat antusias dalam merespon kegiatan belajar mengajar menggunakan konsep belajar inspiratif. Anak-anak lebih cepat memahami suatu pembelajaran jika menggunakan media dalam menyampaikan materi. Pembentukan karakter positif anak harus dilakukan secara terus menerus, dan juga membutuhkan inovatif serta konsep terbaru dalam membentuk karakter positif anak. 
PENGGUNAAN MEDIA MADING (MAJALAH DINDING) PADA KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS IV SD MIFTAHUL ULUM
Keterampilan menulis karangan narasi adalah kemampuan mengkomunikasikan pikiran, ide, dan pandangan dengan menggunakan tulisan yang harus dipahami oleh siswa agar dapat menulis dengan baik. Media mading adalah media yang digunakan sebagai sarana dalam menyampaikan gagasan/ide dalam bentuk tulisan dan dapat menjadi media tulis dalam komunikasi antara siswa dan guru untuk bertukar informasi.
Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam kajian ini. Sumber data dan data penelitian yaitu siswa kelas IV SD Miftahul Ulum yang berjumlah 21 siswa. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi :
(1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi.
Berdasakan temuan studi penggunaan mading pada keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV SD Miftahul Ulum, dapat disimpulkan bahwa guru menggunakan media dengan menarik untuk mengelola pembelajaran, sehingga lebih kondusif dan menyenangkan. Hasil dari keterampilan menulis karangan narasi siswa juga menunjukkan kemampuan dalam membuat tulisan dengan baik dan runtut, dilihat antusiasme siswa terhadap penggunaan media mading. Siswa juga memperoleh pemahaman/pengetahuan dengan baik.
Kata Kunci : Media Mading, Keterampilan Menulis,karangan naras
ANALISIS PENERJEMAHAN BAHASA ARAB KE BAHASA INDONESIA MELALUI ARTIFICIAL INTELLIGENCE CHAT GPT
Di era digital saat ini kecerdasan buatan sudah semakin berkembang, ia mampu menerjemahkan teks-teks bahasa asing, bahkan teks bahasa arab. Dengan adanya teknologi tersebut banyak para akademisi di lingkungan peneliti yang memanfaatkannya sebagai alternatif dalam melakukan penerjemahan. Oleh sebab itu peneliti ingin mencari tahu bagaimana kualitas dari penerjemahan kecerdasan buatan itu, serta mencari tahu kesesuaiannya dengan pedoman penerjemahan yang ada. Fokus penelitian ini adalah menganalisis kemampuan Chat GPT dalam menerjemahkan teks dari buku "Arobiyyah Li An Naasyi'in Jilid 5" dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang proses penerjemahan yang dilakukan oleh Chat GPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chat GPT mampu melakukan penerjemahan bahasa Arab ke bahasa Indonesia dengan tingkat keakuratan yang baik. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi penggunaan metode kompleks dalam penerjemahan, seperti metode Semantis dan Komunikatif. Hasilnya menunjukkan bahwa Chat GPT mampu mengaplikasikan metode tersebut dengan efektif, memperkaya konteks dan makna dalam terjemahan. Selain itu, Chat GPT juga mampu mengimplementasikan teknik deskriptif untuk menghasilkan terjemahan yang lebih akurat dan tepat. Dalam perbandingan dengan mesin penerjemah lain seperti Google Translate dan Bing Translator, Chat GPT menunjukkan keunggulan dalam kemampuan penerjemahan, hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan sistem penerjemahan yang lebih canggih dan akurat menggunakan teknologi kecerdasan buatan
MEDIA VIDEO ANIMASI DORATOON TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK BAHASA ARAB SISWA MI ROUDLOTUL BANAT SIDOARJO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menyimak bahasa Arab siswa kelas IV MI Roudlotul Banat Sidoarjo dan kurang diminati serta minimnya variasi dalam penggunaan media pembelajaran, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang media animasi doratoon terhadap kemampuan menyimak Bahasa Arab. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif jenis quasi eksperimental dengan desain kelompok kontrol dengan menggunakan tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diantarnya; (1) Hasil pembelajaran Bahasa Arab siswa kelas IV pada kelas eksperimen sebelum perlakuan diperoleh nilai rata-rata sebesar 65,00 dan pada kelas kontrol sebesar 64,62. (2) Hasil pembelajaran Bahasa Arab siswa kelas IV sesudah perlakuan yakni diperoleh nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 86,54 dan pada kelas kontrol sebesar 76,54. (3) Terdapat pengaruh media animasi berbasis doratoon terhadap kemampuan menyimak Bahasa Arab siswa dan terdapat peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yang dibuktikan dengan nilai signifikansi dari kelas eksperimen sebesar 0,000 < 0,05 dan pada kelas kontrol sebesar 0,001 < 0,05. Yang mana artinya H0 ditolak dan Ha diterima
PRAKTIK JUAL BELI ONLINE MENGGUNAKAN SISTEM CASH ON DELIVERY (COD) DITINJAU DARI PRESPEKTIF AKAD ISTISHNA DALAM EKONOMI SYARIAH (STUDI PELANGGAN PERUSAHAAN JASA EXPRES J&T KOTA BIMA
Jual beli online ialah teknik yang baru dalam dunia perdagangan pada kehidupan masyarakat di era moderen. Jual beli online juga dianggap praktis sebab pemasarannya secara online memanfaatkan internet sebagai sumber informasi yang potensial guna mempermudah sistem kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Praktik Jual Beli Online Menggunakan Sistem Cash On Delivery (COD). Untuk mengetahui Praktik Jual Beli Online Menggunakan Sistem Cash On Delivery (COD) Ditinjau Dari Perspektif Akad Istishna Dalam Ekonomi Syariah.
Metode penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif deskriptif berupa mengumpulkan data-data terhadap subjek yang akan diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Praktik jual beli online banyak digemari oleh banyak orang sebab prosesnya yang mudah dan mempermudah konsumen dalam berbelanja, hal ini disebabkan karena terdapatnya sistem pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Praktik ini digemari juga sebab banyaknya keuntungan yang didapatkan pembeli seperti harga barang yang lebih murah dari pasar swalayan biasa, diberikannya voucher berbelanja oleh e-commerce, serta biaya ongkos kirim relative terjangkau sehingga menarik minat pembeli dalam melakukan praktik jual beli secara online. Praktik jual beli online perspektif akad istisna yang pertama, yaitu pembeli memesan barang dengan mencari barang sesuai dengan kriteria yang diinginan kepada penjual dan yang bertanggung jawab membayar barang yang telah dipesan. Penjual dan pembeli melakukan kesepakatan tertentu serta penjual menginformasikan deskripsi barang yang hendak diperjual belikan. penjual bertanggung jawab menginformasikan harga barang yang diperjual belikan, serta pembeli juga berhak melakukan pengembalian barang apabila terdapat kecacatan barang yang diterima setelah melakukan prosedur yang telah ditetapkan
ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL MELALUI PRINSIP 3A (KAJIAN SURAH AN-NAHL AYAT 125)
Artikel ini difokuskan untuk membahas tentang etika komunikasi di media sosial melalui prinsip 3A yang berlandaskan pada QS. An-Nahl ayat 125 yang dapat diterapkan dalam bermedia sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi di media sosial perlu untuk menerapkan dan menggunakan prinsip 3A, yakni: Al-Hikmah yang artinya kebijaksanaan, dalam hal ini kita ajarkan untuk bijaksana dalam berkomunikasi dalam artian kita bisa bijak dalam memberikan arahan atau berkomentar, tetapi harus melihat kondisi dan situasi. Al-Wal Mauidhatil Khasanah artinnya Nasehat yang baik, Wajadilhum Bil Lati Hiya Ahsan yang artinya berdebat dengan cara yang baik, mengajarkan kita untuk berdebat dengan munggunakan raut wajah yah ramah, perkataan yang baik serta lemah lembut dalam bertutur kata
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGURAIKAN BILANGAN DASAR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INKUIRI BERBASIS PERMAINAN KONSTRUKTIF DI KELAS I
Matematika menjadi salah satu pelajaran yang wajib dipelajari oleh peserta didik pada setiap jenjang pendidikan. Namun pentingnya mempelajari matematika di sekolah tidak dibarengi dengan penyampaian materi yang menyenangkan sehingga membuat peserta didik merasa kurang tertarik belajar matematika khususnya di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menguraikan bilangan dasar dengan menggunakan pendekatan inkuiri berbasis permainan konstruktif di kelas I-B yang berjumlah 23 peserta didik di SDN Blotongan 02 kota Salatiga tahun Pelajaran 2023/2024. Pengumpulan data menggunakan observasi dan tes tertulis kemudian dianalsis menggunakan uji ketuntasan dan analisis deskriptif kualitatif. Indikator keberhasilan yang digunakan dalam penelitian ini apabila peserta didik mendapatkan nilai lebih besar atau sama dengan 70 sesuai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) di kelas I-B. Penelitian Tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pada siklus I persentase ketuntasan belajar sebesar 57%, sedangkan pada siklus II sebesar 83%