Jurnal Online Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima
Not a member yet
1144 research outputs found
Sort by
MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MEDIA MANIPULATIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Media manipulatif adalah alat bantu yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam proses pembelajaran untuk memahami materi pelajaran dengan cara memanipulasi atau mengoperasikan objek terutama pada materi geometri sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui media manipulatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Paccinang 1 Makassar yang berjulah 22 siswa yang terdiri dari 12 laki-laki dan 10 siswa perempuan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus, dan setiap siklus dilaksanakan selama lima hari kerja. Setiap siklus terdiri dari lima tahapan, diantaranya perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi hasil penelitian. Adapun data hasil penelitian tahap siklus I mendapatan hasil sebanyak 8 (36.4%) yang berada dikategori tidak tuntas , 15 siswa yang berada pada kategori tuntas dengan presentase 68.5%, dan pada sisklus II sebanyak 1 siswa berada pada kategori tidak tuntas (4.5%), dan terdapat 21 siswa pada kategori tuntas dengan presentase 95.5% Dari hasil penelitian tersebut di atas bisa disimpulkan bahawa, melalui penerapkan media manipulatif di kelas IV SD Negeri Paccinang 1 Makassar berada pada kategori tuntas dengan presentase menghampiri 100%, dibuktikan dengan ketuntasan tiap siklus mengalami peningkatan yang signifika
AKTUALISASI NILAI-NILAI TAREKAT QADIRIYAH NAQSABANDIYAH DALAM KEHIDUPAN MODERN DI INDONESIA: SOSIAL-RELIGI
Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah adalah tarekat sufi yang menggabungkan ajaran dan metode dzikir dari dua tarekat besar, yaitu Qadiriyah dan Naqsyabandiyah. Tarekat ini menekankan nilai-nilai spiritual yang meliputi penyucian hati, akhlak mulia, dan kedekatan dengan Allah SWT melalui amalan dzikir, riyadah, dan pembinaan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah diaktualisasikan dalam kehidupan sosial modern, khususnya dalam membentuk karakter individu yang berakhlak, bertanggung jawab sosial, dan harmonis dalam masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui buku-buku rujukan maupun jurnal yang berkaitan tentang Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah, tasawuf dan sufisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kesabaran, tawakal, keikhlasan, dan ukhuwah Islamiyah yang diajarkan dalam tarekat ini diaplikasikan dalam interaksi sosial sehari-hari, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual serta sosial umat Islam di era modern. Dengan demikian, Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah tidak hanya berfungsi sebagai jalan spiritual individu, tetapi juga sebagai landasan moral dan sosial yang relevan dalam menghadapi dinamika kehidupan kontemporer
STRATEGI PENGGUNAAN METODE WAFA DALAM PENCAPAIAN TARGET PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI SDIT AL-INSAN KABUPATEN PINRANG
Di Kabupaten Pinrang, khususnya di SDIT Al-Insan, metode Wafa mulai diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran Al-Qur'an untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar dan kesulitan penguasaan tajwid pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan, keunggulan, dan persepsi guru terhadap penggunaan metode Wafa dalam pembelajaran Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Wafa di SDIT Al-Insan telah berjalan dengan baik dan konsisten, diterapkan oleh seluruh guru, meskipun sebagian guru baru masih mengalami keterbatasan kompetensi. Keunggulan metode ini terletak pada kemudahan dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an melalui pendekatan inovatif dan pendampingan terstruktur. Selain itu, metode Wafa dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta didik melalui pendekatan yang menyenangkan, seperti lagu, gerakan, dan media visual yang mengoptimalkan fungsi otak kanan. Materi yang tersusun sistematis juga mempermudah tahapan pembelajaran. Dengan demikian, metode Wafa berkontribusi positif dalam pencapaian target pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Al-Insan Kabupaten Pinrang.
Kata Kunci: Metode Wafa, Pembelajaran Al-Qur’an, Motivasi Belajar, Tajwid, SDIT Al-Insa
PERAN MEDIA DIGITAL WORDWALL TERHADAP KETERLIBATAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN FIQIH
Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran wordwall terhadap keterlibatan peserta didik pada mata pelajaran Fiqih di SMAS Ummul Mukminin Makassar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan peserta didik yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian adalah 96 peserta didik, dengan sampel 40 peserta didik yang dipilih menggunakan non-probability sampling. Instrumen yang digunakan meliputi pedoman observasi, angket, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media wordwall dan keterlibatan peserta didik berada dalam kategori tinggi. Terdapat pengaruh signifikan dari penggunaan media wordwall terhadap keterlibatan peserta didik sebesar 60,5%. Implikasi dari temuan ini adalah media wordwall berkontribusi positif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi dan pelatihan guru
PENDIDIKAN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA BERBASIS BUDAYA LOKAL: STUDI KASUS SELAMETAN KEMATIAN DI DESA PLAJAN PAKIS AJI JEPARA
Pendidikan toleransi antara umat beragama berbasis budaya lokal di desa plajan. Pendidikan toleransi desa ini mempunyai kebiasaan yang unik yaitu dalam satu desa terdapat beberapa agama namun saling mereka saling menghormati terlebih pada acara selametan kematian. acara selametan sebagai wadah terjalinya toleransi yang kuat antara umat islam kristen hindhu di desa plajan.Penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini ialah masyarakat desa plajan Kabupaten jepara Jawa tengah . Wawancara dilakukan terhadap tokoh dan masyarakat desa plajan. dari wawancara itu diharapkan memperoleh informasi yang relevan dan mencukupi terkait dengan inti pembahasan dalam penelitian ini. Ada dua jenis data yang digunkan dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. hasil dari pembahasan ini meliputi tiga aspek yaitu sebagai bahan pembelajaran langsung ( content integration sebagai tempat nilai praktek toleransi secara langsung ( laboratorium sosial ), sebagai pengalaman pendidikan adil dan setara (equity integration )
Analisis Term Al-Qur’an Al-Khabar, Al-Naba’ dan Al-Hadîs dalam Perspektif Literasi Informasi
Penelitian ini membahas tiga istilah penting dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep informasi, yaitu an-naba’, al-khabar, dan al-ḥadīṡ. Ketiganya memiliki makna dan fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam membangun kerangka literasi informasi Islami. An-naba’ merujuk pada kabar besar yang bersumber dari Allah dan pasti benar, sehingga menjadi dasar otoritatif dalam ajaran Islam. Al-khabar bermakna berita yang dapat benar atau salah, sehingga menuntut sikap kritis dan verifikasi (tabayyun) sebelum diterima atau disebarkan. Adapun al-ḥadīṡ lebih menekankan pada kebaruan informasi, baik berupa wahyu, percakapan, maupun kisah, yang menuntut perhatian dan keseriusan dalam menyikapinya. Relevansi ketiganya di era digital sangat signifikan: an-naba’ mengajarkan pentingnya menjadikan wahyu sebagai sumber kebenaran, al-khabar menuntun umat agar selektif dan kritis terhadap informasi, dan al-ḥadīṡ menegaskan pentingnya aktualitas informasi yang tetap berpijak pada kebenaran. Dengan demikian, integrasi ketiga istilah ini dapat menjadi paradigma literasi digital Islami yang menuntun umat menghadapi banjir informasi secara bijak, kritis, dan berorientasi pada kebenaran ilahiah
Implementasi Kaidah Al-Hajah Tunazzalu Manzilat Ad-darurah dalam Pengambilan Ujrah pada Produk dan Layanan Lembaga Keuangan Syariah
Penelitian ini menganalisis implementasi kaidah al-hajah tunazzalu manzilatad ad-darurah dalam penetapan ujroh pada produk dan layanan lembaga keuangan syariah. Kaidah ini memberikan kelonggaran dalam pengambilan keputusan hukum atas dasar kebutuhan masyarakat di era ini. Dengan menggunakan metode kualitatif, normatif-teologis, dan yuridis-analitis, penelitian ini mengeksplorasi penerapan kaidah tersebut dalam konteks keuangan syariah, khususnya dalam kebijakan pengenaan biaya jasa atau ujroh. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui studi kepustakaan yang mencakup literatur klasik dan kontemporer, fatwa DSN-MUI. Hasil analisis terhadap 4 fatwa DSN MUI menunjukkan bahwa kaidah al-hajah tunazzalu manzilatad ad-darurah dapat dijadikan landasan argumentatif bagi lembaga keuangan syariah dalam menghadapi kebutuhan mendesak, seperti kebijakan pengambilan ujroh, Dan pembolehan transaksi yang pada dasarnya terlarang melalui kaidah ini tetap tidak boleh menabrak larangan yang bersifat qaṭh‘ī, sehingga DSN-MUI tetap melakukan modifikasi terhadap akad-akad yang mengandung unsur ribaPenelitian ini menganalisis implementasi kaidah al-hajah tunazzalu manzilatad ad-darurah dalam penetapan ujroh pada produk dan layanan lembaga keuangan syariah. Kaidah ini memberikan kelonggaran dalam pengambilan keputusan hukum atas dasar kebutuhan masyarakat di era ini. Dengan menggunakan metode kualitatif, normatif-teologis, dan yuridis-analitis, penelitian ini mengeksplorasi penerapan kaidah tersebut dalam konteks keuangan syariah, khususnya dalam kebijakan pengenaan biaya jasa atau ujroh. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui studi kepustakaan yang mencakup literatur klasik dan kontemporer, fatwa DSN-MUI. Hasil analisis terhadap 4 fatwa DSN MUI menunjukkan bahwa kaidah al-hajah tunazzalu manzilatad ad-darurah dapat dijadikan landasan argumentatif bagi lembaga keuangan syariah dalam menghadapi kebutuhan mendesak, seperti kebijakan pengambilan ujroh, Dan pembolehan transaksi yang pada dasarnya terlarang melalui kaidah ini tetap tidak boleh menabrak larangan yang bersifat qaṭh‘ī, sehingga DSN-MUI tetap melakukan modifikasi terhadap akad-akad yang mengandung unsur rib
PENDIDIKAN KETELADANAN UNTUK MENINGKATKAN IMAN, TAQWA, DAN AKHLAK MULIA ANAK USIA DINI MELALUI KISAH NABI MUSA AS
Pendidikan anak usia dini merupakan fase penting dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai Islami yang menjadi landasan utama perkembangan anak. Salah satu metode yang efektif dalam pendidikan karakter adalah pendidikan keteladanan, khususnya melalui pengenalan kisah para nabi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendidikan keteladanan berdasarkan kisah Nabi Musa AS sebagai upaya meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah Nabi Musa AS tidak hanya menyampaikan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menanamkan sikap keteguhan, kesabaran, kejujuran, dan kepercayaan kepada Allah dalam menghadapi ujian hidup. Namun implementasi pendidikan keteladanan berbasis kisah Nabi Musa AS di lingkungan pendidikan anak usia dini masih belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar pendidik dan orang tua lebih aktif mengintegrasikan kisah-kisah nabi dalam proses pembelajaran untuk memperkuat pembentukan karakter Islami pada anak-anak sejak dini.
 
PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI KELUARGA BROKEN HOME SECARA EMOSIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan emosional Anak Usia Diniyang berasal dari keluarga broken home di Kecamatan Pangkah. Fokus penelitian meliputi dampak kondisi keluarga terhadap regulasi emosi, interaksi sosial, dan kemampuan adaptasi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dari keluarga broken home cenderung mengalami gangguan emosional, seperti rasa cemas, rendah diri, dan kesulitan dalam membentuk hubungan interpersonal. Faktor pendukung dan penghambat perkembangan emosional anak juga diidentifikasi, termasuk peran dukungan sosial dari lingkungan sekitar, seperti keluarga besar dan teman sebaya. Rekomendasi diberikan kepada orang tua, pendidik, dan pihak terkait untuk menciptakan lingkungan yang suportif dalam mendukung perkembangan emosional anak
SMONG: SASTRA LOKAL SEBAGAI STRATEGI MITIGASI BENCANA BERBASIS BUDAYA
Smong menjadi sebuah sastra lisan yang berasal dari Pulau Simeulue, Indonesia. Pengetahuan lokal masyarakat Simeulue mengenai Smong terbukti efektif dalam mengurangi korban tsunami 2004 silam. Nilai filosofis dan historis yang terkandung dalam smong menjadi sebuah alasan pentingnya masyarakat diluar Simeulue untuk mengenal sastra lisan ini. Selain menjadi topik menarik dalam mitigasi bencana, smong juga menarik saat diintegrasikan dalam berbagai lintas disiplin ilmu karena nilai – nilai yang terkandung didalamnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Systematic Literature Review (SLR) untuk mengetahui bagaimana integrasi smong dalam persfektif antropologi budaya, pendidikan, ilmu kebencanaan, dan media informasi dari penelitian – penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smong dapat diintegrasikan dalam pembelajaran, tradisi budaya, media penyampai ilmu mitigasi bencana, serta media informasi bagi masyarakat baik di dalam maupun diluar pulau Simeulue. Kemajuan teknologi menjadikan smong diteliti dan dikembangkan lebih luas oleh para peneliti