UNIFA Online Journal Systems
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
SISTEM SENSUS BERBASIS WEB DAN ANDROID PADA BADAN PUSAT STATISTIK
This research aims to design a web-based census system and android on the agency Statistics Center. To achieve these objectives used methods of data collection in the form of file documentation and interviews.In the design of the library information system the author makes the design of Data Flow Diagrams (DFD), and Use Case.The results showed that the system is census-based web and android that has been created consisting of administrators, enumerators, and the user is easier for officers to perform data entry enumerators, inputting to the census, the recapitulation of the census of education and health, the presentation of data to the census, as well as easier for people to looking for information in the form of data needed to realize the census data processing system that is efficient, effective, and mobil
PENGARUH PERGERAKAN ANGKUTAN UMUM TERHADAP KEPADATAN ARUS LALU-LINTAS (STUDI KASUS: RUAS JALAN ANDI TONRO MAKASSAR)
Perbedaan asal - tujuan wisata dan pola penggunaan lahan menghasilkan volume yang berbeda dan waktu gerakan di jalan-jalan. Sepanjang hari pada fluktuasi lalu lintas jalan, seperti menjadi padat pada jam-jam tertentu dan bergoyang di lain waktu. Misalnya di Bagian Jalan Andi Tonro Makassar. Efek pada jumlah angkutan umum di daerah juga merupakan indikator dari peningkatan arus lalu lintas di jalan ini, salah satunya adalah transportasi umum (minibus). Dimana Jalan Tonro Makassar Andi adalah pilihan dari beberapa ini rute trek transportasi kota. Kondisi arus lalu lintas pada jam sibuk (peak hour) di jalan-jalan waktu Andi Tonro studi ini dilakukan, hasil perhitungan dapat dilihat total volume rata-rata jam puncak (peak hour) di Jalan Andi Tonro = 315,031 smp / jam dengan kecepatan (V ) = 21,90 km / jam. MKJI diperoleh berdasarkan kapasitas (C) = 2755 smp / jam, dengan waktu perjalanan (TT) = 0.046 jam, tingkat layanan "D" dengan nilai 0,9, yang berarti arus lalu lintas dari jalan mulai tidak stabil
IDENTIFIKASI RUMAH NELAYAN DALAM PEMBAGIAN ZONASI PERMUKIMAN DI KAWASAN DANAU TEMPE
Kawasan permukiman nelayan danau Tempe di kampung Salo Mate, kelurahan Limpomajang kecamatan Marioriawa terdiri dari tiga zonasi hunian masyarakat berdasarkan dari perletakannya yaitu pertama zona daratan, kedua zona rawa-rawa, dan ketiga zona perairan danau. Adanya perbedaan tipologi hunian ini disesuaikan dengan adaptasi masyarakat terhadap lingkungan sesuai dengan pembagian zona/wilayah yang ditempatinya. Rencana penelitian ini dititik beratkan pada (1) mengidentifikasi karateristik dasar tipologi rumah nelayan ditinjau dari bentuk fisik dan fungsi ruangnya (2) mengidentifikasi persamaan dan perbedaan rumah nelayan terhadap pembagian zonasi permukiman masyarakat di kampung Salo Mate, kelurahan Limpomajang kecamatan Marioriawa kawasan danau Tempe. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purvosive sampel yaitu penunjukan langsung oleh peneliti. Penentuan studi kasus berdasarkan jumlah populasi rumah nelayan di Kelurahan Limpomajang yaitu sebanyak 59 rumah, sedangkan teknik analisa data yang dilakukan analisis deskriktif dan teknik analisis komparatif. Tipologi hunian nelayan mempunyai karakter tersendiri ditinjau dari perbedaan atas tiga zona yaitu zona darat, rawa-rawa, dan perairan. Bentuk huniannya berupa tipe rumah panggung di zona darat dan rawa-rawa, tipe rumah terapung di zona perairan. Konstruksi hunian di tiga zona umumnya sama yaitu terdiri dari tiang, lantai, dinding dan atap. Jenis sambungan menggunakan sistem bongkar pasang (knock down) dengan cara takik dan pen
STABILITAS ARMOR BREAKWATER MENGGUNAKAN KANTONG BATUAN
Sistem perlindungan pantai yang sering digunakan adalah breakwater yang umumnya armor breakwater terbuat dari batu-batu ukuran besar dengan berat mencapai beberapa ton, sampai saat ini belum ada nilai koofisien stabilitas armor breakwater yang menggunakan kantong batuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan parameter yang berpengaruh terhadap stabilitas, mendapatkan nilai koefisien stabilitas dan hubungan bilangan tak berdimensi terhadap stabilitas armor breakwater kantong batuan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan uji fisik yang dilakukan di saluran gelombang 2-D pada Laboratorium Teknik Kelautan, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin dengan membuat beberapa konfigurasi model armor breakwater kantong batuan adalah periode gelombang, tinggi gelombang, berat kantong batuan, sudut kemiringan struktur. Skala model digunakan adalah 1 : 10, dengan tiga variasi kedalaman, yaitu 25 cm, 20 cm, dan 15 cm. Hasil penelitian menujukkan bahwa parameter yang berpengaruh adalah bilangan stabilitas kecuraman gelombang, kedalaman air relatif dan kemiringan struktur. Hasil yang diperoleh nilai koefisien stabilitas armor breakwater menggunakan kantong batuan pada ujung (kepala) bangunan breakwater kondisi gelombang tidak pecah untuk kemiringan struktur 45˚ nilai koefisien stabilitas 3.916, pada kemiringan struktur 60˚ nilai koefisien stabilitas 5.042. Dari analisis parameter tak berdimensi menunjukkan bahwa Semakin besar nilai bilangan stabilitas, kecuraman gelombang dan kedalaman air relatif akan diperoleh nilai koefisien stabilitas (KD) yang semakin besar dan sebaliknya semakin besar nilai kemiringan struktur breakwater akan menghasilkan nilai koefisien stabilitas (KD) semakin kecil
KAJIAN SOSIAL-EKONOMI,RUANG,BUDAYA DAN LINGKUNGAN DANAU TEMPE
Danau Tempe adalah salah satu danau 10 terbesar di Indonesia yang terletak di Propinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Wajo, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Soppeng. Secara geografis Danau Tempe terletak pada titik 4o00’00†– 4o15’00†LS dan 119o52’30â€â€“ 120o07’30†BT. Danau Tempe memiliki karakteristik pada musim hujan luas Danau Tempe sekitar 45.000 ha, musim kemarau sekitar 1.000 ha (Amri, 2012).Tujuan kajian ini adalah mengumpulkan data dan informasi terkait sosial-ekonomi, ruang,budaya, dan lingkungan danau tempe terkait pemanfaatan ruang, mengidentifikasi dan memetakan tipe-tipe karakteristik sosial-ekonomi, budaya dan lingkungan masyarakat danau tempe, mengidentifikasi peran para pihak yang terlibat dalam pemanfaatkan Danau Tempe, mengidentifikasi berbagai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dikaitkan dengan peluang pelaksanaan program kegiatan revitalisasi danau tempe, memberikan rekomendasi berupa opsi-opsi atau pilihan-pilihan yang berpotensi memiliki dampak negatif serta dapat memicu konflik antar para pemanfaat danau. Kajian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil kajian sosial-ekonomi menunjukkan usia produktif responden 15–55 tahun, tingkat pendidikan rendah SD dan SLTP,mata pencaharian umumnya petani dan nelayan dari sisi budaya adanya perilaku egoisme/egosentrisme, komsumsi yang berlebihan atas sumberdaya alam, perebutan kepentingan, legalitas individual. Hasil pengamatan kondisi lingkungan dan sanitasi yang buruk. Penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan,keberadaan habitat burung-burung endemik yang menjadi komsumsi makanan,munculnya ikan predator, pertumbuhan enceng gondok yang meningkat drasti
PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN KATUP BUANG DAN DIAMETER PIPA MASUKAN POMPA HIDRAM TERHADAP TEKANAN OUTPUT MAKSIMUM
Pada masa sekarang ini, penggunaan energi yang tidak terbaharukan seperti energi fosil sudah mulai dikurangi dan diganti dengan energi alternatif yaitu energi terbaharukan. Hal ini dikarenakan sumber energi tidak terbaharukan seperti energi fosil semakin berkurang sekarang ini. Untuk itu kita perlu untuk mencari dan menggunakan energi alternatif dari sumber energi terbaharukan. Hal ini disebabkan karena energi terbaharukan tersedia setiap saat.  Seperti pada penelitian ini yang menggunakan sebuah mekanisme pendorong air tanpa menggunakan energi darti luar yaitu dengan menggunakan pompa hidram. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menganalisa pengaruh sudut kemiringan katup buang pompa hidran dan diameter pipa suplai terhadap tinggi maksimum yang dapat dicapai oleh air hasil pemompaan pompa hidram. Dari hasil penelitian dengan menggunakan pompa hidram berukuran ¾ in, diperoleh bahwa tinggi maksimum air pemompaan adalah 17.859 m pada pipa suplai berdiameter ¾ in dan sudut kemiringan 30.2º. Sedangkan pada pipa suplai dengan diameter 1.5 in, memberikan tinggi maksimum 11.960 m pada sudut kemiringan pompa 27.3Â
STUDI DAKTILITAS STRUKTUR BETON BERTULANG PADA PERENCANAAN GEDUNG ARSIP KAB. BERAU
Gedung Arsip Kab. Berau merupakan bangunan bertingkat yang digunakan sebagai penyimpanan berkas - berkas dari beberapa instansi yang ada di Kab. Berau, yang dirancang vertikal ke atas sebanyak 2 lantai dengan tinggi setiap lantainya 4 meter total ketinggian adalah 8 meter, lebar total gedung arsip adalah 9 meter dan panjang 43 meter, dengan struktur utama adalah beton bertulang. Sedangkan daktilitas adalah kemampuan suatu struktur untuk berubah bentuk sampai pada derajat tertentu (pada pembebanan statik atau dinamik), tanpa diikuti oleh runtuhnya struktur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besaran daktilitas struktur beton bertulang yang dimiliki dari gedung arsip Kab. Berau serta untuk mengetahui kebutuhan tulangan beton bertulang pada balok dan kolom. Pada Metode analisa perhitungan untuk pemebebanan menggunakan peraturan PPIUG-1983, pembebanan gempa menggunakan SNI 1726-2012, distribusi momen menggunakan program SAP2000 v15, perhitungan beton bertulang menggunakan SNI 03-2847-2002. Berdasarkan perhitungan daktilitas lengkungan didapatkan hasil untuk nilai daktilitas adalah sebesar 2.60, maka dapat disimpulkan bahwa Gedung Arsip Kab. Berau termasuk dalam kategori daktail parsial, yaitu diantara nilai 1.5 sampai dengan 5.0. Pada perhitungan beton bertulang, pada balok didapatkan hasil kebutuhan tulangan untuk B20/40 adalah tulangan lapangan 2D16 ; tulangan tumpuan 3D16 ; tulangan sengkang Ø10-125, sedangkan untuk B20/30 adalah tulangan lapangan 2D16 ; tulangan tumpuan 2D16 ; tulangan sengkang Ø10-150. Pada kolom didapatkan kebutuhan tulangan untuk K30/30 adalah tulangan utama 4D16 ; tulangan sengkang Ø10-300
EVALUASI PEMAHAMAN SDM PROYEK TERHADAP SISTEM MANAJEMEN MUTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN/PERLUASAN GEDUNG KANTOR KEJAKSAAN TINGGI SULAWESI SELATAN
Sistem Manajemen Mutu merupakan suatu citra yang sangat didambakan oleh setiap kontraktor dalam memberikan jasa kepada pemilik proyek, baik dalam hal jasa pelayanan maupun jasa produksi. Pengertian Sistem Manajemen Mutu dalam konteks industri jasa konstruksi dapat didefinisikan melalui berbagai pendekatan, tetapi pada prinsipnya adalah aspek-aspek dari fungsi manajemen keseluruhan yang menetapkan dan menjalankan kebijakan mutu suatu perusahaan/organisasi. Namun tingkat kepedulian perusahaan jasa konstruksi di Indonesia terhadap Manajemen Mutu masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perusahaan jasa konstruksi yang belum maksimal dalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu. ISO merupakan suatu standar Internasional yang mengatur tentang Sistem Manajemen Muttu. PT.Hutama Karya sebagai suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa konstruksi telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2008 dan dapat meneerapkannya dalam proyek-proyek konstruksi. Dalam tugas akhir ini, permasalahan yang diangkat ialah bagaimana penerapan Sistem Manajemen Mutu pada proyek pembangunan/perluasan gedung kantor kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan . Untuk mengetahui penerapan Sistem Manajemen Mutu dalam pelaksanaan proyek konstruksi tersebut, maka dilakukan observasi, pengambilan data, dan wawancara dengan personil yang terkait dalam pelaksanaan proyek konstruksi tersebut. Penilaian penerapan Sistem Manajemen Mutu ini di dapat dengan menganalisa data dokumen dari PT.Hutama Karya, dengan metode skor audit dan skala pengukuran variable menggunakan slkalla likert. Dari hasil analisa dokumen PT.Hutama Karya pada proyek pembangunan/perluasan gedung kantor kejaksaan tinggi Sulsel di diperoleh beberapa dokumen Manajemen Mutu yang belum lengkap, sedangkan dari hasil analisis data diperoleh sebesar 85,27 % untuk pertanyaan mengenai Manajemen PT.Hutama Karya (Persero), dan 89,76 % untuk pertanyaan mengenai Pelaksanaan Proyek Pembangunan/perluasan Gedung Kejati Sulsel. Berdasarkan hasil tersebut termasuk dalam kategori sangat baik
SISTEM KEAMANAN PERUMAHAN BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO
This research was aimed at staking out a residential security system with simulation using microcontroller Arduino. Uno and test the residential security. This tools using Sensor PIR for detect Human movement in house and GSM Modem for sending a short message in n movement willgive a dangerous signal to GSM Modem. Then GSM Modem will be sending a short message for owner of the phon
PENELUSURAN TRANSFORMASI BENTUK ARSITEKTUR TRADISIONAL RUMAH ADAT KARAMPUANG
Changes in lifestyle, culture, religion, climate change and natural disasters because traditional homes are considered no longer able to accommodate the needs of its inhabitants. Karampuang customs area is the name of a village located +35 kilometers west of the district capital Sinjai South Sulawesi Indonesia, which has a history of birth "To Manurunge" on top of a hill known as Batu Lappa. This research emphasis on (1) identifying the basic morphological characteristics of traditional houses Karampuang accordance with the transformation of its shape (2) designing the time line of the history of the transformation of traditional forms of home and area Karampuang. When the study for 6 months with the sampling technique is a technique that samples purposive direct appointment by the researcher. Determination of case studies based on data from literature, interviews and field surveys. While data analysis technique descriptive analysis. Transformation of the traditional house Karampuang experienced three changes of shape and location of this was due to the development of confidence and dislocations that follows the water level at that time